Berita terkini Budaya Daerah Kesehatan Kriminal Nasional News Populer Opini Peristiwa PMI Politik Populer Sosial Sumatera

DPC GRIB Jaya Ogan Ilir, ” Tidak ada Gratifikasi dan Tindak Korupsi “

Ogan Ilir, – KABAR EKSPRES II Terkait pernyataan atas salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terbaik di kabupaten Ogan Ilir tentang Pembangunan Jalan di Desa Tanjung Dayang Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, Dimana ketua DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, turun langsung kelapangan untuk melakukan investigasi secara Real dan fakta serta melakukan riset kajian baik dari Kode Etik Kelembagaan maupun Petunjuk Pelaksana (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) serta Pedoman Umum Pembangunan Desa Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang telah diatur dalam Permendesa Nomor 21 Tahun 2020.

Dalam Investigasi yang dilakukan oleh Robert (Macan) Ali selaku Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Ogan Ilir bersama team, dengan kode etik, santun dan ramah tamah berhasil menyaksikan serta mewawancarai salah satu masyarakat yaitu Bapak Salbani yang mengatakan ” Syukur Alhamdulillah, dimana kami selaku masyarakat desa Tanjung Dayang Utara Kabupaten Ogan Ilir merasa bahagia sekali karena jalan desa telah dibangun oleh Bapak Kades Tanjung Dayang Utara yaitu Bapak Farhan Fahrudin, S.P. Kami masyarakat Desa Tanjung Dayang Utara merasakan serta menikmati Azas manfaat dari pembangunan jalan desa tersebut “.

” Selain itu, kami selaku masyarakat desa Tanjung Dayang Utara Kabupaten Ogan Ilir, menghimbau serta memberi saran kepada Bapak Farhan Fahrudin, S.P agar pembangunan jalan desa tersebut dijaga dan dilakukan pemeliharaan. Kemudian, saya selaku masyarakat membantah kepada oknum – oknum yang menyatakan bahwa ada indikasi tindak korupsi, salah dan tidak benar. Sebab, semua orang pasti mengetahui semua kejadian alam yang terjadi 1 (Satu) bulan terakhir ini, yang mana kita selaku manusia tidak bisa menentang ketentuan – ketentuan alam seperti Hujan deras secara terus – menerus. Jadi kami selaku masyarakat Desa setempat dapat memaklumi nya “. Sambung Kata Pak Salbani

Disamping itu Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Ogan Ilir, langsung mendatangi rumah Kepala Desa Tanjung Dayang Utara yaitu Bapak Farhan Fahrudin, SP serta menyampaikan aspirasi masyarakat yang telah berhasil. Syukur Alhamdulillah, kedatangan Team DPC GRIB Jaya Ogan Ilir disambut baik oleh Bapak Farhan Fahrudin, SP. Dan Ketua DPC GRIB Jaya Ogan Ilir langsung memperlihatka hasil investigasi baik dari pembangunan maupun pernyataan masyarakat setempat. Dan Bapak Kades Tanjung Dayang Utara mengatakan serta menjelaskan ” Terima kasih kepada DPC GRIB Jaya Ogan Ilir yang telah datang ke Desa Kami dan telah melakukan control serta monitoring evaluasi terhadap pembangunan di desa kami dengan profesional dan memiliki integritas kode etik yang sesuai dengan tupoksi nya.

DPC GRIB Jaya Ogan Ilir, ” Tidak ada Gratifikasi dan Tindak Korupsi “

Kami segenap jajaran pemerintah Desa Tanjung Dayang Utara menerima aspirasi dari warga kami yang disampaikan kepada GRIB Jaya Ogan Ilir. Insyallah. Akan kami tampung dan kami perjuangkan sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku. Tak luput dari pernyataan Bapak Salbani atas Azas manfaat nya yang telah dirasakan oleh masyarakat. Kami merasa bersyukur sekali sehingga ke depan nya lagi kita bersama – sama memajukan desa ini menjadi lebih baik lagi. Selain itu, terkait pemberitaan yang menyatakan bahwa pembangunan jalan desa ini merupakan ladang mencari keuntungan dan ladang nya korupsi itu, Tidak Benar. Pembangunan jalan desa telah sesuai dengan aturan dan pedoman pembangunan desa. Akan tetapi, keadaan Cuaca sekarang ini, hampir setiap hari hujan. Sehingga mengakibatka, pembangunan jalan desa dalam pengerjaan sesuai dengan juklak dan juknis. Akibat, kejadian peristiwa alam yang tidak tahu kita tentang. Membuat bangunan tersebut, kurang efektif dan sempurna. Dan saya atas nama Farhan Fahrudin, SP juga membantah apabila dalam pembangunan ini, kami mencari keuntungan atau ingin melakukan tindak korupsi “.

Tak sampai disitu, Robert (Macan) Ali selaku ketua DPC GRIB Jaya juga menjelaskan serta memberikan kesimpulan bahwa ” Kami dari DPC GRIB Jaya Ogan Ilir melakukan investigasi langsung ke lapangan, tidak ada unsur apapun dan kami dari DPC GRIB Jaya hanya ingin meluruskan dengan pembuktian secara Faktual. Syukur Alhamdulillah, Dalam Riset Kajian Investigasi dilapangan serta melakukan sesi wawancara kepada masyarakat secara random dan langsung mengkonfirmasi Bapak Fahrul Fahrudin, SP selaku Kepala Desa Tanjung Dayang Utara. Dengan ini, kami dari DPC GRIB Jaya Ogan Ilir menyatakan sikap untuk mengawal pembangunan Jalan Desa Tanjung Dayang Utara, serta siap melakukan kajian riset faktual dilapangan yang di dampingi oleh para pakar atau tenaga ahli dalam bidang hukum maupun bidang bangunan. Dan ini murni disebabkan oleh faktor alam dan kita siap untuk mengawal serta riset pembuktian “, tutupnya

Reporter : Reno

Anda mungkin juga suka...

Berita terkini Daerah DIY Yogyakarta

KPK Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta, Cegah Celah Korupsi Sejak Dini YOGYAKARTA Kabarekpres.co.id/Pemerintah terus mematangkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Namun, di balik misi mulia meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut, terdapat potensi risiko besar terkait tata kelola dan integritas,tutur KRISNA TRIWANTO S.H., Ketua Panitia Diskusi Publik Nasional,juga selaku Ketua DPW ARIES DIY,yang akan diselenggarakan Sabtu,7 Februari 2026 sampe j 14.00 wib,digedung DPRD DIY. Menyikapi hal ini, sebuah forum diskusi publik bertajuk “Sosialisasi, Edukasi, dan Diskusi Publik: Tantangan serta Pencegahan Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis” digelar di Yogyakarta pada Sabtu (7/2/2026). Hadir sebagai narasumber utama, Jhonson Widwan Ginting, S.T., M.M., perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,dan narasumber lainya,keterangan Ketum ALIANSI RAKYAT INDONESIA EMA ( ARIES) Identifikasi Hambatan dan Gangguan Dalam paparannya, Jhonson Ridwan Ginting menyoroti bahwa proyek berskala nasional dengan anggaran besar selalu menjadi magnet bagi praktik maladminstrasi maupun korupsi. Ia memetakan empat klaster masalah yang harus diwaspadai: Hambatan Logistik: Distribusi pangan di wilayah geografis yang sulit yang berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya tak terduga. Gangguan Data: Akurasi data penerima manfaat (siswa) yang seringkali tumpang tindih atau tidak diperbarui (update). Tantangan Kualitas: Standar gizi yang tidak seragam akibat permainan dalam pemilihan vendor atau penyedia jasa boga. Ancaman Korupsi: Adanya potensi kickback (setoran) dalam penunjukan vendor lokal serta pemotongan jatah volume makanan di lapangan. “Program ini adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai anggaran yang seharusnya lari ke piring anak sekolah, justru belok ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Jhonson di hadapan para peserta diskusi. Strategi Pencegahan dan Solusi KPK menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan ekosistem pengawasan yang ketat. Beberapa solusi strategis yang ditawarkan dalam diskusi tersebut meliputi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *