Kabupaten Tanggamus Meraih Penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS).

Tanggamus, – KABAR EKSPRES II Lampung – Pemerintah Kabupaten Tanggamus menerima penghargaan atas partisipasinya dalam Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2024 dengan nilai Indeks Pembangunan Statistik Predikat Cukup.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Atas Parlindungan Lubis, dalam Rapat Koordinasi Daerah Survei Ekonomi Pertanian 2024, yang digelar di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, Selasa (22/10/2024).

Kepala BPS Provinsi Lampung, Atas Parlindungan Lubis, dalam sambutannya mengatakan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam penyelenggaraan EPSS yang berkualitas di Provinsi Lampung.

“Penyerahan penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para Wali Data untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan satu data Indonesia,”

Selain itu, rapat koordinasi ini juga menjadi ajang penting bagi para peserta, termasuk perwakilan pemerintah daerah dan instansi terkait, untuk berdiskusi dan berkoordinasi dalam memperkuat pengumpulan dan pemanfaatan data, terutama dibidang ekonomi pertanian.

“Diharapkan, kolaborasi yang solid antara BPS dan Wali Data di daerah akan semakin mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengambilan kebijakan yang berbasis data,”

Sementara Kadis Kominfo Suhartono, menyampaikan apresiasi atas penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS). Ini merupakan bukti kerja keras selama ini untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Tanggamus semoga kedepan lebih banyak penghargaan yang diraih dengan predikat yang lebih baik, Ujarnya.

Reporter: NURMAN

Proyek Aspirasi Berupa Cor Beton Pecah, Diduga Pekerjaan Tidak Memperhatikan Proveling

BREBES, –  KABAR EKSPRES II Proyek pembangunan jalan lingkungan dengan konstruksi cor beton yang ada di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes mendapat sorotan. Pasalnya, proyek yang bersumber dari aspirasi anggota DPRD Brebes dari Fraksi PDIP itu kurang memperhatikan proveling.

Hal itu menyebabkan hasil cor beton yang baru berusia dua pekan itu sudah mulai pecah-pecah. Aktifis Masyarakat Pemerhati Pembangunan (MPP) Brebes Wahidin kepada awak media, Selasa 16 Oktober 2024 mengaku kalau dirinya sudah melakukan pengecekan langsung terhadap pekerjaan tersebut.

Dari hasil pengamatannya di lapangan, terdapat beberapa kondisi cor beton yang pecah-pecah dengan kedalaman sampai dasar. “Pecahnya sampai dasar, ini artinya cor beton patah. Tidak hanya di satu titik, tapi ada beberapa titik yang mengalami hal serupa,” ujar Wahidin.

Ia menilai pengerjaan cor beton di jalan lingkungan itu kurang memperhatikan proveling atau urugan dasar. Sehingga setelah cor beton mudah patah saat terkena tekanan dari atas. Tidak hanya itu saja, dirinya juga menemukan banyak cor beton yang tidak rata atau bergelombang. Kondisi itu akan mengurangi usia beton saat terkena guyuran hujan.

Sementara, Kepala Des Sindang Jaya, Kecamatan Kersana, Tari ditemui awak media menyebut kalau proyek cor beton itu bersumber dari aspirasi anggota DPRD Brebes Ibu Khoiriroh dari Partai PDIP senilai Rp.200 juta, ditambah swadaya senilai Rp.1,5 juta. Proyek tersebut kemudian dilaksanakan pada awak Oktober lalu oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).

Dan terkait dengan kerusakan cor beton, Tari mengaku sudah mengetahui hal itu. Pihaknya juga sudah melakukan upaya perbaikan dengan menambal menggunakan semen. Sedang untuk volume sendiri, lanjut dia, memang ada perbedaan dari yang tertera di papan proyek.

“Kalau di papan proyek memang tertulis volume panjang 169,4 meter. Namun pada prakteknya volume pekerjaan ditambah hingga mencapai 200 meter,” tegas Tari. Meski begitu, pihaknya mengaku kalau material yang dibelanjakan sudah sesuai dengan RAB, yakni menggunakan raadymix ukuran K.225.

Red

Rektrutmen Perangkat Desa Kemurang Wetan Diduga Dikondisikan, Dua Orang Dinyatakan Lolos Sebagai Calon

BREBES, – KABAR EKSPRES II Seleksi dan penjaringan calon perangkat desa di Desa Kemurang Wetan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes mendapat sorotan dari masyarakat.

Pasalnya proses rekrutmen calon perangkat desa yang dilakukan oleh tim diduga ada unsur pengondisian untuk meloloskan dua orang yang diinginkan oleh tim seleksi.

Adanya dugaan pengondisian atas rektrutmen calon perangkat desa disampaikan langsung oleh warga setempat kepada aktifis LSM.

Melalui pesan whatsapp, warga langsung mengadukan persoalan itu ke nomor milik aktifis LSM Bregas.

Selain mengirimkan foto proses pengumuman calon perangkat desa, warga juga menarasikan kalau dalam proses seleksi itu ada unsur pengondisian untuk meloloskan dua orang tertentu.

Menurut warga, upaya mengondisikan dua orang sebagai calon perangkat desa itu didasari lantaran keduanya sudah melakukan pengabdian selama tiga tahun.

Dustam selaku Kepala Desa Kemurang Wetan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Selasa (15/10/2024) mengatakan perekrutan perangkat desa sudah melalui mekanisme dan tahapan.

” Sudah ada mekanisme dan tahapan, silahkan di kroscek” tulisnya.

Reporter: Wahidin

Sosialisasi Gerakan Kotak Kosong di Kemurang Kulon, dan Limbangan Losari. Hadir Ratusan Bapak-bapak dan Emak-emak.

Brebes, – KABAR EKSPRES II Gerakan Kotak Kosong (Gertak) Gelar Sosialisasikan di Dua Tempat yang Bertempat di Desa, Limbangan Kecamatan Losari, Acara tersebut dimulai dari pukul: 16:00 s/d selesai. dan diDesa Kemurang Kulon Tanjung Kabupaten Brebes, dimulai jam: 20:00-21:00. Minggu, (13/10/2024).

Acara tersebut yang dihadiri Bapa-bapa dan emak-emak, hal itu Upaya menyelaraskan Demokrasi menjelang Pilkada serentak 2024 yang dimana Pilihan Bupati Brebes hanya ada satu Kandidat Calon Bupati Brebes Mitha Wurja melawan Kotak Kosong.

Sementara itu dalam Sambutannya dari tokoh Ulama, Ustad Maskur dan doa penutup untuk kemenangan Kotak Kosong, “Gertak Gerakan Kotak Kosong merupakan Gerakan dimana Memberikan edukasi Sosialisasi ke Masyarakat agar memilih Kotak Kosong agar Demokrasi di Kabupaten Brebes jangan Mati karena Partai sudah di borong oleh Salah satu Paslon yang berkompetisi hanya Satu,Dan ini Sah secara Konstitusi dan UUD Negara Republik Indonesia.”paparnya.

“Sosialisasi yang dilakukan duat tempat di Desa Limbangan Kecamatan Losari dan Desa Kemurang Kulon Kecamatan Tanjung Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. di Dalam Kegiatan tersebut dihadiri Korcam Tanjung, Kordes Kemurang dan Kordes Limbangan dan Masyarakat Setempat.”

Suherman mantan Anggota DPRD Brebes, saat di Desa Kemurang kulon, beliau menyampaikan, Kalau Kotak Kosong Menang tentunya akan di Ulang pilbup setahun lagi, dengan ini ada kesempatan bagi Masyarakat Brebes untuk berkompetisi dalam Pilbup,

Sementara dalam Sosialisasi ini diberikan Cara Mencoblos Kotak Kosong dengan Angka Nomer 02. “Sosialisasi ini diharapkan menjadi Tonggak Sejarah bahwa Pilbup Brebes baru kali ini ada Calon Bupati cuma satu.dan harapannya Kotak Kosong siap di menangkan di seluruh Kabupaten.”Terang Suherman

Lanjutnya: Dengan situasi demokrasi yang tidak sehat maka warga masyarakat dari semua elemen di brebes, kami meminta untuk memenangkan Kotak Kosong ditengah khusunya masyarakat brebes sendiri.

Hal ini merupakan kepedulian warga masyarakat terhadap mundurnya demokrasi di brebes, “dan harapan besar kami Kotak Kosong harus menang.”Imbuh Suherman

Dan Penjelasan dari pihak Korcam (GERTAK). Bahwa dengan situasi demokrasi yang tidak sehat maka warga masyarakat dari semua elemen di brebes antara lain juragan bawang, PNS, legislatif, pengurus partai yang tidak bisa kami sebut namanya, mereka telah mendonasikan bantuannya ke kami dan meminta kami untuk mensosialisasikan Gerakan Kotak Kosong ditengah masyarakat luas. Dan ini merupakan kepedulian warga masyarakat terhadap mundurnya demokrasi di Brebes, “Bahkan, sebagain besar dari mereka diatas telah meminta kami Gertak untuk membuka rekening donasi Agar mereka mudah untuk melakukan donasinya.”Tandasnya

Dalam Acara Sosialisasi ini berjalan lancar dan kondusif.

Red

Miriss..!! Akibat Hujan di Sertai Angin Kencang, Rumah Nasrudin Warga Teba Bunuk Hancur Terimpa Pohon

Tanggamus, – KABAR EKSPRES II Lampung – Disebabkan hujan disertai angin, rumah warga Pekon Teba Bunuk, Kecamatan Kota Agung barat, Kabupaten Tanggamus  hancur tertimpa pohon kelapa pada Sabtu (12/10/2024).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 dini hari, beruntung pada saat kejadian tidak ada korban jiwa, diketahui rumah tersebut dihuni oleh orang tua dari Nasrudin beserta cucunya, pada saat kejadian dirinya tidak sedang berada didalam dirumah.

Nasrudin menjelaskan jika peristiwa pohon tumbang menimpa rumah orang tuanya tersebut terjadi saat sang ibu sedang berada di luar. Kemudian, Anak Nasrudin Nazwa, memberitahukan jika rumah tersebut tertimpa pohon kelapa melalui sambungan telepon seluler.

“Ibu saya sedang bantu di Baros Kotaagung, hujan deras diiringi angin kencang, Tak Lama Kemudian pohon kelapa tersebut jatuh, Bersyukur Alhamdulilah Bang, tidak ada korban kerena saat kejadian Keponakan masih nonton tv dan ibu saya sedang di luar,” ujarnya.

Dengan dibantu oleh warga sekitar Nasrudin, segera membersihkan puing – puing rumah yang berserakan akibat pohon kelapa tumbang tersebut.

Dirinya berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki rumah milik orang tuanya tersebut.

“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus, supaya memberikan perhatian untuk bisa membantu kami, sepaling tidak bisa membantu meringankan biaya merenovasi rumah milik orang tua saya ini,” Ucapnya

Diwaktu yang sama Kepala Pekon Teba Bunuk Selamat Putra Yadin, membenarkan atas Musibah yang menimpa warganya tersebut.

“Kejadiannya kurang lebih Jam 13:00 siang, Hujan yang diiringi Angin Kencang menyebabkan pohon kelapa dibelakang rumah korban tumbang, Alhamdulillah tidak ada Korban jiwa dalam peristiwa ini, Untuk Kerugian Atas hal tersebut kurang lebih 2.5.000.000 (dua puluh lima juta rupiah),” terangnya.

Sementara dilokasi kejadian, warga masih bergotong royong untuk membersihkan reruntuhan dan mengangkat pohon kelapa yang menimpa rumah korban.

Reporter: Nurman

Komisi pemilihan umum (KPU) kabupaten Brebes berharap ada pemantau independen untuk mengawasi pemilihan kepala daerah Brebes 2024.

Brebes, – KABAR EKSPRES II Hal ini di sampaikan Aniq kanafillah Aziz komisioner KPU Brebes seusai acara sosialisasi peran dan tanggung jawab pemantau pemilihan kepala daerah Brebes tahun 2024 di Almayra convention Hall Grand Dian Hotel Rabu, (9/10/2024).

Sosialisasi ini di hadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan dari kepemudaan dan agama.

Dijelaskan aAniq kanafillah Aziz,tujuan utama sosialisasi pemantau ini adalah untuk meningkatan partisipasi publik dalam mengawasi jalannya pemilihan, serta memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya peran pemantau dalam memastikan proses pemilihan berjalan transparan adil dan bebas dari kecurangan.

Sosialisasi ini merupakan upaya kami mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengawasi jalannya pemilihan,ujar Aniq kanafillah Aziz.mewakili ketua KPU Brebes,Manja Lestari Damanik.

Menurut Aniq Kanafillah Aziz,meskipun sosialisasi mengenai pemantau telah dilakukan sebanyak dua kali.hingga saat ini belum ada satu pun calon pemantau yang resmi mendaftar di KPU Brebes.tiga orang dari berbagai lembaga telah mengambil formulir dan syarat syarat pendaftaran namun belum mengembalikannya,kami belum tahu alasan belum mengembaliknnya formulir, ujar Anik Kanafillah Aziz.

“Mungkin kendalannya di anggaran atau legalitas, mengingat pemantau harus terdaftar di Ke MENKUMHAM dan bersifat suka rela imbuhnya,” berharap, agar ada pemantau yang bisa di akreditasi dengan melengkapi syarat syarat yang di tentukan. Imbunya, Aniq Kanafillah Aziz

Kami berharap ada pemantau dari luar yang mau terlibat jalanya pilkada Brebes, keberadaan pemantau dari berbagai lembaga independen di harapkan dapat meningkatkan kredibilitas dan transparansi proses Pilkada Brebes tandas Anik.pendaftaran pemantau pilkada Brebes 2024 telah di buka sejak tanggal 27 februari dan akan ditutup tanggal 16 November 2024.

Reporter: Wahidin

Cari Bukti Pendukung, LBH Garuda Kencana Temui Kades Kalipucang

BREBES, – KABAR EKSPRES II Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Garuda Kencana Indonesia (GKI) Cabang Brebes Rabu 9 Oktober 2024 menemui kepala desa (Kades) Kalipucang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Kedatangan tim dari LBH GKI Brebes itu dilakukan untuk menindaklanjuti atas pengaduan warga setempat yang mengaku tanah miliknya telah berpindah tangan.

“Selain silaturahmi dengan pak Kades, kedatangan kita kesini untuk menindaklanjuti atas pengaduan warga yang mengaku tanahnya telah berpindah tangan tanpa sepengetahuan korban,”ujar Tirto Antonio dari tim LBH GKI didampingi pengacara Harviyanto,SH, AKP (Purn) Agus Dwi Nugroho,SH dan Dirwanto.

Ia menyebut, kedatangannya ke kantor Desa Kalialang guna mencari benang merah atas perkara tersebut. Termasuk untuk mencari tahu pihak-pihak yang terlibat dalam perkara itu. Kepada kepala desa pihaknya juga meminta copy-an akta jual beli serta peta Later C.

Seperti diberitakan sebelumnya, Astori (74) warga Desa Kalialang, Jatibarang datang ke kantor LBH Garuda Kencana Indonesia (GKI) Brebes untuk mengadukan atas tanah miliknya (later C persil 104) yang telah dijual oleh keponakannya.

Menurut dia, tanah tersebut merupakan tanah pengganti yang diberikan oleh kakak kandungnya Ibu Tayem beberapa waktu silam. Astori menyebut kalau tanah hasil bagi waris miliknya (later C persil 404) dijual Ibu Tayem.

Setelah dilakukan musyawarah keluarga, kemudian Ibu Tayem memberikan tanah pengganti (later C persil 104) yang disaksikan langsung oleh kepala desa.

Namun setelah Ibu Tayem meninggal dunia, tanah pengganti itu dijual oleh anak dari (almh) Ibu Tayem ke orang lain dengan harga Rp.141 juta.

Penjualan tanah tersebut juga dibenarkan oleh kepala desa setempat. “Iya benar, tanah tersebut dijual dengan harga Rp.141 juta,”ucap Kades Kalipucang Nur Rohman.

