Berita terkini Daerah DIY Yogyakarta

Cek Kesehatan Gratis Akhiri Bulan Kebangsaan

Kabarekspres.co.id || Yogyakarta, 30 Agustus 2026 — Menutup rangkaian kegiatan Bulan Kebangsaan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta kembali turun langsung ke tengah masyarakat dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Kampung Sitisewu, Kemantren Gedongtengen, Kota Yogyakarta.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari warga Kampung Sitisewu. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta untuk menghadirkan gerakan politik yang tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, tetapi juga hadir dan bekerja bersama rakyat.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Jarot Kurniadi, selaku Koordinator Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta sekaligus Ketua RW setempat. Hadir pula Antonius Fokki Ardiyanto, politisi PDI Perjuangan Yogyakarta yang pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Yogyakarta pada Pilkada Kota Yogyakarta 2024.

Dalam keterangannya, Jarot Kurniadi menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara, seremoni dan pengibaran bendera. Menurutnya, makna kemerdekaan harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemerdekaan adalah ketika rakyat merasa hadirnya negara dan hadirnya gerakan politik di tengah kehidupan mereka. Ketika warga bisa mendapatkan akses kesehatan, ketika masyarakat diperhatikan dan ketika persoalan rakyat didengar, di situlah kemerdekaan menemukan maknanya yang konkret,” ujar Jarot.

Jarot menambahkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini merupakan bentuk sederhana dari politik kerakyatan. Rakyat tidak boleh hanya ditemui ketika momentum politik datang, tetapi harus terus ditemani dan diperjuangkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Arus Bawah ingin menunjukkan bahwa politik itu harus kembali kepada rakyat. Kita tidak ingin hanya hadir ketika membutuhkan suara rakyat. Kita harus hadir ketika rakyat membutuhkan perhatian, pendampingan dan pelayanan. Ini adalah bentuk gotong royong yang harus terus kita hidupkan,” tegasnya.

Sementara itu, Antonius Fokki Ardiyanto mengatakan bahwa 81 tahun Indonesia merdeka seharusnya menjadi momentum untuk terus mempertanyakan apakah kemerdekaan sudah benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat, terutama rakyat kecil dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian negara.

Menurut Antonius, kemerdekaan dalam perspektif perjuangan kerakyatan bukan sekadar terbebas dari penjajahan secara politik, tetapi juga terbebas dari kemiskinan, ketidakadilan, keterbatasan akses kesehatan, pendidikan serta berbagai bentuk ketimpangan sosial.

“Bung Karno mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan harus menjadi jembatan emas menuju masyarakat yang adil dan makmur. Karena itu, kemerdekaan tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang kuat secara ekonomi. Kemerdekaan harus dirasakan oleh Marhaen, oleh rakyat kecil, oleh mereka yang setiap hari bekerja keras untuk mempertahankan kehidupannya,” kata Antonius.

Ia menilai kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan Arus Bawah merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong dan politik yang membumi.

“Kita tidak sedang melakukan sesuatu yang besar secara seremonial. Tetapi justru dari hal-hal sederhana seperti memeriksa kesehatan warga, mendengarkan keluhan mereka dan hadir bersama mereka, kita sedang membangun kembali rasa percaya bahwa politik harus mempunyai wajah kemanusiaan,” ungkapnya.

Antonius juga menegaskan bahwa Bulan Kebangsaan tidak boleh berakhir bersamaan dengan berakhirnya rangkaian acara peringatan kemerdekaan.

“Bulan Kebangsaan boleh kita akhiri secara kalender, tetapi semangat kebangsaannya tidak boleh berakhir. Merah Putih bukan hanya bendera yang kita kibarkan pada bulan Agustus. Merah Putih harus hadir dalam keberpihakan kepada rakyat, dalam gotong royong, dalam perjuangan melawan ketidakadilan dan dalam usaha memastikan tidak ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.

Kegiatan di Kampung Sitisewu tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta memilih jalan politik yang dekat dengan rakyat. Dari kampung ke kampung, kegiatan sosial menjadi ruang untuk membangun solidaritas, memperkuat gotong royong serta memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti sebagai slogan.

Bagi Arus Bawah, kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata. Sebab, sebagaimana semangat perjuangan Marhaenisme, rakyat bukan sekadar objek pembangunan maupun objek politik, melainkan subjek utama dari perjalanan bangsa Indonesia.

Kemerdekaan telah diperjuangkan oleh para pendahulu. Tugas generasi hari ini adalah memastikan kemerdekaan itu benar-benar dirasakan oleh rakyat.

Warta: Kristanto.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *