Berita terkini Daerah Jawa Tengah

LONGSOR MENGANCAM JALAN PENGHUBUNG KECAMATAN PURWOJATI-WANGON

Desa Jambu, Senin (09/02/2026) – Terjadi kondisi jalan longsor yang cukup parah di Desa Jambu, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas yang menghubungkan dengan Kecamatan Purwojati. Kondisi ini mengganggu akses mobilitas ratusan warga setiap hari dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak segera ditangani.

Kepala Desa Jambu, Nasrun, menyampaikan bahwa jalan penghubung tersebut menjadi salah satu akses penting bagi warga dua kecamatan untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, bersekolah, dan mencari kebutuhan dasar. “Kondisi longsor yang terjadi menyebar pada panjang sekitar 50 meter dengan lereng miring yang mencapai ±30 derajat. Sebagian permukaan jalan telah tergerus hingga kedalaman sekitar 1,2 meter dan lebar jalan yang bisa digunakan menyusut dari 4 meter menjadi hanya sekitar 1,5 meter saja,” jelas Nasrun.

Dia menambahkan, material tanah longsor yang terdiri dari tanah liat dan kerikil telah menutupi sebagian jalur lalu lintas, bahkan beberapa bagian lereng tampak masih tidak stabil dengan adanya retakan yang memanjang sepanjang area terdampak. “Perkiraan sekitar 200-300 kendaraan mulai dari motor, mobil pribadi, hingga kendaraan pengangkut barang melintas melalui jalan ini setiap hari. Saat ini, pengguna jalan harus bergantian melewati bagian yang masih bisa digunakan, menyebabkan kemacetan terutama pada jam sibuk pagi (06.30-08.00 WIB) dan sore hari (16.30-18.30 WIB),” ungkapnya.

Dampak juga dirasakan oleh sekitar 50 keluarga warga sekitar yang tinggal di sepanjang jalan tersebut, yang kesulitan mengakses fasilitas umum seperti puskesmas dan pasar. Beberapa siswa dari Desa Jambu yang bersekolah di Kecamatan Purwojati juga harus memilih rute alternatif yang lebih jauh sekitar 7 kilometer, membuat waktu tempuh meningkat hampir dua kali lipat. “Kami sudah memasang rambu peringatan agar pengguna jalan tetap berhati-hati, namun penanganan menyeluruh dari dinas terkait sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Pihak desa berharap dinas pekerjaan umum dan penataan ruang dapat segera melakukan pemeriksaan geoteknis serta langkah perbaikan untuk mengatasi akar permasalahan dan memastikan jalan dapat digunakan dengan aman kembali.(Mugi ir)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *