Berita terkini Daerah Jawa Tengah

Memetri Bumi dan Kirab Gunungan Kaping IV

Cilacap, 16 Mei 2026 – Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, hari ini menjadi pusat perhatian dan kebanggaan budaya dengan digelarnya rangkaian acara besar bertajuk Memetri Bumi dan Kirab Gunungan Kaping IV. Kegiatan yang berlangsung meriah di Lapangan Purbosari Bunton ini diselenggarakan berkat kerja keras panitia di bawah kepemimpinan Disan selaku Ketua Panitia, serta arahan dan dukungan penuh dari Bapak Sudin, Kepala Desa Bunton. Acara ini menjadi wujud nyata komitmen bersama masyarakat dalam melestarikan warisan leluhur, menjaga nilai-nilai tradisi, serta mempererat persatuan antarwarga.

Dalam sambutannya, Sudin, Kepala Desa Bunton, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh pihak yang telah berjuang mempersiapkan acara ini. “Memetri Bumi adalah wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia alam dan hasil bumi, sedangkan Kirab Gunungan adalah tradisi yang harus terus kita rawat agar identitas dan jati diri Desa Bunton tetap terjaga dan dikenal luas. Terima kasih kepada Disan dan seluruh panitia yang telah bekerja keras, serta masyarakat yang antusias mendukung kegiatan ini. Semoga acara ini membawa berkah, kedamaian, dan kemajuan bagi desa kita,” ujar Sudin dengan penuh semangat.

Sementara itu,Disan selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah disusun dengan matang, melibatkan berbagai unsur masyarakat, dan dirancang agar dapat dinikmati oleh seluruh kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. “Kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna. Setiap kegiatan yang ada memiliki nilai filosofis dan tujuan mulia, baik untuk pelestarian budaya, pendidikan karakter, maupun kebersamaan sosial. Semoga apa yang kami persiapkan dapat memberikan kesan indah dan menjadi kenangan berharga bagi semua yang hadir,” ungkap Disan.

Rangkaian kegiatan Memetri Bumi dan Kirab Gunungan Kaping IV telah berlangsung sejak tanggal 14 Mei 2026 dan memuncak hari ini, 16 Mei 2026, dengan jadwal yang padat dan penuh makna:

– 14 Mei 2026: Dimulai pukul 13.00–17.00 dengan Arak-arakan Gunungan yang menempuh rute indah dari Lapangan Purbosari Bunton melewati Jl. Teratai, Jl. Laut, Jl. Penatusan, Jl. Sibledeg, Jl. Bengawan, Jl. Laut, Jl. Kenanga, hingga kembali ke titik awal. Acara ditutup dengan Doa Bersama pukul 19.30 hingga selesai, memohon keselamatan dan keberkahan.

– 15 Mei 2026: Dimulai pukul 07.00–09.00 dengan Senam Bersama untuk menjaga kesehatan dan kebersamaan. Dilanjutkan pukul 09.00–11.00 dengan Festival Pecel, menyajikan kuliner khas daerah yang menjadi kebanggaan warga. Pukul 13.00–15.00 digelar Lomba Mewarnai bagi anak-anak PAUD, TK, dan SD Kelas 1 (usia maksimal 6 tahun), menumbuhkan kreativitas dan kecintaan budaya sejak dini. Sore harinya pukul 19.30 hingga selesai, digelar Pentas Tari yang menampilkan keindahan seni gerak tradisional yang mempesona.

– 16 Mei 2026 (Hari Puncak): Dimulai pukul 08.00–10.00 dengan acara sakral Buanggi Sesaji, wujud penghormatan dan rasa syukur kepada alam dan leluhur. Pukul 10.00–14.00, masyarakat disuguhi pertunjukan Wayang Ruwat yang dibawakan oleh Ki Dalang Sugiyanto Yugo Suwarjono, mengangkat kisah yang sarat pesan moral dan spiritual. Siang hingga sore pukul 15.00–17.00 dilanjutkan dengan Kenduri Akbar, momen makan bersama yang mempererat ikatan persaudaraan. Sebagai penutup rangkaian acara, pukul 19.30 hingga selesai, hadir Ki Dalang Eko Suwaryo dari Kebumen yang akan menampilkan Wayang Kulit dengan lakon penuh makna, menghibur sekaligus memberikan pencerahan bagi seluruh penonton.

Seluruh kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kehangatan. Lapangan Purbosari Bunton tampak hidup dengan kehadiran ribuan warga dan tamu undangan, yang datang tidak hanya dari Desa Bunton, tetapi juga dari desa-desa tetangga di Kecamatan Adipala hingga wilayah sekitar Kabupaten Cilacap. Keberhasilan penyelenggaraan acara ini tak lepas dari semangat gotong royong yang kental, di mana perangkat desa, karang taruna, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh warga bahu-membahu bekerja sama demi kesuksesan perayaan ini.

Acara Memetri Bumi dan Kirab Gunungan Kaping IV ini bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bukti nyata bahwa tradisi dan budaya di Desa Bunton masih hidup, tumbuh, dan dijaga dengan sepenuh hati. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi warisan berharga yang terus diteruskan ke generasi mendatang, serta menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Kabupaten Cilacap ke kancah yang lebih luas.

Kehadiran masyarakat luas dan dukungan berbagai pihak menjadi kehormatan tersendiri bagi warga Desa Bunton. Melalui perayaan ini, Desa Bunton kembali menegaskan jati dirinya sebagai desa yang kaya budaya, bersatu, dan berbudaya luhur.(Mugi ir)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *