Karcis Parkir Tahap 3 Dalam Proses Percetakan, Jukir Tidak Perlu Risau

Bengkulu, – KABAR EKSPRES II Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bengkulu Gita Gama Raniputera, SE, MM., mengatakan karcis parkir tahap ke-3 sedang dalam proses dicetak oleh Badan Pendapatan Daerag (Bapenda) Kota Bengkulu dan juru parkir (Jukir) di Kota Bengkulu tidak perlu bimbang lagi.

“Para Jukir tidak perlu risau, karena realisasi karcis untuk tahap tiga sudah masuk masa cetak, dan sebenar lagi selesai,” ucap Gita saat diwawancarai, Senin (20/5/2024).

Dikatakan Gita, dengan masuknya tahap cetak karcis parkir ini, ia berharap jukir bisa bersabar menunggu jadinya karcis, dan masyarakat diminta untuk mengerti dengan keadaan ini. Dengan belum adanya karcis parkir lantaran masih dicetak ini, Pemkot menganjurkan jukir menarik uang parkir seiklasnya.

“Tetapi dengan keadaan seperti ini, maka untuk solusi dengan belum ada karcis diimbau pada jukir untuk tarik seiklasnya saja,” lanjut Gita.

Karcis Parkir Tahap 3 Dalam Proses Percetakan, Jukir Tidak Perlu Risau

Ditambah Gita, karcis ini wajib diberikan oleh jukir kepada masyarakat yang menggunakan jasa parkir dan jukir wajib menggunakan rompi tanda parkir, apabila jukir tidak menggunakan rompi dan memberi karcis, masyarakat boleh tidak membayar parkir.

“Karcis memang wajib diberikan kepada masyakarat karena hal tersebut adalah bentuk syarat administratif, dan jukir wajib menggunakan atribut seperti rompi, apabila tidak menggunkan rompi dan memberi karcis, masyarakat boleh tidak membayar, hal ini sudah dibenarkan oleh Bapenda kemarin,” ujar Gita.

Dijelaskan Gita, Percetakan karcis ini sedikit terlambat pengerjaannya karena beberapa waktu yang lalu juga bertepatan dengan Idul Fitri, dan perusahaan percetakan yang libur.

“Menurut informasi dari Bapenda Kota Bengkulu anggaran untuk mencetak karcis ini sebesar Rp20 juta,” tutup Gita.

Reporter : Team Kabar Ekpress Bengkulu

Siabu peringati hari kebangkitan nasional 20 mei 2024,camat jadi irup upacara

Mandailing Natal, – KABAR EKSPRES II Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air, Hari-hari ini kita dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Hari-hari ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua.

Refleksi atas pilihan tersebut bisa kita rujuk dengan “berkunjung kembali” kepada gagasan awal menjadikan dan membentuk Indonesia. Bagaimana sejarah telah membentuk kebangsaan kita. Sejarah diperlukan bukan karena sensasi politiknya.

Juga bukan sebagai sumber keteladanan nilai semata-mata. Tetapi pada percakapan terus menerus tentang kemajuan, kemanusiaan dan kesejahteraan. Keteladanan tidak harus diikatkan pada masa lalu. Namun dapat dikaitkan dengan masa depan, yaitu pada ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban.

Lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Boedi Oetomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini.

Siabu peringati hari kebangkitan nasional 20 mei 2024,camat jadi irup upacara

Organisasi Boedi Oetomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi modern. Banyak orang menaruh harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda.

Bahkan Van Deventer, seorang tokoh politik etis Belanda, menyatakan: “Sesuatu yang ajaib sedang terjadi, Insulinde molek yang sedang tidur, sudah terbangun”.

Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan. Dari sana timbul pula pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda.

Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air,
Apa yang telah dirintis Boedi Oetomo dilanjutkan oleh banyak organisasi lain yang muncul belakangan. Nasionalisme Jawa khas Boedi Oetomo diperluas menjadi nasionalisme yang mencakup keseluruhan orang-orang di Hindia Belanda.

Pendidikan yang hanya ditujukan pada priayi Jawa diperluas menjadi pendidikan untuk seluruh rakyat Bumiputera. Perjuangan memajukan kebudayaan Jawa diperluas menjadi perjuangan politik mengusir penjajahan Belanda. Perluasan dari cita-cita yang telah ditumbuhkan oleh Boedi Oetomo mencapai titik puncaknya pada proklamasi kemerdekaan.

Sebelum Boedi Oetomo, adalah Kartini, perempuan dari kota kecil Jepara, yang mengawali lahirnya gagasan kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, keadilan, persaudaraan dan kemajuan melalui tulisan-tulisannya yang tersiar ke penjuru dunia.

Dialah yang menggodok aspirasi-aspirasi kemajuan di Indonesia untuk pertama kali muncul sejak lebih dari seabad lalu. Di tangannya kemajuan itu dirumuskan, diperinci, dan diperjuangkan, untuk kemudian menjadi milik seluruh bangsa Indonesia.

Ia sadar betul bahwa dalam zaman baru yang modern, peralatan paling mumpuni adalah pendidikan. Pendidikan adalah wahana untuk membebaskan manusia, sekaligus membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan. Bagi Kartini, pendidikan merupakan jalan yang dapat menguak horizon dan peradaban baru bagi kaum Bumiputera.

Kartini merupakan pembaharu dalam menggagas sebuah imajinasi mengenai sebuah tatanan masyarakat yang merdeka, dan sebuah cita-cita ideal baru tentang bangsa yang lebih besar dibandingkan asal-usul sosialnya sendiri.

Apa yang digagas Kartini telah jauh melampaui kisah hidupnya sendiri. Ia telah memberikan inspirasi penting bagi sumbu-sumbu kecil, yakni para kaum muda “embrio bangsa”, yang perlahan menjadi nyala berkobar yang kemudian kita kenal sebagai pergerakan kebangkitan nasional.

Embrio Indonesia lahir dari kemajuan modern dan pencerahan, dari kaum muda berpendidikan yang tidak kehilangan identitas ke-Indonesiaannya. Embrio Indonesia lahir dari keragaman pikiran para “kaum muda” sebagai “embrio bangsa”.

Di tangan kaum muda terdidik inilah cita-cita kemerdekaan dan kebebasan dirumuskan dan diperjuangkan. Alam kemerdekaan hanya bisa dicapai jika manusia setara dan bebas. Manusia yang bebas dan setara hanya dimungkinkan jika manusia tersebut terpelajar dan berpendidikan.

Dari merekalah semangat kebangkitan nasional lahir. Kebangkitan nasional adalah penanda lahirnya zaman baru. Pencetus cara berpikir baru. Semangat kebangkitan nasional merumuskan kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia.

Apa yang digagas Boedi Oetomo, Kartini dan para embrio bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai “jembatan emas”. Kemerdekaan dibayangkan Bung Karno sebagai sebuah “jembatan emas” yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri.

Bung Karno juga menekankan bahwa di ujung “jembatan emas” akan selalu ada kemungkinan yang dapat membawa Indonesia menuju kebaikan ataupun sebaliknya, yang dalam bahasa Bung Karno “bahagia bersama atau menangis bersama”. Di sinilah Bung Karno mengingatkan kita pentingnya “momen” agar kita mengambil keputusan yang tepat dan cermat untuk membawa kita pada jalan yang mengarah kepada kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air,
Hari ini, kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru.

Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner.

Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong “Indonesia Emas”.

Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. Teknologi digital, misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang.

Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini. Teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara.

Sementara itu, di hadapan kita telah terbentang potensi kekuatan yang siap merambah dunia. Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60% penduduk Indonesia dalam dua dekade ini menjadi tenaga usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.

Sebagaimana telah berkali-kali dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi. Presiden juga menekankan bagaimana di dalam sejarah peradaban negara-negara dan bangsa-bangsa, kesempatan itu hanya datang satu kali, oleh karenanya kita sama sekali tidak boleh keliru dalam memilih langkah.

Saudara-Saudari Sebangsa dan Setanah Air,
Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79,5% dari total populasi. Ini diperkuat dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada Tahun 2030.

Dalam aspek bisnis, sosial, dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. Sementara itu, dalam aspek sosial dan lingkungan, transformasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Potensi-potensi ini tentu mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045.

Dengan pencanangan percepatan transformasi digital nasional oleh Bapak Presiden Joko Widodo yang dipacu beberapa tahun terakhir ini, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti. Hasil demi hasil bisa mulai dinikmati, mulai dari kalangan perkotaan sampai dengan pedesaan, di seluruh penjuru tanah air.

Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa.

Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan berjalan khidmad di hadiri forkopincam plus siabu Kepala sekolah se kecamatan siabu Kepala desa se kecamatan siabu,siswa siswi sekolah menengah atas (SMA) sekolah menengah pertama (SMP) sekolah dasar (SD)

Reporter : Magrifatulloh.

Forum Kepala Desa BPR Ranau Tengah Laksanakan Penyuluhan Bahaya Narkoba.

OKU Selatan, – KABAR EKSPRES II Sebagai bentuk kepedulian para Kepala Desa di wilayah Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah ( BPR RT ) kepada seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan BPR Ranau tengah, Melalui Forum Kepala Desa se Kecamatan BPR Ranau tengah melaksanakan penyuluhan bahaya narkoba. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin (20/05/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh Camat BPR Ranau tengah Sarnubi,SP. Kasi Pemerintahan Kecamatan,SE,Para Kepala Desa dan pendamping Desa. Adapun sebagai peserta nya adalah para perangkat Desa diambil 5 orang perangkat Desa dari tiap Desa se kecamatan BPR Ranau tengah yang berjumlah 105 orang..Sedangkan sebagai narasumber dalam kegiatan ini berasal dari polres OKU Selatan yaitu :
1.Toni Aji,SH.MH (KBO Narkoba )
2.Nyoman Artika,SE.
3.Aditya Anugrah Prasetya (BA SIDES OKUS)
4.Nur Aulia Ayu Lestari ,A.Md.Kes ( Phl SIDOKES OKUS).

Forum Kepala Desa BPR Ranau Tengah Laksanakan Penyuluhan Bahaya Narkoba.

Ketua pelaksana kegiatan Hatta,SE.MM yang juga sebagai Kepala Desa Hangkusa dalam sambutan nya menyampaikan bahwa kegiatan ini berawal dari pemikiran para Kepala Desa di Kecamatan BPR Ranau tengah, dimana selama ini seperti diketahui bahwa penyebaran narkoba khususnya di wilayah BPR Ranau tengah ini sudah sangat mengkhawatirkan, untuk itu sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab sebagai pemimpin di Desa maka para Kepala Desa berinisiatif untuk melaksanakan penyuluhan bahaya narkoba.

Adapun sumber dana kegiatan berasal dari anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2024. Setiap Desa berdasarkan musyawarah forum dan Pendamping Desa memberikan sokongan dana untuk kegiatan. Yang diperuntukkan sebagai biaya konsumsi,atk sewa gedung dan transportasi peserta.

Melalui Ipda Toni Aji,SH.MH KBO Narkoba Polres OKU Selatan selaku narasumber kegiatan menyampaikan rasa apresiasi kepada para Kepala Desa di wilayah Kecamatan BPR Ranau tengah yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini.

“ Kegiatan penyuluhan ini sangat bermanfaat untuk kita semua,kita punya tanggung jawab kepada keluarga kita, kepada masyarakat lingkungan kita. Untuk itu kami sangat mengapresiasi kegiatan penyuluhan ini. “ Ungkap Toni Aji.

“ Pesan kami jauhi Narkoba, mari kita jaga keluarga kita, masyarakat lingkungan kita jangan sampai terpengaruh oleh kegiatan yang merugikan khususnya narkoba ini “ sambung Toni Aji.

Reporter: Udin IWO I

Titik konflik bertambah, ATR-BPN dan GTRA didesak agar periksa legalitas PT DDP

Bengkulu, – KABAR EKSPRES II Dalam kurun waktu dua tahun terakhir konflik antara petani dengan perusahaan perkebunan sawit PT Daria Dharma Pratama (PT DDP) di Kabupaten Mukomuko tak ada hentinya.

Kali ini bentrok fisik antara anggota petani yang bergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Desa Air Berau dengan 40 anggota securiti PT DDP yang dikawal anggota Brimob yang mengakibatkan 4 orang petani terluka dan dirawat di Puskesmas Pondok Suguh.

Kejadian pada Kamis 16 Mei 2024 bermula saat anggota petani KMS membersihkan dan memanen sawit di lahan garapan mereka. Setelah panen, pihak satpam perusahaan PT. DDP Air Berau Estate yang dikawal oleh Brimob merebut buah hasil panen tersebut dan terjadilah keributan dan bentrok fisik pun tak terelakkan.

Kasus ini merupakan titik konflik ke-4 di atas areal yang diklaim PT DDP. Sebelumnya, konflik agraria juga pecah di wilayah Desa Bunga Tanjung, di Desa Air Sule/Serami Baru antara PT DDP dengan kelompok petani Tanjung Sakti dan antara PT DDP dengan kelompok petani Maju Bersama di wilayah Malin Deman.

Sebelumnya, PT DDP menggugat perdata tiga orang anggota petani Tanjung Sakti atas nama Harapandi, Rasuli dan Ibnu Amin. Ketiga petani ini dituntut ganti rugi materil dan immaterial sebesar Rp7,2 miliar.

Titik konflik bertambah, ATR-BPN dan GTRA didesak agar periksa legalitas PT DDP

Ketiga petani digugat berdasarkan pasal 1365 KUHPerdata, tentang perbuatan melawan hukum dengan tuduhan petani menduduki dan membangun bangunan liar diatas lahan HGU milik PT DDP No 125, mengambil hasil panen di lahan milik PT DDP dan menghalang-halangi kegiatan usaha perkebunan.

“Padahal sebelum kami membersihkan lahan yang diusahakan saat ini, petani telah menanyakan status lahan ke PT DDP dan jawaban pihak perusahaan bahwa wilayah tersebut belum memiliki HGU,” kata Harapandi, petani Tanjung Sakti.

Hal tersebut diperkuat dengan surat PT DDP No 113/DDP-APE/III/2022 yang ditujukan kepada organisasi Serikat Tani Bengkulu, salah satu poinnya menyebutkan areal divisi V dan VII APE berada di luar HGU PT DDP dan statusnya adalah izin lokasi PT DDP.
Mirisnya, saat kasus bergulir di pengadilan, pada 18 Maret 2023, sebanyak 16 pondok milik petani Tanjung Sakti dibakar dan kuat dugaan dilakukan oleh karyawan PT. DDP. Kasus ini telah dilaporkan dan ditangani oleh Polres kabupaten Mukomuko.

Konflik berikutnya antara PT DDP dengan kelompok petani Maju Bersama di Malin Deman yang berlangsung selama 26 tahun tanpa ada penyelesaian tegas dari pemerintah pusat maupun daerah.

Konflik bermula pada 1997 saat PT BBS menghentikan aktivitas perkebunan dan para petani menggarap lahan yang ditelantarkan tersebut dengan bertanam kelapa sawit, karet, jengkol, durian dan tanaman lainnya.

Lalu pada 2005, PT DDP muncul dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa lahan tersebut sudah dibeli dari PT BBS. Sejak itu, PT DDP mulai menggarap lahan dengan cara menggusur dan memaksa petani menerima kompensasi bahkan mengintimidasi petani. Di atas lahan ini PT DDP menanam komoditas sawit yang berbeda dengan komoditas yang ada dalam HGU PT BBS yaitu kakao.

Puluhan petani telah menjadi korban kriminalisasi dari konflik agraria tersebut. Pada Oktober 2022, setelah bentrok fisik, terjadi kesepakatan damai antara petani dengan PT DDP yang difasilitasi Kapolres Mukomuko dan Ketua DPRD Mukomuko menyepakati kedua pihak menahan diri sambil menunggu proses penyelesaian konflik agraria di atas lahan itu.

Ketua DPRD Mukomuko saat itu juga berjanji akan mencari solusi terbaik atas konflik agraria yang terjadi di lahan eks PT BBS yang terindikasi terlantar berdasarkan surat No. 3207/22.15-500/VIII/2009 yang dikeluarkan oleh Kementerian ATR BPN tahun 2009.

Ketua Kanopi Hijau Indonesia Ali Akbar mendesak Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dan Menteri ATR/BPN RI untuk menurunkan tim ke lapangan memastikan legalitas PT DDP di Mukomuko sebelum jatuh korban terlalu banyak.

“Prinsip pengelolaan tanah itu adalah distribusi yang adil berlandaskan legalitas sempurna. Kami melihat dengan merebaknya konflik antara petani dengan PT DDP sebagai pertanda ada hal yang tidak beres dalam sistem tata kelola tanah di Kabupaten Mukomuko,” kata Ali.

Negara, dalam hal ini ATR-BPN selaku pemberi legalitas didesak segera turun tangan menyelesaikan masalah ini.

“Sementara gubernur selaku Ketua GTRA jangan berpangku tangan, rakyat telah terluka, korban telah jatuh, menjadi tugas Ketua GTRA untuk menjembatani semua konflik atas tanah dengan mengedepankan petani sebagai kelompok yg dibela dan dinomorsatukan,” katanya.

Reporter : Team Kabar Ekpress Bengkulu

Perbaikan SMKN 3 Kota Bengkulu Masuk Proses Lelang

Bengkulu, – KABAR EKSPRES II Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Saidirman menjelaskan untuk proses perbaikan gedung SMK Negeri 3 Kota Bengkulu akan segera dilakukan dan proses lelang pekerjaannya sedang belangsung, perbaikan ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesad Rp5 miliar.

“Untuk perbaikan gedung SMK Negeri 3 Kota Bengkulu ini sedang dalam proses lelang, dana pengerjaan dari DAK sebesar Rp5 miliar, karena tidak ada sumber dana lain jadi nanti perbaikan tersebut dilakukan menyesuaikan anggaran,” jelas Saidirman, Minggu (19/5/2024).

Ditambahkan Saidirman, ketersediaan dana tersebut tidak mencukupi untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang ada, jadi untuk tahapan awal ini akan lebih diutamakan untuk pembangunan ruang kelas terlebih dahulu.

Perbaikan SMKN 3 Kota Bengkulu Masuk Proses Lelang

“Untuk perbaikan seluruh ruangan yang rusak diperkirakan itu membutuhkan anggaran sebesar Rp15 miliar, kita juga sebelumnya sudah mengupayakan dengan pengajuan penganggaran ke Kementerian Pendidikan tetapi belum disetujui,” katanya.

Kerusakan yang terjadi akibat kebakaran ini yaitu 33 ruangan termasuk kelas, laboratorium, musholla, dan perpustakaan. Dengan kerusakan kelas ini kegiatan belajar sebagian dipindahkan ke sekolah di Lempuing.

Reporter : Team Kabar Ekpress Bengkulu

Menhan Prabowo Hadiri The 10th World Water Forum Yang Dibuka Resmi Presiden Jokowi di Bali

Bali, – KABAR EKSPRES II Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo Subianto menghadiri acara forum air terbesar sedunia, “The 10th World Water Forum (WWF) yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Bali Internasional Convention Center (BICC), Senin (20/05/2024).

Acara ini turut dihadiri para pemimpin negara sahabat, pimpinan organisasi internasional, dan Presiden Dewan Air Dunia.

Sebelum dibuka, Presiden Jokowi terlebih dahulu melakukan penyambutan para kepala negara dan delegasi yang hadir sekitar pukul 08.30 WITA. Seluruh delegasi yang hadir akan membahas isu air dan sanitasi global yang kini menjadi perhatian dunia.

“Selamat datang di Bali. Suatu kehormatan bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Forum Air Sedunia yang ke-10, untuk meneguhkan komitmen bersama dan merumuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Presiden.

Presiden juga menekankan bahwa air adalah sumber kehidupan dan juga merupakan simbol keseimbangan dan keharmonisan. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, air juga dapat menjadi sumber bencana.

Menhan Prabowo Hadiri The 10th World Water Forum Yang Dibuka Resmi Presiden Jokowi di Bali

Sebagai negara dengan luas perairan yang mencapai 65%, Indonesia kaya kearifan lokal dalam pengelolaan air. Mulai dari sepanjang garis pantai, pinggiran aliran sungai sampai tepian danau. “Masyarakat kami memiliki nilai budaya terhadap air salah satunya adalah sistem pengairan subak di Bali yang dipraktekkan sejak abad ke-11 yang lalu. Dan diakui sebagai warisan budaya dunia,” jelas Presiden Jokowi.

Sejalan dengan tema WWF ke-10, yaitu Water For Shared Prosperity / Air Bagi Kemakmuran Bersama. Presiden menekankan bahwa tema tersebut dapat dimaknai menjadi 3 (tiga) prinsip dasar yaitu menghindari persaingan mengedepankan pemerataan, dan kerja sama inklusif, serta menyokong perdamaian dan kemakmuran bersama. Di mana ketiganya hanya bisa terwujud dengan sebuah kata kunci yaitu kolaborasi.

Untuk itu, Presiden Jokowi berharap dunia dapat saling bergandengan tangan secara berkesinambungan untuk dapat memperkuat komitmen kolaborasi dalam mengatasi tantangan global terkait air.

Sebelum membuka acara The 10 th World Water Forum 2024, Dalam sambutannya Presiden Jokowi turut memperkenalkan Menhan Prabowo, yang diharapkan akan melanjutkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi terhadap pengelolaan air dunia.

Saat membuka The 10th World Water Forum, Presiden Jokowi turut didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon. (Biro Humas Setjen Kemhan)

Reporter: Casroni

Upacara Harkitnas ke 116 Lintas sektor kecamatan bukit malintang Mahdi Gultom Jadi Irup .

Madina, – KABAT EKSPRES II Upacara hari kebangkitan nasional yang ke 116 di gelar di halaman kantor camat keamatan bukit malintang. Acara ini di hadiri koramil 12 siabu, kupt puskesmas bukit malintang, Bp3k bange, kupt pertanian, upt bkkbn/kb, kepala desa bange nauli, kepala desa bange, kepala desa hutabangun jae, kepala desa pasar baru malintang, kepala desa malintang jae, kepala desa malintang julu, kepala desa lambou dahrul ihsan, kepala desa malintang, kepala desa sidojadi, kepala desa janji matogu, kepala desa hutabangun, para kepala sekolah kec, bukit malintang, polsek sektor siabu mewakili aipda ilham harap, kepala KUA bukit malintang, sebagai inspektur upacara camat bukit malintang Mahdi gultom S.pd, pembawa doa kepala KUA bukit malintang Abdurohmat nasution S.Hi,MH. Sebagai komandan upacara Serda Bahrun wali, senin (20/05/2024).

Upacara Harkitnas ke 116 Lintas sektor kecamatan bukit malintang Mahdi Gultom Jadi Irup .

Camat bukit malintang Mahdi gultom S,pd dalam pidatonya menyampaikan”, hari ini kita di hadapkan pada suatu realitas terang, kemajuan teknologi yang melesat cepat, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 mei 1908 lahir organisasi boedi oetomo, yang telah menumbuhkan bibit bagi cita – cita kemerdekaan indonesia. Organisasi boedi utomo berawal dari sejumlah dokterdan calon dokter di batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi moderen, bahkan van deventer seorang tokoh politik etis belanda menyatakan” Sesuatu yang ajaib sedang terjadi / “Insulinde molek” yang sedang tertidur sudah terbangun. Boedi utomo adalah simbol dari hari kebangkitan nasional yang kita rayakan hari ini”. Punkasnya.

Reporter : Magrifatulloh.

Kodim 0713/Brebes Adakan Screening Operasi Katarak Gratis

Brebes, – KABAR EKSPRES II Kodim 0713/Brebes bekerjasama dengan Yayasan Lentera Mata Indonesia ( YLMI), Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dan Klinik Pratama Kartika 13 Brebes menyelenggarakan screening dalam rangka operasi Katarak gratis di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang. Minggu (19/5/2024)

Kegiatan ini digelar sebagai wujud kepedulian sosial yang bersifat positif dalam merespon kesulitan masyarakat yang menderita penyakit Katarak, terutama untuk meringankan beban finansial dalam membantu penyembuhan penyakit mata mereka.

Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E.,M.Si melalui Pasiter Kapten Arh Suryadi, SH menyampaikan, pelaksanaan screening ini bertujuan untuk menentukan tingkat kelayakan penyakit katarak yang diderita masyarakat untuk dioperasi.

Kodim 0713/Brebes Adakan Screening Operasi Katarak Gratis

Harapan kami selaku aparat teritorial tentunya untuk membantu pemerintah daerah turut berpatisipasi dan meningkatkan kepedulian sosialnya terhadap masyarakat, mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat berupa penyakit katarak, ““jelas Kapten Arh Suryadi, SH”.”.

Dr. Aulia Ramadhan mengatakan bahwa screening ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi penyakit pada komunitas awal. Sehingga, dapat ditentukan tindakan yang akan dilakukan kepada pasien.
“Apakah akan dilakukan tindakan operasi, atau hanya akan diberikan obat,” ungkapnya.

Tercatat sebanyak 195 orang terdaftar yang mayoritas Lansia terlihat antusias mengikuti pemeriksaan, oleh Tim medis YLMI dinyatakan terdapat 50 orang yang layak untuk melakukan operasi katarak.

Reporter: Casroni

Polri Amankan Opening Ceremony WWF Ke-10 di Bali Hari Ini

Bali, KABAR EKSPRES II Polri amankan 3 venue utama World Water Forum (WWF) yang berlangsung hari ini. Agenda Opening Ceremony WWF pagi ini di Bali Internasional Convention Center (BICC) menjadi salah satu titik yang diamankan Polri.

Karopenmas Divisi Hums Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan bahwa Kapolri, pejabat Ops Puri Agung 2024 hingga Kapolda Bali, memantau opening ceremony di Posko Command Center 91 di ITDC.

“Hari ini tepatnya 20 Mei 2024 adalah kegiatan Opening Ceremony yang ada di lingkungan ITDC. Persiapannya adalah saat ini kami dari posko ITDC bisa memonitor, Bapak Kapolri beserta pejabat dari Ops Puri Agung dan Bapak Kapolda (Bali) sedang melakukan pengawasan, monitoring dan pengendalian dari posko Command Center 91 di ITDC,” terang Brigjen Trunoyudo, Senin (20/5/2024).

Polri Amankan Opening Ceremony WWF Ke-10 di Bali Hari Ini

Adapun 3 venue WWF yang diamankan Polri hari ini yaitu BICC, Hotel Grand Hyatt, dan Bali Nusa Dua Convention Center. Beberapa persiapkan sudah dilaksanakan Polri untuk mengamankan WWF, seprti Tactical Floor Game, Latpraops, hingga sinergi dengan TNI serta stakeholder lainnya.

“Perlu diketahui dari 43 negara yang dipersiapan baik dari kepala negara, pemerintah kemudian juga ministerial, partisipan, dan juga ada 4 organisasi internasional,” ujar Karopenmas.

Karopenmas mengatakan, Polri menyiapkan 242 personel untuk pengamanan agenda utama WWF hari ini. Mulai dari persiapan opening ceremony, saat opening ceremony, hingga akhir agenda hari ini.

Terkait persiapan opening ceremony, Karopenmas mengatakan Brimon bersama Detasemen K9 sudah melakukan sterilisasi venue. Selain itu ada pengamanan berlapis dan pengawalan para delegasi hingga venue opening ceremony.

“Tadi kami sampaikan dari Paspampres untuk ring 1, kemudian TNI ring 2 dan Polri dan stakeholder lainnya ada pada ring 3. Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi indonesia event yang betul-betul menjadi kepercayaan dunia internasional, maka kami juga menghimbau terimakasih, apresiasi dan partisipasi dengan turut serta, kearifan lokalnya juga ikut serta berpartisipasi serta seluruh elemen masyarakat,” kata dia.

Reporter: Agus

Peringati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2024, Polres Metro Jakarta Barat Gelar Upacara Bendera

Jakarta Barat, – KABAR EKSPRES II Polres Metro Jakarta Barat menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke 116 Tahun 2024 yang dilaksanakan di halaman Polres Metro Jakarta Barat pada Senin, 20/5/2024.

Upacara ini mengusung tema “Bangkit Untuk Indonesia Emas”.

Dalam upacara tersebut, Wakapolres Metro Jakarta Barat AKBP Sarly Sollu bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam arahannya, AKBP Sarly Sollu membacakan amanat dari Menkominfo, yang menekankan pentingnya kemajuan teknologi sebagai bagian dari pembangunan bangsa.

“Hari-hari ini kita dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia,” ujar AKBP Sarly Sollu dalam amanatnya.

Ia menambahkan bahwa periode ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang sangat menentukan langkah Indonesia dalam mewujudkan kemajuan tersebut.

Refleksi atas pilihan ini merujuk pada gagasan awal pembentukan Indonesia dan sejarah yang telah membentuk kebangsaan kita.

Sejarah, menurutnya, diperlukan bukan hanya sebagai sumber keteladanan, tetapi juga sebagai percakapan terus menerus tentang kemajuan, kemanusiaan, dan kesejahteraan.

Dengan Tema “Bangkit Untuk Indonesia Emas”, Polres Metro Jakarta Barat Peringati Hari Kebangkitan Nasional Dengan Upacara Bendera

AKBP Sarly Sollu mengingatkan bahwa lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo yang menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Hari berdirinya Boedi Oetomo inilah yang menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini.

“Organisasi Boedi Oetomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi modern. Banyak orang menaruh harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda,” lanjutnya.

AKBP Sarly Sollu juga menekankan bagaimana nasionalisme Jawa khas Boedi Oetomo diperluas menjadi nasionalisme yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda, dan pendidikan yang hanya ditujukan pada priayi Jawa diperluas menjadi pendidikan untuk seluruh rakyat Bumiputera.

Perjuangan memajukan kebudayaan Jawa pun diperluas menjadi perjuangan politik mengusir penjajahan Belanda.

Sebelum Boedi Oetomo, ada Kartini, perempuan dari kota kecil Jepara, yang mengawali lahirnya gagasan kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, keadilan, persaudaraan, dan kemajuan melalui tulisan-tulisannya yang tersiar ke penjuru dunia. Kartini sadar bahwa dalam zaman modern, pendidikan adalah wahana untuk membebaskan manusia dan bangsa dari belenggu penjajahan.

“Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru. Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban. Penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong ‘Indonesia Emas’,” ujar AKBP Sarly Sollu.

Ia menutup amanatnya dengan menegaskan bahwa inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari dengan kecepatan bak lompatan kuantum.

Dalam dua dekade terakhir, perubahannya sangat pesat, dan teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia.

Dengan bonus demografi yang menunjukkan 60% penduduk Indonesia dalam usia produktif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju dalam 10 hingga 15 tahun ke depan.

Upacara bendera ini dihadiri oleh seluruh personel Polres Metro Jakarta Barat dan menjadi momentum penting untuk merefleksikan semangat kebangkitan nasional dalam menghadapi tantangan dan peluang di era modern ini.

Reporter: Casroni