Bakti Sosial Berita terkini Daerah Jawa Tengah

Lagi !!! Terjadi Perundungan siswa Sekolah Dasar di Cilacap

CILACAP, kabarekpres.co.id – Dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, kembali menjadi sorotan tajam. Lemahnya pengawasan dari dinas terkait dan pihak sekolah diduga menjadi pemicu terjadinya aksi perundungan (bullying) ekstrem yang menimpa salah satu murid kelas 5 di SDN 05 Rawaapu. Mirisnya, kasus yang membahayakan nyawa ini sempat terkesan ditutupi sebelum akhirnya mencuat ke publik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden mengerikan tersebut sejatinya telah terjadi cukup lama, yakni pada tanggal 15 April 2026. Kejadian bermula saat korban selesai menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tanpa diduga, korban dipaksa oleh rekan-rekan sekolahnya untuk meminum air yang telah dicampur dengan cairan pembersih lantai.
Informasi mengejutkan lain menyebutkan bahwa salah satu terduga pelaku perundungan tersebut berstatus sebagai anak dari oknum guru yang mengajar di sekolah yang sama. Hal ini memicu dugaan kuat di masyarakat mengapa kasus tersebut seolah-olah dibungkam dan disembunyikan rapat-rapat dari orang tua korban selama berminggu-minggu.
Kasus yang berlarut-larut ini baru mendapatkan respons dari pihak sekolah setelah tercium oleh jurnalis dan mulai beredar di media massa. Setelah viral, barulah pihak sekolah bergerak memanggil para orang tua murid yang terlibat.
Mediasi Alami Perdebatan Sengit
Pada hari Senin, 18 Mei 2026 akhirnya digelar pertemuan mediasi di sekolah. Pertemuan tersebut dihadiri oleh orang tua korban, orang tua pelaku, pihak sekolah, serta dipantau oleh dua wartawan dari media.
Jalannya mediasi berlangsung dinamis dan diwarnai perdebatan sengit. Orang tua korban meluapkan kekecewaan mendalam dan menyayangkan sikap sekolah yang selama ini terkesan acuh, seolah tidak pernah ada kejadian yang membahayakan nyawa anak mereka.
Meski sempat memanas, pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan damai secara kekeluargaan. Walaupun pihak keluarga korban mengaku masih menyisakan rasa kecewa, mereka memilih menerima jalur damai demi masa depan anak-anak. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, kesepakatan damai tersebut dinilai belum memiliki kepastian hukum yang kuat karena belum adanya bukti tertulis atau hitam di atas putih yang sah terkait penyelesaian tersebut.
Masyarakat Desak Dinas Pendidikan Turun Tangan
Peristiwa kelam di SDN 05 Rawaapu ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Cilacap, sekaligus menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi para orang tua untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam mengawasi lingkungan tempat anak bersekolah.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian ini mengaku resah dan mengutuk keras tindakan perundungan tersebut. Warga mendesak agar Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap tidak tinggal diam dan segera turun tangan ke lapangan untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah dan jajaran guru di SDN 05 Rawaapu.
“Kami sebagai warga meminta dinas terkait segera bertindak tegas. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau tebang pilih hanya karena ada keterlibatan anak oknum guru. Pengawasan sekolah di Patimuan ini harus dibenahi total agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.reporter,red.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *