Permasalahan Parkir Seputar Pasar Patuk Yogyakarta Tak Kunjung selesai.

Di Kota Yogyakarta hari ini sedang terjadi ironi yang menyakitkan. Di satu sisi, partai masih mengklaim diri sebagai partai wong cilik. Namun di sisi lain, kader-kader kecil yang menggantungkan hidup sebagai tukang parkir di sekitar Pasar Patuk Yogyakarta justru menjadi pihak yang paling rentan ketika penertiban dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

Mereka bukan orang luar. Mereka adalah kader. Mereka adalah konstituen. Mereka adalah orang-orang yang selama ini menjaga basis suara partai di tingkat bawah.

Mereka ikut memasang bendera, ikut bergerak saat pemilu, ikut menghidupkan mesin partai dari gang ke gang. Tetapi ketika mereka ditertibkan dan kehilangan ruang mencari nafkah, tidak ada pembelaan yang tegas dari kader partai yang duduk di kursi kekuasaan baik legislatif/DPRD Kota Yogyakarta maupun eksekutif/Walikota Yogyakarta.

Inilah situasi yang sedang dirasakan oleh arus bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta:
kader kecil menghadapi tekanan langsung di lapangan, sementara kader yang berada di legislatif dan eksekutif memilih diam.

Diamnya para pemegang jabatan bukan sekadar sikap pasif. Diam adalah tanda bahwa fungsi partai sebagai alat perjuangan rakyat mulai melemah. Dalam teori politik, partai memiliki dua fungsi utama: artikulasi kepentingan dan agregasi kepentingan. Artinya, partai seharusnya menjadi penyambung suara rakyat kecil kepada negara, lalu memperjuangkannya menjadi kebijakan yang adil.

Namun yang terjadi sekarang justru sebaliknya.
Kepentingan rakyat kecil tidak terdengar.
Keluhan kader bawah tidak terangkat.
Penertiban berjalan tanpa advokasi.

Forum Arus Bawah melihat ini sebagai tanda adanya jarak yang semakin lebar antara struktur kekuasaan partai dengan basis sosialnya. Ketika kader kecil kehilangan ruang hidup, tidak ada langkah politik nyata untuk mencarikan solusi. Tidak ada tekanan kebijakan. Tidak ada keberpihakan terbuka. Seolah-olah persoalan ini bukan urusan partai.
Padahal, para tukang parkir itu adalah wajah nyata konstituen.

Mereka bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga simpul sosial yang selama ini menjaga hubungan partai dengan masyarakat bawah.
Jika partai gagal mengartikulasikan kepentingan mereka, maka partai sedang kehilangan makna ideologisnya.

Situasi di Kota Yogyakarta hari ini memperlihatkan sebuah kenyataan pahit:
arus bawah masih setia, tetapi tidak selalu dibela.
basis sosial masih bergerak, tetapi tidak selalu didengar.
kader kecil masih bertahan, tetapi sering ditinggalkan.

Forum Arus Bawah menilai bahwa ini bukan sekadar soal penertiban parkir. Ini soal arah perjuangan. Ini soal keberpihakan. Ini soal apakah partai masih menjadi alat perjuangan wong cilik, atau sudah berubah menjadi sekadar kendaraan kekuasaan.

Kami menegaskan:
Kader di legislatif harus berbicara dan membela konstituennya.
Kader di eksekutif harus hadir mencarikan solusi, bukan hanya menjalankan penertiban.
Struktur partai harus kembali peka terhadap penderitaan kader akar rumput.
Karena bila partai tidak lagi menjadi tempat rakyat kecil bersandar, maka yang hilang bukan sekadar simpati — tetapi kepercayaan.
Dan ketika kepercayaan arus bawah runtuh, sejarah menunjukkan bahwa kekuatan partai pun ikut melemah.

Perjuangan tidak boleh berhenti di kantor.
Perjuangan harus kembali ke pasar, ke jalan, ke rakyat kecil.
Sebab di sanalah jantung partai sebenarnya berdetak.

Jarot Kurniadi
Koordinator Forum Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta

repoter : nt

Menyambut Ramadan 1447 H, Redaksi Kabarekpres.co.id Ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.

Cilacap,Kabarekpr.co.id/ Hilal yang dinanti segera tiba, membawa suasana penuh keberkahan bagi umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Memasuki bulan suci Ramadan di tahun 2026 ini, segenap jajaran redaksi dan manajemen media siber kabarekpres.co.id turut bersukacita menyambut datangnya bulan penuh ampunan.

 

Tepat pada Rabu, 17 Februari 2026, manajemen kabarekpres.co.id secara resmi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh umat Islam, khususnya bagi para pembaca setia yang menjalankan.

Momen Refleksi dan Kedekatan

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum emas untuk memperkuat spiritualitas dan solidaritas sosial. Perwakilan redaksi menyampaikan bahwa semangat Ramadan tahun ini diharapkan menjadi pelecut bagi masyarakat untuk terus menebar kebaikan dan menjaga kerukunan.

 

“Kami keluarga besar kabarekpres.co.id mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Semoga ibadah kita di tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertaqwa,” ungkap perwakilan redaksi dalam rilis resminya.

Komitmen Memberi Informasi Positif

Selama bulan Ramadan, kabarekpres.co.id berkomitmen untuk tetap hadir menyajikan informasi yang akurat, inspiratif, dan menyejukkan. Selain berita terkini, pembaca juga akan disuguhkan konten-konten khusus seputar:

Menjaga kebugaran selama berpuasa.

 

Wisata Religi & Kuliner: Rekomendasi tempat berbuka dan ngabuburit.

Hikmah Ramadan: Artikel penyejuk kalbu untuk mengisi waktu luang.

Segenap Redaksi Kabarekpres.co.id Mengucapkan:

“Marhaban ya Ramadan. Selamat menunaikan ibadah puasa 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin.”redaksi.

Wujud Kepedulian Sambut Ramadan, MTsN 3 Cilacap Bagikan Jadwal Imsakiyah kepada Masyarakat.

CILACAP –Kabarekpres.co.id/Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, MTsN 3 Cilacap menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap persiapan ibadah umat Muslim. Pada Rabu, 17 Februari 2026, pihak madrasah secara resmi merilis dan mendistribusikan jadwal puasa serta imsakiyah bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan moral sekaligus fasilitas praktis agar masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih awal dalam menyambut bulan penuh berkah.

Pemberian jadwal imsakiyah ini bukan sekadar rutinitas administratif. Pihak sekolah menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan simbol “ketukan pintu” untuk mengingatkan kembali pentingnya persiapan spiritual dan fisik sebelum memasuki bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada akhir Februari tahun ini.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh keluarga besar MTsN 3 Cilacap tepatnya di desa kawunganten lor kec Kawunganten kab Cilacap,dan warga sekitar tidak hanya siap secara batin, tetapi juga terbantu secara teknis dalam mengatur waktu ibadah mereka,” ujar perwakilan pihak madrasah.

Respons Positif dari Wali Murid dan Warga

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah ini mendapat apresiasi hangat. Pembagian jadwal dilakukan secara tertib dan dibarengi dengan edukasi singkat mengenai pentingnya manajemen waktu selama berpuasa.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam jadwal tersebut meliputi:

Ketepatan Waktu Imsak: Sebagai pengingat batas akhir sahur.

Waktu Berbuka: Sebagai momen yang dinantikan untuk membatalkan puasa.

Jadwal Shalat Lima Waktu: Untuk menjaga kedisiplinan ibadah di bulan suci.

Membangun Karakter Religius

Selain bagi masyarakat umum, pembagian jadwal ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Madrasah berharap siswa dapat belajar menghargai waktu dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kewajiban agamanya sejak dini.

Dengan adanya jadwal resmi ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan di tengah masyarakat mengenai ketetapan waktu ibadah harian selama satu bulan penuh ke depan. MTsN 3 Cilacap terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak syiar Islam yang bermanfaat.pewarta:(ibin)

Ciptakan Rasa Man dan Nyaman, Pengelola TPU Pondokgede Tingkatkan Pengamanan dan Pengawasan

Di tengah kesibukan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana kekeluargaan dan gotong royong tampak begitu kental di Desa Cisumur, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap. Hari ini, Rabu 18 Februari 2026, sebagai wujud kepedulian terhadap warga masyarakat, Pengelola Makam Pondok Gede menunjukkan perannya yang sangat vital dalam kegiatan tradisi Nyadran yang selalu dinantikan masyarakat setempat.

Pengelola makam tidak hanya hadir untuk memastikan kelancaran ziarah kubur, namun juga mengambil peran aktif dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peziarah. Salah satu upaya nyata yang mereka lakukan adalah dengan menyediakan pengamanan kendaraan. Hal ini tentu menjadi langkah preventif yang sangat dihargai, mengingat potensi pencurian kendaraan yang bisa terjadi kapan saja.

Lebih dari itu, sinergitas antara Pengelola Makam Pondok Gede dengan berbagai organisasi kemasyarakatan patut diacungi jempol. Mereka bekerja sama erat dengan Pemuda Pancasila, Banser, serta elemen masyarakat lainnya, bahu-membahu menjaga keamanan dan kebersihan area pemakaman. Kolaborasi ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial di Desa Cisumur.

Ketua Pengelola Tempat Pemakaman Umum Pondok Gede mengungkapkan bahwa sinergitas antara masyarakat dan organisasi kemasyarakatan adalah kunci. Beliau menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada kegiatan Nyadran, namun juga terjalin dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya di desa. “Kami harap semua pihak tetap konsisten mendukung kegiatan kami dalam sosial kemasyarakatan dan keamanan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan tahunan ini senantiasa mendapatkan apresiasi yang tinggi dari seluruh warga setempat dan juga Pemerintah Desa Cisumur. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan kebersamaan dan komitmen, tradisi dapat terus lestari sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.

Dari, Gandrungmangu, Cilacap. Tim liputan mengabarkan.

 

Nathania Raih Juara Dalam acara Sambut Valentine, Ex Moro Purwokerto Gelar Casual dan Pesta

Cilacap – Dalam rangka menyemarakkan hari kasih sayang atau Valentine Day, yang jatuh pada tanggal 14 Februari, ex moro Purwokerto Minggu 15 Februari 2026. bekerjasama dengan Moonshine menggelar acara Fashion. Acara diselenggarakan di Area ex moro purwokerto mulai pukul 13.00 wib. Adapun event ini digelar salah satu nya mengajak putra-putri kita untuk beraktifitas mengembangkan bakat kreatifitas di bidang fashion.

Alangkah baiknya putra-putri kita mengisi waktu dengan kegiatan yang positif seperti pengembangan bakat dan keberanian mental anak di bidang fashion, ” Ucap salah satu Owner moonshine Management, minggu (15/2/26)

bahwa Event yang digelar di ex moro Purwokerto kali ini di ikuti peserta dari berbagai daerah seperti Cilacap, Purwokerto, kebumen dan Brebes. “Katanya.

Di jelaskan Dalam event fashion Casual dan pesta kali ini memperebutkan beberapa kategori mulai dari lomba nyanyi dan lomba fashion show. Adapun lomba fashion show mulai yang meliputi kategori A, kategori B dan Kategori remaja. Dari mulai juara harapan 1 sampai juara harapan 3 terus juara 1 sampai juara 3.

” Event ini bisa dikatakan sebagai ajang mencari bakat anak di bidang non akademik di dunia pendidikan dan sekaligus mengasah keberanian anak tampil diatas panggung,” terangnya

” Kami berharap dengan event fashion show sambut Valentine penuh ceria ini moonshine Management bisa lebih di kenal masyarakat luas dan tentunya mendapat kepercayaan para orang tua untuk mengembangkan bakat anaknya di bidang fashion.

Sementara itu Nathania Faida Azmi Fatchurohman (8tahun) salah satu peserta fashion show asal Cilacap merasa bangga ikut event kali ini, dan meraih/menyabet juara 1 kembali, karena selain bisa menampilkan bakatnya di bidang Fashion , Ia juga bisa mengisi kegiatan yang positif ini” ungkap nya.

Ia juga berpesan agar generasi muda (anak anak seusianya) berani menampilkan kreativitas dan bakatnya, terutama di bidang fashion. “Kalau punya bakat jangan disimpan. Harus berani tampil. Tapi yang paling penting adalah dukungan orang tua, karena semangat anak lahir dari orang tua yang antusias,” jelasnya. Menurutnya, dunia fashion bisa menjadi wadah positif untuk mengisi waktu luang sekaligus membangun rasa percaya diri.

Harapan saya, anak-anak agar lebih diperhatikan, kita ketahui bersama banyak sekali permasalahan anak dalam kasus tindak pidana saat ini dan saya berharap Pagelaran ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak-anak layak mendapat ruang dan dukungan bersama agar anak-anak tidak menjadi korban hal hal yang negatif yang saat ini sedang marak, serta dukungan dan pengawasan dari orang tua juga sangat perlu dan penting.” Tutup Nathania.

Red//

LADANG GANJA 3 HEKTAR DI KABUPATEN EMPAT LAWANG, 8 KARUNG SIAP EDAR DIAMANKAN POLISI

Kabarekpres.co.id

EMPAT LAWANG — 16-02-2026,Jajaran Polres Empat Lawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Dipimpin langsung oleh Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H., petugas bergerak cepat menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya ladang ganja di wilayah Kabupaten Empat Lawang.

Kapolres bersama personel turun langsung ke lokasi dan berhasil menemukan hamparan ladang ganja dengan luas kurang lebih 3 hektar. Selain itu, petugas juga mengamankan 8 karung ganja yang diduga siap edar dengan perkiraan berat mencapai ±200b kilogram yang apabila dinominalkan total sekitar 1 milyar rupiah.

Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan Polres Empat Lawang dalam memberantas peredaran narkotika yang dapat merusak generasi muda. Berdasarkan estimasi, dari total barang bukti yang diamankan, aparat memperkirakan sekitar 600.000 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba.

AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan narkotika di wilayah hukum Empat Lawang. Saat ini, proses penyelidikan dan pengembangan masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan yang terlibat.

Polres Empat Lawang juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dan berperan aktif dalam memberikan informasi demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
(KURNIA)

Sabar “Supri” Siap Pimpin Jatisari: Harapan Baru di Tengah Badai Ketidakpastian.

JATISARI, CILACAP ,Kabarekpres.co.id/ Senin, 16 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungreja. Di tengah kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkan oleh kepala desa sebelumnya, muncul sosok putra daerah yang siap membawa angin segar: Sabar, atau yang akrab disapa Supri.

Melalui mekanisme Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) tahun ini, Supri secara resmi menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi.

Membawa semangat ketulusan, ia mengusung slogan yang sangat merakyat:

“Men wong arep ngomong apa, sing penting apik.” > (Biarlah orang mau bicara apa, yang penting hasilnya baik.)

Solusi Nyata: Mobil siaga Desa Standby 24 Jam

Salah satu program unggulan yang paling disorot adalah penyediaan mobil operasional desa yang akan terparkir di kantor desa. Supri menegaskan bahwa kendaraan ini bukan sekadar pajangan, melainkan fasilitas gratis yang siap sedia untuk kebutuhan darurat masyarakat, seperti layanan kesehatan atau keperluan sosial lainnya.

Transparansi dan Revitalisasi Industri

Sadar akan kondisi Jatisari yang dikenal sebagai sentra industri, Supri berkomitmen untuk:

Pemerintahan Transparan: Memulihkan kepercayaan publik melalui pengelolaan anggaran desa yang terbuka dan akuntabel guna menghindari masalah hukum yang dialami kepemimpinan sebelumnya.

Pemberdayaan Sentra Industri: Memajukan potensi ekonomi lokal agar Jatisari tidak hanya sekadar nama, tapi benar-benar menjadi pusat kesejahteraan warga.

Mengisi Kekosongan dengan Prestasi

Kehadiran Supri dianggap sebagai jawaban atas kekecewaan warga terhadap kades lama yang meninggalkan tugas di tengah berbagai kemelut. Dengan visi “Mensejahterakan Warga Jatisari”, ia optimis bisa memperbaiki tata kelola pemerintahan desa dalam waktu singkat melalui program PAW.

“Niat saya hanya satu, mengabdi. Kita benahi yang rusak, kita lanjutkan yang baik, dan kita layani warga dengan hati,” pungkas Supri di hadapan para pendukungnya.

Langkah Supri kini dinanti oleh masyarakat Jatisari sebagai babak baru menuju desa yang lebih mandiri dan bermartabat.pewarta:(ibin)

Festifal Kambing Ramaikan Gebyar Seni Dan UMKM Kecamatan Lumbir

Festifal Kambing Ramaikan Gebyar Seni Dan UMKM Kecamatan Lumbir 2026 Dilaksanakan, Bupati Banyumas Harapkan Lumbir Jadi Sentra Peternakan Nasional

Kabarekpres.co.id-Lumbir, Banyumas (16/02/2026) – Acara Festival Kambing, Gebyar Seni dan UMKM Kecamatan Lumbir Tahun 2026 telah sukses diselenggarakan pada hari Senin, 16 Februari 2026 pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Lapangan Lembah Sengkala Desa Kedunggede. Acara yang dihadiri sekitar 50 tamu undangan ini bertujuan untuk meriahkan HUT Kabupaten Banyumas ke-455 sekaligus sebagai sarana edukasi potensi peternakan kambing dan UMKM lokal.

Penanggungjawab kegiatan, Camat Lumbir Wardoyo, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat menggali potensi yang ada di Kecamatan Lumbir serta memberikan motivasi bagi seluruh pihak untuk mengembangkan sektor peternakan dan UMKM. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua sponsor dan pihak yang mendukung pelaksanaan acara.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Banyumas. Joko Pramono, S.E., serta sejumlah anggota DPRD, perwakilan Baznas, aparatur pemerintah daerah, kepala desa se-Kecamatan Lumbir, dan perwakilan lembaga keuangan serta usaha lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan festival ini dan menyatakan bahwa Lumbir berperan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di sektor peternakan. Ia menyarankan agar acara ini disosialisasikan lebih awal melalui media sosial agar peserta dapat datang dari seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.

“Harapan saya, kebutuhan kambing di Kabupaten Banyumas dapat terpenuhi dari Kecamatan Lumbir, bahkan kelak Lumbir menjadi sentra peternak kambing untuk tingkat nasional,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa festival ini bukan hanya ajang pameran, melainkan bukti kemajuan peternak lokal. Ia mendorong para peternak untuk saling berbagi ilmu pemeliharaan, meningkatkan kualitas ternak, serta menjajaki potensi pengolahan produk turunan seperti susu dan pupuk organik.

Jalannya acara diawali dengan sambutan, pembukaan dengan pemukulan gong oleh Bupati Banyumas, pengecekan peserta lomba kambing dan booth UMKM, serta dilanjutkan dengan proses penilaian oleh tim juri.(Mugi ir)

Terbentuk Forum Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta

Dilandasi dan didasari atas kegelisahan, keresahan atas penurunan suara partai di pemilu 2024 yang mencapai +_ 25 ribu suara yang berakibat penurunan 2 kursi di DPRD Kota Yogyakarta serta kecintaan dan militansi terhadap partai maka pada tanggal 14 Februari 2026 di rumah H Danang Rudyatmoko dihadiri 15 kader yang mewakili 14 kemantren se Kota Yogyakarta sepakat membentuk Forum Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.

Dipilihnya tanggal 14 Februari bukan tanpa alasan, alasan utamanya adalah sekaligus memperingati deklarasi partai yang dicantumkan dalam akte notaris di tahun 1999 sebagai syarat mengikuti pemilu 1999, dimana dalam pemilu tetsebut terjadi sejarah dan rekor dimana partai menang dengan hampir 35% suara. Kemenangan tersebut yang menyemangati kami untuk kembali bergerak di tingkatan arus bawah dengan gerakan aktivisme kerakyatan bukan aktivisme keluarga sehingga kembali ke 1999 menjadi agenda suara kami.

Forum ini bertujuan untuk : pertama, menjalin komunikasi dan konsolidasi arus bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dimana selama ini sistem yang dijalankan lima tahun ke belakang hanya sentralistik dan floating mass serta pelibatan kader dalam pergerakan partai sangat minim. Tujuan ini bermuara kepada memunculkan kembali aktivisme kader partai dalam gerakan kerakyatan partai, mengingat dari pemetaan bahwa cara melawan gerakan money politik hanya dengan cara gerakan aktivisme.

Kedua, menjadi wadah gerakan advokasi kader dan rakyat di tingkatan bawah yang terimbas dan terpinggirkan dari adanya kebijakan kebijakan yang diambil oleh negara yang mengganggu hajat hidup orang banyak terutama rakyat marhaen.

Dalam diskusi tersebut disepakati yang menjadi koordinator forum adalah Jarot Kurniadi kader arus bawah dari Kemantren Gedongtengen.

Gerakan ini diawali dari advokasi terhadap rencana penataan parkir dan malioboro di Kota Yogyakarta dimana kebijakan penataan ini berimbas kepada kehidupan dan penghidupan wong cilik (marhaen) dan rencana buka puasa bersama sebagai pertemuan lanjutan untuk menyusun langkah taktis berikutnya di Roemah Ganjar Pranowo di Sleman.

repoter : nt

Ya urg bsa membedakan Berti dirimu, UMKM

Kabarekpres.co.id-Banyumas – 14 Februari 2026

Penjual durian masyarakat yang dikenal dengan Kadus Barokah kini kembali menghadirkan pilihan buah durian berkualitas tinggi untuk masyarakat sekitar Kabupaten Banyumas dan wilayah sekitarnya. Dengan menyajikan beragam jenis durian unggulan, ia berkomitmen untuk memberikan pengalaman menikmati durian yang lezat dan memuaskan.

Berbagai varietas durian unggulan yang ditawarkan meliputi:

– Durian Montong: Dikenal dengan daging buah yang tebal, tekstur lembut, dan rasa manis yang khas.

– Durian Bawor: Varietas lokal yang memiliki aroma khas dan rasa yang seimbang antara manis dan sedikit pahit.

– Durian Chani: Daging buah berwarna kuning keemasan dengan rasa manis yang kuat dan aroma yang khas.

– Durian Musangking: Disebut sebagai “raja durian” dengan rasa sangat manis, tekstur lembut seperti krim, dan aroma yang khas.

– Durian Hitam: Memiliki kulit yang gelap dan daging buah yang kaya rasa dengan kombinasi manis dan sedikit pahit yang unik.

Menurut tokoh masyarakat Kadus Barokah, setiap durian yang dijual melalui proses pemilihan yang cermat untuk memastikan kualitas terbaik dan kematangan yang pas. Produk durian ini dapat dibeli langsung di titik penjualan yang berada di Desa Alasmalang, atau melalui pemesanan secara langsung kepada penjual.

“Kami berharap dengan menghadirkan berbagai jenis durian unggulan ini, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang menyukai buah durian sekaligus mendukung ekonomi lokal,” ucapnya.(Mugi ir)