Polres Tegal Kota, Gelar Rekontruksi Kasus Penemuan Mayat di Pasar Randugunting

Kota Tegal – KABAR EKSPRES II Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal Kota menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Pasar Randugunting Kota Tegal beberapa waktu lalu. Kegiatan rekontruksi tergelar di halaman Mapolres, Kamis (21/12/2023) siang.

Ada sedikit ketegangan, karena sejumlah keluarga dan rekan korban pembunuhan tersebut turut menyaksikan jalannya rekonstruksi. Sesekali, mereka berteriak meluapkan kekecewaannya. Lantaran saksi kunci yang mereka duga terlibat dalam pembunuhan tersebut tidak dijadikan tersangka.

Dalam pengamanan ketat petugas, tersangka memperagakan sejumlah adegan dalam rekonstruksi pembunuhan yang sempat menggegerkan warga Kota Tegal waktu itu. Dari, awal kejadian, hingga pelaku tega menghabisi nyawa korban.

Kasus pembunuhan itu, terjadi pada 6 Desember 2023 lalu. Pada waktu kejadian, sejumlah pedagang sempat heboh dengan kondisi korban yang cukup mengenaskan tergeletak di salah satu lapak pedagang.

Kasatreskrim Polres Tegal Kota AKP Darwan mengatakan, dalam kasus tersebut pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka. Yakni MT (66) yang berprofesi sebagai penjaga malam pasar Randugunting Kota Tegal.

Polres Tegal Kota, Gelar Rekontruksi Kasus Penemuan Mayat di Pasar Randugunting

Menurutnya, dalam rekonstruksi tersebut tersangka memperagakan 26 adegan. Salah satunya, saat pelaku memukul korban dengan kayu hingga meninggal dunia.

“Kami telah menggelar rekonstruksi untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Ada 26 adegan yang diperagakan oleh tersangka,” kata AKP Darwan saat di konfirmasi oleh team Humas, Jum’at (22/12/2023).

Kasatreskrim menegaskan, rekonstruksi pihaknya lakukan, untuk mengetahui peristiwa sebenarnya dalam kasus pembunuhan tersebut. Sekaligus, melengkapi berkas yang akan mereka serahkan kepada pihak kejaksaan.

“Rekonstruksi kita gelar untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Sebelum, nantinya kita serahkan kepada Kejaksaan,” terangnya.

Sekilas informasi, bahwa kasus pembunuhan di Pasar Randugunting Tegal, bermula dari adanya penemuan mayat di salah satu lapak pedagang. Dari hasil olah TKP, petugas berhasil mengungkap identitas korban yakni Reza yang merupakan warga Kabupaten Tegal.

Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan. Dan berdasarkan bukti-bukti yang ada di TKP petugas berhasil mengamankan terduga pelaku yang akhirnya di tetapkan sebagai tersangka. Yang saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan jajaran Satreskrim Polres Tegal Kota.

Reporter: Casroni

AEK SINGOLOT MELUAP DAN HANYUTKAN PULUHAN PONDOK SANTRI,

Purba Baru – KABAR EKSPRES II Aek Singolot yang mengalir melintasi Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meluap dan menghanyutkan puluhan pondok santri Pesantren Musthafawiyah yang berada di bantaran sungai tersebut, Rabu (20/12) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kepala Desa Purba Baru Asran mengatakan, kejadian ini merupakan yang terparah sepanjang pengetahuannya. Meski demikian belum ada laporan adanya korban jiwa atau santri yang hanyut. “Di belakang rumah ini ada puluhan pondok santri dan musala, itu hanyut semua. Terus di hilir ada satu rumah warga yang juga terdampak,” katanya.

Asran menuturkan, tingginya debit air akibat hujan deras selepas Magrib ditengarai menjadi penyebab banjir. “Ini sudah mulai surut. Tadi tinggi air satu meter lebih dari posisi sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina Mukhsin Nasution yang ditemui di lokasi mengaku pihaknya langsung bergerak menuju Desa Purba Baru begitu mendapatkan informasi adanya banjir. “Kami dan Basarnas langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi santri yang ada di seberang sungai,” katanya.

AEK SINGOLOT MELUAP DAN HANYUTKAN PULUHAN PONDOK SANTRI,

Mukhsin menambahkan, pihaknya masih melakukan pendataan jumlah pasti pondok yang terbawa arus sungai. “Kami masih fokus mengevakuasi santri sebelum dilakukan pendataan untuk memperoleh data pasti, kami taksir sekitar 30 pondok hanyut,” tuturnya.

Tim BPBD dan Basarnas, jelas Mukhsin, akan tetap berada di lokasi untuk melakukan pemantauan. “Kami rencana akan di sini sampai pagi sembari melakukan pendataan bersama pihak pesantren,” terangnya.

Terkait korban jiwa, Mukhsin belum bisa memastikan. Namun, sampai berita ini dilansir hanya ada satu santri yang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena wajahnya tergores seng pondok saat berupaya menyelamatkan diri. “Kami masih menunggu pendataan dari pesantren karena mereka yang mengetahui jumlah santri,” tutupnya.

Sedangkan Zuhri Mustafa Nasution, mewakil pesantren menerangkan telah dilakukan evakuasi santri yang pondoknya hanyut. “Itu sudah kami arahkan ke lokal yang di sana. Para guru juga sudah ada di sini untuk membantu,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan sementara, kata Zuhri, belum ada laporan santri yang hilang atau hanyut. “Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada laporan, itu makanya santri yang bermukim di Banjar Manggis dikumpulkan dulu,” sebutnya.

Dia berharap Aek Singolot yang sempat meluap secepatnya surut dan normal sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua santri, para santri, dan masyarakat. “Kita doakan agar sungai surut,” harapnya.

Wakil Bupati Atika Azmi yang turun langsung ke lokasi mengatakan pemerintah untuk sementara masih tahap peninjauan dan pendataan dengan harapan tidak ada korban jiwa. “Kurang lebih 30 unit pondok santri hanyut. Kami mengajak masyarakat untuk sama-sama berdoa tidak ada korban jiwa. Kalau kerugian materil tentu bisa diatasi,” katanya, Kamis (21/12) dini hari.

Dengan kondisi cuaca seperti ini, wabup berharap masyarakat yang berada di sekitar bantaran sungai untuk waspada. “Termasuk yang berada di muara sungai ini, bukan hanya masyarakat Purba Baru dan santri,” sebutnya.

Salah satu desa yang menjadi perhatian wabup di tengah intensitas hujan seperti saat ini adalah Desa Muara Batang Angkola di Kecamatan Siabu yang merupakan muara sungai. “Kami mengajak masyarakat berdoa, mudah-mudahan kita diberikan keselamatan,” harapnya.

Terhadap para santri, dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak pesantren agar disampaikan imbauan sehingga tidak ada yang mendekati aliran sungai.

Pantauan di lokasi, ribuan santri turun ke jalan untuk memastikan rekan-rekannya yang ada di Banjar Manggis selamat. Bahkan, masjid pesantren itu sempat dipenuhi santri karena dijadikan tempat evakuasi sementara beberapa santri yang pondoknya hanyut.
Penulis : Magrifatulloh

Pengungkapan Home Industri Narkotika di Kamar Apartemen Cengkareng, Polres Jakbar Sita 103 Kg Tembakau Sintetis

Jakarta Barat, – KABAR EKSPRES II Satuan Reserse narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap home industri tembakau gorila (sinte) di sebuah apartemen dikawasan Cengkareng Jakarta Barat, Minggu, 10/12/2023.

Dari pengungkapan tersebut petugas berhasil mengamankan sebanyak 100,350 gram (103 Kg) Ganja Gorila serta bahan dan alat pembuat tembakau gorila (sinte)

Pelaku menyewa aparteman kawasan Cengkareng, Jakarta Barat untuk memproduksi tembakau sintetis yang rencananya akan diedarkan saat perayaan tahun

baru.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol M Syahduddi didampingi wakasat narkoba Akp Retno Jordanus dan Iptu Miftahul Munir mengatakan pengungkapan termbakau sintetis itu terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat. Kemudian dilakukan penyelidikan.

Dari informasi tersebut penyidik menangkap remaja berinisial DA (22). Pelaku saat ditangkap tengah sendiri di apartemen.

“Pelaku DA kami tangkap pada hari Minggu (10/12/2023) sekira pukul 21.30 WIB di apartemen kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Diamankan kurang lebih 103 kilogram tembakau sintetis,” ujarnya saat konferensi pers, Rabu (20/12/2023).

Pengungkapan Home Industri Narkotika di Kamar Apartemen Cengkareng, Polres Jakbar Sita 103 Kg Tembakau Sintetis

Dari tangan pelaku didapati sebanyak kurang lebih 103 kilogram tembakau sintetis siap edar.

Hasil pemeriksaan terungkap jika pelaku DA berperan mencampurkan cairan yang sudah diracik dengan tembakau murni hingga menjadi narkotika.

“Peran DA adalah yang mencampurkan cairan yang sudah jadi dengan tembakau murni sehingga menjadi tembakau sintetis,” jelas Syahduddi.

Dalam pengungkapan ini dua orang pelaku lainnya masih diburu. Pelaku yang masih DPO yakni FA berperan sebagai peracik cairan dan AK berperan sebagai pengendali.

Dalam aksinya pelaku DA hanya berperan mencampurkan cairan sintetis ke tembakau murni. Nantinya jika sudah jadi, tembakau itu akan disebar untuk dijual ke pasaran.

Sebelum diedarkan polisi telah terlebih dahulu mengamankan pelaku. Sehingga tembakau sintetis yang rencananya disebar di wilayah DKI Jakarta itu gagal terjual.

Syahduddi mengungkap jika perkilogramnya tembakau sintetis itu bisa laku Rp 50-60 juta per kilogram di pasaran.

“Rencananya akan diedarkan di wilayah DKI Jakarta. Jika dikalkulasikan tembakau sintetis ini kalau jika terjual semua mencapai Rp 5 miliar,” ungkap Syahduddi.

Dari hasil pemeriksaan pelaku baru tahun ini mulai memproduksi tembaku sintetis. Belum diketahui pasti berapa keuntungan yang didapat pelaku.

Pasalnya, dua pelaku DPO masih belum tertangkap. Sebab home industri tembakau sintetis itu dikendalikan oleh pelaku yang masih DPO.

Atas perbuatannya, pelaku DA disangkakan Pasal 113 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2) UURI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan Permenkes Nomor 36 Tahun 2022 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

Dari hasil pengungkapan tersebut polisi berhasil menyelamatkan sebanyak 400.000 jiwa

Humas Polres Metro Jakarta Barat

Red

Terjadi korban Penganiayaan yang di Alami oleh Anggota IWO I Banyuasin

Banyuasin – KABAR EKSPRES II Nasib tragis dialami Danur wenda (21).Juga seorang Jurnalis, Badannya penuh luka setelahe dikeroyok dan dianiaya oleh dua orang pelaku. Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Suka Damai Kecamatan Tanjung lago Kabupaten Banyuasin ( Minggu Malam. (17/12) sekira pukul 11.30.wib saat menghadiri Acara Khitanan Di rumah Hato di Desa Suka damai. RT: 13/RW: 04,.

Menurut Keterangan Saksi ,RH Kepada Media menjelaskan kejadian penganiayaan yang di Alami oleh Danur wenda ini yang di lakukan oleh a/n Ferdiansyah(22) di ketahui Warga desa Bangun Sari, terjadi penganiayaan ini yang di lakukan terangaka Belum di ketahui permasalahan nya karna si pelaku mengaku se orang preman di wilayah tersebut, menutut keterangan saksi RH dengan seketiaka, saat korban Danur Wenda, sedang duduk Di lokasi Acara Kuda Lumping Acara khitanan di kediaman Hato, yang punya Hajat mengelar Acara Kuda Luping.

Kemudian sekira pukul 11.30. wib, Tersangka Ferdiyansyah mendatangi korban bersama rekannya, Namun tiba-tiba pelaku dengan membabi buta menganiaya korban,

Terjadi korban Pengadiayaan yang di Alami oleh Anggota IWO I Banyuasin

Dengan Tanpa basa-basi,pelaku itu di langsung menikam korban Danur. Korban mencoba menghindar namun tersangka tetap menyerang tanpa ampun. Kejadian tersebut disaksikan oleh warga dan dilerai oleh saksi bernama RH . Akibat serangan yang brutal, korban Danur Juga Seorang Jurnalis Media BOTV Sriwijaya, juga Anggota IWO Indonesia Banyuasin mengalami luka tusuk di lengan kiri dan kepala dua lobang.

Kini, korban masih terkapar dirawat insentif di rumah. Kasus ini sudah di tangani kepolisian polsek Tanjung lago Banyuasin setelah menerima laporan. Dengan laporan polsi Nomor: LP/B- 38 /XII /2023/ SPKT/ SEK.TJR/RES.BA /POLDA SUMSEL.

Terpisah, Kapolsek Tanjung lago IPTU Ismail Hasan Nasution S Tr k saat dikonfirmasi via Telpon pelaku mengatan akan segera di tangkap.

Pengadiayaan yang di lakukan oleh Tersangka (Ferdiansyah) yang di ketahui warga desa Bangun sari disangkakan Ayat (2) Sub 351 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat.

Reporter: Iwo i okus Udin

KETUA DPP PPAM INDONESIA KEMBALI MENGADAKAN KEGIATAN UNTUK MENDAPINGI ASPIRASI MASYARAKAT YANG KHAWTIR..

Palembang, – KABAR EKSPRES II Bahayanya Narkoba dilingkungan sekitar mereka kali ini ppam dpp ppam indonesia menggadakan penyuluhan dan menghibau bayangkan narkoba dan pangan dengan Tema “Selamat kan anak bangsa dari bahaya Narkoba” berlokasi di kantor kecamatan kemuning dgn sasaran penyuluhan masyarakat yg berada di 6 kelurahan yang tergabung di kecamatan kemuning kota Palembang pada 16 Desember 2023,

Indriyana,S.Sos sebagai ketua pelaksana,Ade Rahmayanti,SH sbgai Sekretaris dan Susi Susilawati,SH sbgai Bendahara dlm kegiatan ini.

Dalam penyuluhan tersebut hadir perwakilan dari BNN Sumsel yaitu Ibu Yeni Yulita,SKM yg sekaligus sebagai pengisi materi penyuluhan mengatakan “Saat ini kita hrus berhati2 dlm membeli makanan kemasan Krn sdh Bnyk yg di temui narkotika yg di edar kan berada dlm bentuk makanan kemasan.

KETUA DPP PPAM INDONESIA KEMBALI MENGADAKAN KEGIATAN UNTUK MENDAPINGI ASPIRASI MASYARAKAT YANG KHAWTIR..

turut hadir juga Dirnarkoba Polda SumSel di wakili oleh KBO Kompol. MP Nasution , Satnarkoba Polrestabes Iptu Usman,perwakilan dari Kapolsek kemuning,camat kemuning Bapak M.Irman SSTP . M yg menyediakan tempat kegiatan beserta lurah-lurah sekecamatan kemuning.

Dalam kata sambutannya KOMPOL MP.Nasution mengatakan bahwa kita semua harus bergandengan tangan dlm memberantas peredaran Narkoba,para pengedar sering di anggap pahlawan oleh masyarakat Krn sering memberikan bantuan kpda masyarakat,padahal uang tersebut hasil dari penjualan Narkoba.(ujarnya)

Ketua Umum PPAM INDONESIA Effendi Mulia mengatakan dlm kata sambutannya “semoga kegiatan penyuluhan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat terutama masyarakat yg berada di wilayah kecamatan kemuning,dan saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yg telah membantu sehingga terlaksananya kegiatan ini.(ujar Effendi)

Reporter: Hendrik

Tindakan P2TL PLN Brebes di Nilai Arogan, Pasalnya Tidak Ada Pemberitahuan Sebelumnya

Brebes, Jateng. – KABAR EKSPRES II Kejadian pembongkaran KWH listrik menimpa seorang pelanggan PLN warga Desa Krasak Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, Selasa(12/12/2023).

Royani (54) saat ditemui awak media dikediamannya di Desa Krasak, kecamatan Brebes kabupaten Brebes menuturkan, bahwa awalnya tidak tahu kalau kilometer KWH listrik mau dibongkar, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

” Kejadian pembongkaran itu dilakukan pada hari Kamis (7/12/2023), Minggu lalu.”tuturnya.

Ia mengungkapkan, pada saat petugas P2TL PLN Brebes membongkar box kilometer KWH listrik ditembok depan rumahnya, dia sempat bertanya, kenapa dibongkar, petugas itu menjawab dibongkar karena belum melunasi tunggakan pembayaran administrasinya. Padahal pembayaran denda administrasi sudah dilakukan di tahap awal karena angsuran lima kali dan angsuran kedua belum masuk tagihan.

Tindakan P2TL PLN Brebes di Nilai Arogan, Pasalnya Tidak Ada Pemberitahuan Sebelumnya

” Setelah kejadian itu rumah saya padam selama lima hari, dan saya langsung menemui seorang yang dulu mengurus proses pemasangannya yaitu Dirwanto untuk meminta bantuan agar Masalah ini bisa ada penyelesaian.”ucapnya.

Dirwanto, warga Desa Krasak RT 05 RW 01 saat ditemui dikediamannya menjelaskan kepada awak media, bahwa memang benar kalau pemasangan box kilo meter KWH listrik punya Royani itu dulu ia yang membantu proses pemasangan nya. Namun demikian permasalahan pembongkaran box kilo meter KWH milik Royani ini sebenarnya sudah ada langkah dan tindakan penyelesaiannya dengan pihak PLN Brebes.

” Dan sudah ada kesepakatan kedua belah pihak antara pelanggan dan PLN dengan membayar administrasi yang telah ditentukan.”bebernya.

Dirwanto mengatakan, meski dari pihak PLN akhirnya menyarankan untuk proses pasang baru lagi, namun setelah di sanggupi pihak pelangan, malah dipersulit karena harus melunasi denda administrasi nya, padahal denda administrasi sudah disepakati dibayar lima kali angsuran.

” Dengan adanya kejadian ini saya akan melakukan audensi terbuka dengan pihak management PLN Brebes sekaligus evaluasi agar tidak ada lagi kejadian serupa terulang kembali. Demi memberi keadilan hak pelanggan, saya akan mengadakan audensi dikantor PLN Brebes agar setiap persoalan dengan pelanggan yang hanya cuma pelanggaran tidak harus bertindak arogan.”pungkasnya.

Red