Cilacap – Desa Cisumur, yang terletak di wilayah Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, kini sedang menatap masa depan dengan penuh harapan. Sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sekaligus tokoh masyarakat yang dihormati, Muharis S.Pd.i M.Pd. menyampaikan pandangan dan harapan besarnya untuk membawa perubahan nyata demi kemajuan desa yang ia cintai. Baginya, perubahan ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan lewat satu tekad, satu pilihan, dan satu harapan yang sama dari seluruh elemen masyarakat.
Dalam pernyataannya, Muharis menegaskan bahwa arus baru kemajuan Desa Cisumur harus diawali dengan pembaruan sistem pelayanan birokrasi. Ia menyadari bahwa pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan responsif adalah wajah pertama pemerintahan desa yang baik. “Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang tidak berbelit-belit. Sistem birokrasi harus diperbaiki agar setiap kebutuhan warga dapat terlayani dengan tepat waktu dan tepat sasaran. Tidak ada lagi hambatan yang tidak perlu, karena pelayanan adalah bentuk pengabdian kepada warga,” ujarnya. Pembaruan ini, menurutnya, akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa, yang menjadi dasar kekuatan untuk melangkah maju bersama.
Selain pelayanan, peningkatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda. Muharis melihat bahwa infrastruktur yang memadai adalah tulang punggung kemajuan ekonomi dan kenyamanan hidup warga. Mulai dari perbaikan jalan desa, jembatan, sarana air bersih, hingga fasilitas umum lainnya, semuanya harus direncanakan dan dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan. “Infrastruktur yang baik memudahkan akses warga, memudahkan distribusi hasil bumi, dan membuka peluang ekonomi baru. Pembangunan bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan anak cucu kita di Desa Cisumur,” tambahnya.
Kemajuan desa tidak hanya bicara fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Muharis berharap adanya peningkatan kesejahteraan sosial yang merata, di mana setiap warga merasa terayomi, saling peduli, dan memiliki akses terhadap kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. SDM desa yang berkualitas, cerdas, dan memiliki keterampilan menjadi modal terbesar agar masyarakat bisa bersaing dan mandiri. “Kesejahteraan bukan hanya soal materi, tapi juga kedamaian dan kualitas hidup. Kita harus berusaha agar warga Cisumur tidak hanya hidup cukup, tapi juga hidup berkualitas dan bermartabat,” katanya dengan tegas.
Satu hal yang sangat ditekankan oleh Muharis adalah kembalinya semangat gotong royong, nilai luhur yang mulai redup di tengah masyarakat modern saat ini. Baginya, gotong royong adalah jiwa dan identitas masyarakat desa yang tak ternilai harganya. Semangat saling bantu, saling berbagi, dan bekerja bersama tanpa pamrih harus ditumbuhkembangkan kembali di setiap lingkungan. “Gotong royong adalah kekuatan kita. Dulu, segala hal berat bisa menjadi ringan karena kita bergerak bersama. Jika semangat ini hidup kembali, tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi. Mari kita pulihkan kembali kebersamaan itu, karena kemajuan desa adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintahan semata,” pesannya.
Menutup pernyataannya, Muharis kembali mengingatkan pesan intinya: satu pilihan, satu harapan. Semua elemen masyarakat, mulai dari pemerintahan desa, tokoh adat, tokoh agama, hingga seluruh warga, harus bersatu hati memilih jalan kemajuan dan memegang teguh harapan yang sama. Perubahan arus baru untuk Desa Cisumur bukan mimpi, melainkan tujuan yang pasti tercapai jika kita berjalan beriringan, bergandengan tangan, dan bekerja keras demi kebaikan bersama.
#Edi.S



