SIDARAJA kabarekpres.co.id/ Pemandangan kontras terlihat di Pasar Hewan Desa Sidaraja pada Juma,at (6/2/2026). Di tengah perputaran ekonomi dari aktivitas jual beli hewan ternak yang rutin berlangsung setiap minggu, kondisi fasilitas publik ini justru tampak terbengkalai dan jauh dari kata layak.
Fakta di Lapangan
Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah plastik bercampur dengan kotoran sapi yang berserakan menjadi pemandangan utama.
Bau menyengat yang menusuk hidung tidak hanya mengganggu para pedagang dan pembeli, tetapi juga mulai dikeluhkan oleh warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas.
Sangat ironis mengingat pasar ini merupakan pusat niaga penting bagi peternak lokal. Namun, aspek sanitasi dan pemeliharaan infrastruktur seolah terabaikan begitu saja.
Analisis Tanggung Jawab
Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas pengelolaan pasar tersebut. Secara struktural, tanggung jawab biasanya terbagi ke dalam beberapa lini:
Pengelola Pasar/Pemerintah Desa: Sebagai pemangku wilayah dan penyedia tempat, pihak pengelola memiliki kewajiban untuk memastikan adanya sistem pembuangan limbah dan jadwal pembersihan rutin pasca-hari pasar.
Dinas Kebersihan dan Pasar (Pemerintah Daerah): Jika pasar ini berstatus pasar daerah, maka instansi terkait wajib menyediakan sarana pengangkut sampah dan petugas kebersihan yang memadai.
Kesadaran Kolektif Pengguna Pasar: Para pedagang dan pengunjung juga memegang peran dalam menjaga kebersihan dasar, meski hal ini tetap harus didukung oleh fasilitas tempat sampah yang tersedia.
Dampak yang Mengancam
Jika dibiarkan terus berlanjut, kondisi ini bukan sekadar masalah estetika. Penumpukan kotoran dan sampah berisiko:
Menjadi Sarang Penyakit: Menurunkan standar kesehatan hewan ternak yang dijual.
Pencemaran Lingkungan:
Limpasan air hujan yang membawa kotoran dapat mencemari sumber air warga sekitar.
Menurunkan Daya Jual: Pembeli dari luar daerah mungkin akan enggan datang karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan yang kotor.
Masyarakat kini menanti tindakan nyata dari otoritas terkait. Jangan sampai pasar yang menjadi tumpuan ekonomi desa ini justru berubah menjadi sumber masalah kesehatan bagi warga Sidaraja.pewarta:(ibin)


