Dilandasi dan didasari atas kegelisahan, keresahan atas penurunan suara partai di pemilu 2024 yang mencapai +_ 25 ribu suara yang berakibat penurunan 2 kursi di DPRD Kota Yogyakarta serta kecintaan dan militansi terhadap partai maka pada tanggal 14 Februari 2026 di rumah H Danang Rudyatmoko dihadiri 15 kader yang mewakili 14 kemantren se Kota Yogyakarta sepakat membentuk Forum Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.
Dipilihnya tanggal 14 Februari bukan tanpa alasan, alasan utamanya adalah sekaligus memperingati deklarasi partai yang dicantumkan dalam akte notaris di tahun 1999 sebagai syarat mengikuti pemilu 1999, dimana dalam pemilu tetsebut terjadi sejarah dan rekor dimana partai menang dengan hampir 35% suara. Kemenangan tersebut yang menyemangati kami untuk kembali bergerak di tingkatan arus bawah dengan gerakan aktivisme kerakyatan bukan aktivisme keluarga sehingga kembali ke 1999 menjadi agenda suara kami.
Forum ini bertujuan untuk : pertama, menjalin komunikasi dan konsolidasi arus bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dimana selama ini sistem yang dijalankan lima tahun ke belakang hanya sentralistik dan floating mass serta pelibatan kader dalam pergerakan partai sangat minim. Tujuan ini bermuara kepada memunculkan kembali aktivisme kader partai dalam gerakan kerakyatan partai, mengingat dari pemetaan bahwa cara melawan gerakan money politik hanya dengan cara gerakan aktivisme.
Kedua, menjadi wadah gerakan advokasi kader dan rakyat di tingkatan bawah yang terimbas dan terpinggirkan dari adanya kebijakan kebijakan yang diambil oleh negara yang mengganggu hajat hidup orang banyak terutama rakyat marhaen.
Dalam diskusi tersebut disepakati yang menjadi koordinator forum adalah Jarot Kurniadi kader arus bawah dari Kemantren Gedongtengen.
Gerakan ini diawali dari advokasi terhadap rencana penataan parkir dan malioboro di Kota Yogyakarta dimana kebijakan penataan ini berimbas kepada kehidupan dan penghidupan wong cilik (marhaen) dan rencana buka puasa bersama sebagai pertemuan lanjutan untuk menyusun langkah taktis berikutnya di Roemah Ganjar Pranowo di Sleman.
repoter : nt
