LADANG GANJA 3 HEKTAR DI KABUPATEN EMPAT LAWANG, 8 KARUNG SIAP EDAR DIAMANKAN POLISI

Kabarekpres.co.id

EMPAT LAWANG — 16-02-2026,Jajaran Polres Empat Lawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Dipimpin langsung oleh Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H., petugas bergerak cepat menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya ladang ganja di wilayah Kabupaten Empat Lawang.

Kapolres bersama personel turun langsung ke lokasi dan berhasil menemukan hamparan ladang ganja dengan luas kurang lebih 3 hektar. Selain itu, petugas juga mengamankan 8 karung ganja yang diduga siap edar dengan perkiraan berat mencapai ±200b kilogram yang apabila dinominalkan total sekitar 1 milyar rupiah.

Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan Polres Empat Lawang dalam memberantas peredaran narkotika yang dapat merusak generasi muda. Berdasarkan estimasi, dari total barang bukti yang diamankan, aparat memperkirakan sekitar 600.000 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba.

AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan narkotika di wilayah hukum Empat Lawang. Saat ini, proses penyelidikan dan pengembangan masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang terlibat.

Polres Empat Lawang juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dan berperan aktif dalam memberikan informasi demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
(KURNIA)

Sabar “Supri” Siap Pimpin Jatisari: Harapan Baru di Tengah Badai Ketidakpastian.

JATISARI, CILACAP ,Kabarekpres.co.id/ Senin, 16 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungreja. Di tengah kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkan oleh kepala desa sebelumnya, muncul sosok putra daerah yang siap membawa angin segar: Sabar, atau yang akrab disapa Supri.

Melalui mekanisme Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) tahun ini, Supri secara resmi menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi.

Membawa semangat ketulusan, ia mengusung slogan yang sangat merakyat:

“Men wong arep ngomong apa, sing penting apik.” > (Biarlah orang mau bicara apa, yang penting hasilnya baik.)

Solusi Nyata: Mobil siaga Desa Standby 24 Jam

Salah satu program unggulan yang paling disorot adalah penyediaan mobil operasional desa yang akan terparkir di kantor desa. Supri menegaskan bahwa kendaraan ini bukan sekadar pajangan, melainkan fasilitas gratis yang siap sedia untuk kebutuhan darurat masyarakat, seperti layanan kesehatan atau keperluan sosial lainnya.

Transparansi dan Revitalisasi Industri

Sadar akan kondisi Jatisari yang dikenal sebagai sentra industri, Supri berkomitmen untuk:

Pemerintahan Transparan: Memulihkan kepercayaan publik melalui pengelolaan anggaran desa yang terbuka dan akuntabel guna menghindari masalah hukum yang dialami kepemimpinan sebelumnya.

Pemberdayaan Sentra Industri: Memajukan potensi ekonomi lokal agar Jatisari tidak hanya sekadar nama, tapi benar-benar menjadi pusat kesejahteraan warga.

Mengisi Kekosongan dengan Prestasi

Kehadiran Supri dianggap sebagai jawaban atas kekecewaan warga terhadap kades lama yang meninggalkan tugas di tengah berbagai kemelut. Dengan visi “Mensejahterakan Warga Jatisari”, ia optimis bisa memperbaiki tata kelola pemerintahan desa dalam waktu singkat melalui program PAW.

“Niat saya hanya satu, mengabdi. Kita benahi yang rusak, kita lanjutkan yang baik, dan kita layani warga dengan hati,” pungkas Supri di hadapan para pendukungnya.

Langkah Supri kini dinanti oleh masyarakat Jatisari sebagai babak baru menuju desa yang lebih mandiri dan bermartabat.pewarta:(ibin)

Festifal Kambing Ramaikan Gebyar Seni Dan UMKM Kecamatan Lumbir

Festifal Kambing Ramaikan Gebyar Seni Dan UMKM Kecamatan Lumbir 2026 Dilaksanakan, Bupati Banyumas Harapkan Lumbir Jadi Sentra Peternakan Nasional

Kabarekpres.co.id-Lumbir, Banyumas (16/02/2026) – Acara Festival Kambing, Gebyar Seni dan UMKM Kecamatan Lumbir Tahun 2026 telah sukses diselenggarakan pada hari Senin, 16 Februari 2026 pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Lapangan Lembah Sengkala Desa Kedunggede. Acara yang dihadiri sekitar 50 tamu undangan ini bertujuan untuk meriahkan HUT Kabupaten Banyumas ke-455 sekaligus sebagai sarana edukasi potensi peternakan kambing dan UMKM lokal.

Penanggungjawab kegiatan, Camat Lumbir Wardoyo, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat menggali potensi yang ada di Kecamatan Lumbir serta memberikan motivasi bagi seluruh pihak untuk mengembangkan sektor peternakan dan UMKM. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua sponsor dan pihak yang mendukung pelaksanaan acara.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Banyumas. Joko Pramono, S.E., serta sejumlah anggota DPRD, perwakilan Baznas, aparatur pemerintah daerah, kepala desa se-Kecamatan Lumbir, dan perwakilan lembaga keuangan serta usaha lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan festival ini dan menyatakan bahwa Lumbir berperan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di sektor peternakan. Ia menyarankan agar acara ini disosialisasikan lebih awal melalui media sosial agar peserta dapat datang dari seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.

“Harapan saya, kebutuhan kambing di Kabupaten Banyumas dapat terpenuhi dari Kecamatan Lumbir, bahkan kelak Lumbir menjadi sentra peternak kambing untuk tingkat nasional,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa festival ini bukan hanya ajang pameran, melainkan bukti kemajuan peternak lokal. Ia mendorong para peternak untuk saling berbagi ilmu pemeliharaan, meningkatkan kualitas ternak, serta menjajaki potensi pengolahan produk turunan seperti susu dan pupuk organik.

Jalannya acara diawali dengan sambutan, pembukaan dengan pemukulan gong oleh Bupati Banyumas, pengecekan peserta lomba kambing dan booth UMKM, serta dilanjutkan dengan proses penilaian oleh tim juri.(Mugi ir)

Terbentuk Forum Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta

Dilandasi dan didasari atas kegelisahan, keresahan atas penurunan suara partai di pemilu 2024 yang mencapai +_ 25 ribu suara yang berakibat penurunan 2 kursi di DPRD Kota Yogyakarta serta kecintaan dan militansi terhadap partai maka pada tanggal 14 Februari 2026 di rumah H Danang Rudyatmoko dihadiri 15 kader yang mewakili 14 kemantren se Kota Yogyakarta sepakat membentuk Forum Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.

Dipilihnya tanggal 14 Februari bukan tanpa alasan, alasan utamanya adalah sekaligus memperingati deklarasi partai yang dicantumkan dalam akte notaris di tahun 1999 sebagai syarat mengikuti pemilu 1999, dimana dalam pemilu tetsebut terjadi sejarah dan rekor dimana partai menang dengan hampir 35% suara. Kemenangan tersebut yang menyemangati kami untuk kembali bergerak di tingkatan arus bawah dengan gerakan aktivisme kerakyatan bukan aktivisme keluarga sehingga kembali ke 1999 menjadi agenda suara kami.

Forum ini bertujuan untuk : pertama, menjalin komunikasi dan konsolidasi arus bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dimana selama ini sistem yang dijalankan lima tahun ke belakang hanya sentralistik dan floating mass serta pelibatan kader dalam pergerakan partai sangat minim. Tujuan ini bermuara kepada memunculkan kembali aktivisme kader partai dalam gerakan kerakyatan partai, mengingat dari pemetaan bahwa cara melawan gerakan money politik hanya dengan cara gerakan aktivisme.

Kedua, menjadi wadah gerakan advokasi kader dan rakyat di tingkatan bawah yang terimbas dan terpinggirkan dari adanya kebijakan kebijakan yang diambil oleh negara yang mengganggu hajat hidup orang banyak terutama rakyat marhaen.

Dalam diskusi tersebut disepakati yang menjadi koordinator forum adalah Jarot Kurniadi kader arus bawah dari Kemantren Gedongtengen.

Gerakan ini diawali dari advokasi terhadap rencana penataan parkir dan malioboro di Kota Yogyakarta dimana kebijakan penataan ini berimbas kepada kehidupan dan penghidupan wong cilik (marhaen) dan rencana buka puasa bersama sebagai pertemuan lanjutan untuk menyusun langkah taktis berikutnya di Roemah Ganjar Pranowo di Sleman.

repoter : nt

Ya urg bsa membedakan Berti dirimu, UMKM

Kabarekpres.co.id-Banyumas – 14 Februari 2026

Penjual durian masyarakat yang dikenal dengan Kadus Barokah kini kembali menghadirkan pilihan buah durian berkualitas tinggi untuk masyarakat sekitar Kabupaten Banyumas dan wilayah sekitarnya. Dengan menyajikan beragam jenis durian unggulan, ia berkomitmen untuk memberikan pengalaman menikmati durian yang lezat dan memuaskan.

Berbagai varietas durian unggulan yang ditawarkan meliputi:

– Durian Montong: Dikenal dengan daging buah yang tebal, tekstur lembut, dan rasa manis yang khas.

– Durian Bawor: Varietas lokal yang memiliki aroma khas dan rasa yang seimbang antara manis dan sedikit pahit.

– Durian Chani: Daging buah berwarna kuning keemasan dengan rasa manis yang kuat dan aroma yang khas.

– Durian Musangking: Disebut sebagai “raja durian” dengan rasa sangat manis, tekstur lembut seperti krim, dan aroma yang khas.

– Durian Hitam: Memiliki kulit yang gelap dan daging buah yang kaya rasa dengan kombinasi manis dan sedikit pahit yang unik.

Menurut tokoh masyarakat Kadus Barokah, setiap durian yang dijual melalui proses pemilihan yang cermat untuk memastikan kualitas terbaik dan kematangan yang pas. Produk durian ini dapat dibeli langsung di titik penjualan yang berada di Desa Alasmalang, atau melalui pemesanan secara langsung kepada penjual.

“Kami berharap dengan menghadirkan berbagai jenis durian unggulan ini, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang menyukai buah durian sekaligus mendukung ekonomi lokal,” ucapnya.(Mugi ir)

Sukses : Desa Gentasari Selesaikan Peningkatan Jalan Mahkota Dewa, Nilai Investasi Rp 32,75 Juta

Cilacap – Sabtu (14/02/2026) – Pemerintah Desa Gentasari telah menyelesaikan kegiatan peningkatan infrastruktur jalan yang berlokasi di Jalan Mahkota Dewa, Dusun Gunung Nangka. Proyek yang memiliki volume panjang 54 meter dan lebar 4 meter ini telah rampung setelah waktu pelaksanaan selama 14 hari pada tahun 2025.

Biaya yang dikeluarkan untuk peningkatan jalan ini mencapai Rp 32.750.000, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Perubahan Tahun 2025. Pelaksanaan proyek ini ditangani langsung oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang dipimpin oleh Kadus Ato, dengan pengawasan langsung dari Kepala Desa Budi Harsono.

Peningkatan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pergerakan masyarakat dan mempermudah distribusi barang serta jasa di wilayah Dusun Gunung Nangka, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal desa Gentasari.(Mugi ir)

Edukasi dini Sanggar Tari Mulai diminati

Minimnya perhatian dari dinas terkait, secara sederhana sanggar tari asal kecamatan Sidareja, Cilacap ini, rela melaksanakan kegiatan pelatihannya walau di Pendopo kecamatan.

Pelatihan tari yang di ikuti oleh anak anak setingkat TK , Paud hingga SLTP dan SMA tidak mengurangi rasa semangat untuk melatih tari kepada anak anak pada setiap minggunya, walaupun belum memiliki sanggar tari secara pribadi.

Antusias anak anak pada saat mengikuti seni tari berjalan dengan penuh rasa ceria, meski minimnya sarana dan prasarana , baik tempat istirahat, maupun tempat duduk bagi orngtua yang mendampingi anak anak mereka.

Tesa seorang Pelatih tari mengungkapkan, dengan Melalui tari, seseorang dapat menyampaikan perasaan, cerita, dan ide-ide tanpa menggunakan kata-kata. Pelatihan seni tari mengajarkan cara mengolah gerakan menjadi bentuk ekspresi yang bermakna, sehingga mengasah kreativitas dan kemampuan untuk mengkomunikasikan diri dengan lebih efektif. Peserta juga diajak untuk mengeksplorasi gaya dan interpretasi pribadi dalam setiap gerakan.

Tesa juga berharap ada perhatian dari pemerintah guna mewujudkan sanggar tari yang lebih memadai, disisi lain dengan memiliki sanggar tari dapat mempertahankan budaya Jawa yang mulai tergerus kemajuan zaman.

 

Orangtua dari salah satu anak didik sanggar tari juga menginginkan anaknya lebih mendapatkan pelatihan yang memadai, walau dengan keterbatasan tempat pelatihan kami sangat bangga , semoga dengan adanya kegiatan seni tari ini, kami mendapat perhatian dari semua pihak, untuk turut serta mempertahankan budaya Jawa serta memajukan seni tari di kabupaten Cilacap.

//Edis

Polresta Cilacap Bangun Jembatan Merah Putih Presisi, Permudah Mobilitas dan Pendidikan Masyarakat

Cilacap – Polresta Cilacap membangun jembatan Merah Putih Presisi di Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu, ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai solusi konkret bagi kebutuhan akses masyarakat pedesaan yang selama ini terkendala sarana penghubung. Jum’at (13/02/2026).

Jembatan ini menghubungkan dua dusun, yakni Dusun Ciloning dan Dusun Pengampiran, yang selama ini mengalami kendala akses akibat kondisi jembatan lama yang tidak memadai. Memang terdapat jalur alternatif, namun warga harus menempuh jarak memutar cukup jauh sampai 6 km. Pembangunan jembatan ditargetkan selesai sebelum Lebaran guna membantu kelancaran mobilitas masyarakat.

Kondisi sebelumnya dinilai memprihatinkan karena masyarakat terpaksa menggunakan talang air sebagai jembatan penghubung. Situasi itu tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menghambat aktivitas harian masyarakat. Karena itu, pembangunan jembatan Merah Putih Presisi menjadi solusi agar mobilitas warga berlangsung aman dan lancar.

Sedikitnya 278 kepala keluarga atau lebih dari 1.200 jiwa di lima RT dari dua dusun akan merasakan dampak langsung pembangunan itu, terutama untuk mobilitas menuju lahan pertanian, kebun, serta akses pendidikan ke SD Negeri Karanganyar 05. Infrastruktur ini dinilai vital karena menjadi jalur utama aktivitas ekonomi dan pendidikan warga.

Kapolresta menegaskan pembangunan merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap kebutuhan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulain dari Institusi Polri, Khususnya Polresta Cilacap. Kami ingin membantu masyarakat agar memiliki akses mobilitas yang mudah sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat,” Tegasnya.

Ia menambahkan pembangunan ini membutuhkan dukungan warga. “Kami mengajak masyarakat bergotong royong dalam proses pembangunan. Setelah selesai, jembatan ini harus dimanfaatkan dan dijaga bersama karena yang merawat adalah kita semua,” ujarnya

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak guna menjaga keberlanjutan fungsi jembatan tersebut. Jika di kemudian hari terjadi kendala atau kerusakan, masyarakat diimbau segera berkoordinasi melalui Polsek, pihak kecamatan, maupun pemerintah desa agar dapat segera ditindaklanjuti dan diperbaiki.

Camat Gandrungmangu menyampaikan apresiasi atas pembangunan tersebut. “Kami berterima kasih atas program ini. Ini bukti perhatian Polri yang hadir di tengah masyarakat serta sinergi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan infrastruktur desa,” katanya.

Groundbreaking ini menjadi bukti bahwa peran Polri tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir membantu kebutuhan masyarakat. Acara dihadiri pejabat utama Polresta, Camat Gandrungmangu Fathan Adhy Candra, Danramil, Kepala Desa Karanganyar, serta tokoh masyarakat setempat.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda DIY Resmikan SPPG Sentolo II Berbasis Aplikasi LILO

Yogyakarta– Polda DIY secara resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Sentolo II Divpropam Polri yang berlokasi di Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo, (Jumat, 13 Februari 2026).

Peluncuran SPPG ini diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui virtual secara serentak se-Indonesia.

Fasilitas ini menjadi SPPG Polri terbesar di wilayah D.I. Yogyakarta yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa SPPG ini telah mengadopsi teknologi modern untuk memastikan akuntabilitas distribusi pangan.

“SPPG Sentolo II ini telah dilengkapi dengan aplikasi LILO (Literasi Logistik) berbasis code. Teknologi ini memungkinkan pengawasan distribusi secara real-time, sehingga kami dapat menjamin keamanan serta kualitas makanan sejak dari dapur SPPG hingga diterima langsung oleh penerima manfaat,” ujar Kombes Pol Ihsan.

Dalam acara peresmian tersebut, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., secara simbolis melepas pendistribusian kloter pertama program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengibarkan bendera pemberangkatan.

Meskipun SPPG ini memiliki kapasitas distribusi total hingga 1.400 penerima manfaat, pada tahap awal launching ini, sebanyak 755 paket makanan disalurkan ke lima sekolah di wilayah sekitar, yaitu SDN Ngubeng, SDN Salamrejo, SDN Kalisana, SDN Kali Kutuk, dan SDN Asem Cilik.

Dalam sambutannya, Kapolda DIY menjelaskan bahwa SPPG ini bukan sekadar dapur umum, melainkan bagian dari transformasi ekosistem pemenuhan gizi terintegrasi Polda DIY yang menghubungkan sektor hulu hingga hilir.

Berawal dari Sektor Hulu di Wilayah Gunungkidul dengan memanfaatkan jagung petani lokal untuk pabrik pakan ternak ayam petelur serta pengembangan green house sayuran.

“Kemudian di Sektor Tengah berada di Gudang Sentral Wilayah Sleman dilakukan kurasi, standarisasi mutu, dan manajemen stok bahan pangan dari sektor hulu,” tambahnya.

Selanjutnya di Sektor Hilir tepatnya SPPG yang mengolahkan bahan pangan tersebut menjadi makanan bergizi siap saji (MBG).

Mengakhiri rangkaian acara, Kapolda DIY mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat sinergi demi keberlanjutan ekosistem ini.

“Kita berharap model SPPG berbasis Lumbung Mataraman ini dapat menjadi role model ketahanan pangan di tingkat daerah. Ini adalah wujud nyata kontribusi DIY dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera,” tutup Irjen Anggoro.

Sementara itu, Kepala Regional Badan Gizi Nasional Provinsi DIY Gagat Widyatmoko memberikan pujian tinggi atas inisiatif dan standar kualitas yang diterapkan oleh jajaran Polda DIY.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda DIY. Kami melihat dan menegaskan bahwa ini adalah SPPG terbaik di wilayah DIY. Oleh karenanya, setiap kali Polri meresmikan fasilitas seperti ini, kami yakin akan selalu ada SPPG yang berkualitas bagus untuk masyarakat di wilayah DIY,” pungkasnya. ** ( Suarspb ,)

Yogyakarta, 13 Februari 2026
BIDHUMAS POLDA DIY

Desa Binangun Laksanakan Pelantikan DAN Pengambilan Sumpah Jabatan Perangkat desa

CILACAP – Pada Jumat (13/02/2026), Desa Binangun menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi perangkat desa yang baru dilantik. Acara yang diadakan di lingkungan Desa Binangun dihadiri oleh berbagai tamu undangan penting, antara lain Forkopincam Kecamatan Bantarsari, perangkat desa se-Kecamatan Bantarsari, tokoh masyarakat dan tokoh agama, Bidan Desa, Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga (TP-PKK), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, seluruh Ketua RW/RW dan Ketua RT/RT, Satuan Linmas Desa Binangun, serta panitia penyelenggara acara. Juga hadir Camat Bantarsari dan Kepala Dispermades Kabupaten Cilacap sebagai narasumber utama.

 

Berdasarkan Keputusan Kepala Desa Binangun Nomor 400.10.2/19 s.d 22/Tahun 2026 yang ditetapkan pada tanggal yang sama, empat perangkat desa diangkat dengan jabatan sebagai berikut:

 

– Rohmat Hidayat: Kepala Urusan Umum dan Perencanaan

– Indah Fidianti, S.M.: Kepala Urusan Keuangan

– Resti Oktafiani, S.T.: Kepala Seksi Pelayanan

– Nur Aini Prasetyo, S.Pd.: Kepala Seksi Kesejahteraan

 

Proses pengambilan sumpah janji dilakukan dengan dihadiri dua saksi, yaitu Sdr. Toto Arifin sebagai Saksi I dan Sdr. Sumedi sebagai Saksi II. Setelah itu, dilakukan penandatanganan berita acara yang kemudian ditandatangani oleh ketiga saksi sekaligus Kepala Desa Binangun sebelum hadirin diperkenankan duduk kembali.

 

Dalam sambutannya, Kepala Desa Binangun Mardiyono menyampaikan harapan agar perangkat desa yang baru dilantik dapat bekerja dengan profesional, bertanggung jawab, dan fokus pada peningkatan pelayanan bagi masyarakat Desa Binangun. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama yang solid antarperangkat, serta kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat yang hadir untuk mewujudkan visi dan misi desa dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Setelah itu, dilakukan penyerahan salinan keputusan dan sambutan dari Camat Bantarsari serta Kepala Dispermades Kabupaten Cilacap yang masing-masing memberikan arahan dan dukungan untuk pembangunan Desa Binangun. Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal pelantikan.(Mugi ir)