Red

Warga Desa Kalialang Mengadu ke LBH Garuda Kencana Indonesia (GKI) Brebes, Perihal Tanah yang Dijual Keponakannya.

BREBES, – KABAR EKSPRES II Astori 74 Tahun warga Desa Kalialang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes,

Beliau datang ke kantor LBH Garuda Kencana Indonesia (GKI) Brebes yang beralamat di Jalan WR. Supratman Desa Krasak, Kecamatan/Kaabupaten Brebes. Senin, (6/10/2024).

Kedatangan Astori didampingi saudaranya Karmu (80) tidak lain untuk menyampaikan ihwal harta miliknya yang dijual oleh keponakannya sendiri.

Astori meyebut kalau dirinya memiliki tanah seluas 1/4 bau atau kurang lebih 1.750 m2. Namun tanpa sepengetahuan dirinya, tanah tersebut telah di jual ke orang lain.

Diceritakan, kalau orang tuanya dulu memiliki tanah seluas 7 bau. Karena orang tuanya sudah meninggal, tanah tersebut kemudian dibagi kepada ke tujuh anaknya, masing-masing 1 bau (+/-7.000 m2).

Namun oleh kakak kandungnya yakni Ibu Tayem, tanah milik Astori seluas 1/4 bau dijual dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari kejadian itu lalu dilakukanlah musyawarah keluarga di kantor kepolisian sektor setempat dengan disaksikan langsung oleh kepala desa.

Dan dari musyawarah itu, ibu Tayem mengaku bersalah telah menjual tanah milik adiknya Astori. Dan lalu dibuatkan surat pernyataan tertulis kalau Ibu Tayem bersedia mengganti tanah seluas 1/4 bau yang ada di lokasi lain (later C Nomor 104).

“Perjanjian itu dibuat di Polsek pada Tanggal 6 Maret 2023, dengan ditandatangi kepala desa Nur Rohman,”jelas dia. Namun saat akan dilakukan pengurusan, tanah tersebut ternyata sudah di jual lagi oleh Dul Latif yang tidak lain adalah keponakannya sendiri tanpa sepengetahuan dirinya.

“Dari informasi yang saya dapat, tanah seluas kurang lebih 1.750 m2 itu d jual dengan harga Rp.141 juta,”jelas Astori. Atas peristiwa itu, ia pun datang ke kantor LBH Garuda Kencana Indonesia Cabang Brebes untuk meminta pendampingan hukum atas perkara tersebut.

“Saya berharap masalah ini bisa di proses secara hukum, lantaran ada pihak-pihak yang diduga ikut terlibat dalam proses penjualan tanah sawah pengganti dengan nomer later C nomer persil 104,”pinta Astori.

Menanggapi pengaduan itu, pengurus LBH Garuda Kencana Indonesia (GKI) Cabang Brebes Dirwanto didampingi advokat Harviyanto,SH dan AKP (Purn) Agus Dwi Nugroho,SH dan Tirto Antonio akan segera menindak lanjuti pengaduan dari Bapak Astori.

Dan apabila ada unsur pidana dalam perkara tersebut, pihaknya tidak segan untuk segera melaporkan perkara tersebut ke Polres Brebes.

“Tentu kita akan pelajari dulu, kalau ada unsur pidana dalam perkara itu, segera kita tindaklanjuti dengan melaporkannya ke Polres Brebes,”pungkas Dirwanto.

Red

Bupati Tanggamus Dampingi Pj Gubenur Lampung Resmikan TPI Higienis di Pelabuhan Kota Agung.

KOTA AGUNG, – KABAR EKSPRES II Pj Gubernur Lampung Samsudin didampingi Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan meresmikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Higienis di Pelabuhan Perikanan Kota Agung, Jumat, (4/10/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Pj Gubernur juga memberikan bantuan makanan tambahan balita stunting, pelayanan posyandu dan pelayanan kesehatan serta bantuan lainnya.

Samsudin menuturkan, dengan peresmian TPI Higienis di Pelabuhan Perikanan Kota Agung, diharapkan pengelolaan hasil tangkapan ikan nelayan akan semakin baik.

Dengan begitu, pendapatan para nelayan, mulai dari pemasaran atau penjualan ikan, akan semakin meningkat,” kata Samsudin

Selanjutnya keberadaan gedung TPI Higienis ini, juga diharapkan akan membuat nyaman para pembeli.

Karena ikan yang dibeli adalah ikan yang berkualitas baik dan higienis yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Demikian juga secara pendapatan, TPI ini akan menjadi tempat perputaran ekonomi dan pendapatan bagi Provinsi dan Kabupaten Tanggamus.

Untuk itu Pj Gubernur mengharapkan TPI ini dapat dikelola dengan baik agar menjadi efek yang besar bagi pembangunan, khususnya di Kabupaten Tanggamus dan Umumnya di Provinsi Lampung.

“Karena potensi laut kita khususnya Lampung belum dioptimalkan. Potensinya besar karenanya harus kita optimalkan dengan sebaik baiknya,” pungkas Samsudin.

Sementara Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan mengatakan, kabupaten ini belum optimal memanfaatkan potensi pesisir.

Di mana, Tanggamus memiliki 202 Km panjang garis pantai Teluk Semaka.

Sementara jika dilihat dari kondisi ekonomi di Provinsi Lampung, Kabupaten Tanggamus masih tergolong rendah.

Nah, ini menjadi koreksi dan upaya kita kedepan bahwa ekonomi Tanggamus itu harus di kontribusi dari Pesisirnya,” ujarnya.

Dilanjutkan, selama ini dari pesisir belum begitu maksimal. Melalui inovasi Gempita (Gerakan Membangun Pesisir Tanggamus), semua aspek ekonomi, sosial hingga tata kelola pemerintahannya ditingkatkan.

Karena kemiskinan itu bercokol di wilayah pesisir. Adanya TPI Higienis ini, diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap upaya pendapatan masyarakat nelayan,” ungkap Mulyadi Irsan.

Jadi komitmen kecamatan Pesisir dari Kelumbayan, Cukup balak , Limau, Kotaagung Timur, Kotaagung Pusat sampai ke Kecamatan Pematang Sawa harus berikontribusi terhadap ekonomi masyarakat.

“Kita ingin petakan semuanya mempunyai aktivitas, setiap pesisir itu tidak ada yang boleh kosong . Selama ini itu dibiarkan. Karenanya kedepan akan dicari strategi,” ucapnya.

Sementara, kegiatan tersebut dihadiri Sekkab Tanggamus Suaidi, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Ketua TP PKK Tanggamus, sejumlah pejabat provinsi, DPRD, para Kepala OPD, Camat dan elemen masyarakat lainnya, ujarnya”.

Red

Sosialisasi Gerakan Kotak Kosong (GERTAK) Siap Memenangkan Kotak Kosong.

Brebes, – KABAR EKSPRES II Gerakan Kotak Kosong Menggelar Sosialisasi yang bertempat di RT: 04/RW: 01 Desa Sengon Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes, Senin, (7/10/2024).

Pasalnya: Fenomena pilkada Brebes 2024 yang hanya di ikuti satu calon bupati mendapat respon negatif dari masyarakat Brebes khususnya.

Dukungan untuk coblos kotak kosong kian menguat, contohnya warga Desa sengon yang Mendeklarasikan diri berpartisipasi ajakan memenangkan kotak kosong nomer 2 dalam Pilkada pemilihan kepala daerah, PILBUP pemilihan bupati Brebes 2024.

Dalam Acara Sosialisasi di Desa sengon, hal itu warga pun antusias serukan ajakan untuk memenangkan kotak kosong nomer 2.

Iing Sadewo selaku korlap kotak kosong memaparkan kepada masyarakat agar tidak golput harus datang ke TPS pada tanggal 27 November 2024 nanti

Suntoro selaku wakil ketua relawan GERTAK (gerakan kotak kosong) di selah selah acara sosialisasi, menghimbau warga agar tidak golput dan memaparkan agar jangan takut untuk memilih kotak kosong Karena sah memilih kotak kosong nomer 2 dan diperbolehkan. Lanjutkan membaca “Sosialisasi Gerakan Kotak Kosong (GERTAK) Siap Memenangkan Kotak Kosong.”