Berita terkini Budaya Daerah Jawa Tengah Keamanan Kesehatan Nasional News Populer Olaraga Opini Peristiwa PMI Politik Polri Populer Sosial Teknologi TNI

Anggota Kodim 0726/Sukoharjo dan Warga Gotong Royong Langsir Material

Sukoharjo, – KABAR EKSPRES II Agar TMMD Sengkuyung Tahap I Kodim 0726/Sukoharjo di desa Pranan Kec. Polokarto berjalan sesuai dengan waktu yang telah di tentukan anggota kodim 0726/Sukoharjo bersama warga masyarakat berjibaku melangsir material yang akan di gunakan untuk pembuatan talud sepanjang 945 meter dengan 0.3 meter dan tinggi 1.2 meter, Senin (26/02/2024).

Anggota Kodim 0726/Sukoharjo bergotong rotong dengan warga Pranan tanpa mengenal lelah terus berkerja, Tak ada istilah patah semangat dan mengeluh Meski dengan alat seadanya terus bersemangat melangsir material.

Pasiter Kodim 0726/Sukoharjo Kapten Czi Hartono menyampaikan, anggota Kodim 0726/Sukoharjo bersama warga mengangkat material batu belah untuk bahan material talud di sebelah sisi kiri jalan.

Anggota Kodim 0726/Sukoharjo dan Warga Gotong Royong Langsir Material

Dijelaskannya, anggota Kodim 0726/Sukoharjo bersama warga melakukannya secara bergotong-royong, untuk membawanya ke tempat tukang yang pasang batu.

“Dalam kegiatan ini, anggota Kodim 0726/Sukoharjo dan warga melaksanakan kegiatan, secara bergotong-royong. Mereka mengangkat batu bersama seluruh warga, “, imbuhnya.

Serda Danang Anggota Kodim 0726/Sukoharjo yang ikut dalam kegiatan TMMD, menjelaskan tak ada kata pantang menyerah apalagi putus asa bagi seorang Prajurit TNI AD. Meraka akan curahkan segala kemampuannya demi suksesnya pelaksanaan TMMD agar mencapai hasil yang memuaskan.

Red/Ak

Anda mungkin juga suka...

Berita terkini Daerah DIY Yogyakarta

KPK Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta, Cegah Celah Korupsi Sejak Dini YOGYAKARTA Kabarekpres.co.id/Pemerintah terus mematangkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Namun, di balik misi mulia meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut, terdapat potensi risiko besar terkait tata kelola dan integritas,tutur KRISNA TRIWANTO S.H., Ketua Panitia Diskusi Publik Nasional,juga selaku Ketua DPW ARIES DIY,yang akan diselenggarakan Sabtu,7 Februari 2026 sampe j 14.00 wib,digedung DPRD DIY. Menyikapi hal ini, sebuah forum diskusi publik bertajuk “Sosialisasi, Edukasi, dan Diskusi Publik: Tantangan serta Pencegahan Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis” digelar di Yogyakarta pada Sabtu (7/2/2026). Hadir sebagai narasumber utama, Jhonson Widwan Ginting, S.T., M.M., perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,dan narasumber lainya,keterangan Ketum ALIANSI RAKYAT INDONESIA EMA ( ARIES) Identifikasi Hambatan dan Gangguan Dalam paparannya, Jhonson Ridwan Ginting menyoroti bahwa proyek berskala nasional dengan anggaran besar selalu menjadi magnet bagi praktik maladminstrasi maupun korupsi. Ia memetakan empat klaster masalah yang harus diwaspadai: Hambatan Logistik: Distribusi pangan di wilayah geografis yang sulit yang berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya tak terduga. Gangguan Data: Akurasi data penerima manfaat (siswa) yang seringkali tumpang tindih atau tidak diperbarui (update). Tantangan Kualitas: Standar gizi yang tidak seragam akibat permainan dalam pemilihan vendor atau penyedia jasa boga. Ancaman Korupsi: Adanya potensi kickback (setoran) dalam penunjukan vendor lokal serta pemotongan jatah volume makanan di lapangan. “Program ini adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai anggaran yang seharusnya lari ke piring anak sekolah, justru belok ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Jhonson di hadapan para peserta diskusi. Strategi Pencegahan dan Solusi KPK menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan ekosistem pengawasan yang ketat. Beberapa solusi strategis yang ditawarkan dalam diskusi tersebut meliputi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *