Tegal, – KABAR EKSPRES IIKapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun, S.H., S.I.K., menerapkan strategi jitu sebagai upaya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Tegal dalam rangka libur panjang Hari Raya waisak yang bertepatan tanggal 23 – 26 Mei 2024.
146 orang dilibatkan dalam pengamanan yang berfokus pada tempat ibadah dan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi destinasi wisata favorit dari masyarakat baik dari dalam maupun luar Kabupaten Tegal.
Pada tempat ibadah, terdapat 1 Vihara Budda Sasana Dipa Slawi yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Slawi mendapatkan pelayanan sterilisasi dari Unit Satwa Satsamapta dan dijadikan sebagai titik Patroli antisipasi gangguan keamanan yang mungkin terjadi.
4 Hari Longweekend Hari Waisak 2024, Polres Tegal Siagakan 146 Anggota
Pada obyek wisata, Kapolres Tegal menerangkan “Untuk Jalur menuju obyek Wisata guci yang diperkirakan akan mengalami peningkatan volume arusnya, kami menyiagakan 146 orang yang bertugas selama 23-16 Mei 2024 melakukan pengaturan dan penguraian arus lalu lintas serta patroli di jalur lintas menuju (Obyek Wisata) Guci Kabupaten Tegal,” terangnya.
Wakapolres Tegal Kompol M. Iskandarsyah, S.P., S.I.K., M.M., menambahkan “Pada obyek wisata lain, 18 Kapolsek Jajaran Polres Tegal telah bersiaga sebagai kepala pengamanan wilayahnya seperti di Pantai Purwahamba Indah, Waduk Cacaban dan Rodjo Tater yang menjadi alternatif favorit masyarakat di Kabupaten Tegal maupun maupun obyek-obyek vital sesuai dengan surat perintah Kapolres Tegal (Sprin/ 706/ V/ PAM.3.3./ 2024 tanggal 22 Mei 2024 tentang pengamanan libur panjang Peringatan Hari Raya Waisak 2024),” tambahnya.
https://kabarekspres.co.idco.id II Untuk mengetuk dan membuka pintu masuk “Indonesia Emas” pada tahun 2045 — saat Indonesia berusia seabad— diperlukan kesiapan dan ketangguhan generasi hari ini membekali diri dengan ilmu, pengetahuan serta keterampilan yang mumpuni yang terbingkai dalam Budi pekerti yang luhur untuk membangun bangsa dan negara Indonesia tampil dalam berbagai segi kehidupan yang unggul, terdepan serta kesadaran semua pihak untuk memposisikan Indonesia sebagai mercu suar dunia.
Karena itu bidang pendidikan hingga turunannya seperti pelatihan keterampilan yang berdaya guna, mulai dari kehidupan petani, nelayan serta butuh dan kaum profesional harus bangkit bersama mempersiapkan generasi pembuka dan pengelola “Indonesia Emas” yang telah dimimpikan jauh sebelum Indonesia merdeka hingga menjadi kesepakatan tekad bersama segenap elemen bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan serta kecerdasan seluruh anak bangsa, seperti yang dipermanenkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.
Persiapan Generasi Milenial Hari Ini Untuk Membuka & Masuk ke Gerbang Indonesia Emas Pada Tahun 2045
Untuk mewujudkan “Indonesia Emas” selama 20 tahun ke depan — terbilang dari hari ini — jelas waktunya tinggal satu generasi lagi. Sehingga harus dilakukan dengan semangat revolusioner yang kuat dan teguh, sebab pintu gerbang Indonesia Emas yang hendak dibuka itu, akan semakin berat dan sulit akibat perkembangan peradaban manusia yang semakin mendesak dan menggerus berbagai perangkat dari seluruh yang dilakukan untuk mempersiapkan diri secara bersama membuka dan memasuki gerbang Indonesia Emas itu, tanpa satu pun dari elemen warga bangsa Indonesia yang boleh tertinggal atau ditinggalkan.
Agaknya, inilah yang dimaksud para pendiri republik ini dahulu dari tujuan pembangunan semesta yang menyeluruh serta komprehensif tanpa harus menggusur atau merusak jagat raya milik Indonesia yang sungguh kaya raya ini. Maka itu, rinciannya mulai dari rakyat yang paling jauh tertinggal — seperti mereka yang terus setia merawat kampung halamannya masing-masing, harus mendapat prioritas pertama, yaitu petani, nelayan dan buruh serta pekerja kreatif — pengrajin — yang setia mengelola bahan mentah lokal untuk konsumsi nasional dan internasional dengan kemampuan bersaing yang kuat dalam mekanisme pasat yang sehat. Karena itu peranan pemerintah untuk memberi perhatian serta dukungan yang nyata sangat diperlukan agar bidang industri kecil yang dikelola oleh warga masyarakat, tidak cuma sekedar dilindungi, tapi diasuh untuk menjadi bagian dari solo guru bangsa menghadapi pertarungan global dengan bangsa asing. Dari perspektif inilah, arus deras tenaga kerja asing patut dibatasi untuk membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal — serta merek yang menjadi tenaga kerja di negeri asing — untuk dapat mengisi sepenuhnya hasil pembangunan dalam upaya membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya di dalam negeri sendiri.
Bahkan, akan menjadi lebih ideal lagi bila pemerintah berkenan memanggil seluruh anak bangsa Indonesia yang telah memiliki reputasi dan karier serta kemampuan profesi yang berada di negeri orang itu untuk ikut membangun negerinya sendiri. Setidaknya dengan gerakan yang lebih bersifat revolusioner ini, khayalan segenap anak bangsa untuk memasuki gerbang Indonesia Emas yang di angan-angan itu tidak sekedar mimpi belaka. Maka gerakan yang nyata harus sudah dilakukan mulai hari ini agar dapat segera bergulir untuk mendekat pada realitas yang kongkrit. Bukan bulan dan khayalan kosong. (red)
Brebes, – KABAR EKSPRES II Semakin bertambah dewasa, usia Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) PGRI sudah ke-74 tahun. Tentu saja, kedewasaan ini akan semakin memotivasi dan semangatnyapun yang lebih besar dalam pengabdian dan karyanya di sektor pendidikan. Maka teruslah belajar, berkarya dan berkreasi, sebagai upaya untuk mencetak generasi muda Kabupaten Brebes yang cerdas, handal dan tawakal.
Demikian pesan yang disampaikan Plh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Brebes Ananto Heriwibowo SH Msi mewakili Penjabat Bupati Brebes saat membuka lomba HUT IGTKI-PGRI KE-74 tahun 2024 di Pendopo Brebes,Rabu (22/5/2024).
Bowo mengaku bangga melihat antusiasme para guru dan siswa Taman Kanak-kanak (TK) dalam memeriahkan HUT nya. Termasuk antusias anak-anak mengikuti lomba, yang diharapkan bisa menjadi sosok yang cerdas, mandiri, kreatif, dan kompetitif, serta bermanfaat bagi pengembangan bakat anak yang mungkin telah dimilikinya sejak lahir.
IGTKI PGRI Brebes Makin Besar Pengabdiannya
Pemkab Brebes, lanjut Bowo, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada ketua beserta jajaran pengurus IGTKI-PGRI Kabupaten Brebes, atas kerja keras, kesabaran serta pengabdiannya yang telah tercurahkan selama ini. Dia berharap guru TK dapat terus meningkatkan kompetensi serta bersikap visioner, agar semakin maju dengan mangikuti perkembangan teknologi dan informasi saat ini. Sebagai wujud dharma bhaktinya bagi upaya meningkatkan kualitas sumber daya insan, demi menyongsong masa depan kehidupan masyarakat yang lebih cerah.
Guru sebagai pendidik adalah salah satu penentu kualitas sumber daya manusia dalam bidang pendidikan memiliki peran yang sangat strategis. Karena itulah, diperlukan guru yang benar-benar profesional dan berorientasi ke depan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan. Perubahan yang terjadi dewasa ini diperlukan daya kreativitas dan semangat juang yang tinggi dari segenap pelaku Pembangunan.
“Saya sungguh berbahagia dan berbangga hati, menyaksikan semangat dan keceriaan anak-anak usia belia yang tumbuh dalam suasana penuh kasih sayang orang tua dan limpahan ilmu tenaga pendidik khususnya yang telah mencurahkan tenaga dan waktunya dalam mengajar, memberikan ilmu yang terbaik untuk anak-anakku,” ungkap Bowo.
Apabila kondisi seperti ini dapat terus diciptakan, maka masa depan generasi penerus kita akan sangat cerah, sebab memiliki sumber daya manusia yang cerdas, kreatif dan mampu menjalani hidup dengan penuh optimistis.
Maka dari sekarang, tumbuhkan terus semangat kreatifitas anak-anak, ajarkan nilai-nilai bekerja sama, berjuang dan bersaing secara sehat sedari dini agar tumbuh tunas-tunas bangsa terbaik yang mampu membawa kejayaan masa depan bangsa serta memiliki mental dan akhlak mulia.
Ketua Panitia HUT IGTKI PGRI ke 74 Kabupaten Brebes Darsiti menjelaskan, kegiatan hari ini bertujuan untuk meningkatkan kopetensi peserta didik maupun guru. Karena digelar berbagai lomba yang melibatkan guru dan peserta didik. Disamping itu menjadi ajang silaturahmi bagi guru-guru TK se Kabupaten Brebes. Lebih dari 560 peserta ikut andil dalam kegiatan yang berasal dari 17 Kecamatan.
“Hari ini adalah momentum yang istimewa dimana kita berkumpul merayakan HUT IGTKI PGRI ke 74 dengan tema “Berkarya bersama meningkatkan kesejahteraan solideritas dan kompetensi guru taman kanak-kanak untuk mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas menuju Indonesia Emas,” pungkas Dasini.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan pemberian apresiasi prestasi kepada guru TK yang berprestasi pada lomba porseni IGTKI PGRI Tingkat Provinsi Jawa Tengah, yaitu Nur Khalim sebagai juara 1 lomba MTQ Porseni IGTKI PGRI, Umi Salamah sebagai juara 3 lomba MTQ Porseni MTQ PGRI.
hadir pada acara tersebut antara lain Kepala Dinas Pendidiknan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes Caridah MPd, Ketua PGRI Kabupaten Brebes Sutikno, Ketua TP PKK Kabupaten Brebes, Ketua HIMPAUDI dan Ketua serta Pengurus IGTKI Kabupaten Brebes.
Penulis: Agus Awaludin
Editor: Wasdiun
Brebes, – KABAR EKSPRES IIPanwascam Diingatkan Agar Segera Bekerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes mengingatkan agar Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) agar segera bekerja sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan. Mereka agar segera bekerja untuk Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Brebes Tahun 2024.
“Mudah-mudahan segera melakukan kerja sesuai tahapan. Kita akan menghadapi Pilgub dan Pilkada 2024. Namun, ada beberapa proses tahapan yang harus dilalui oleh Bawaslu dan Panwascam,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Brebes Trio Pahlevi usai melantik dan mengambil sumpah/janji Panwascam, di Aula Islamic Center Brebes, Jumat (24/5/2024).
Pelantikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Brebes, berdasarkan Keputusan Ketua Bawaslu Brebes Nomor: 1108/HK.01.01/JT-06/05/2024 tentang Penetapan Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Kabupaten brebes untuk Pemilu Serentak 2024.
Pelantikan Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Brebes, untuk Pemilu Serentak 2024,
“Sebanyak 51 orang Panwascam usai dilantik dalam waktu dekat adalah melakukan pemutakhiran data pemilih, penetapan daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap,” ungkapnya.
Levi menjelaskan, dari 51 anggota Panwascam yang dilantik tersebut, 17 peserta di antaranya merupakan hasil perekrutan baru yang lolos seleksi. Sedangkan 34 orang di antaranya merupakan peserta existing yang memenuhi syarat berdasarkan penilaian hasil evaluasi kinerja.
Perwakilan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Wahyudi Sutrisno, yang turut hadir memberikan ucapan selamat kepada para anggota Panwascam Kabupaten Brebes yang baru saja dilantik. Ia menekankan pentingnya kualitas dan kesiapan dalam menjalankan tugas pengawasan.
“Hari ini sudah mulai kerja. Tidak ada uji coba. Tidak ada waktu untuk santai. Jadilah panwascam yang berkualitas dan berintegritas untuk Pilgub dan Pilkada serentak 27 November 2024 mendatang,” tegas Wahyudi Sutrisno.
Penjabat Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar yang diwakili Plh Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Brebes Mochammad Reza Prisman, berharap dengan pelantikan ini, pengawasan pemilu akan berjalan lebih efektif dan dapat memastikan kelancaran serta keadilan dalam pelaksanaan Pilgub dan Pilkada bulan November mendatang.
Reza mengingatkan Bawaslu Brebes bahwa tugas pengawasan ini memerlukan komitmen dan integritas tinggi untuk menjaga demokrasi yang sehat dan transparan.
Turut hadir dalam Pelantikan anara lain Plh Kepala Badan Kesbangpol kabupaten Brebes, jajaran perwakilan Forkopimda, Anggota DPRD Brebes, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, para camat se Kabupaten Brebes dan undangan lainnya.
Jakarta, – KABAR EKSPRES IIJaksa Agung ST Burhanuddin telah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 121 Tahun 2024 pada tanggal 21 Mei 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia. Sabtu (25/5/2024).
Adapun dalam Surat Keputusan yang tertuang di atas tersebut, Jaksa Agung merotasi sejumlah 78 pejabat eselon II yakni sebagai berikut:
Raden Febrytriyanto, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung;
Edy Birton, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda PErdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung;
Dr. I Made Suarnawan, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer Kejaksaan Agung;
Ponco Hartanto, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah;
Ahelya Abustam, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta;
Yuni Daru Winarsih, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten;
I Gde Ngurah Sriada, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung;
Dr. Jefferdian, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku;
Abdullah Noer Deny, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung;
Ade Tajudin Sutiawarman, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia;
Katarina Endang Sarwestri, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat;
Dr. Patris Yusrian Jaya, S.H., M.H. sebagai Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung;
Hendro Dewanto, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara di Kendari;
Dr. Abd Qohar AF, S.H., M.H. sebagai Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung;
Dedie Tri Hariyadi, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat;
Hari Wibowo, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung;
Dr. Mukri, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung;
Rina Virawati, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan;
Syaifudin Tagamal, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu;
Dr. Emilwan Ridwan, S.H., M.H. sebagai Kepala Pemulihan Aset Kejaksaan Agung;
Dr. Transiswara Adhi, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara;
Sugiyanta, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung;
Dr. Tanti Adriani Manurung, S.H., M.H. sebagai Kepala Pusat Strategi Kebijakan Penegakan Hukum Kejaksaan Agung;
Darmawel Aswar, S.H., M.H. sebagai Direktur Eksekusi, Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksaminasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer Kejaksaan Agung;
Drs. Muhammad Naim, S.H. sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung;
Andi Darmawangsa, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat;
Sugeng Hariadi, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat;
Anang Supriatna, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara;
Suwandi, S.H., M.Hum. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung;
Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung;
Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat;
Rudy Irmawan, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara;
Muhibuddin, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh;
Sukarman Sumarinton, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung;
Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, S.H., M.H. sebagai Inspektur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung;
Dr. Siswanto, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten;
Roch Adi Wibowo, S.H., M.H. sebagai Kepala Pusat Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung;
Jaksa Agung ST Burhanuddin Rotasi Jabatan 78 Pejabat Eselon II, Berikut Nama-namanya
Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur;
Setiawan Budi Cahyono, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu;
Yuliana Sagala, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung;
