Berita terkini Budaya Daerah Keamanan Kesehatan Nasional News Populer Olaraga Opini Peristiwa PMI Politik Polri Populer Religi Sosial Sumatera Teknologi TNI

Forum Kepala Desa BPR Ranau Tengah Laksanakan Penyuluhan Bahaya Narkoba.

OKU Selatan, – KABAR EKSPRES II Sebagai bentuk kepedulian para Kepala Desa di wilayah Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah ( BPR RT ) kepada seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan BPR Ranau tengah, Melalui Forum Kepala Desa se Kecamatan BPR Ranau tengah melaksanakan penyuluhan bahaya narkoba. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin (20/05/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat BPR Ranau tengah Sarnubi,SP. Kasi Pemerintahan Kecamatan,SE,Para Kepala Desa dan pendamping Desa. Adapun sebagai peserta nya adalah para perangkat Desa diambil 5 orang perangkat Desa dari tiap Desa se kecamatan BPR Ranau tengah yang berjumlah 105 orang..Sedangkan sebagai narasumber dalam kegiatan ini berasal dari polres OKU Selatan yaitu :
1.Toni Aji,SH.MH (KBO Narkoba )
2.Nyoman Artika,SE.
3.Aditya Anugrah Prasetya (BA SIDES OKUS)
4.Nur Aulia Ayu Lestari ,A.Md.Kes ( Phl SIDOKES OKUS).

Forum Kepala Desa BPR Ranau Tengah Laksanakan Penyuluhan Bahaya Narkoba.

Ketua pelaksana kegiatan Hatta,SE.MM yang juga sebagai Kepala Desa Hangkusa dalam sambutan nya menyampaikan bahwa kegiatan ini berawal dari pemikiran para Kepala Desa di Kecamatan BPR Ranau tengah, dimana selama ini seperti diketahui bahwa penyebaran narkoba khususnya di wilayah BPR Ranau tengah ini sudah sangat mengkhawatirkan, untuk itu sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab sebagai pemimpin di Desa maka para Kepala Desa berinisiatif untuk melaksanakan penyuluhan bahaya narkoba.

Adapun sumber dana kegiatan berasal dari anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2024. Setiap Desa berdasarkan musyawarah forum dan Pendamping Desa memberikan sokongan dana untuk kegiatan. Yang diperuntukkan sebagai biaya konsumsi,atk sewa gedung dan transportasi peserta.

Melalui Ipda Toni Aji,SH.MH KBO Narkoba Polres OKU Selatan selaku narasumber kegiatan menyampaikan rasa apresiasi kepada para Kepala Desa di wilayah Kecamatan BPR Ranau tengah yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini.

“ Kegiatan penyuluhan ini sangat bermanfaat untuk kita semua,kita punya tanggung jawab kepada keluarga kita, kepada masyarakat lingkungan kita. Untuk itu kami sangat mengapresiasi kegiatan penyuluhan ini. “ Ungkap Toni Aji.

“ Pesan kami jauhi Narkoba, mari kita jaga keluarga kita, masyarakat lingkungan kita jangan sampai terpengaruh oleh kegiatan yang merugikan khususnya narkoba ini “ sambung Toni Aji.

Reporter: Udin IWO I

Anda mungkin juga suka...

Berita terkini Daerah DIY Yogyakarta

KPK Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta, Cegah Celah Korupsi Sejak Dini YOGYAKARTA Kabarekpres.co.id/Pemerintah terus mematangkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Namun, di balik misi mulia meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut, terdapat potensi risiko besar terkait tata kelola dan integritas,tutur KRISNA TRIWANTO S.H., Ketua Panitia Diskusi Publik Nasional,juga selaku Ketua DPW ARIES DIY,yang akan diselenggarakan Sabtu,7 Februari 2026 sampe j 14.00 wib,digedung DPRD DIY. Menyikapi hal ini, sebuah forum diskusi publik bertajuk “Sosialisasi, Edukasi, dan Diskusi Publik: Tantangan serta Pencegahan Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis” digelar di Yogyakarta pada Sabtu (7/2/2026). Hadir sebagai narasumber utama, Jhonson Widwan Ginting, S.T., M.M., perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,dan narasumber lainya,keterangan Ketum ALIANSI RAKYAT INDONESIA EMA ( ARIES) Identifikasi Hambatan dan Gangguan Dalam paparannya, Jhonson Ridwan Ginting menyoroti bahwa proyek berskala nasional dengan anggaran besar selalu menjadi magnet bagi praktik maladminstrasi maupun korupsi. Ia memetakan empat klaster masalah yang harus diwaspadai: Hambatan Logistik: Distribusi pangan di wilayah geografis yang sulit yang berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya tak terduga. Gangguan Data: Akurasi data penerima manfaat (siswa) yang seringkali tumpang tindih atau tidak diperbarui (update). Tantangan Kualitas: Standar gizi yang tidak seragam akibat permainan dalam pemilihan vendor atau penyedia jasa boga. Ancaman Korupsi: Adanya potensi kickback (setoran) dalam penunjukan vendor lokal serta pemotongan jatah volume makanan di lapangan. “Program ini adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai anggaran yang seharusnya lari ke piring anak sekolah, justru belok ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Jhonson di hadapan para peserta diskusi. Strategi Pencegahan dan Solusi KPK menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan ekosistem pengawasan yang ketat. Beberapa solusi strategis yang ditawarkan dalam diskusi tersebut meliputi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *