Bakti Sosial Berita terkini Budaya Daerah Jawa Tengah Keamanan Kesehatan Nasional News Populer Olaraga Opini Peristiwa PMI Politik Polri Populer Religi Sosial Teknologi TNI

Dosen Dan Guru Besar Putera Puteri Brebes Peduli Banjir

Brebes, – KABAR EKSPRES II Forum Komunikasi Guru Besar Dan Dosen Putera Puteri Brebes / Yayasan Rumah Cinta Brebes Peduli Banjir Brebes. (17/3/2024).

Banjir yang melanda 7 Kecamatan di Kabupaten Brebes. Kecamatan Larangan, Bantarkawung, Salem, Jatibarang, Wanasari, Brebes dan Kecamatan Songgom.

Kecamatan Brebes ada beberapa Desa yang terdampak banjir seperti Desa Pemaron, Lengkong, Terlangu, Kecamatan Wanasari ada beberapa desa yang terdampak. Seperti Desa Sidamulya, Glonggong, Jagalampeni, Sisalam.

Kecamatan Songgom ada juga yang terendam yakni Desa Wanacala. Kecamatan Larangan ada Desa Kedungbokor, Walahar dan Rengaspendawa.

Dosen Dan Guru Besar Putera Puteri Brebes Peduli Banjir

Kecamatan Jatibarang, yakni di Desa Bojong, Kedungtukang, Buaran dan Kebogadung. Sementara di Kecamatan Salem, banjir juga menggerus dan mengakibatkan longsor di ruas jalan penghubung Desa Ciputih dan Gandoang, Data di kutip dari BPBD Brebes, masih menyisahkan bekas psikologis masyarakat Brebes.

Dosen dan Guru Besar putera puteri brebes yang tergabung dalam FKGD/YRCB, yang tersebar di hampir 89 kampus, peduli dengan membagikan perlengkapan sekolah di 3 sekolah, yaitu SD Negeri Bojong 02, SD Negeri Pemaron 03, SD Negeri Limbangan Kulon.

3 Tim Muda Brebes yang terdiri dari Alfiyah, Edy Jaya, dan Aries Sutanto, ujung tombak Pemuda Brebes, Selalu senang menjadi bagian kecil dari yayasan rumah cinta brebes dimana didalamnya ada Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes yang selalu peduli cepat tanggap dalam hal-hal sosial, kemanusiaan dan terutama pendidikan. Seperti hari ini mengukir senyuman, dan berbagi kebahagiaan dengan memberi bantuan alat tulis kepada siswa-siswi yang terdampak banjir yang mempunyai semangat yang luar biasa dalam belajar dan cita-cita yang tinggi. Ucap Aries Sutanto.

Perwakilan Guru Mengucapkan Terimakasih kepada Yayasan Rumah Cinta Brebes / Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putra Putri Brebes atas sumbangsih nya terhadap kami yang terdampak banjir.

“Semoga amal baik perbuatan dan sumbangansih penjenengan semua akan membawa berkah barokah selalu dan kedepannya akan dimudahkan atas segala cita-cita dan perjuangannya,”Ucap Nurhidayati, S.Pd.

“Harapannya semoga musibah banjir di Brebes sebagai ujian membawa barokah bagi hidup. Kehidupan dan penghidupan masyarakat Brebes pada umumnya,”Ucap Prof. Dr. Ir. Darsono Wisadirana, MS, Guru Besar Universitas Brawijaya ( Salah Satu Pembina FKGD/YRCB).

Red

Anda mungkin juga suka...

Berita terkini Daerah DIY Yogyakarta

KPK Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta, Cegah Celah Korupsi Sejak Dini YOGYAKARTA Kabarekpres.co.id/Pemerintah terus mematangkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Namun, di balik misi mulia meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut, terdapat potensi risiko besar terkait tata kelola dan integritas,tutur KRISNA TRIWANTO S.H., Ketua Panitia Diskusi Publik Nasional,juga selaku Ketua DPW ARIES DIY,yang akan diselenggarakan Sabtu,7 Februari 2026 sampe j 14.00 wib,digedung DPRD DIY. Menyikapi hal ini, sebuah forum diskusi publik bertajuk “Sosialisasi, Edukasi, dan Diskusi Publik: Tantangan serta Pencegahan Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis” digelar di Yogyakarta pada Sabtu (7/2/2026). Hadir sebagai narasumber utama, Jhonson Widwan Ginting, S.T., M.M., perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,dan narasumber lainya,keterangan Ketum ALIANSI RAKYAT INDONESIA EMA ( ARIES) Identifikasi Hambatan dan Gangguan Dalam paparannya, Jhonson Ridwan Ginting menyoroti bahwa proyek berskala nasional dengan anggaran besar selalu menjadi magnet bagi praktik maladminstrasi maupun korupsi. Ia memetakan empat klaster masalah yang harus diwaspadai: Hambatan Logistik: Distribusi pangan di wilayah geografis yang sulit yang berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya tak terduga. Gangguan Data: Akurasi data penerima manfaat (siswa) yang seringkali tumpang tindih atau tidak diperbarui (update). Tantangan Kualitas: Standar gizi yang tidak seragam akibat permainan dalam pemilihan vendor atau penyedia jasa boga. Ancaman Korupsi: Adanya potensi kickback (setoran) dalam penunjukan vendor lokal serta pemotongan jatah volume makanan di lapangan. “Program ini adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai anggaran yang seharusnya lari ke piring anak sekolah, justru belok ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Jhonson di hadapan para peserta diskusi. Strategi Pencegahan dan Solusi KPK menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan ekosistem pengawasan yang ketat. Beberapa solusi strategis yang ditawarkan dalam diskusi tersebut meliputi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *