Kabarekspres.co.id/ Yogyakarta Senin 16 Maret 2026– Ketua Paguyuban Masyarakat Pinggir Kali Code Mandiri Yogyakarta (PMKCMY), Krisna Triwanto, S.H., melakukan koordinasi kerja dengan pemerintah wilayah terkait rencana pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan pinggir Kali Code, Kampung Karanganyar RW 18 dan RW 19, Kelurahan Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Krisna memaparkan sejumlah program yang berfokus pada kebersihan lingkungan, penataan kawasan bantaran sungai, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar Kali Code.
Menurut Krisna, program jangka menengah yang dirancang oleh PMKCMY antara lain pembangunan warung-warung yang menghadap sungai di kawasan timur pom bensin dan depan MCK umum RT 84 RW 19. Selain itu juga direncanakan Taman Kuliner Buah, pembangunan tempat cuci motor dan mobil di bawah pohon beringin, serta pendirian “Gubug Sinau Hukum” di utara Dam Tungkak sebagai ruang edukasi hukum bagi masyarakat.
Program lain yang juga menjadi perhatian adalah pengaktifan kembali taman bermain Karanganyar RW 19, yang berada di antara timur RS Pratama dan pom bensin, agar dapat dimanfaatkan kembali oleh anak-anak dan warga sekitar sebagai ruang terbuka yang sehat dan produktif.
Dalam koordinasi dengan Camat Mergangsan, Krisna turut didampingi Ketua LBH Rajawali Mas, yang berkantor di Jalan Kalijaga No. 7A Karanganyar, Brontokusuman, yang juga berada di kawasan pinggir Kali Code. Dalam kesempatan tersebut, Ketua LBH Rajawali Mas memaparkan pentingnya penyuluhan hukum bagi masyarakat.
Menurutnya, warga perlu diberikan pemahaman mengenai hak-hak sebagai warga negara, serta mengetahui berbagai aturan yang berkaitan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Ia juga menyampaikan bahwa banyak warga sekitar yang telah mengadukan berbagai persoalan kepada LBH Rajawali Mas, mulai dari masalah pekerjaan, pendidikan, hingga persoalan kredit.
Camat Mergangsan, Suradal, menyambut baik kedatangan Ketua Paguyuban dan rombongan. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkomunikasikan rencana tersebut dengan Lurah Brontokusuman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BBWSO, serta pengurus Kampung Karanganyar.
“Pertemuan bersama akan diagendakan setelah Lebaran agar semua pihak bisa duduk bersama membahas rencana ini,” ujar Suradi.
Camat juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan semangat gotong royong antarwarga dalam menata kawasan bantaran Kali Code. Sebagai bentuk dukungan awal, pihaknya berencana memberikan bibit pohon mangga untuk ditanam di pinggir Kali Code sebagai stimulan penghijauan, yang akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian.
Di sisi lain, Krisna juga menceritakan bahwa kegiatan penataan kawasan sebelumnya telah diawali pada Juni 2025, melalui kerja bakti bersama masyarakat dan Paguyuban Masyarakat Mergangsan Yogyakarta (PMMY). Kegiatan tersebut juga dikoordinasikan dengan Wali Kota Yogyakarta dan mendapat dukungan berupa truk pengangkut sampah serta pemangkasan pohon oleh DLH Kota Yogyakarta, atas instruksi Wali Kota saat itu, dr.Hasto Wardoyo.
Krisna menambahkan, dalam program kebersihan Kali Code, pihaknya juga memiliki rencana pemberdayaan berbasis lingkungan. Dalam jangka menengah, sungai akan diisi ikan untuk meningkatkan gizi masyarakat sekitar dengan sistem pemancingan yang tertib.
“Warga boleh memancing, tetapi tidak boleh menggunakan setrum atau racun,” tegasnya.
Sementara itu, untuk program jangka panjang, PMKCMY merencanakan pembenahan kualitas air Sungai Code, pembangunan jembatan goyang, warung apung, serta talud penahan berbentuk huruf U yang dapat dimanfaatkan juga sebagai area memancing bagi warga.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan dan kelestarian Kali Code, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis lingkungan dan pariwisata kampung.
repoter : nita

