CILACAP –Kabarekpres.co.id/Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, MTsN 3 Cilacap menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap persiapan ibadah umat Muslim. Pada Rabu, 17 Februari 2026, pihak madrasah secara resmi merilis dan mendistribusikan jadwal puasa serta imsakiyah bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan moral sekaligus fasilitas praktis agar masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih awal dalam menyambut bulan penuh berkah.
Pemberian jadwal imsakiyah ini bukan sekadar rutinitas administratif. Pihak sekolah menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan simbol “ketukan pintu” untuk mengingatkan kembali pentingnya persiapan spiritual dan fisik sebelum memasuki bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada akhir Februari tahun ini.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh keluarga besar MTsN 3 Cilacap tepatnya di desa kawunganten lor kec Kawunganten kab Cilacap,dan warga sekitar tidak hanya siap secara batin, tetapi juga terbantu secara teknis dalam mengatur waktu ibadah mereka,” ujar perwakilan pihak madrasah.
Respons Positif dari Wali Murid dan Warga
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah ini mendapat apresiasi hangat. Pembagian jadwal dilakukan secara tertib dan dibarengi dengan edukasi singkat mengenai pentingnya manajemen waktu selama berpuasa.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam jadwal tersebut meliputi:
Ketepatan Waktu Imsak: Sebagai pengingat batas akhir sahur.
Waktu Berbuka: Sebagai momen yang dinantikan untuk membatalkan puasa.
Jadwal Shalat Lima Waktu: Untuk menjaga kedisiplinan ibadah di bulan suci.
Membangun Karakter Religius
Selain bagi masyarakat umum, pembagian jadwal ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Madrasah berharap siswa dapat belajar menghargai waktu dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kewajiban agamanya sejak dini.
Dengan adanya jadwal resmi ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan di tengah masyarakat mengenai ketetapan waktu ibadah harian selama satu bulan penuh ke depan. MTsN 3 Cilacap terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak syiar Islam yang bermanfaat.pewarta:(ibin)