Wahyudi, S.H., M.H. sebagai Direktur Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung;
I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat;
Dr. Lila Agustina, S.H., M.H., M.Kn. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bali;
I Made Sudarmawan, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung;
Herry Hermanus Horo, S.H. sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung;
Dr. Iman Wijaya, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimatan Timur;
Dr. Bambang Gunawan, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI;
Enen Saribanon, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat;
Riono Budisantoso, S.H., M.A. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi;
N Rahmat R, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur;
I Putu Gede Astawa, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung;
Zet Tadung Allo, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur;
Dr. Teuku Rahman, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan;
Dr. Muslikhuddin, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat;
Edi Handojo, S.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung;
Dr. Hermon Dekristo, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi;
Sri Kuncoro, S.H. M.Si. sebagai Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Kejaksaan Agung;
Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H. sebagai Asisten Khusus Jaksa Agung pada Kejaksaan Agung;
Edyward Kaban, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat;
Budi Hartawan Panjaitan, S.H., M.H. sebagai Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung;
Herry Ahmad Pribadi, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara;
Pipuk Firman Priyadi, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan;
Yudi Triadi, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah;
Erich Folanda, S.H., M.Hum. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung;
Hendrizal Husin, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua;
Rini Hartatie, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Riau;
Sufari, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau;
Roberthus Melchisedek Tacoy, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua;
Zullikar Tanjung, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung;
Ardito Muwardi, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung;
Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M. Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan;
Ikhwan Nul Hakim, S.H., sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung;
Sumurung Pandapotan Simaremare, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara;
Taufan Zakaria, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung;
Sofyan S, S.H., M.H. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo;
Nur Asiah, S.H., M.Hum. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung;
Dr. Prima Idwan Mariza, S.H., M.Hum. sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat;
Dr. Dwi Antoro, S.H., M.H. sebagai Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung.
Tak hanya itu, Jaksa Agung juga menerbitkan Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-IV-523/C/05/2024 tanggal 21 Mei 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia, yang berisikan 328 jumlah pejabat eselon III yang dirotasi jabatannya.
“Mutasi, rotasi, dan promosi di tubuh Kejaksaan adalah hal yang biasa sebagai bentuk penyegaran dan pengisian jabatan yang kosong, sehingga akselerasi kinerja Kejaksaan akan lebih baik dan lebih adaptif ke depannya,” ujar Kapuspenkum. (K.3.3.1)
BENGKULU, – KABAR EKSPRES IIBakal Calon Ealikota Bengkulu M. Soleh, melakukan fit and proper tes atau pendalaman visi dan misi di DPD Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Kota Bengkulu. Bertempat di salah satu Hotel Kota Bengkulu, Sabtu (25/05/2024).
Ketua DPD PKS kota Bengkulu Rahmad Widodo S.Hut mangatakana, pengujian dan pendalam visi misi dan program kerja dilakukan oleh akademisi yang berkompeten di bidangnya dan tim 8 yang dibentuk PKS.
“Kegiatan hari ini yaitu pendalaman kesiapan masing masing kandidat yang sudah mengembalikan Formulir pendaftaran seperti, Program kerja kepala daerah (100 hari, jangka pendek, menengah dan jangka Panjang). Visi dan Misi Kandidat dalam rangka membangun Kota Bengkulu lima tahun kedepan. Lalu juga terkait dengan Strategi pemenangan, Daya dukung pemenangan, dan terakhir komitmen terhadap PKS,”kata Rahmad Widodo, S.Hut selaku Ketua DPD PKS kota Bengkulu.
Balon Walikota Bengkulu M. Soleh Lakukan Fit & Proper Test Partai keadilan Sejahtera (PKS)
Sementara itu, M. Soleh selaku cawalkot pertama yang mengikuti pendalaman dan pemaparan visi dan misi jika diusung PKS nantinya optimis dirinya akan mendapatkan dukungan penuh dari partai bernafaskan islam tersebut.
” Hari saya diminta memaparkan visi dan misi saya dihadapan pengurus PKS, saya berharap dan saya optimis karena tadi yang tadi disampaikan rasanya sejalan dengan pemikiran kita bersama untuk bagaimana memajukan kota ini, dan respon PKS terhadap visi misi kita sangat baik,” jelasnya.
JAKARTA, – KABAR EKSPRES II Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang menuturkan bangsa Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada tantangan kebangsaan yang semakin kompleks dan dinamis. Bahkan, kondisi dunia sedang ‘tidak baik-baik saja’. Dari perspektif ekonomi, pertumbuhan ekonomi global masih belum sepenuhnya pulih usai badai pandemi Covid-19 melanda dunia. Pada tahun 2024 dan 2025, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global masih cenderung melambat dan datar pada kisaran 3,2 persen.
“Dari perspektif geo-politik global, masih belum selesainya konflik Rusia dan Ukraina, agresi Israel ke Palestina, eskalasi ketegangan di beberapa kawasan di berbagai belahan dunia, semakin memperburuk kondisi perekonomian global. Ketidakstabilan geo-politik global akan berdampak pada terganggunya aktivitas perdagangan, melonjaknya harga komoditas, krisis energi berkepanjangan, dan kebijakan moneter yang agresif,” ujar Bamsoet saat menghadiri Peringatan HUT ke-70 Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) di Jakarta, Sabtu (25/5/2024).
Hadir antara lain Ketua Dewan Pembina Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) Bambang Sulistomo, Ketua Dewan Pakar IP-KI Hadi Poernomo, Ketua Dewan Pertimbangan IP-KI Edy Gunawan, Ketua Umum DPP IP-KI Baskara Sukarya dan Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno.
Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Perkuat Benteng Ideologi Melalui Wawasan Kebangsaan
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, kompleksitas dan dinamika tantangan kebangsaan tersebut, mengisyaratkan bahwa bangsa Indonesia harus memperkuat ketahanan dan kedaulatan dalam berbagai aspek. Setidaknya pada tiga dimensi, yaitu ketahan dan dan kedaulatan di bidang politik, ekonomi, dan ideologi.
Pada dimensi politik, bangsa Indonesia memiliki landasan pijak yang kokoh dan posisi yang tegas dalam menentukan orientasi politik luar negeri. Sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD Tahun 1945 bahwa bangsa Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat, dan menjunjung tinggi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa-bangsa lain, serta menempatkan ketertiban dan perdamaian dunia sebagai komitmen kebijakan luar negeri.
“Namun kita tidak boleh melupakan, bahwa ketahanan dan kedaulatan politik juga dibangun oleh pondasi politik dalam negeri yang kondusif, tidak saling mencederai, dan dilandasi oleh kedewasaan dan kematangan berdemokrasi. Kontestasi politik jangan dijadikan pintu masuk bagi perpecahan, atau menempatkan rakyat pada kutub-kutub yang berseberangan,” kata Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI (Ormas Pendiri Partai Golkar) dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini memaparkan, pada dimensi ekonomi, kemampuan bangsa Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap pengaruh dan dominasi perekonomian global, khususnya dari negara-negara maju, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membangun daya saing. Namun, tidak kalah pentingnya adalah kemampuan untuk membangun kemandirian.
“Misalnya dalam aspek ketahanan pangan. Tentunya menjadi ironi bahwa sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia, dan dengan segala sumberdaya agraria yang berlimpah, namun bangsa Indonesia masih memiliki ketergantungan impor bahan pangan,” jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menguraikan, dari aspek ketahanan ideologi, bangsa Indonesia harus menyadari bahwa ancaman geo-politik global tidak hanya bersifat fisik material semata, namun juga berdimensi ideologis. Ancaman berdimensi ideologis ini tidak mungkin disikapi dengan membangun benteng-benteng yang berjajar di sepanjang gugusan kepulauan Nusantara.
Saat ini, di tengah derasnya arus globalisasi yang ditopang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi, batas-batas teritorial negara semakin kabur. Akses informasi global, baik ataupun buruk, dapat diakses oleh siapa pun, kapan pun, di manapun, sedemikian mudahnya, hanya sebatas sentuhan jari pada layar gawai (gadget).
“Dalam konsepsi ini yang kita perlu bangun adalah benteng-benteng ideologi, melalui penanaman wawasan kebangsaan kepada segenap anak bangsa. Pemahaman terhadap wawasan kebangsaan inilah yang akan menjadi benteng moral untuk menyaring arus informasi global yang bersifat merusak, mempromosikan faham-faham radikal serta nilai-nilai yang melenceng dari kearifan lokal dan jatidiri bangsa. Selain menegaskan Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, dan rujukan etika moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” pungkas Bamsoet.
JAKARTA, – KABAR EKSPRES II Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan dosen pascasarjana program doktor ilmu hukum Fakultas Hukum Universitas Trisakti Bambang Soesatyo menuturkan pasca reformasi 1998 banyak dibentuk lembaga negara independen atau state auxiliary agency. Pembentukan lembaga negara independen ini berfungsi untuk memastikan pemerintah bertindak sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan.
“Lembaga negara independen berada di luar struktur pemerintah. Namun, keberadaannya walaupun bersifat publik, karena prosesnya dilakukan secara politik, tidak jarang kita temui mereka terpolarisasi kepentingan politik sehinggga menjadi tidak independen. Saat ini ada puluhan lembaga negara atau komisi independen yang dibentuk untuk mengefektifkan pelaksanaan fungsi dan tugas para aparatur negara,” ujar Bamsoet saat memberikan kuliah filsafat hukum tata negara (HTN) dan Hukum Administrasi Negara (HAN) program doktor (S3) ilmu hukum di FH-Universitas Trisakti secara daring di Jakarta, Sabtu (25/5/2024).
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, pembentukan lembaga negara independen ada yang didasari oleh UUD NRI 1945, semisal, Komisi Yudisial dan Komisi Pemilihan Umum. Selain itu, ada pula yang dibentuk oleh TAP MPR, undang-undang ataupun peraturan dibawahnya. Seperti KPPU, Komnas HAM, Komisi Informasi Publik, Komisi Hukum Nasional, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berikan Kuliah Pascasarjana Program Doktor Ilmu Hukum Trisaksi,
“Dasar pembentukan lembaga negara independen tersebut karena munculnya tuntutan masyarakat atas prinsip demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah melalui lembaga akuntabel, independen dan dapat dipercaya. Sumber pendanaan lembaga negara independen berasal dari anggaran negara,” kata Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum UNPAD dan dosen pascasarjana di Universitas Pertahanan RI (UNHAN), Borobudur serta Jayabaya ini menilai keberadaan lembaga negara independen pada pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto nanti layak dikaji ulang. Jumlah lembaga negara independen yang sangat ‘gemuk’ perlu dirampingkan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam kebijakan dan kewenangan serta mencegah pemborosan anggaran negara.
“Perlu adanya road map yang jelas saat dibentuknya lembaga negara independen. Keberadaan lembaga negara independen yang tumpang tindih dengan lembaga negara yang lain perlu dipertimbangkan untuk dihapus. Sehingga, kinerja lembaga negara independen bisa lebih maksimal,” kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, lembaga negara independen harus mampu bekerja secara independen dan bebas dari pengaruh partai politik ataupun kepentingan pribadi. Karena tidak sedikit lembaga negara independen yang pimpinannya dipilih melalui proses di DPR RI.
“Lembaga negara independen harus mampu bekerja secara transparan dan independen, tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi kinerja pemerintah,” pungkas Bamsoet.
Brebes, – KABAR EKSPRES II untuk percontohan sekolah-sekolah yang lain khususnya sekolah Taman Kanak-Kanak, yang akan melakukan STADY TOUR kareana baru saja sekolah Taman kanak-Kanak ( TK )pertiwi desa wangandalem brebes baru saja telah melakukan stady tour kesemarang dengan biaya per murid 650 ribu. Sabtu, (25/5/2024).
Menurut kepala desa wangan dalam saat awak media konfirmasi bahwa membenarkan sekolah taman kanak-kanak yang satu atap dengan kantor saya telah melakukan atady tour kalau tidak salah berangkat selasa 21/24.ujar kades. Wondo.
Kades menambahkan bahwa dirinya juga sudah menghimbau artinya untuk tidak melakukan stady tour, lebih baik dirayakan disekolah saja tambahnya.
Salah satu Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Pertiwi di Brebes Baru saja Melakukan Stady Tour
“Awak media kembali datang dilain hari kesekolah TK Wangandalem guna untuk konfirmasi, terkait stady tour, yang baru-baru ini sedang viral. Sabtu pagi awak media kesekolah tk pertiwi wangandalem dan ditemui langsung oleh kepala sekolah ibu HERA YULIASTUTI , tujuan konfirmasi terkait stady tour, kepsek membenarkan bahwa disekolahnya baru saja melakukan stady tour kesemarang, ,dan biaya per murid 650 ribu, ujar.
Kembali awak media menanyakan lagi kenapa ibu melakukan pemberangkatan stady tour, bukannya itu sedang viral, dan bukanya disdikpora provinsi telah menghimbau untuk dilarangya sekolah melakukan stady tour dengan enteng kepsek, menjawab yang didampingi gurunya bahwa larangan stady tour itu berlaku untuk tahun depan ucapnya guru yang mendampingi kepala sekolahnya.
Saat awak media meminta ijin kepada kepsek TK bu, hera yuliastuti untuk dipublikasinya tentang stady tour, ibu hera mengatakan jangan mas media, jangan dipublikasinya lalu awak media kenapa bu, ya intinya jangan dinaikan di berita, yang akhirnya ibu kepsek sama awak media mempunyai solusi supaya jangan dinaikan/publikasikan dengan diganti penawaran pemasangan IKLAN untuk HARDIKNAS/AGUSTUSAN ,dan ibu kepala sekolah setuju namun biaya iklan per kolektif 500 ribu. Ini ada dua media ucap awak media. Namun kepala sekolah tidak menyanggupinya dengan harga iklan yang kolektif 500 ribu,
“Tanpa di ketahui guru yang mendampingi kepala sekolah tersebut mengambil gambar kedua wartawan tersebut yang pada akhirya tidak jadi pemasangan iklan karena tindakan gurunya yang tidak sopan diam-diam telah mengambil gambar, yang pada akhinya kedua awak media pun telah pamit meninggalkan sekolah. Itu kronologis yang sebenarnya, dan bukti rekaman.
“kedua wartawan tersebut telah mengantonginya hasil rekaman saat kepala sekolah dikonformasi terkait sudah melakukan pemberangkatan stady tour”
Ketakutan kepala SEKOLAH TK Pertiwi ibu Hera yuliastuti adalah tidak boleh di publikasikan.
Jakarta, – KABAR EKSPRES IIJaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen) Prof. Dr. Reda Manthovani menghadiri Rapat Kerja dengan Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam rangka membahas penegakan hukum di daerah pada Selasa 21 Mei 2024 di Ruang Rapat Sriwijaya Gedung DPD RI. Jakarta, (24/5/2024).
Adapun dalam kegiatan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama Internasional Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H., dan Komite I DPD RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite I DPD RI Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni. Dalam rapat ini juga membahas mengenai kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2024.
Terkait hal tersebut, Komite I DPD RI mendorong Kejaksaan Agung untuk lebih berperan aktif dalam menangani kecurangan Pilkada terutama terkait money politic dan pelanggaran pilkada melalui Sentra Gakkumdu guna mewujudkan pilkada yang berkualitas, aman, tertib, adil, dan damai.
Jaksa Agung Muda Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani menghadiri Rapat Kerja dengan Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI
Dari hasil rapat tersebut, Komite I DPR RI meminta Kejaksaan Agung untuk terus meningkatkan pelaksanaan Restorative Justice dalam melaksanakan penegakan hukum. Selain itu, Kejaksaan juga diminta untuk melakukan penuntutan yang tepat terhadap pelaku korupsi hingga mendorong perampasan aset para koruptor.
Kemudian, Kejaksaan juga diminta untuk berkolaborasi dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam pencegahan pelanggaran hukum dengan mengedepankan pendekatan asistensi di desa. (K.3.3.1)