In Memoriam Dr. Rizal Ramli: Cangkir Emas Dipakai Mengemis

 

_Oleh: Wilson Lalengke_

Jakarta – KABAR EKSPRES II Innalillahi wainnailaihi rojiun. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wa’fuanhu. Turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Rizal Ramli. Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala khilafnya dan diberikan tempat yang terbaik disisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberi kesabaran dan keikhlasan. Aamiin YRA. Almarhum adalah tokoh intelektual, pejuang/aktivis yang punya idealisme.” Demikian pesan berantai yang viral di jaringan pertemanan WhatsApp malam ini, Selasa, 2 Januari 2024.

Informasi tersebut terkonfirmasi dari berbagai pemberitaan bertema Breaking News di berbagai media online. Tokoh nasional kelahiran Padang, Sumatera Barat, itu telah berpulang hari ini sekitar pukul 19.30 WIB di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Dalam keterkejutan dan kesedihan mendalam, saya teringat kenangan bersama almarhum saat menuliskan secuil biografi beliau untuk dipublikasikan di sebuah media online berbasis jurnalis warga (Harian Online KabarIndonesia) beberapa belas tahun lalu. Rizal Ramli juga sangat berjasa bagi organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) di awal-awal pendiriannya. Almarhum membantu membayarkan sewa kantor PPWI di Lantai 5 Gedung Dewan Pers saat itu.

Sebagai pengingat akan kiprah dan jasa besar beliau bagi negeri Indonesia yang dicintainya ini, berikut saya copy-paste-kan tulisan saya ‘Profil Rizal Ramli’ yang dinarasikan berdasarkan hasil wawancara dengan beliau di tahun 2007 lalu. Tulisan tersebut turut dimasukan sebagai salah satu bagian di dalam buku saku tentang Rizal Ramli yang dibagikan kepada publik tahun 2008-2009.

Selamat jalan Pak Rizal, adamu akan selalu jadi kenangan di hati saya dan PPWI.

*Profil Rizal Ramli*

Bicara blak-blakan, sangat terbuka dan lancar tanpa beban. Itulah kesan kuat yang melekat sebagai ciri khas ekonom lulusan Master dan Doktor dari Boston University, Amerika Serikat ini. Namun, ia tidak sekedar bicara alias asbun (asal bunyi) tapi semua yang dipaparkan selalu didukung oleh fakta, data dan analisa yang tajam tentang berbagai hal yang sedang dibahas, terutama bila bicara tentang persoalan ekonomi Indonesia. Pengetahuan dan wawasannya yang luas di bidang ekonomi ditunjang oleh keberanian dan kejujuran yang tinggi, memang tidak diragukan lagi. Hingga tidak mengherankan jika sebagian kalangan memberikan julukan kepadanya sebagai “The Trusted Indonesian Economist”.

Dr. Rizal Ramli, dilahirkan di Padang, Sumatra Barat, pada 10 Desember 1953. Ayahnya seorang asisten Wedana sementara ibunya adalah Guru. Ibunya meninggal pada saat Rizal masih berumur 7 tahun, sehingga ia harus tinggal dengan neneknya di kota Bogor. Sebagai anak seorang guru, ia sangat rajin membaca. Ia sejak muda telah kenal dan bergaul akrab dengan berbagai buku bacaan, termasuk buku-buku penting karya Albert Einstein. Tidak heran jika kemudian ayah 3 anak (Dhitta Puti Saraswati, Dipo Satrio, dan Daisy) ini kemudian sangat mengagumi dan mengidolakan pemikir besar Einstein dan mengoleksi berbagai versi biografi dari ilmuwan berkebangsaan Jerman itu.

Debut Rizal Ramli sebagai sosok pemikir yang kritis dan berani dimulai sejak suami Herawati M. Mulyono ini sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kala itu, di tahun kedua masa belajarnya, ia sudah melibatkan diri dalam diskusi-diskusi yang bersinggungan dengan bidang politik di Dewan Mahasiswa, yang kemudian mengantarkannya menjadi Deputi Ketua Dewan Mahasiswa ITB tahun 1977. Karakter dan idealismenya sangat kuat sehingga ia berani mengoreksi kekeliruan sistim politik dan strategi pembangunan Indonesia masa itu, yang sempat mengantarkan Rizal muda ke penjara militer selama beberapa bulan dan penjara Sukamiskin, Jawa Barat, selama satu tahun (1978/1979) akibat aksi menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden. Sikap kritis dan tidak mau kompromi dengan kebijakan berbau korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang dijalankan pemerintahan negara tetap menjadi kesehariannya hingga di usia paruh baya hari ini.

Konsekwensi dari keteguhan idelismenya itu, Ramli praktis tidak pernah diberi kesempatan berkarir di pemerintahan sampai tumbangnya rezim Suharto. Kiprahnya bagi pembangunan bangsa melalui peran aktif di pemerintahan baru dimulai ketika Presiden Abdulrahman Wahid memintanya menjadi Kepala Badan Logistik (Bulog) pada April 2000. Saat itu, kinerja Bulog sangat buruk dan membutuhkan pembenahan internal oleh orang yang kapabel dan terpercaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap badan ini. Tugas utama Ramli oleh Presiden Gusdur, panggilan akrab Abdurrahman Wahid, adalah mendorong Bulog menjalankan kembali fungsinya dengan baik yakni memenuhi kebutuhan rakyat, menjaga harga penjualan petani sebaik mungkin dan membersihkan Bulog dari praktek KKN.

Hanya selang beberapa bulan mengemban tugas sebagai Kepala Bulog, tepatnya pada Agustus 2000, pendiri ECONIT Advisory Group, sebuah lembaga riset yang bergerak dalam bidang ekonomi, industri dan perdagangan, ini ditunjuk untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Agustus 2000 – Juni 2001), dan kemudian menjadi Menteri Keuangan dari Juni hingga Juli 2001. Sebagai Menko Perekonomian, mantan Pemimpin Redaksi Jurnal Ekonomi dan Sosial Prisma ini juga merangkap beberapa jabatan penting dan strategis dalam pemulihan perekonomian yang hancur dilanda krisis moneter, yakni sebagai Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) dan Ketua Tim Keppres 133 untuk renegosiasi listrik swasta.

Kinerja Ramli di pemerintahan dinilai berhasil oleh banyak pihak karena walau hanya dengan waktu yang relatif pendek, yakni hanya 15 bulan, ia berhasil melakukan sejumlah terobosan yang efektif untuk mendorong reformasi institusional, restrukturisasi sektoral maupun korporat, serta percepatan pemulihan ekonomi. Di Bulog misalnya, ia berhasil melakukan restrukturisasi agar Bulog menjadi organisasi yang transparan, accountable, dan lebih profesional, sekaligus mendorong regenerasi; meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, di mana Bulog meningkatkan pembelian gabah, bukan beras. Ketika menjadi Menko Perekonomian, alumni Departemen Fisika ITB ini mencanangkan 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi yang diakui oleh dunia internasional sebagai program pemulihan ekonomi yang kredibel. Hasilnya, ekonomi Indonesia selama tahun 2000 tumbuh sebesar 4,8%, di atas perkiraan semula yang hanya 2-3% dengan budget deficit yang lebih kecil dari perkiraan semula, yaitu hanya –3,2% dari GDP (perkiraan semula adalah –4,8% dari GDP). Turn around ekonomi Indonesia mulai terjadi pada tahun 2000. Total ekspor Indonesia selama tahun 2000 mencapai US$ 62 milyar, atau naik 27% dari ekspor Indonesia pada tahun 1999.

Kebijakan yang ditempuh selama menjadi Ketua KKSK dan Ketua Tim Kepres 133 juga terbilang sukses. Sebagai Ketua KKSK, Dr. Rizal Ramli berhasil memutuskan sekitar 140 keputusan penting, baik yang menyangkut restrukturisasi hutang maupun percepatan penjualan asset yang dikelola oleh BPPN. Salah satunya adalah restrukturisasi bisnis dan hutang PT IPTN menjadi PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI) sehingga viable secara bisnis dan finansial. Hasil dari langkah-langkah tersebut PT. DI penjualannya meningkat dari Rp. 508 milyar pada tahun 1999 menjadi Rp, 1,4 triliun pada tahun 2001. Kerugian perusahaan sebesar Rp. 75 milyar tahun 1999 berubah menjadi keuntungan sebesar Rp. 11 milyar.

Itulah sebagian kecil keberhasilan dan karya dosen tamu di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang dapat disebutkan di sini. Rizal, yang pernah mengambil dan menyelesaikan program Asian Studies di Sophia University, Tokyo, Jepang tahun 1975 ini, juga telah menghasilkan banyak sekali karya ilmiah yang telah dimuat jurnal-jurnal ekonomi terbitan dalam dan luar negeri. Selain sebagai pengajar bidang ekonomi, ia juga banyak berperan sebagai penasehat dan konsultan ekonomi bagi berbagai institusi baik swasta maupun pemerintah, seperti misalnya menjadi konsultan ekonomi DPR RI dari tahun 1993 hingga 1999.

Sebagai seorang ahli ekonomi kelas dunia, sudah barang tentu akan sangat menarik untuk mendengar komentar dan pandangan-pandangannya tentang keadaan ekonomi serta prospek perekonomian Indonesia di tengah arus ekonomi global selama ini. Menurut Rizal, yang sejak 2006 lalu tercatat menjadi wakil pemerintah pada PT Semen Gresik (pesero) Tbk sebagai Presiden Komisaris, negara kita sebenarnya adalah negara kaya raya yang digadaikan kepada pihak asing dengan harga sangat murah; ibarat cangkir emas yang digunakan mengemis uang recehan kepada negara-negara kreditor. Berikut ini adalah hasil wawancara KabarIndonesia dengan Bapak Dr. Rizal Ramli di Jakarta beberapa waktu lalu, yang dituturkan dengan gaya monolog.

KabarIndonesia (KI): Pak Rizal Ramli, politik dan ekonomi ibarat dua sisi mata uang, saling terkait satu sama lain. Mohon diuraikan pandangan-pandangan, hasil analisa, dan prediksi Pak Rizal tentang kondisi politik dan hubungannya dengan pembangunan ekonomi Indonesia ke masa depan, dan mungkin ada pesan-pesan yang dapat disampaikan kepada masyarakat kita agar bisa segera keluar dari krisis ekonomi yang belum juga pulih hingga kini?

Dr. Rizal Ramli (RR): Politik di Indonesia agak berbeda dengan politik di luar negeri. Mungkin kita masih dalam tahap awal dalam berdemokrasi. Politik kita masih pada tahap love and hate relationship (hubungan berdasarkan cinta dan benci – red). Jadi, pemimpin itu mula-mula sangat dicintai, ekspektasi rakyat itu sangat berlebihan. Kemudian ada periode di mana mulai ada tanda tanya, betul tidak pemimpin ini bekerja untuk kita semua? Betul tidak ini pemimpin untuk semua pihak? Nah, setelah itu, seandainya pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab, masuk ke fase hate. Kalau sudah hate, orang Indonesia rata-rata selalu berkata “asal bukan”. Misalnya waktu itu asal bukan Soeharto, asal bukan Habibie, asal bukan Gusdur, asal bukan Megawati. Memang SBY (Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono – red) saat ini sudah masuk fase kritis. Sudah mulai orang berpikir asal bukan. Sebetulnya sangat ironis, presiden pertama yang dipilih secara demokratis, presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat.

Ada dua masalah utama yang dihadapi Indonesia. Pertama: kualitas kepemimpinan dan yang kedua school of thought (cara berpikir – red) dalam bidang itu, yang lebih banyak mengandalkan cara berfikir apa yang dikenal di kalangan economistWashington Consensus. Yaitu garis kebijakan ekonomi dari Washington untuk negara-negara berkembang, yang mereka sendiri tidak laksanakan dalam prakteknya. Di Asia Timur ini hanya ada dua negara yang secara konsisten melaksanakan Washington Consensus, yaitu Indonesia dan Philipina. Kedua negara ini tingkat ketimpangannya sangat luar biasa. Kedua negara ini, sejak beberapa dekade terus merosot. Prestasi terbesar dari kedua negara ini adalah menjadi eksportir tenaga kerja wanita terbesar di dunia.

Negara-negara di Asia Timur lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, China, Jepang dan sebagainya tidak menjalankan Washington Consensus. Mereka lebih percaya bahwa di dalam bidang ekonomi, dalam perumusan kebijakan di bidang ekonomi, mereka lebih mandiri; menggunakan apa yang disebut model Asia Timur. Dalam model Washington Consensus, peranan pemerintah seminimum mungkin, sementara dalam model Asia Timur pemerintah memainkan peranan yang proaktif dalam bidang ekonomi. Dengan cara inilah negara-negara di Asia Timur mengejar ketinggalannya dari Barat. Walaupun di dalam bidang politik dan militer mereka bekerjasama dengan Washington, tetapi dalam bidang ekonomi mereka mau mandiri dalam perumusan kebijakan, karena hanya dengan cara itu mereka bisa mengejar ketertinggalan dari Barat dan pelan-pelan nanti mereka bisa lebih kuat secara militer.

Pada pertengahan tahun 1960-an GNP perkapita Indonesia, Malaysia, Thailand, Taiwan, China nyaris sama, yaitu kurang dari US$100 per kapita. Setelah lebih dari 40 tahun, GNP perkapita negara-negara tersebut pada tahun 2004, mencapai: Indonesia sekitar US$ 1.000, Malaysia US$ 4.520, Korea Selatan US$ 14.000, Thailand US$ 2.490, Taiwan US$ 14.590, China US$ 1.500. Jadi harus ada pertanyaan. kok negara-negara lain bisa maju lebih cepat, tingkat kesejahteraan rakyatnya lebih baik, jurang antara kaya-miskin ada tapi tidak sebesar yang ada di Indonesia. Nah, tidak bisa hanya menyalahkan presiden demi presiden, tapi karena ada satu school of thought yang dominan di dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang hanya merupakan sub-ordinasi dari kepentingan Internasional.

Dari segi yang lain, kalau dilihat dari segi sejarah, kita itu mendapatkan political independence (kemerdekaan politik – red) pada 17 Agustus 1945, kemerdekaan politik sebagai bangsa. Tahun 1998, rakyat kita mendapatkan freedom, demokrasi, kebebasan untuk menyatakan apa saja dan menulis apa saja yang selama rezim otoriter Soeharto tidak mungkin. Tetapi sejak tahun 1945, belum pernah terjadi kebangkitan ekonomi. Tidak ada kebangkitan ekonomi. Setelah tahun 1998, kita juga tidak punya kebangkitan ekonomi itu. Jadi harus ada pertanyaan mendasar, ketika kita sudah memiliki political independence, sudah memiliki freedom in terms of democratic mechanism (kebebasan dalam arti mekanisme demokrasi – red), tetapi mengapa belum pernah terjadi kebangkitan ekonomi sampai sekarang.

Nah, jawabannya adalah apa yang disebut the creeping back of neo-colonialism (kembalinya kolonialisme gaya baru – red). Bukan lagi model kolonialisme jaman dulu, pakai kekuatan militer dan dominasi politik, tetapi penguasaan ekonomi melalui mekanisme pasar. Proses kembalinya neo-kolonialisme itu sebetulnya dimulai pada tahun 1967 saat renegosiasi utang dengan kreditor-kreditor. Set backsedikit, waktu KMB (Konferensi Meja Bundar – red) di Belanda, Indonesia memang ditekan pada waktu itu untuk mengambil alih utang-utang pemerintahan Hindia Belanda. Publik tidak banyak tahu bahwa Pemerintah Indonesia ditekan untuk membayar seluruh utang-utang dari pemerintah Hindia Belanda. Padahal banyak dari utang-utang itu adalah utang untuk melawan dan menghancurkan kelompok pejuang kemerdekaan Indonesia, termasuk para pejuang kemerdekaan kita, seperti perang di Aceh, perang Pattimura di Maluku, dan sebagainya. Itu adalah ongkos buat Belanda. Nah itu dinyatakan sebagai utang pemerintah Indonesia. Pada waktu itu, Soekarno dengan Hatta menyatakan ‘sudahlah, kita ambil utang-utang itu, yang penting kita merdeka dulu, soal utang urusan belakangan’. Begitu KMB ditandatangani, bung Karno memerintahkan, jangan bayar itu utang. Jadi walaupun utang itu disepakati, pemerintah Indonesia tidak pernah mau bayar. Taktiklah istilahnya itu.

Tapi waktu pemerintahan Soeharto, awal Orde Baru pada tahun 1967, Widjojo Nitisastro dan kawan-kawan yang disebut sebagai Mafia Berkeley membuat kesepakatan baru untuk mulai membayar utang Hindia Belanda tersebut yang sebetulnya secara moral itu tidak justified (dibenarkan – red), secara histories politis itu tidak justified. Tetapi Widjojo dan kawan-kawan waktu itu sepakat untuk mulai mencicilnya. Widjojo dan kawan-kawan itu memang dididik di Berkeley, dipersiapkan untuk mengambil alih pengelolaan ekonomi setelah Soekarno jatuh, supaya membelokkan garis ekonominya, satu garis dengan garis Washington. Sejak itulah dimulai the creeping back of neo-colonialism. Seperti diketahui bahwa sekarang, untuk menguasai suatu negara tidak perlu secara militer, tidak perlu secara fisik, asal ekonominya bisa dikendalikan, negara tersebut bisa dikuasai.

Sejak itu, walaupun Mafia Berkeley berkuasa nyaris tidak pernah berhenti selama 40 tahun, berlanjut ke muridnya, ke cucu muridnya dan seterusnya. Presiden bisa berganti, partai yang berkuasa bisa ganti, jenderal bisa ganti, TNI bisa melakukan reformasi, tapi di dalam bidang ekonomi tetap pada garisnya Mafia Berkeley. Nah, inilah yang menjadi sumber mengapa Indonesia tidak bisa menjadi besar, karena mereka dalam prakteknya sering menjadi conduit (saluran – red) bagi lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia, IMF, untuk merumuskan undang-undang di Indonesia, merumuskan berbagai kebijakan. Contoh: awal orde baru tahun 1967, UU investasinya dibikin oleh satu lembaga kreditor kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan jadilah UU Investasi. Banyak sekali UU yang masuk ke kategori itu. Misalnya, Bank Dunia bilang, saya kasih 400 juta dollar tapi Indonesia harus bikin UU Privatisasi Air, sehingga petani juga harus bayar air. Kemudian ADB (Asia Development Bank – red) juga kasih pinjaman 300 juta dollar tapi Indonesia harus ada UU Privatisasi, agar perusahaan-perusahaan negara bisa dijual dengan harga murah. Jadi banyak sekali UU dan peraturan pemerintah yang sebetulnya dipesan oleh lembaga-lembaga keuangan internasional.

Hal itu sesungguhnya melanggar konstitusi. Kita ini adalah sovereign state (negara yang berdaulat – red), tidak boleh ada pihak manapun yang memberi iming-iming memberi pinjaman dengan syarat ada UU yang mereka susun. Jelas saat orang menyusun UU, kepentingan dia adalah nomor satu. Kalau ada satu negara yang UU-nya dipesan dikaitkan dengan pinjaman, pembuatan UU yang diikat dengan pinjaman, jelas yang memberi pinjaman itu memiliki kepentingan-kepentingan di dalam pembuatan UU itu. Jika ada satu negara yang mengikuti pola seperti ini, bisa dibayangkan bahwa negara ini tidak akan pernah bisa maju. Di Asia, yang ikut model ini hanya ada dua negara yakni Indonesia dan Philipina. Negara lain tidak mau mengikuti itu, kalau kebijakan ekonomi, mereka rumuskan sendiri. Mereka buat UU yang mencerminkan kepentingan negara mereka, kepentingan rakyat mereka.

Seperti banyak diketahui, di Asia Timur sering terjadi konflik dagang, misalnya antara Taiwan dengan Amerika, Malaysia dengan Eropa, dan Singapura juga, walaupun secara politik dan militer, mereka ikut hegemoninya Washington. Nah kita di dalam politik luar negeri mengaku independen, dalam prakteknya tidak selalu independen. Di dalam bidang militer kita punya kerjasama dengan negara-negara besar, tapi dalam bidang ekonomi kita, pola neo kolonialisme benar-benar masih berlangsung hingga saat ini. Selama itu tidak dihancurkan jangan mimpi Indonesia bisa jadi negara besar.

Sesungguhnya Indonesia ini adalah negara yang kaya sekali. Istilah saya, Indonesia ini memiliki banyak golden bowls, cangkir emas, seperti Freeport, Cepu, dan sebagainya. Tapi karena mental pemimpin dan elitnya itu inlander, maka kekayaan itu seakan tidak bermakna. Cepu misalnya, nilainya antara 120 billion dollar sampai 150 billion dollar. Lebih besar daripada cadangan minyaknya bekas Caltex di Sumatra Selatan. Tetapi pengelolaan ladang minyak ini diberikan kepada perusahaan Exxon tanpa kompensasi yang memadai. Nah, cangkir emas atau golden bowls ini dipakai untuk mengemis uang recehan. Dari Bank Dunia 300 juta dollar, dari Amerika 400 juta dollar, dari Eropa sekian juta dollar. Pemimpin kita tidak tahugolden bowl yang dia pegang, baru satu Cepu saja, nilainya ratusan milyar dollar. Belum lagi Freeport nilainya berapa, dan yang lain-lain yang bertebaran di nusantara itu berapa nilainya.

Kenapa itu bisa terjadi, karena para pemimpin dan elit kita masih bermental inlander dan tidak percaya diri. Tidak memiliki kemampuan intelektual untuk menghadapi kepentingan-kepentingan negara besar itu. Selama mental inlander ini masih dominan di kalangan elit kita, saya tidak yakin Indonesia akan menjadi negara besar. Tapi kalau prasyarat tadi itu kita penuhi, yaitu pertama kita hancurkan hubungan neo kolonialisme di dalam bentuk utang yang dikaitkan dengan UU dan peraturan pemerintah, kita rumuskan kebijakan ekonomi kita sendiri. Yang kedua, kita tidak boleh punya sikap inlander yang bermental rendah diri. Asset-asset yang ratusan milyar dollar ini adalah milik bangsa kita.

Nah, kalau hal itu terjadi, Indonesia pasti akan menjadi negara besar. Tapi sayangnya, mohon maaf, dari nama-nama yang pernah memimpin Indonesia sejak awal orde baru sampai nama-nama dari para elit yang bercita-cita menjadi pemimpin di tahun 2009, tidak jauh dan tidak lebih, hanya mengulang lagu lama. Motifnya hanya sekedar power (kekuasaan – red), memanfaatkan power itu untuk popularitas, untuk kepentingan kelompok, dan lain-lain. Belum ada yang bicarabeyond (lebih daripada – red) itu. Kalau hanya mengulang, okey pemimpinnya baru, lagunya lagu lama, istilah saya itu ‘old wine in a new bottle’ (anggur masam di botol baru – red), Indonesia tidak akan ke mana-mana.

Menurut saya, Indonesia perlu pemimpin baru dan jalan baru. Karena sudah 40 tahun sejak orde baru sampai sekarang, pemimpin sudah berganti beberapa kali, tapi lagunya tetap lagu lama, yakni lagu sub-ordinasi kepada kepentingan internasional, lagu the creeping back of neo-colonialism. Hanya jika diputus mata rantainya, baru akan terjadi perubahan dan memungkinkan kebangkitan ekonomi Indonesia. Saya mau berkampanye. Bukan dalam arti mau jadi pemimpin, tetapi berkampanye bahwa Indonesia perlu jalan baru. Pointnya adalah keinginan mengubah school of thought. Hal ini bisa dilakukan melalui media dan lain-lain bahwa Indonesia perlu jalan baru. Kalau hanya pemimpin baru, rakyat Indonesia hanya akan dibohongi kembali. Ada dulu pemimpin yang idealismenya bela ‘wong cilik’ tetapi setelahnya, bela ‘wong licik’. Kenapa bisa begitu, ini lebih disebabkan oleh school of thought-nya itu tidak mungkin bela rakyat kecil. Selama masih menggunakan cara Mafia Berkeley, tidak mungkin ada jalan baru yang lebih pro kepentingan rakyat dan nasional.

KI: Terima kasih Pak Rizal atas waktu dan uraian sangat gamblang yang sudah diberikan ini.

RR: Terima kasih kembali.

Itulah hasil bincang-bincang redaksi KabarIndonesia dengan penggemar olahraga renang dan tennis meja itu. Sebagai Presiden Komisaris PT. Semen Gresik (persero) Tbk, saat ini Rizal Ramli amat serius melakukan sejumlah langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, mendorong program pengurangan biaya dan meningkatkan keuntungan PT. Semen Gresik Tbk. Tujuan tersebut dicapai dengan melakukan konsolidasi dan integrasi ketiga perusahaan yaitu PT. Semen Gresik, PT. Semen Padang, dan PT. Semen Tonasa. Bersama-sama Komisaris dan manajemen mempersiapkan kerangka retrukturisasi organisasi dan finansial untuk jangka menengah. Hasil dari langkah-langkah tersebut, laba bersih Semen Gresik naik 29,3 % menjadi Rp 1,295 triliun, dan EBITDA margin mencapai 26,1 % pada tahun 2006. Bahkan untuk pertama kalinya PT. Semen Gresik Tbk masuk kelompok 7 BUMN yang paling menguntungkan. Tercatat kemudian PT Semen Gresik Tbk menerima penghargaan dalam kategori Most Committed to a Strong Dividend Policy 2007 (peringkat ke-7) dan Best Corporate Governance 2007 (peringkat ke-8) dari majalah FinanceAsia. Obsesi dan impian pria berkacamata itu terhadap tanah airnya cukup sederhana: ”Saya hanya menginginkan negara ini sejahtera dan maju,” ujarnya suatu saat kepada wartawan. Selamat berkarya Bung Rizal!

*Biodata Singkat:*

Nama: Rizal Ramli
Tempat/tgl. Lahir: Padang, 10 Desember 1953

*Pendidikan*

• Ph.D dalam bidang ekonomi, Boston University, Boston, AS, 1990.
• M.A. dalam bidang ekonomi, Boston University, Boston, AS, 1982.
• Asian Studies, Sophia University, Tokyo, Jepang 1975.
• Departemen Fisika, Institut Teknologi Bandung, 1973 – 1980.

*Bidang Keahlian*

Makro Ekonomi, Keuangan dan Industri

*Pengalaman Kerja*

• Chairman of the Board, ECONIT Advisory Group. 2002 – saat ini.
• Presiden Komisaris PT. Semen Gresik, Tbk. 2006 – saat ini.
• Executive Chairman, GlobeAsia Magazines, 2007.
• Menteri Keuangan. Juni 2001 – Juli 2001.
• Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI. Agustus 2000 – Juni 2001.
• Kepala Badan Urusan Logistik. April 2000 – Maret 2001.
• Sekretaris Tim Monitoring, Program Percepatan Pemulihan Ekonomi Pemerintahan Gus Dur & Megawati, April 2000 – Agustus 2000.
• Managing Director ECONIT Advisory Group, think tank independen bidang ekonomi, industri dan perdagangan. 1993 – 2000.
• Penasehat Ekonomi di DPR-RI. 1993 – 1999.
• Konsultan Ekonomi untuk beberapa lembaga keuangan, Bank Indonesia, serta lembaga internasional. 1993 – 1999.
• Anggota Redaksi Jurnal Ekonomi dan Sosial PRISMA.
• Dosen Ekonomi Program Magister Manajemen Fakultas Pasca Sarjana Universitas Indonesia. 1992 –1999.
• Dosen Tamu dalam bidang ekonomi, sering memberikan kuliah di berbagai perguruan tinggi didalam dan luar negeri, berbagai departemen, seperti Departemen Keuangan, Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia, BUMN. Juga kuliah tamu di LEMHANAS, SESKO TNI-POLRI, dan lain-lain.

Pengalaman Organisasi

• Deputi Ketua Dewan Mahasiswa ITB, Bandung, 1977.
• Staf Pimpinan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) 1993-1999.
• Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Pasca’45, 1999 – 2000.
• Diadili dan dipenjara di Sukamiskin Bandung, 1978/79 sebagai salah seorang pimpinan mahasiswa yang menolak kepemimpinan Presiden Soeharto.

Keluarga

Nama Istri: Herawati M. Mulyono
Nama Anak: Dhitta Puti Saraswati Ramli, Dipo Satrio Ramli, dan Daisy Ramli

_Catatan: tulisan ini telah dipublikasikan di media Harian Online KabarIndonesia (www.kabar-indonesia.com) yang berpusat di Belanda edisi 11 Oktober 2007, pukul 08:12:53 WIB, di bawah judul: DR. RIZAL RAMLI: Cangkir Emas Dipakai Mengemis_

Red

Berita Foto: Panglima TNI Dampingi Presiden Jokowi Temui Ribuan Petani Se-Jawa Tengah

Jateng – KABAR EKSPRES II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) saat menemui puluhan ribu petani se-Jawa Tengah, bertemakan “Pembinaan Petani Se-Provinsi Jawa Tengah Mendukung Peningkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional”, bertempat di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024).

Berita Foto: Panglima TNI Dampingi Presiden Jokowi Temui Ribuan Petani Se-Jawa Tengah

Disela-sela kegiatan, Panglima TNI menyempatkan diri menemui dan berdialog langsung dengan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) se-Jawa Tengah yang juga turut hadir pada acara tersebut.

Autentikasi : Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi

Red

Dandim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Traktor Pada Gapoktan

Kutai Kartanegara – KABAR EKSPRES II Komandan Kodim 0906/Kkr Letkol Inf. Jeffry Satria yang di damping oleh dinas pertanian berikan bantuan traktor roda empat kepada gapoktan Subur Makmur Desa Cipari Makmur bertempat di lapangan upacara Makodim Jalan KH. Ahmad Muksin Kelurahan Timbau Kecamatan Tenggarong, Selasa (2/1/2024).

Traktor tersebut merupakan bantuan dari kementrian pertanian yang di salurkan kepada kodim 0906/Kkr untuk di berikan kepada gapoktan Subur Makmur yang ada di wilayah Kecamatan Muara Kaman dimana gapoktan tersebut merupakan gapoktan binaan Koramil 08/Muara Kaman.

Pada Kesempatan tersebut Letkol Inf. Jeffry Satria menyampaikan kepada perwakilan gapoktan subur makmur yang hadir agar bantuan yang di berikan oleh kementrian pertanian ini dapat di gunakan sebaik mungkin serta dirawat sehingga dapat memberikan nilai manfaat yang baik bagi para petani harapannya para petani bisa sejahtera tuturnya.

Dandim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Traktor Pada Gapoktan

Alat traktor bantuan ini bukan milik perorangan melainkan milik bersama sehingga bisa di gunakan untuk mengelola lahan pertanian yang ada secara bersama sama dan saya harapkan gapoktan yang menerima alat Pertanian tersebut agar dapat bisa menggunakan sebaik-baiknya karena bantuan tersbut sangat terbatas imbuhnya.

Saya mengucapkan banyak terima kasih Kodim 0906/Kkr dan dinas pertanian yang mana telah memberikan bantuan traktor yang sangat di perlukan bagi gapoktan subur makmur untuk mengolah lahan yang ada, semoga dengan adanya bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan semangat petani dalam bercocok tanam ucap Wawan selaku ketua gapoktan subur Makmur.

Sumber : Dim 0906/Kkr

Reporter: Casroni

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan Tiga Jembatan di Jawa Tengah

Jawa Tengah – KABAR EKSPRES II Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang tiba dilapangan Adisara, banyumas di sambut pejabat TNI-Polri dan antusias warga sekitar guna meresmikan tiga jembatan dimana Ketiga jembatan itu adalah Jembatan Tajum Margasana Banyumas, Jembatan Karangbawang Banyumas, dan Jembatan Jurug B Surakarta-Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (2/1/2024).

Hadirnya jembatan baru ini, sebut Presiden Jokowi, diharapkan bisa memperlancar mobilitas barang dan orang serta menjamin keamanannya. “memperbaiki dan  merevitalisasi jembatan yang memang sudah saatnya untuk diperbaharui karena beban transportasi logistik yang ada di atas jembatan semakin hari semakin berat, dan kita harapkan dengan jembatan baru ini mobilitas barang, orang akan semakin terjamin keamanannya juga kecepatannya,” ucapnya.

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Resmikan Tiga Jembatan di Jawa Tengah

Selanjutnya Presiden Joko Widodo melaksanakan peresmian jembatan dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti yang didampingi oleh Menhub, Menteri PUPR, Panglima TNI, Pj. Gub Jateng dan Pj. Bupati Banyumas sebagai tanda peresmian jembatan tajum margasana, jembatan tajum karangbawang dan jembatan jurug B Surakarta – karang anyar. “Dengan mengucap Bismillahirohmanirohim pada siang ini saya resmikan Jembatan Tajum Margasana Banyumas, yang kedua Jembatan Karangbawang Banyumas, dan Jembatan Jurug B Solo-Karanganyar,” kata Presiden Jokowi dalam peresmian itu.

Lebih lanjut Presiden RI Jokowi menyampaikan, di mana di Pulau Jawa ada sekitar 37 jembatan jenis Callender Hamilton yang harus diganti. Faktornya karena umur jembatan yang sudah tua, bahkan ada yang melebihi 40 tahun.

 

Reporter: Casroni/Agung S

Bupati Madina di Depan ‘Pasukan Hijau’: Doakan Pemkab Madina Selalu Baik

Madina, – KABAR EKSPRES II Bupati Mandailing Natal (Madina) H.M Ja’far Sukhairi Nasution mengumpulkan 70 orang petugas kebersihan atau akrab dikenal nama ‘Pasukan Hijau’ di halaman Masjid Agung Nur Ala Nur, desa Parabangunan, Kecamatan Panyabungan, Selasa (2/1/2024).

Bupati saat bertemu petugas kebersihan didampingi Asisten II Setdakab Madina dr. Syarifuddin Nasution dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni, Kadis Lingkungan Hidup Khairul ST, Kadis Perkim Rully Andri ST, dan pejabat lainnya.

Bupati membagikan gaji pokoknya dua bulan sekaligus terhitung mulai bulan November hingga Desember 2023. Dalam kesempatan tersebut, Bupati kembali mengingatkan janji mereka bersama Wabup Atika Azmi Utammi Nasution saat dilantik dua tahun lalu.

Bupati Madina di Depan ‘Pasukan Hijau’: Doakan Pemkab Madina Selalu Baik

“Dulu semenjak kami dilantik jadi bupati dan wabup, saya pada awal mendapat gaji memberikan kepada bapak ibu, alhamdulilah berjalan sepenuhnya dan komitmen itu belum pernah kami lupakan. Ini gaji ke 24 bulan sejak saya dilantik,” katanya.

Sukhairi juga mengaku belum pernah mengingkari atau meninggalkan komitmen soal pembagian gaji pokok tersebut.

“Ini kami tunaikan setiap bulan. Satu bulan penuh belum pernah kami tinggalkan, mudah-mudahan walau tak seberapa nominalnya, saya harap dapat dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga,” harap Sukhairi Nasution.

Dia meminta petugas kebersihan selalu mendoakan Pemkab Madina di bawah kepemimpinan Sukhairi-Atika selalu diberkahi oleh Allah SWT.

“Mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan kepada kita. Kita doakan Pemkab Madina selalu berjalan dengan baik dan tentu diberikan Allah kesehatan untuk kita semuanya,” ucapnya.

Sukhairi menyebutkan petugas kebersihan sangat memiliki peran penting dalam menjaga keindahan kota Panyabungan.

Pengabdian petugas kebersihan, kata bupati untuk membersihkan segala sudut-sudut jalan, pasar, sangat membantu Pemkab Madina agar selalu terlihat bersih setiap harinya.

Reporter: Magrifatulloh .

Perkembangan Penanganan Kasus Penganiayaan: Penyidik Identifikasi Enam Pelaku

Semarang – KABAR EKSPRES II Perkembangan terbaru dalam penanganan kasus penganiayaan yang melibatkan oknum anggota TNI dari Kompi B Yonif Raider 408/Sbh menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan alat bukti yang terkumpul dan keterangan dari para terperiksa, penyidik Denpom IV/4 Surakarta telah mengerucutkan oknum prajurit pelaku penganiayaan menjadi 6 (enam) orang.

Keenam pelaku tersebut yakni Prada Y, Prada P, Prada A, Prada J, Prada F, dan Prada M. Penyidik telah melakukan proses investigatif secara cepat guna mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus ini.

Selain itu, perlu kita ketahui bahwa penggunaan knalpot brong pada sepeda motor merupakan tindakan pelanggaran UU Lalu Lintas No. 22 tahun 2009 pasal 285 ayat (1) jo Pasal 106 ayat (3). Pelanggaran ini dapat dikenakan sanksi pidana paling lama 1 bulan kurungan dan denda maksimal Rp. 250 ribu.

Perkembangan Penanganan Kasus Penganiayaan: Penyidik Identifikasi Enam Pelaku

Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison, S.I.P. pada Selasa (2/1/2024) mengungkapkan hingga saat ini, Penyidik Denpom IV/4 Surakarta masih terus bekerja secara intensif untuk mengungkap dan melanjutkan proses hukum guna memastikan keadilan tetap ditegakkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Pomdam IV/Diponegoro memastikan bahwa proses hukum tetap berjalan transparan dan adil, Kodam IV/Diponegoro juga memberikan perhatian kepada pihak yang menjadi korban,” ungkapnya.

Kapendam mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan percaya serta menghormati segala langkah proses hukum yang saat ini sedang berlangsung, demi terciptanya keadilan yang seutuhnya.

“Kami akan terus memberikan informasi terkait penanganan kasus pelanggaran tersebut”, pungkas Kapendam.

(Pendam IV/Diponegoro)

Red

Puncak Arus Balik Tahun Baru di Jateng Terlewati, 38 Ribu Kendaraan Melintas di GT Kalikangkung

Kota Semarang – KABAR EKSPRES II Polda Jateng | Arus balik kendaraan yang meninggalkan Jateng pada Tahun Baru 2024 telah melewati masa puncaknya. Berdasar pantauan di jalan tol, arus kendaraan yang melintas di Tol Trans Jawa dan Tol Dalam Kota Semarang cukup padat namun tidak mengalami perlambatan atau penumpukan arus yang berarti.

Hal ini disampaikan Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Sonny Irawan dalam keterangannya pada Selasa, (2/1/2024) pagi.

Dijelaskan, hasil pantauan di GT Kalikangkung, jumlah arus kendaraan pada arus balik Tahun Baru 2024 masih masih dibawah jumlah arus mudik pada Natal 2023 lalu

Puncak arus Mudik Nataru terjadi pada hari Sabtu (23/12/2023) yang mencapai 51 ribu kendaraan dengan puncak lintasan pada pukul 16.00 sampai 17.00 WIB diangka 3.068 kendaraan.

“Sedangkan untuk Arus Balik tahun baru mencapai puncaknya pada Hari Senin, (1/1/2024) dengan jumlah kendaraan yang melintas mencapai 38.020 unit. Titik tertinggi dicapai pada pukul 11.00 WIB s/d 12.00 WIB diangka 2.728 kendaraan yang melintas,” jelas Dirlantas.

Puncak Arus Balik Tahun Baru di Jateng Terlewati, 38 Ribu Kendaraan Melintas di GT Kalikangkung

Meski demikian, Dirlantas menyebut seluruh personel pengamanan Nataru masih tergelar di lapangan untuk mengantisipasi situasi Kamtibmas termasuk potensi bangkitan arus lalu lintas dari arah Timur menuju arah Jakarta

“Anggota yang terlibat dalam Ops Lilin Candi 2023 masih siaga. Masih tergelar di lapangan guna mengantisipasi adanya bangkitan arus dari wilayah timur yg menuju ke wilayah baratnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Satake Bayu memberikan apresiasi kepada masyarakat atas peran serta menjaga ketertiban saat merayakan liburan Natal dan Tahun Baru di Jawa Tengah.

Sepanjang pengamanan Nataru, jelasnya, tidak terdapat insiden menonjol di jalan arteri, jalan tol maupun tempat pemusatan massa saat perayaan malam tahun baru

“Kamtibmas sangat kondusif, masyarakat sangat kooperatif terhadap himbauan dan arahan dari petugas di lapangan, Hal ini amat kami apresiasi, ” sebutnya.

Apresiasi juga turut diberikan kepada awak media dan netizen Jawa Tengah yang telah aktif memberikan berita-berita yang edukatif dan informatif sehingga berdampak signifikan pada tingkat kesadaran masyarakat dalam mewujudkan stabilitas kamtibmas khususnya selama operasi Lilin Candi

“Melalui pemberitaan yang dimuat di berbagai platform baik itu giat pengamanan, pelayanan dan pengaturan arus lalin turut memberi edukasi dan informasi pada masyarakat selama Ops Lilin Candi,” lanjutnya.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat yang masih melanjutkan perjalanan pada masa arus balik agar menjaga kondisi dan keselamatan dalam berkendara.

“Jangan memaksakan diri jika lelah dalam perjalanan, manfaatkan pos polisi yang masih tergelar sepanjang rute perjalanan untuk beristirahat. Semoga selamat hingga tiba di tujuan masing-masing,” tandasnya.

Red

Susuri Sungai Barito, Dandim 1012/Btk Bantu Anak Stunting Dan Silaturahmi Bersama Anggota Koramil Jajaran

Barito Selatan – KABAR EKSPRES II Penanganan stunting menjadi prioritas TNI AD dalam membantu pemerintah untuk mengatasi penurunan angka stunting, Komandan Kodim 1012/Buntok Letkol Inf Hendro Wicaksono S.I.P. didampingi Ketua Persit Chandra Kirana Cabang XXXVIII DIM 1012 Buntok Ny. Titis Hendro Wicaksono beserta pengurus melaksanakan susuri sungai Barito bantu anak stunting dan menjalin silahturahmi bersama anggota Koramil, Bertempat di Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah, pada hari Selasa (02/01/2024).

Dalam susuri sungai Barito dalam bantu anak stunting, Dandim 1012/Buntok juga bersilahturahmi bersama anggota Koramil jajaran Koramil yang berada di daerah perairan Barito dan pemberian baksos bagi keluarga beresiko stunting, diantaranya di wilayah Koramil 1012-09/Jenamas, Koramil 1012-08/Dusun Hilir dan Koramil 1012-01/Karau Kuala.

Menurut Dandim 1012/Buntok Letkol Inf Hendro Wicaksono S.I.P. mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan untuk percepatan penurunan anak-anak stunting wilayah Koramil jajaranya yang berada di pinggiran sungai Barito, Dandim juga sangat bangga bisa datang langsung dan memberikan santunan kepada anak-anak stunting. Semoga apa yang kita berikan ini bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan”, ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dandim juga lansung bersilaturahmi bersama Anggota Koramil Jajaran, yang mana melalui kegiatan tersebut ia dapat lebih memahami kondisi dan situasi wilayah di jajaran Koramilnya masing-masing sebagai panduan langkah dan kebijakan seorang pimpinan. Selain itu kunjungan ke Koramil jajaran juga menjadi sarana silaturahmi antara komandan dan anggotanya.

Sebagai seorang pemimpin harus mengetahui kondisi anggota di lapangan, apa yang dilakukan, apa kesulitan anggota, seorang pemimpin harus tahu, maka disitu seorang Komandan harus hadir untuk memberikan solusi”, ujar Dandim.

Susuri Sungai Barito, Dandim 1012/Btk Bantu Anak Stunting Dan Silaturahmi Bersama Anggota Koramil Jajaran

Selain itu, Dandim juga menyampaikan kepada anggotanya, Babinsa hendaknya harus senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat, mampu menyumbangkan kreatifitasnya untuk membantu masyarakat, sehingga dapat menjadikan kondisi wilayah aman dan kondusif, dengan demikian kehadiran Babinsa akan dirindukan oleh masyarakat.

Lebih lanjut Dandim juga meminta kepada seluruh prajurit agar apa-apa yang sudah menjadi perintah dan penekanan dari satuan atas dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. “Program dari pimpinan jangan sampai berhenti, harus terus dilaksanakan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hindari sekecil apapun pelanggaran jangan sampai mencoreng nama baik satuan, ikuti semua aturan yang sudah ada sebagai satuan Komando Kewilayahan, apa yang sudah bagus untuk pertahankan dan yang kurang bagus agar ditingkatkan”, ucapnya.

“Dalam waktu dekat kita akan menghadapi pesta demokrasi pemilu di tahun 2024. Saya tekankan netralitas TNI menjelang pemilu serentak tahun 2024 nanti diharapkan TNI khususnya seluruh anggota prajurit Kodim 1012/Buntok tetap netral, jangan ikut dalam lingkungan politik pemilu dikarenakan akan mencoreng nama baik TNI”, tutup Dandim. (Pendim 1012/Btk)

Reporter: Casroni

108 Personel Polres Metro Jakarta Barat Mendapat Kenaikan Pangkat Di Awal Tahun 2024, Ini Pesan Kapolres

Jakarta Barat, – KABAR EKSPRES II Awal Tahun 2024, Sebanyak 108 personel Polres Metro Jakarta Barat mendapatkan kenaikan pangkat Setingkat Lebih Tinggi dari pangkat sebelumnya

Upacara kenaikan pangkat dan acara tradisi penyiraman air bunga tersebut di laksanakan di lapangan hijau Polres Metro Jakarta Barat dan dipimpin langsung oleh kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi, Selasa, 2/1/2024.

Sebanyak 108 personel yang terdiri Pamen 10 personel (Kompol ke Akbp terdapat 2 personel dan Akp kekompol sebanyak 8 personel), pama 39 personel dan bintara sebanyak 59 personel mendapatkan kenaikan pangkat Setingkat Lebih Tinggi terhitung periode 1 Januari 2024

Acara yang berlangsung di lapangan hijau Polres Metro Jakarta Barat tersebut tidak hanya menjadi ajang formalitas administratif, tetapi juga diwarnai oleh nuansa keakraban dan semangat kebersamaan.

Awal Tahun Baru 2024, Sebanyak 108 Personel Polres Jakbar Mendapatkan Kenaikan Pangkat Setingkat Lebih

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh personel yang telah berhasil mencapai kenaikan pangkat.

” Ia menekankan bahwa kenaikan pangkat bukan hanya merupakan bentuk penghargaan, tetapi juga tanggung jawab yang semakin besar dalam menjalankan tugas kepolisian ,” Ujar Syahduddi

Syahduddi menjelaskan, Semoga momen kenaikan pangkat ini dapat meningkatkan motivasi, semangat, dan rasa kebanggaan rekan-rekan sebagai anggota Polri.

Karena setelah upacara ini, akan ada beban dan tanggung jawab baru
yang harus rekan-rekan hadapi.

” Namun dengan kemampuan, ilmu dan wawasan, serta ketulusan yang rekan-rekan miliki, saya percaya bahwa rekan-rekan mampu menjalankannya dengan baik,” ucapnya saat memberikan sambutan

Dalam upacara kenaikan pangkat ini juga terdapat pemotongan nasi tumpeng sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan juga tradisi penyiraman air bunga, sebuah simbol keberhasilan dan kebahagiaan.

Tradisi ini dianggap sebagai wujud kebersamaan dan dukungan antaranggota kepolisian.

Dengan semangat yang penuh, Polres Metro Jakarta Barat mengawali tahun 2024 dengan komitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Kenaikan pangkat ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh personel untuk terus berdedikasi dan memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian.

( *Humas Polres Metro Jakarta Barat*

 

Reporter: Casroni

Program Babinsa Masuk Dapur Atasi Penurunan Stunting di Kabupaten Puncakjaya

Puncakjaya – KABAR EKSPRES II Dandim 1714/Puncakjaya Letkol Inf Irawan Satya Kusuma serius untuk membantu melaksanakan program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di wilayah Papua Tengah Khusus nya daerah Kabupaten Puncakjaya.

“Program yang di lakukan Kodim 1714/Puncakjaya salah satunya yaitu Babinsa Masuk Dapur. Dimana program tersebut memonitor langsung situasi dan kondisi masyarakat di wilayah Kabupaten Puncakjaya terutama di daerah pedalaman,” ujarnya, Selasa, (02/01/2024).

Program Babinsa Masuk Dapur Atasi Penurunan Stunting di Kabupaten Puncakjaya

“Selain memberikan bantuan makanan bergizi, kita juga memberikan pemahaman kepada setiap orang tua dan ibu hamil untuk mengetahui secara persis pemberian makanan bergizi untuk bayi supaya penerapan itu maksimal,” ucap Dandim 1714/Puncakjaya Letkol Inf Irawan Setya Kusuma.

Mamah Okinus masyarakat dari Kampung Yelekpelek menyatakan “Terimakasih kepada Bapak Babinsa Ari telah datang dan perhatian kepada masyarakat memberikan bantuan masyarakat berupa susu, beras dan telur. Kita tidak bisa membalas semoga Tuhan Yang membalas kebaikan Babinsa Ari,” ungkapnya.

Dengan Program Babinsa Masuk Dapur ini harapannya dapat menekan stunting di wilayah Kabupaten Puncakjaya.

Red