Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Metro Tamansari Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Jalan Kp Jawa Malang RW 07

Jakarta Barat, – KABAR EKSPRES II Peristiwa tragis kebakaran melanda Jalan Kp Jawa Malang RW 07, Keagungan Tamansari, Jakarta Barat, pada malam Selasa (2/1/2024), menyisakan duka bagi 61 jiwa yang terdampak.

Merespons kejadian ini, Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Metro Tamansari bersama dengan elemen 3 Pilar mengambil inisiatif untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang terkena dampak.

Kabag Ops Polres Metro Jakarta Barat, Akbp Randi Ariana, didampingi Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Adhi Wananda, turun langsung ke lokasi penampungan di Jalan Kp Jawa Malang RW 07 pada Rabu, 3/1/2024.

Kedatangan mereka tidak hanya untuk mengecek kondisi pasca-kebakaran tetapi juga untuk memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

“Kami mendistribusikan sebanyak 100 dus paket sembako, dan tidak hanya memberikan bantuan materi, kami juga menyediakan konseling untuk membantu korban kebakaran mengatasi trauma yang mereka alami,” ungkap Akbp Randi Ariana, Rabu, 3/1/2024.

Kapolsek Metro Tamansari, Kompol Adhi Wananda, menjelaskan dampak tragis peristiwa ini dengan menyebutkan bahwa sebanyak 61 jiwa terdampak, terdiri dari 15 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian 31 jiwa laki-laki dan 30 jiwa perempuan.

Peristiwa ini juga menjadi panggilan bagi seluruh komponen masyarakat untuk bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi cobaan.

Solidaritas yang terjalin di antara instansi kepolisian, pemerintah setempat, dan masyarakat diharapkan dapat membantu proses pemulihan bagi warga yang terdampak dan menjadi cahaya di tengah gelapnya musibah kebakaran tersebut.

Humas Polres Metro Jakarta Barat

Red

Tingkatkan Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, TNI AL Laksanakan PKS dengan Pemerintah Kabupaten Malang

Jakarta, – KABAR EKSPRES II Ikut serta berpartisipasi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat, TNI Angkatan Laut (TNI AL) melaksanakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Pemerintah Kabupaten Malang, bertempat di Peringgitan Pedopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (03/01/2024).

Kepala Dinas Fasilitas Pangkalan TNI AL (Kadisfaslanal) Laksamana Pertama TNI Eko Sunarjanto didampingi Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Brigjen TNI Marinir Joni Sulistiawan, S. H., M. Han, hadir sebagai perwakilan TNI AL untuk melaksanakan PKS dengan Pemerintah Kabupaten Malang.

Penandatangan PKS ini mengenai kompensasi pelebaran jalan di wilayah Desa Bantur dan Desa Srigonco Kecamatan Bantur Kabupaten Malang yang akan digunakan sebagai peningkatan jalan Nasional Gondanglegi sampai Balaikambang.

Dalam sambutannya, Kadisfaslanal menyampaikan bahwa penandatanganan PKS ini sebagai peran nyata TNI AL bersama pemerintah daerah untuk turut serta mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan perekonomian rakyat, khususnya masyarakat Kabupaten Malang dan sekitarnya.

“Kegiatan peningkatan jalan nasional Gondanglegi-Balaikambang ini merupakan proyek strategis nasional dalam mewujudkan pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian rakyat di Kabupaten Malang”, ucapnya.

Tingkatkan Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, TNI AL Laksanakan PKS dengan Pemerintah Kabupaten Malang

Selanjutnya di kesempatan yang sama, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., mengucapkan terima kasih atas penyerahan aset tanah hibah TNI AL kepada Pemerintah Kabupaten Malang yang nantinya akan digunakan untuk proyek stategis nasional guna peningkatan jalan Gondanglegi hingga jalan lintas selatan.

“Kegiatan ini juga merupakan suatu kolaborasi erat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat di wilayah Srigonco Balekambang dan percepatan pengembangan wilayah serta pemerataan pembangunan wilayah”, ucap Bupati Malang.

Kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara TNI AL dengan Pemerintah Kabupaten Malang ini merupakan implementasi dari kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk selalu memperkuat dedikasi dan loyalitas kepada TNI AL, TNI, bangsa dan negara serta konstitusi dalam mendukung program pembangunan nasional.

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Red

In Memoriam Dr. Rizal Ramli: Cangkir Emas Dipakai Mengemis

 

_Oleh: Wilson Lalengke_

Jakarta – KABAR EKSPRES II Innalillahi wainnailaihi rojiun. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu. Turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Rizal Ramli. Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala khilafnya dan diberikan tempat yang terbaik disisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran dan keikhlasan. Aamiin YRA. Almarhum adalah tokoh intelektual, pejuang/aktivis yang punya idealisme.” Demikian pesan berantai yang viral di jaringan pertemanan WhatsApp malam ini, Selasa, 2 Januari 2024.

Informasi tersebut terkonfirmasi dari berbagai pemberitaan bertema Breaking News di berbagai media online. Tokoh nasional kelahiran Padang, Sumatera Barat, itu telah berpulang hari ini sekitar pukul 19.30 WIB di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Dalam keterkejutan dan kesedihan mendalam, saya teringat kenangan bersama almarhum saat menuliskan secuil biografi beliau untuk dipublikasikan di sebuah media online berbasis jurnalis warga (Harian Online KabarIndonesia) beberapa belas tahun lalu. Rizal Ramli juga sangat berjasa bagi organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di awal-awal pendiriannya. Almarhum membantu membayarkan sewa kantor PPWI di Lantai 5 Gedung Dewan Pers saat itu.

Sebagai pengingat akan kiprah dan jasa besar beliau bagi negeri Indonesia yang dicintainya ini, berikut saya copy-paste-kan tulisan saya ‘Profil Rizal Ramli’ yang dinarasikan berdasarkan hasil wawancara dengan beliau di tahun 2007 lalu. Tulisan tersebut turut dimasukan sebagai salah satu bagian di dalam buku saku tentang Rizal Ramli yang dibagikan kepada publik tahun 2008-2009.

Selamat jalan Pak Rizal, adamu akan selalu jadi kenangan di hati saya dan PPWI.

*Profil Rizal Ramli*

Bicara blak-blakan, sangat terbuka dan lancar tanpa beban. Itulah kesan kuat yang melekat sebagai ciri khas ekonom lulusan Master dan Doktor dari Boston University, Amerika Serikat ini. Namun, ia tidak sekedar bicara alias asbun (asal bunyi) tapi semua yang dipaparkan selalu didukung oleh fakta, data dan analisa yang tajam tentang berbagai hal yang sedang dibahas, terutama bila bicara tentang persoalan ekonomi Indonesia. Pengetahuan dan wawasannya yang luas di bidang ekonomi ditunjang oleh keberanian dan kejujuran yang tinggi, memang tidak diragukan lagi. Hingga tidak mengherankan jika sebagian kalangan memberikan julukan kepadanya sebagai “The Trusted Indonesian Economist”.

Dr. Rizal Ramli, dilahirkan di Padang, Sumatra Barat, pada 10 Desember 1953. Ayahnya seorang asisten Wedana sementara ibunya adalah Guru. Ibunya meninggal pada saat Rizal masih berumur 7 tahun, sehingga ia harus tinggal dengan neneknya di kota Bogor. Sebagai anak seorang guru, ia sangat rajin membaca. Ia sejak muda telah kenal dan bergaul akrab dengan berbagai buku bacaan, termasuk buku-buku penting karya Albert Einstein. Tidak heran jika kemudian ayah 3 anak (Dhitta Puti Saraswati, Dipo Satrio, dan Daisy) ini kemudian sangat mengagumi dan mengidolakan pemikir besar Einstein dan mengoleksi berbagai versi biografi dari ilmuwan berkebangsaan Jerman itu.

Debut Rizal Ramli sebagai sosok pemikir yang kritis dan berani dimulai sejak suami Herawati M. Mulyono ini sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kala itu, di tahun kedua masa belajarnya, ia sudah melibatkan diri dalam diskusi-diskusi yang bersinggungan dengan bidang politik di Dewan Mahasiswa, yang kemudian mengantarkannya menjadi Deputi Ketua Dewan Mahasiswa ITB tahun 1977. Karakter dan idealismenya sangat kuat sehingga ia berani mengoreksi kekeliruan sistim politik dan strategi pembangunan Indonesia masa itu, yang sempat mengantarkan Rizal muda ke penjara militer selama beberapa bulan dan penjara Sukamiskin, Jawa Barat, selama satu tahun (1978/1979) akibat aksi menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden. Sikap kritis dan tidak mau kompromi dengan kebijakan berbau korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dijalankan pemerintahan negara tetap menjadi kesehariannya hingga di usia paruh baya hari ini.

Konsekwensi dari keteguhan idelismenya itu, Ramli praktis tidak pernah diberi kesempatan berkarir di pemerintahan sampai tumbangnya rezim Suharto. Kiprahnya bagi pembangunan bangsa melalui peran aktif di pemerintahan baru dimulai ketika Presiden Abdulrahman Wahid memintanya menjadi Kepala Badan Logistik (Bulog) pada April 2000. Saat itu, kinerja Bulog sangat buruk dan membutuhkan pembenahan internal oleh orang yang kapabel dan terpercaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap badan ini. Tugas utama Ramli oleh Presiden Gusdur, panggilan akrab Abdurrahman Wahid, adalah mendorong Bulog menjalankan kembali fungsinya dengan baik yakni memenuhi kebutuhan rakyat, menjaga harga penjualan petani sebaik mungkin dan membersihkan Bulog dari praktek KKN.

Hanya selang beberapa bulan mengemban tugas sebagai Kepala Bulog, tepatnya pada Agustus 2000, pendiri ECONIT Advisory Group, sebuah lembaga riset yang bergerak dalam bidang ekonomi, industri dan perdagangan, ini ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Agustus 2000 – Juni 2001), dan kemudian menjadi Menteri Keuangan dari Juni hingga Juli 2001. Sebagai Menko Perekonomian, mantan Pemimpin Redaksi Jurnal Ekonomi dan Sosial Prisma ini juga merangkap beberapa jabatan penting dan strategis dalam pemulihan perekonomian yang hancur dilanda krisis moneter, yakni sebagai Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) dan Ketua Tim Keppres 133 untuk renegosiasi listrik swasta.

Kinerja Ramli di pemerintahan dinilai berhasil oleh banyak pihak karena walau hanya dengan waktu yang relatif pendek, yakni hanya 15 bulan, ia berhasil melakukan sejumlah terobosan yang efektif untuk mendorong reformasi institusional, restrukturisasi sektoral maupun korporat, serta percepatan pemulihan ekonomi. Di Bulog misalnya, ia berhasil melakukan restrukturisasi agar Bulog menjadi organisasi yang transparan, accountable, dan lebih profesional, sekaligus mendorong regenerasi; meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, di mana Bulog meningkatkan pembelian gabah, bukan beras. Ketika menjadi Menko Perekonomian, alumni Departemen Fisika ITB ini mencanangkan 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi yang diakui oleh dunia internasional sebagai program pemulihan ekonomi yang kredibel. Hasilnya, ekonomi Indonesia selama tahun 2000 tumbuh sebesar 4,8%, di atas perkiraan semula yang hanya 2-3% dengan budget deficit yang lebih kecil dari perkiraan semula, yaitu hanya –3,2% dari GDP (perkiraan semula adalah –4,8% dari GDP). Turn around ekonomi Indonesia mulai terjadi pada tahun 2000. Total ekspor Indonesia selama tahun 2000 mencapai US$ 62 milyar, atau naik 27% dari ekspor Indonesia pada tahun 1999.

Kebijakan yang ditempuh selama menjadi Ketua KKSK dan Ketua Tim Kepres 133 juga terbilang sukses. Sebagai Ketua KKSK, Dr. Rizal Ramli berhasil memutuskan sekitar 140 keputusan penting, baik yang menyangkut restrukturisasi hutang maupun percepatan penjualan asset yang dikelola oleh BPPN. Salah satunya adalah restrukturisasi bisnis dan hutang PT IPTN menjadi PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) sehingga viable secara bisnis dan finansial. Hasil dari langkah-langkah tersebut PT. DI penjualannya meningkat dari Rp. 508 milyar pada tahun 1999 menjadi Rp, 1,4 triliun pada tahun 2001. Kerugian perusahaan sebesar Rp. 75 milyar tahun 1999 berubah menjadi keuntungan sebesar Rp. 11 milyar.

Itulah sebagian kecil keberhasilan dan karya dosen tamu di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang dapat disebutkan di sini. Rizal, yang pernah mengambil dan menyelesaikan program Asian Studies di Sophia University, Tokyo, Jepang tahun 1975 ini, juga telah menghasilkan banyak sekali karya ilmiah yang telah dimuat jurnal-jurnal ekonomi terbitan dalam dan luar negeri. Selain sebagai pengajar bidang ekonomi, ia juga banyak berperan sebagai penasehat dan konsultan ekonomi bagi berbagai institusi baik swasta maupun pemerintah, seperti misalnya menjadi konsultan ekonomi DPR RI dari tahun 1993 hingga 1999.

Sebagai seorang ahli ekonomi kelas dunia, sudah barang tentu akan sangat menarik untuk mendengar komentar dan pandangan-pandangannya tentang keadaan ekonomi serta prospek perekonomian Indonesia di tengah arus ekonomi global selama ini. Menurut Rizal, yang sejak 2006 lalu tercatat menjadi wakil pemerintah pada PT Semen Gresik (pesero) Tbk sebagai Presiden Komisaris, negara kita sebenarnya adalah negara kaya raya yang digadaikan kepada pihak asing dengan harga sangat murah; ibarat cangkir emas yang digunakan mengemis uang recehan kepada negara-negara kreditor. Berikut ini adalah hasil wawancara KabarIndonesia dengan Bapak Dr. Rizal Ramli di Jakarta beberapa waktu lalu, yang dituturkan dengan gaya monolog.

KabarIndonesia (KI): Pak Rizal Ramli, politik dan ekonomi ibarat dua sisi mata uang, saling terkait satu sama lain. Mohon diuraikan pandangan-pandangan, hasil analisa, dan prediksi Pak Rizal tentang kondisi politik dan hubungannya dengan pembangunan ekonomi Indonesia ke masa depan, dan mungkin ada pesan-pesan yang dapat disampaikan kepada masyarakat kita agar bisa segera keluar dari krisis ekonomi yang belum juga pulih hingga kini?

Dr. Rizal Ramli (RR): Politik di Indonesia agak berbeda dengan politik di luar negeri. Mungkin kita masih dalam tahap awal dalam berdemokrasi. Politik kita masih pada tahap love and hate relationship (hubungan berdasarkan cinta dan benci – red). Jadi, pemimpin itu mula-mula sangat dicintai, ekspektasi rakyat itu sangat berlebihan. Kemudian ada periode di mana mulai ada tanda tanya, betul tidak pemimpin ini bekerja untuk kita semua? Betul tidak ini pemimpin untuk semua pihak? Nah, setelah itu, seandainya pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab, masuk ke fase hate. Kalau sudah hate, orang Indonesia rata-rata selalu berkata “asal bukan”. Misalnya waktu itu asal bukan Soeharto, asal bukan Habibie, asal bukan Gusdur, asal bukan Megawati. Memang SBY (Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono – red) saat ini sudah masuk fase kritis. Sudah mulai orang berpikir asal bukan. Sebetulnya sangat ironis, presiden pertama yang dipilih secara demokratis, presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat.

Ada dua masalah utama yang dihadapi Indonesia. Pertama: kualitas kepemimpinan dan yang kedua school of thought (cara berpikir – red) dalam bidang itu, yang lebih banyak mengandalkan cara berfikir apa yang dikenal di kalangan economistWashington Consensus. Yaitu garis kebijakan ekonomi dari Washington untuk negara-negara berkembang, yang mereka sendiri tidak laksanakan dalam prakteknya. Di Asia Timur ini hanya ada dua negara yang secara konsisten melaksanakan Washington Consensus, yaitu Indonesia dan Philipina. Kedua negara ini tingkat ketimpangannya sangat luar biasa. Kedua negara ini, sejak beberapa dekade terus merosot. Prestasi terbesar dari kedua negara ini adalah menjadi eksportir tenaga kerja wanita terbesar di dunia.

Negara-negara di Asia Timur lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, China, Jepang dan sebagainya tidak menjalankan Washington Consensus. Mereka lebih percaya bahwa di dalam bidang ekonomi, dalam perumusan kebijakan di bidang ekonomi, mereka lebih mandiri; menggunakan apa yang disebut model Asia Timur. Dalam model Washington Consensus, peranan pemerintah seminimum mungkin, sementara dalam model Asia Timur pemerintah memainkan peranan yang proaktif dalam bidang ekonomi. Dengan cara inilah negara-negara di Asia Timur mengejar ketinggalannya dari Barat. Walaupun di dalam bidang politik dan militer mereka bekerjasama dengan Washington, tetapi dalam bidang ekonomi mereka mau mandiri dalam perumusan kebijakan, karena hanya dengan cara itu mereka bisa mengejar ketertinggalan dari Barat dan pelan-pelan nanti mereka bisa lebih kuat secara militer.

Pada pertengahan tahun 1960-an GNP perkapita Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, China nyaris sama, yaitu kurang dari US$100 per kapita. Setelah lebih dari 40 tahun, GNP perkapita negara-negara tersebut pada tahun 2004, mencapai: Indonesia sekitar US$ 1.000, Malaysia US$ 4.520, Korea Selatan US$ 14.000, Thailand US$ 2.490, Taiwan US$ 14.590, China US$ 1.500. Jadi harus ada pertanyaan. kok negara-negara lain bisa maju lebih cepat, tingkat kesejahteraan rakyatnya lebih baik, jurang antara kaya-miskin ada tapi tidak sebesar yang ada di Indonesia. Nah, tidak bisa hanya menyalahkan presiden demi presiden, tapi karena ada satu school of thought yang dominan di dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang hanya merupakan sub-ordinasi dari kepentingan Internasional.

Dari segi yang lain, kalau dilihat dari segi sejarah, kita itu mendapatkan political independence (kemerdekaan politik – red) pada 17 Agustus 1945, kemerdekaan politik sebagai bangsa. Tahun 1998, rakyat kita mendapatkan freedom, demokrasi, kebebasan untuk menyatakan apa saja dan menulis apa saja yang selama rezim otoriter Soeharto tidak mungkin. Tetapi sejak tahun 1945, belum pernah terjadi kebangkitan ekonomi. Tidak ada kebangkitan ekonomi. Setelah tahun 1998, kita juga tidak punya kebangkitan ekonomi itu. Jadi harus ada pertanyaan mendasar, ketika kita sudah memiliki political independence, sudah memiliki freedom in terms of democratic mechanism (kebebasan dalam arti mekanisme demokrasi – red), tetapi mengapa belum pernah terjadi kebangkitan ekonomi sampai sekarang.

Nah, jawabannya adalah apa yang disebut the creeping back of neo-colonialism (kembalinya kolonialisme gaya baru – red). Bukan lagi model kolonialisme jaman dulu, pakai kekuatan militer dan dominasi politik, tetapi penguasaan ekonomi melalui mekanisme pasar. Proses kembalinya neo-kolonialisme itu sebetulnya dimulai pada tahun 1967 saat renegosiasi utang dengan kreditor-kreditor. Set backsedikit, waktu KMB (Konferensi Meja Bundar – red) di Belanda, Indonesia memang ditekan pada waktu itu untuk mengambil alih utang-utang pemerintahan Hindia Belanda. Publik tidak banyak tahu bahwa Pemerintah Indonesia ditekan untuk membayar seluruh utang-utang dari pemerintah Hindia Belanda. Padahal banyak dari utang-utang itu adalah utang untuk melawan dan menghancurkan kelompok pejuang kemerdekaan Indonesia, termasuk para pejuang kemerdekaan kita, seperti perang di Aceh, perang Pattimura di Maluku, dan sebagainya. Itu adalah ongkos buat Belanda. Nah itu dinyatakan sebagai utang pemerintah Indonesia. Pada waktu itu, Soekarno dengan Hatta menyatakan ‘sudahlah, kita ambil utang-utang itu, yang penting kita merdeka dulu, soal utang urusan belakangan’. Begitu KMB ditandatangani, bung Karno memerintahkan, jangan bayar itu utang. Jadi walaupun utang itu disepakati, pemerintah Indonesia tidak pernah mau bayar. Taktiklah istilahnya itu.

Tapi waktu pemerintahan Soeharto, awal Orde Baru pada tahun 1967, Widjojo Nitisastro dan kawan-kawan yang disebut sebagai Mafia Berkeley membuat kesepakatan baru untuk mulai membayar utang Hindia Belanda tersebut yang sebetulnya secara moral itu tidak justified (dibenarkan – red), secara histories politis itu tidak justified. Tetapi Widjojo dan kawan-kawan waktu itu sepakat untuk mulai mencicilnya. Widjojo dan kawan-kawan itu memang dididik di Berkeley, dipersiapkan untuk mengambil alih pengelolaan ekonomi setelah Soekarno jatuh, supaya membelokkan garis ekonominya, satu garis dengan garis Washington. Sejak itulah dimulai the creeping back of neo-colonialism. Seperti diketahui bahwa sekarang, untuk menguasai suatu negara tidak perlu secara militer, tidak perlu secara fisik, asal ekonominya bisa dikendalikan, negara tersebut bisa dikuasai.

Sejak itu, walaupun Mafia Berkeley berkuasa nyaris tidak pernah berhenti selama 40 tahun, berlanjut ke muridnya, ke cucu muridnya dan seterusnya. Presiden bisa berganti, partai yang berkuasa bisa ganti, jenderal bisa ganti, TNI bisa melakukan reformasi, tapi di dalam bidang ekonomi tetap pada garisnya Mafia Berkeley. Nah, inilah yang menjadi sumber mengapa Indonesia tidak bisa menjadi besar, karena mereka dalam prakteknya sering menjadi conduit (saluran – red) bagi lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia, IMF, untuk merumuskan undang-undang di Indonesia, merumuskan berbagai kebijakan. Contoh: awal orde baru tahun 1967, UU investasinya dibikin oleh satu lembaga kreditor kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan jadilah UU Investasi. Banyak sekali UU yang masuk ke kategori itu. Misalnya, Bank Dunia bilang, saya kasih 400 juta dollar tapi Indonesia harus bikin UU Privatisasi Air, sehingga petani juga harus bayar air. Kemudian ADB (Asia Development Bank – red) juga kasih pinjaman 300 juta dollar tapi Indonesia harus ada UU Privatisasi, agar perusahaan-perusahaan negara bisa dijual dengan harga murah. Jadi banyak sekali UU dan peraturan pemerintah yang sebetulnya dipesan oleh lembaga-lembaga keuangan internasional.

Hal itu sesungguhnya melanggar konstitusi. Kita ini adalah sovereign state (negara yang berdaulat – red), tidak boleh ada pihak manapun yang memberi iming-iming memberi pinjaman dengan syarat ada UU yang mereka susun. Jelas saat orang menyusun UU, kepentingan dia adalah nomor satu. Kalau ada satu negara yang UU-nya dipesan dikaitkan dengan pinjaman, pembuatan UU yang diikat dengan pinjaman, jelas yang memberi pinjaman itu memiliki kepentingan-kepentingan di dalam pembuatan UU itu. Jika ada satu negara yang mengikuti pola seperti ini, bisa dibayangkan bahwa negara ini tidak akan pernah bisa maju. Di Asia, yang ikut model ini hanya ada dua negara yakni Indonesia dan Philipina. Negara lain tidak mau mengikuti itu, kalau kebijakan ekonomi, mereka rumuskan sendiri. Mereka buat UU yang mencerminkan kepentingan negara mereka, kepentingan rakyat mereka.

Seperti banyak diketahui, di Asia Timur sering terjadi konflik dagang, misalnya antara Taiwan dengan Amerika, Malaysia dengan Eropa, dan Singapura juga, walaupun secara politik dan militer, mereka ikut hegemoninya Washington. Nah kita di dalam politik luar negeri mengaku independen, dalam prakteknya tidak selalu independen. Di dalam bidang militer kita punya kerjasama dengan negara-negara besar, tapi dalam bidang ekonomi kita, pola neo kolonialisme benar-benar masih berlangsung hingga saat ini. Selama itu tidak dihancurkan jangan mimpi Indonesia bisa jadi negara besar.

Sesungguhnya Indonesia ini adalah negara yang kaya sekali. Istilah saya, Indonesia ini memiliki banyak golden bowls, cangkir emas, seperti Freeport, Cepu, dan sebagainya. Tapi karena mental pemimpin dan elitnya itu inlander, maka kekayaan itu seakan tidak bermakna. Cepu misalnya, nilainya antara 120 billion dollar sampai 150 billion dollar. Lebih besar daripada cadangan minyaknya bekas Caltex di Sumatra Selatan. Tetapi pengelolaan ladang minyak ini diberikan kepada perusahaan Exxon tanpa kompensasi yang memadai. Nah, cangkir emas atau golden bowls ini dipakai untuk mengemis uang recehan. Dari Bank Dunia 300 juta dollar, dari Amerika 400 juta dollar, dari Eropa sekian juta dollar. Pemimpin kita tidak tahugolden bowl yang dia pegang, baru satu Cepu saja, nilainya ratusan milyar dollar. Belum lagi Freeport nilainya berapa, dan yang lain-lain yang bertebaran di nusantara itu berapa nilainya.

Kenapa itu bisa terjadi, karena para pemimpin dan elit kita masih bermental inlander dan tidak percaya diri. Tidak memiliki kemampuan intelektual untuk menghadapi kepentingan-kepentingan negara besar itu. Selama mental inlander ini masih dominan di kalangan elit kita, saya tidak yakin Indonesia akan menjadi negara besar. Tapi kalau prasyarat tadi itu kita penuhi, yaitu pertama kita hancurkan hubungan neo kolonialisme di dalam bentuk utang yang dikaitkan dengan UU dan peraturan pemerintah, kita rumuskan kebijakan ekonomi kita sendiri. Yang kedua, kita tidak boleh punya sikap inlander yang bermental rendah diri. Asset-asset yang ratusan milyar dollar ini adalah milik bangsa kita.

Nah, kalau hal itu terjadi, Indonesia pasti akan menjadi negara besar. Tapi sayangnya, mohon maaf, dari nama-nama yang pernah memimpin Indonesia sejak awal orde baru sampai nama-nama dari para elit yang bercita-cita menjadi pemimpin di tahun 2009, tidak jauh dan tidak lebih, hanya mengulang lagu lama. Motifnya hanya sekedar power (kekuasaan – red), memanfaatkan power itu untuk popularitas, untuk kepentingan kelompok, dan lain-lain. Belum ada yang bicarabeyond (lebih daripada – red) itu. Kalau hanya mengulang, okey pemimpinnya baru, lagunya lagu lama, istilah saya itu ‘old wine in a new bottle’ (anggur masam di botol baru – red), Indonesia tidak akan ke mana-mana.

Menurut saya, Indonesia perlu pemimpin baru dan jalan baru. Karena sudah 40 tahun sejak orde baru sampai sekarang, pemimpin sudah berganti beberapa kali, tapi lagunya tetap lagu lama, yakni lagu sub-ordinasi kepada kepentingan internasional, lagu the creeping back of neo-colonialism. Hanya jika diputus mata rantainya, baru akan terjadi perubahan dan memungkinkan kebangkitan ekonomi Indonesia. Saya mau berkampanye. Bukan dalam arti mau jadi pemimpin, tetapi berkampanye bahwa Indonesia perlu jalan baru. Pointnya adalah keinginan mengubah school of thought. Hal ini bisa dilakukan melalui media dan lain-lain bahwa Indonesia perlu jalan baru. Kalau hanya pemimpin baru, rakyat Indonesia hanya akan dibohongi kembali. Ada dulu pemimpin yang idealismenya bela ‘wong cilik’ tetapi setelahnya, bela ‘wong licik’. Kenapa bisa begitu, ini lebih disebabkan oleh school of thought-nya itu tidak mungkin bela rakyat kecil. Selama masih menggunakan cara Mafia Berkeley, tidak mungkin ada jalan baru yang lebih pro kepentingan rakyat dan nasional.

KI: Terima kasih Pak Rizal atas waktu dan uraian sangat gamblang yang sudah diberikan ini.

RR: Terima kasih kembali.

Itulah hasil bincang-bincang redaksi KabarIndonesia dengan penggemar olahraga renang dan tennis meja itu. Sebagai Presiden Komisaris PT. Semen Gresik (persero) Tbk, saat ini Rizal Ramli amat serius melakukan sejumlah langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, mendorong program pengurangan biaya dan meningkatkan keuntungan PT. Semen Gresik Tbk. Tujuan tersebut dicapai dengan melakukan konsolidasi dan integrasi ketiga perusahaan yaitu PT. Semen Gresik, PT. Semen Padang, dan PT. Semen Tonasa. Bersama-sama Komisaris dan manajemen mempersiapkan kerangka retrukturisasi organisasi dan finansial untuk jangka menengah. Hasil dari langkah-langkah tersebut, laba bersih Semen Gresik naik 29,3 % menjadi Rp 1,295 triliun, dan EBITDA margin mencapai 26,1 % pada tahun 2006. Bahkan untuk pertama kalinya PT. Semen Gresik Tbk masuk kelompok 7 BUMN yang paling menguntungkan. Tercatat kemudian PT Semen Gresik Tbk menerima penghargaan dalam kategori Most Committed to a Strong Dividend Policy 2007 (peringkat ke-7) dan Best Corporate Governance 2007 (peringkat ke-8) dari majalah FinanceAsia. Obsesi dan impian pria berkacamata itu terhadap tanah airnya cukup sederhana: ”Saya hanya menginginkan negara ini sejahtera dan maju,” ujarnya suatu saat kepada wartawan. Selamat berkarya Bung Rizal!

*Biodata Singkat:*

Nama: Rizal Ramli
Tempat/tgl. Lahir: Padang, 10 Desember 1953

*Pendidikan*

• Ph.D dalam bidang ekonomi, Boston University, Boston, AS, 1990.
• M.A. dalam bidang ekonomi, Boston University, Boston, AS, 1982.
• Asian Studies, Sophia University, Tokyo, Jepang 1975.
• Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung, 1973 – 1980.

*Bidang Keahlian*

Makro Ekonomi, Keuangan dan Industri

*Pengalaman Kerja*

• Chairman of the Board, ECONIT Advisory Group. 2002 – saat ini.
• Presiden Komisaris PT. Semen Gresik, Tbk. 2006 – saat ini.
• Executive Chairman, GlobeAsia Magazines, 2007.
• Menteri Keuangan. Juni 2001 – Juli 2001.
• Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI. Agustus 2000 – Juni 2001.
• Kepala Badan Urusan Logistik. April 2000 – Maret 2001.
• Sekretaris Tim Monitoring, Program Percepatan Pemulihan Ekonomi Pemerintahan Gus Dur & Megawati, April 2000 – Agustus 2000.
• Managing Director ECONIT Advisory Group, think tank independen bidang ekonomi, industri dan perdagangan. 1993 – 2000.
• Penasehat Ekonomi di DPR-RI. 1993 – 1999.
• Konsultan Ekonomi untuk beberapa lembaga keuangan, Bank Indonesia, serta lembaga internasional. 1993 – 1999.
• Anggota Redaksi Jurnal Ekonomi dan Sosial PRISMA.
• Dosen Ekonomi Program Magister Manajemen Fakultas Pasca Sarjana Universitas Indonesia. 1992 –1999.
• Dosen Tamu dalam bidang ekonomi, sering memberikan kuliah di berbagai perguruan tinggi didalam dan luar negeri, berbagai departemen, seperti Departemen Keuangan, Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia, BUMN. Juga kuliah tamu di LEMHANAS, SESKO TNI-POLRI, dan lain-lain.

Pengalaman Organisasi

• Deputi Ketua Dewan Mahasiswa ITB, Bandung, 1977.
• Staf Pimpinan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) 1993-1999.
• Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Pasca’45, 1999 – 2000.
• Diadili dan dipenjara di Sukamiskin Bandung, 1978/79 sebagai salah seorang pimpinan mahasiswa yang menolak kepemimpinan Presiden Soeharto.

Keluarga

Nama Istri: Herawati M. Mulyono
Nama Anak: Dhitta Puti Saraswati Ramli, Dipo Satrio Ramli, dan Daisy Ramli

_Catatan: tulisan ini telah dipublikasikan di media Harian Online KabarIndonesia (www.kabar-indonesia.com) yang berpusat di Belanda edisi 11 Oktober 2007, pukul 08:12:53 WIB, di bawah judul: DR. RIZAL RAMLI: Cangkir Emas Dipakai Mengemis_

Red

Berita Foto: Panglima TNI Dampingi Presiden Jokowi Temui Ribuan Petani Se-Jawa Tengah

Jateng – KABAR EKSPRES II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) saat menemui puluhan ribu petani se-Jawa Tengah, bertemakan “Pembinaan Petani Se-Provinsi Jawa Tengah Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional”, bertempat di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024).

Berita Foto: Panglima TNI Dampingi Presiden Jokowi Temui Ribuan Petani Se-Jawa Tengah

Disela-sela kegiatan, Panglima TNI menyempatkan diri menemui dan berdialog langsung dengan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) se-Jawa Tengah yang juga turut hadir pada acara tersebut.

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Red

108 Personel Polres Metro Jakarta Barat Mendapat Kenaikan Pangkat Di Awal Tahun 2024, Ini Pesan Kapolres

Jakarta Barat, – KABAR EKSPRES II Awal Tahun 2024, Sebanyak 108 personel Polres Metro Jakarta Barat mendapatkan kenaikan pangkat Setingkat Lebih Tinggi dari pangkat sebelumnya

Upacara kenaikan pangkat dan acara tradisi penyiraman air bunga tersebut di laksanakan di lapangan hijau Polres Metro Jakarta Barat dan dipimpin langsung oleh kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi, Selasa, 2/1/2024.

Sebanyak 108 personel yang terdiri Pamen 10 personel (Kompol ke Akbp terdapat 2 personel dan Akp kekompol sebanyak 8 personel), pama 39 personel dan bintara sebanyak 59 personel mendapatkan kenaikan pangkat Setingkat Lebih Tinggi terhitung periode 1 Januari 2024

Acara yang berlangsung di lapangan hijau Polres Metro Jakarta Barat tersebut tidak hanya menjadi ajang formalitas administratif, tetapi juga diwarnai oleh nuansa keakraban dan semangat kebersamaan.

Awal Tahun Baru 2024, Sebanyak 108 Personel Polres Jakbar Mendapatkan Kenaikan Pangkat Setingkat Lebih

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh personel yang telah berhasil mencapai kenaikan pangkat.

” Ia menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan hanya merupakan bentuk penghargaan, tetapi juga tanggung jawab yang semakin besar dalam menjalankan tugas kepolisian ,” Ujar Syahduddi

Syahduddi menjelaskan, Semoga momen kenaikan pangkat ini dapat meningkatkan motivasi, semangat, dan rasa kebanggaan rekan-rekan sebagai anggota Polri.

Karena setelah upacara ini, akan ada beban dan tanggung jawab baru
yang harus rekan-rekan hadapi.

” Namun dengan kemampuan, ilmu dan wawasan, serta ketulusan yang rekan-rekan miliki, saya percaya bahwa rekan-rekan mampu menjalankannya dengan baik,” ucapnya saat memberikan sambutan

Dalam upacara kenaikan pangkat ini juga terdapat pemotongan nasi tumpeng sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan juga tradisi penyiraman air bunga, sebuah simbol keberhasilan dan kebahagiaan.

Tradisi ini dianggap sebagai wujud kebersamaan dan dukungan antaranggota kepolisian.

Dengan semangat yang penuh, Polres Metro Jakarta Barat mengawali tahun 2024 dengan komitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Kenaikan pangkat ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh personel untuk terus berdedikasi dan memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat*

 

Reporter: Casroni

Rayakan Pergantian Tahun, Ketua MPR RI Bamsoet Harapkan Pemilu 2024 Hasilkan Presiden Sehebat Jokowi

BALI – KABAR EKSPRES II Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan RI (UNHAN) Bambang Soesatyo mengajak seluruh elemen bangsa terus menjaga kondusifitas iklim politik yang menyejukkan jelang pelaksanaan Pemilu 2024. Terlebih Pelaksanaan Pemilu yang kurang dari 42 hari lagi sarat dengan dinamika, baik persaingan di tingkat pemilihan legislatif ataupun pemilihan presiden. Bamsoet juga Harapkan Pemilu 2024 Hasilkan Presiden Sehebat Jokowi. Karena tantangan bangsa ini ke depan jauh lebih berat karena perubahan iklim dan pergeseran kekuatan geoekonomi dan geopolitik.

“Dinamika yang terjadi jelang Pemilu 2024 jangan sampai mengguncang stabilitas politik, hukum, keamanan (Polhukam) dan ketertiban umum. Menjadi kewajiban segenap elemen masyarakat untuk mampu membuktikan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan bebas, lancar, jujur dan adil, tanpa meninggalkan residu perpecahan di antara anak bangsa,” ujar Bamsoet usai merayakan tahun baru bersama keluarga dan kolega di Bali, Senin (1/1/2024).

Hadir merayakan tahun baru bersama selain keluarga juga hadir para kolega Bamsoet diantaranya anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih dan Anggota Komisi II DPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra.

Rayakan Pergantian Tahun, Ketua MPR RI Bamsoet Harapkan Pemilu 2024 Hasilkan Presiden Sehebat Jokowi

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam Pemilu 2024 harus proporsional, tidak menunjukkan fanatik berlebihan kepada para peserta Pemilu. Rivalitas peserta Pemilu meraih simpati publik pasti tidak terhindarkan. Namun, rivalitas itu hendaknya tidak menghadirkan dampak guncangan pada aspek Polhukam dan ketertiban umum.

“Dukunglah para calon legislatif ataupun calon presiden kita dengan sewajarnya. Jangan terlalu fanatik berlebihan dan menganggap calon kita paling benar, sementara calon yang lain salah. Siapapun yang dicalonkan merupakan putra putri terbaik bangsa. Karenanya, tugas kita semua memilih dengan bijak siapa yang kita dukung, tanpa harus menjelekan yang lain,” kata Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Alumni Doktor Ilmu Hukum UNPAD dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini mengingatkan, segenap elemen masyarakat harus mampu untuk menjaga stabilitas Polhukam dan ketertiban umum. Karena, stabilitas Polhukam dan ketertiban umum yang selalu terjaga akan memberi ruang dan waktu bagi semua orang untuk terus melangkah maju dan berkegiatan produktif.

“Pemilihan presiden dan anggota parlemen tahun 2024 adalah bagian dari proses pematangan demokrasi Indonesia. Indonesia akan dimampukan untuk terus bergerak maju jika stabilitas polhukam tetap terjaga dengan dinamika demokrasi yang terus mengalami proses pematangan,” pungkas Bamsoet.

Reporter: Casroni

Diduga Gelapkan Honor Perangkat Desa, Camat Karang Bahagia Diminta Tindak Tegas

Bekasi – KABAR EKSPRES II Akibat ulah yang dilakukan oknum Kepala Desa Karangbahagia menimbulkan aksi dari aparatur desanya sendiri. Para staf dan perangkat desa melakukan demo. dikarenakan gaji atau honor mereka sampai hampir berganti tahun belum juga di bayar. Gaji atau honor yang belum dibayarkan bervariatif, ada yang 3 bulan bahkan ada yang 8 bulan. Kekecewaan Para staf dan perangkat desa mereka luapkan kepada Camat Karangbahagia dan BPD Karangbahagia. Mereka mengancam akan menyegel kantor Desa Karangbahagia jika dalam waktu dua hari tidak ada penyelesaian.

Perangkat desa tersebut berharap Kepala Desa Karang Bahagia datang dan memberikan Honor yang menjadi haknya. Oleh karena itu seluruh perangkat desa sampai ke Linmas mendatangi ruangan aula Desa Karang Bahagia, menuntut pertanggungjawaban Kepala Desa Karang Bahagia. Untuk membayar gaji atau honor mereka yang belum terpenuhi, Sabtu (30/12/2023).

Diduga Gelapkan Honor Perangkat Desa, Camat Karang Bahagia Diminta Tindak Tegas

Sinam ketua RT 02/01 ketika di konfirmasi awak media pada Kamis (28/12/2023) menjelaskan bahwa staf dan perangkat Desa melakukan aksi demo ini karena menuntut Kepala Desa Karang Bahagia segera membayar honor mereka.

“Saya menuntut hak saya selama 6 bulan honor saya belum dibayar sama kepala Desa Karang Bahagia, Kecamatan Karang Bahagia, yang bernama Hamdani Atamam. Kepala Desa selalu menjanjikan akan dibayarkan honornya. Hal itu bukannya saya aja sebagai RT, semua staf dan perangkat desa yang lainnya juga sama. Bahkan Sekdes sendiri honornya 8 bulan belum dibayar termasuk BPD masih menunggak,” ujar Sinam ketua RT 02/01 Desa Karang Bahagia Kecamatan Karang Bahagia.

Di dalam aksi yang ditengahi oleh Camat Karangbahagia, para aparatur desa mulai dari Linmas, Ketua RW-RT, staff dan BPD serta tokoh masyarakat meminta kepada Camat selaku pembina dapat bertindak tegas. Dikarenakan ini bukannya yang pertama kali gaji atau honor para staf Desa Karang Bahagia yang belum di bayar sudah yang ke-sekian kalinya. Sampai dengan hari ini belum juga ada penyelesaiannya bahkan semakin menumpuk.

“Honor saya dan teman-teman yang lain termasuk staf dan aparatur perangkat Desa Karang Bahagia supaya di bayarkan sesuai ketentuan, bahwa setiap aparatur desa mulai dari Linmas sampai ke staf perangkat desa sudah pasti ada honornya. Saya bekerja bukan sebagai pekerja Romusha tanpa di bayar,” ucapnya.

Dalam Forum tersebut perangkat desa mendesak Camat dan BPD untuk mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan tuntutan para aparatur desa dan tokoh masyarakat memberikan ultimatum kepada kepala Desa Karangbahagia Hamdani Atamam agar segera selesaikan masalah tersebut dalam waktu 2 X 24 jam, agar kepala Desa Karang bahagia selesaikan apa yang sudah menjadi hak perangkat desanya.

“Apa bila honor saya dan rekan-rekan aparatur desa mulai dari Sekdes sampai para staf kalau belum juga dibayarkan Kantor Desa Karang Bahagia akan saya tutup. Saya segel sementara sampai kepala desa datang untuk membayar honor semua aparatur Desa Karang Bahagia. Jika belum dibayarkan, saya semua setuju dengan rencana mau nyegel kantor Desa Karang Bahagia,” tutup Sinam

Reporter: Hariz P/Tim

Pengamanan tahapan Pemilu perlu ditingkatkan, Kompolnas apresiasi pengamanan Nataru Polda Lampung

Bandar Lampung – KABAR EKSPRES II Tim Kompolnas RI yang dipimpin oleh Anggota Kompolnas Irjen Pol (P) Drs Pudji Hartanto Iskandar, M.M.

mengapresiasi Polda Lampung dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru 2024 serta mengingatkan untuk terus meningkatkan pengamanan Pemilu sesuai tahapannya, saat berkunjung Ke Polda Lampung yg diterima Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolda Lampung Brigjen Pol Dr. Umar Effendi, M.Si., Irwasda Polda Lampung Kombes Pol Yudi Hermawan, S.H.,
S.I.K., M.H., seluruh Pejabat Utama Polda Lampung serta beberapa Kapolres.

Dalam kesempatannya Kapolda Lampung langsung menyambut hangat Komisioner Pudji yang didampingi staf sdr Rizal SH, MH saat tiba di Mapolda Lampung seraya mengucapkan “Suatu Kehormatan dan Penghargaan sekaligus harapan besar bagi kami, semoga hasil kunjungan kerja ini dapat membawa nilai-nilai manfaat dan kebaikan dalam melaksanakan tugas Polri Khususnya Polda Lampung dalam Memberikan Pelayanan kepada Masyarakat.” ucap Irjen Pol Helmy.

Karoops Polda Lampung Kombes Pol Amiludin Roemtaat, S.I.K. memaparkan keseluruhan situasi kondisi dan cara bertindak dalam pengamanan natal dan tahun baru serta Pengamanan Pemilu 2024 di wilayah hukum Polda Lampung serta kesiapannya.

Selesai dari Polda tim Kompolnas lanjut
melakukan tinjauan ke Pos Pelayanan Pelabuhan Bakauheni Lampung diterima oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusri, S.IK.,
M.Med.Kom.. Situasi pelabuhan Bakauheuni saat dikunjungi situasi aman terkendali sehubungan telah dilakukanya cara bertindak strategis & teknis serta sinergi dg pemangku kepentingan lainnya. Jumat, 29/12/2023

Pengamanan tahapan Pemilu perlu ditingkatkan, Kompolnas apresiasi pengamanan Nataru Polda Lampung

Anggota Kompolnas Pudji Hartanto saat di wawancarai awak media menjelaskan bahwa pengamanan di Pelabuhan Bakauheni Lampung ini dari evaluasi ditahun-tahun sebelumnya pastinya semakin baik, ditambah lagi dengan adanya pemanfaatan teknologi yang semakin modern saat ini, itu bisa dimanfaatkan guna mendukung tugas dilapangan, serta semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan.

“apa yang di paparkan oleh Kabag ops mengenai situasi arus lalu lintas sebelum natal dan sebelum tahun baru, Lampung Selatan ini adalah penerima arus kendaraan dari Banten sehingga dapat terpantau hal itu atas koordinasi dengan Polres Cilegon Polda Banten sesuai SOP yang dilakasanakan.

Disamping itu utk mengatasi kontijensi bencana alam & sejenisnya yang memerlukan tindakan cepat perlunya komitmen sinergi dengan Pemda setempat.
“Sinergitas dari Polres Lampung Selatan dengan pihak ASDP dan instansi lainnya terjalin dengan baik, hal lain yang perlu ditegaskan dalam hal antisipasi apabila seperti halnya berkaitan dengan cuaca, gelombang laut jangan sampai memaksakan untuk memberangkatkan ferynya tunggu sampai cuacu baik” terang Irjen Pol (P) Pudji Hartanto.

Kondisi kamtibmas dan arus lalu lintas yang aman ini mendapatkan tanggapan positif & apresiasi dimana pelaksaan Operasi Lilin pengamanan natal dan tahun baru, karena kali ini berbarengan dengan Operasi Mantap Brata Pemilu 2024.

Ditegaskan pula oleh Pudji saat berkunjung di Polres Pesawaran diterima Kapolres AKBP Maya Heny Histijahubesy,
S.H., S.I.K. dan diPolresta Lampung diterma Kapolresta Lampung Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K. Para pimpinan Polri untuk sering mengingatkan mengenai pentingnya komitmen netralitas anggotanya dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

“Pudji Komisioner Kompolnas juga mengingatkan kembali agar Polda Lampung & Polda di seluruh Indonesia untuk *_terus meningkatkan pengamanan Pemilu sesuai dg tahapannya dan mewujudkan pemilu aman damai,_* sebagai mana deklarasi yg telah dilaksanakan, baik itu deklarasi damai maupun deklarasi netralitas.

Mengakhiri penyampaiannya, Pudji berharap para pimpinan Polri bisa memberikan reward atau penghargaan kepada anggota yg dalam tugasnya betul-betul berjuang menghadapi rintangan medan yg berat utk bantu mengangkut atau mengamankan logistik pemilu, dan menindak dengan tegas apabila ada anggota Polri yg melanggar, tutupnya.

Red

Penghujung Tahun, Polri Naikkan Pangkat 22 Pati dan 211 Kombes

Jakarta – KABAR EKSPRES II Menjelang akhir tahun 2023, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar upacara kenaikan pangkat atau Korps Raport, Sabtu (30/12/2024). Ada 22 perwira tinggi (Pati) dan 211 perwira menengah (pamen) berpangkat Kombes.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung Korps Raport di Rupatama Mabes Polri. Kapolri menaikan lima Pati dari Brigjen menjadi Irjen dan 17 Pamen Kombes menjadi Brigjen. Sementara untuk Korps Raport dari AKBP menjadi Kombes sebanyak 211 personel dilakukan di Satwil-nya masing-masing.

“Bapak Kapolri siang tadi memimpin upacara kenaikan pangkat atau Korps Raport 22 Pati, lima Brigjen menjadi Irjen dan 17 Kombes naik menjadi Brigjen,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/12/2023).

Penghujung Tahun, Polri Naikkan Pangkat 22 Pati dan 211 Kombes

“Sementara untuk Pamen dari AKBP ke Kombes upacara Korps Raport dilakukan di satuan wilayah masing-masing,” sambungnya.

Jenderal bintang satu yang dipromosikan menjadi Wakapolda Lampung ini mengatakan, kenaikan pangkat para Pati dan Pamen berdasarkan Keputusan Presiden Nomor:123/Polri/THN 2023 tanggal 29 Desember 2023 tentang Kenaikan Pangkat Golongan Pati dan Keputusan Presiden Nomor 120 dan 121/Polri/2023 tentang Kenaikan Pangkat ke Kombes.

Ramadhan melanjutkan, kenaikan pangkat para Pati dan Pamen yang mendapatkan promosi jabatan tersebut tertuang dalam surat telegram Nomor: ST/2864/XXI/KEP/2023, ST/2865/XII/KEP/2023 dan ST/2866/XII/KEP/2023.

Red

Panglima TNI Hadiri Rapat Konsolidasi Nasional Kesiapan Pemilu 2024 Pimpinan Presiden RI

Jakarta, – KABAR EKSPRES II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional 2023 Kesiapan Pemilu 2024 yang dipimpin oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bertempat di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12/2023).

Dalam kesempatan ini Presiden kembali menghimbau kepada seluruh aparat negara, TNI-Polri dan ASN benar-benar bersikap netral dan mendukung pelaksanaan Pemilu 2024. Presiden juga mengatakan pentingnya kehadiran Aparat TNI-Polri dalam menghadapi Pemilu.

“Aparat Negara harus total mendukung pelaksanaan Pemilu, seperti pendistribusian logistik ke tempat- tempat yang sulit dan susah terjangkau seperti daerah di pulau-pulau terluar, yang tidak mungkin dapat dilakukan tanpa dukungan TNI dan Polri,” ujar Presiden.

Panglima TNI Hadiri Rapat Konsolidasi Nasional Kesiapan Pemilu 2024 Pimpinan Presiden RI

Presiden juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara baik tingkat pusat maupun daerah untuk bersama-sama menyukseskan Pemilu yang jujur dan adil serta menjaga terselenggaranya Pemilu 2024 yang damai.

Rapat Konsolidasi Nasional 2023 dalam rangka kesiapan Pemilu 2024 dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian,  Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Ketua KPU Hasyim Asy’ari, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, serta sejumlah pejabat terkait dan perwakilan dari lembaga lainnya.

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Red