Berita terkini Budaya Daerah Jawa Tengah Keamanan Kesehatan Nasional News Populer Olaraga Opini Peristiwa PMI Politik Polri Populer Religi Sosial Teknologi TNI

Diduga Konsleting Listrik, Sejumlah Kios di Pasar Malam Kota Tegal Ludes Terbakar

Kota Tegal, – KABAR EKSPRES II Kejadian kebakaran melanda pasar tradisional di Jalan Pancasila Kawasan Alun-alun Kota Tegal, Senin (13/5/2024).

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Sedangkan untuk penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Namun dugaan sementara akibat adanya konsleting listrik.

Salah seorang saksi Munari (49) pemilik Warteg Putra, mengaku kaget ketika melihat asap pekat yang mengepul tinggi di atas kios pasar loak.

Diduga Konsleting Listrik, Sejumlah Kios di Pasar Malam Kota Tegal Ludes Terbakar

“Begitu melihat asap saya memberitahu ke warga yang lain dan langsung ke lokasi kebakaran. Saya melihat api sudah membakar kios yang ada di pasar loak. Selanjutnya melaporkan kejadian ini ke petugas pemadam kebakaran dan pihak Kepolisian,” kata Munari.

Setelah mendapatkan laporan, lanjut Munari, tak lama kemudian mobil-mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi. Dan berusaha untuk memadamkan api dibantu petugas dari kepolisian dan warga setempat,” tuturnya.

Sementara itu Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas yang hadir di lokasi kejadian mengatakan, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran. Upaya pemadaman juga sudah berhasil dilakukan oleh tim damkar Kota Tegal dibantu oleh petugas Kepolisian dan warga sekitar.

“Alhamdulillah kobaran api sudah dapat kita padamkan. Hasil sinergi dari tim pemadam kebakaran Kota Tegal bersama petugas Kepolisian dan warga sekitar lokasi kejadian. Sedangkan penyebab terjadinya kebakaran belum kita ketahui secara pasti karena masih dalam penyelidikan dari pihak Kepolisian,”pungkas Kapolres.

Reporter: Imam

Anda mungkin juga suka...

Berita terkini Daerah DIY Yogyakarta

KPK Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta, Cegah Celah Korupsi Sejak Dini YOGYAKARTA Kabarekpres.co.id/Pemerintah terus mematangkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Namun, di balik misi mulia meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut, terdapat potensi risiko besar terkait tata kelola dan integritas,tutur KRISNA TRIWANTO S.H., Ketua Panitia Diskusi Publik Nasional,juga selaku Ketua DPW ARIES DIY,yang akan diselenggarakan Sabtu,7 Februari 2026 sampe j 14.00 wib,digedung DPRD DIY. Menyikapi hal ini, sebuah forum diskusi publik bertajuk “Sosialisasi, Edukasi, dan Diskusi Publik: Tantangan serta Pencegahan Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis” digelar di Yogyakarta pada Sabtu (7/2/2026). Hadir sebagai narasumber utama, Jhonson Widwan Ginting, S.T., M.M., perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,dan narasumber lainya,keterangan Ketum ALIANSI RAKYAT INDONESIA EMA ( ARIES) Identifikasi Hambatan dan Gangguan Dalam paparannya, Jhonson Ridwan Ginting menyoroti bahwa proyek berskala nasional dengan anggaran besar selalu menjadi magnet bagi praktik maladminstrasi maupun korupsi. Ia memetakan empat klaster masalah yang harus diwaspadai: Hambatan Logistik: Distribusi pangan di wilayah geografis yang sulit yang berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya tak terduga. Gangguan Data: Akurasi data penerima manfaat (siswa) yang seringkali tumpang tindih atau tidak diperbarui (update). Tantangan Kualitas: Standar gizi yang tidak seragam akibat permainan dalam pemilihan vendor atau penyedia jasa boga. Ancaman Korupsi: Adanya potensi kickback (setoran) dalam penunjukan vendor lokal serta pemotongan jatah volume makanan di lapangan. “Program ini adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai anggaran yang seharusnya lari ke piring anak sekolah, justru belok ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Jhonson di hadapan para peserta diskusi. Strategi Pencegahan dan Solusi KPK menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan ekosistem pengawasan yang ketat. Beberapa solusi strategis yang ditawarkan dalam diskusi tersebut meliputi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *