Minimnya perhatian dari dinas terkait, secara sederhana sanggar tari asal kecamatan Sidareja, Cilacap ini, rela melaksanakan kegiatan pelatihannya walau di Pendopo kecamatan.
Pelatihan tari yang di ikuti oleh anak anak setingkat TK , Paud hingga SLTP dan SMA tidak mengurangi rasa semangat untuk melatih tari kepada anak anak pada setiap minggunya, walaupun belum memiliki sanggar tari secara pribadi.
Antusias anak anak pada saat mengikuti seni tari berjalan dengan penuh rasa ceria, meski minimnya sarana dan prasarana , baik tempat istirahat, maupun tempat duduk bagi orngtua yang mendampingi anak anak mereka.
Tesa seorang Pelatih tari mengungkapkan, dengan Melalui tari, seseorang dapat menyampaikan perasaan, cerita, dan ide-ide tanpa menggunakan kata-kata. Pelatihan seni tari mengajarkan cara mengolah gerakan menjadi bentuk ekspresi yang bermakna, sehingga mengasah kreativitas dan kemampuan untuk mengkomunikasikan diri dengan lebih efektif. Peserta juga diajak untuk mengeksplorasi gaya dan interpretasi pribadi dalam setiap gerakan.
Tesa juga berharap ada perhatian dari pemerintah guna mewujudkan sanggar tari yang lebih memadai, disisi lain dengan memiliki sanggar tari dapat mempertahankan budaya Jawa yang mulai tergerus kemajuan zaman.
Orangtua dari salah satu anak didik sanggar tari juga menginginkan anaknya lebih mendapatkan pelatihan yang memadai, walau dengan keterbatasan tempat pelatihan kami sangat bangga , semoga dengan adanya kegiatan seni tari ini, kami mendapat perhatian dari semua pihak, untuk turut serta mempertahankan budaya Jawa serta memajukan seni tari di kabupaten Cilacap.
//Edis


