Berita terkini Budaya Daerah Jawa Tengah Keamanan Kesehatan Nasional News Populer Olaraga Opini Peristiwa PMI Politik Populer Religi Sosial

Ms Ridho Yang Dianggap Memiliki Potensi Integritas Untuk Memimpin Kabupaten Brebes Ke Arah Yang Le jbbih Baik

BREBES, – KABAR EKSPRES II Dukungan mengalir diberikan kepada sosok ini yang dianggap memiliki potensi dan integritas untuk memimpin Kabupaten Brebes ke arah yang lebih baik.

Salah satu nama yang muncul dalam perbincangan masyarakat adalah Ridhohul khukam disapa (Ridho) yang dinilai memiliki kualitas dan kapasitas untuk maju di Pilkada Brebes tahun 2024.

Ridho, yang dikenal sebagai sosok crazy rich yang memiliki kompetensi dan dedikasi dalam pelayanan masyarakat.

Sebab menurut masyarakat, Ridho sangat peduli terhadap pembangunan insfrastuktur dibuktikan dengan telah membangun jalan dilingkunganya dengan menggunakan uang pribadinya adalah salah satu bukti bahwa sosok Ridho yang sangat konkrens terhadap kepentingan masyarakat.

Ms Ridho Yang Dianggap Memiliki Potensi Integritas Untuk Memimpin Kabupaten Brebes Ke Arah Yang Le jbbih Baik

Masyarakat berharap bahwa kehadiran sosok crazy rich asal putra Brebes ini dalam kontestasi politik lokal dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi Brebes.

Teguh salah seorang warga Brebes, menyatakan dukungannya terhadap Ridho sebagai calon dalam Pilkada mendatang, hal tersebut disampaikan Teguh kepada awak media di kediamannya. Kamis (14/03/2024).

Ia menyoroti integritas dan komitmen Ridho dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat yang telah di buktikan dengan membangun jalan di desanya.

Selain Teguh sejumlah elemen masyarakat, juga turut memberikan dukungan dan doa agar Ridho maju di kontestasi Pilkada Brebes. untuk menuju Brebes ke arah yang lebih baik.

Dengan harapan besar dan doa yang tulus dari masyarakat, mereka berharap sosok pengusaha muda ini menjadi pemimpin yang diharapkan dapat membangun dan mengayomi masyarakat Brebes kedepannya, ” Pungkasnya

Reporter : Agus (WN)

Anda mungkin juga suka...

Berita terkini Daerah DIY Yogyakarta

KPK Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta, Cegah Celah Korupsi Sejak Dini YOGYAKARTA Kabarekpres.co.id/Pemerintah terus mematangkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Namun, di balik misi mulia meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut, terdapat potensi risiko besar terkait tata kelola dan integritas,tutur KRISNA TRIWANTO S.H., Ketua Panitia Diskusi Publik Nasional,juga selaku Ketua DPW ARIES DIY,yang akan diselenggarakan Sabtu,7 Februari 2026 sampe j 14.00 wib,digedung DPRD DIY. Menyikapi hal ini, sebuah forum diskusi publik bertajuk “Sosialisasi, Edukasi, dan Diskusi Publik: Tantangan serta Pencegahan Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis” digelar di Yogyakarta pada Sabtu (7/2/2026). Hadir sebagai narasumber utama, Jhonson Widwan Ginting, S.T., M.M., perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,dan narasumber lainya,keterangan Ketum ALIANSI RAKYAT INDONESIA EMA ( ARIES) Identifikasi Hambatan dan Gangguan Dalam paparannya, Jhonson Ridwan Ginting menyoroti bahwa proyek berskala nasional dengan anggaran besar selalu menjadi magnet bagi praktik maladminstrasi maupun korupsi. Ia memetakan empat klaster masalah yang harus diwaspadai: Hambatan Logistik: Distribusi pangan di wilayah geografis yang sulit yang berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya tak terduga. Gangguan Data: Akurasi data penerima manfaat (siswa) yang seringkali tumpang tindih atau tidak diperbarui (update). Tantangan Kualitas: Standar gizi yang tidak seragam akibat permainan dalam pemilihan vendor atau penyedia jasa boga. Ancaman Korupsi: Adanya potensi kickback (setoran) dalam penunjukan vendor lokal serta pemotongan jatah volume makanan di lapangan. “Program ini adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai anggaran yang seharusnya lari ke piring anak sekolah, justru belok ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Jhonson di hadapan para peserta diskusi. Strategi Pencegahan dan Solusi KPK menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan ekosistem pengawasan yang ketat. Beberapa solusi strategis yang ditawarkan dalam diskusi tersebut meliputi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *