Kutai Kartanegara. – KABAT EKSPRES II Dalam upaya meringankan beban warga yang terdampak akibat musibah kebakaran yang terjadi didesa Sumbersari, Koramil 0906-07/Sebulu memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga yang berada di jalan Cendana RT 15 SP 1 desa Sumbersari kecamatan Sebulu kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Bantuan bahan pokok makanan yang terdiri dari beras, telur, mie instan dan air mineral tersebut diberikan secara langsung oleh Danramil 07/Sebulu, Kapten Arm. Patar Silalahi kepada warga yang terdampak akibat musibah kebakaran yang terjadi pada selasa siang (19/3/) di desa Sumbersari.
Dalam kesempatan tersebut Kapten Arm. Patar dengan didampingi Babinsa dan ketua RT setempat juga meninjau posko penampungan yang digunakan oleh warga dan meninjau lokasi terjadinya peristiwa yang telah menghanguskan setidaknya 15 unit rumah bangsalan warga desa Sumbersari. Sabtu (23/03/2024)
Koramil 0906-07/Sebulu Berikan Bantuan Untuk Korban Kebakaran Sumbersari
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban yang dirasakan oleh warga yang terkena musibah. Dibalik peristiwa dan dibalik cobaan ini ada hikmah untuk kita semua, jadi kita harus berusaha sabar dan menerima kejadian ini” tutur Danramil.
Dirinya juga berharap agar masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada akan terjadinya musibah tersebut. “Diharapkan melalui peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dan selalu waspada ditengah cuaca ekstrim seperti saat ini”, pungkasnya. Sumber Dim 0906/Kkr
MAMUJU, – KABAR EKSPRES IISejumlah tokoh memberikan tanggapan atas kepemimpinan Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh di tanah malaqbi.
Salah satunya, Sekretaris MUI Sulbar KH M Sahlan. Dirinya mengatakan, semenjak beliau ditunjuk oleh Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi Pj Gubernur sulbar pada tgl 12 Mei 2023, yang tentu tinggal beberapa hari lagi memasuki masa 1 tahun kepemimpinan di provinsi yang malaqbiq ini, sebagai masyarakat sulbar (Asn dan tokoh masyarakat sulbar) sangat merasakan kehadiran beliau yang merangkul dan membangun komunikasi dengan semua elemen masyarakat.
“Kehadiran beliau banyak membawa perubahan yang signifikan, dengan kebijakan dan keputusan yang memihak kepada masyarakat, kepedulian dan perhatian serta rasa empati telah menjadikan Sulbar di segani dan diperhitungkan di kanca nasional,” kata Sahlan.
Hal ini bisa dilihat, lanjut Sahlan dari berbagai prestasi yang ditorehkan, gerakan- gerakan bersentuhan langsung dengan masyarakat bahkan langsung menemui masyarakat.
“Termasuk berdialog menjadikan selama 11 bulan terakhir ini Sulbar memanen prestasi. Beliau juga sangat insten membangun komunikasi dengan daerah sehingga kolaborasi program nasional dapat di sinergikan dengan program provinsi dan kabupaten,” ungkapnya.
Sementara itu, beliau juga memiliki wawasan kebangsaan yang dipadukan dengan wawasan kearifan lokal, pandangan masa depan yang sangat terukur.
“Baru saja kita memasuki kantor baru setelah pasca gempa 3 tahun lalu. Beliau punya obsesi agar kantor pemprov menjadi pusat informasi dan pelayanan yang lengkap, ketika masyarakat membutuhkan data ini dan itu,” bebernya.
Prof Zudan 11 Bulan Menjabat di Sulbar, Tokoh Agama: Banyak Kemajuan Bagi Daerah
Sehingga, semua sudah tersedia, dengan memakai digitalisasi informasi sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman. Dengan pengalaman di birokrasi beliau telah menanamkan menagerial yang mandiri, profesional dan memiliki integritas serta tanggungjawab.
“Beliau menjadi salah satu tokoh birokrasi nasional yang selalu berkreasi dan berinovasi untuk kemajuan daerah dan bangsa. Beliau bisa menjadi pemersatu umat. Bahkan punya wawasan yang paripurna, memikirkan Sulbar, apa dan bagaimana di masa depan,” ujarnya.
Dengan demikian, Sulbar bisa sejajar dengan provinsi yang lain. Dengan tagline ” Sulbar melaju dan maju terus “.
“Kami berharap bapak presiden RI joko widodo bisa kembali menunjuk dan mengamanahkan kembali untuk melanjutkan karya nyatanya di provinsi sulbar ini. Kami sangat bersyukur dan merasakan sentuhan dan kebijakannya. Banyak prestasi dan torehan yang telah diraih dari hasil kolaborasi dan tangan dinginnya. Sulbar masih butuh sentuhan dan karya nyata seorang Prof. H. Zudan Arif Fakhrulloh,” harapnya.
MAMUJU, – KABARBEKSPRES IISejumlah tokoh memberikan tanggapan atas kepemimpinan Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh di tanah malaqbi.
Salah satunya, akademisi dan Dosen FISIP Unsulbar Farhanuddin. Dirinya mengatakan, sebagai birokrat yang berlatar belakang akademisi, Pj. Gubernur Sulbar, Prof Zudan memberi nuansa tersendiri dalam mengembang tugas.
“Antara lain dari makin terbukanya ruang dialog dengan masyarakat, misalnya diskusi dengan kalangan kampus, dosen dan aktivis mahasiswa atas berbagai masalah dan atau potensi masalah di provinsi Sulbar,” kata Farhan.
Mantan komisioner KPU Sulbar itu juga mengungkapkan komunikasi ke publik dengan media sosial seperti tiktok, juga menjadi hal yang menarik, bagaimana jalinan komunikasi pejabat ke publik dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Prof Zudan 11 Bulan Menjabat di Sulbar, Akademisi: Terbukanya Ruang Dialog
“Kemudian, perhatian Pj Gubernur Sulbar terhadap dunia pendidikan: dasar, menengah dan pendidikan tinggi juga memberikan harapan atas peningkatan kualitas SDM di bumi Malaqbiq, Sulbar,” ungkapnya.
Berbagi prestasi dan penghargaan yang telah diterima sejak menjadi PJ. Gubernur, tentu dirinya berharap dapat menjadi pelecut semangat dan inovasi birokrasi secara umum dalam peningkatan pelayanan publik ke masyarakat.
“Ada berbagai hal lagi yang penting untuk menjadi perhatian pemprov di bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
JAKARTA, – KABAR EKSPRES IIKetua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang mengapresiasi sosok anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agung Laksono yang mumpuni dan memiliki segudang pengalaman di berbagai bidang. Tidak hanya sebagai politikus, pria kelahiran Semarang tanggal 23 Maret 1949 ini, juga sukses dalam dunia bisnis, partai politik, organisasi kemasyarakatan hingga birokrasi.
“Di usianya yang kini telah menginjak 75 tahun, Agung Laksono tetap setia mencurahkan tenaga dan pemikirannya bagi kemajuan bangsa. Sebagai salah satu tokoh politik senior di Indonesia, berbagai profesi dan posisi penting, baik di partai politik, bisnis, pemerintahan hingga legislatif pernah diembannya dengan baik. Keteladanan beliau patut dicontoh oleh para generasi muda,” ujar Bamsoet usai menghadiri syukuran ulangtahun ke-75 Agung Laksono di Jakarta, Sabtu malam (23/3/24).
Hadir antara lain Ketua Wantimpres Wiranto, anggota Wantimpres Habib Luthfi, Ketua Umum Partai Golkar/Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, tokoh senior Partai Golkar Aburizal Bakrie, Akbar Tandjung dan Theo L Sambuaga, Syarif Cicip Soetardjo, Menpora Dito Ariotedjo, serta sejumlah tokoh politik lain.
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, Agung Laksono memulai karir politiknya sejak lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) di tahun 1972. Ia dipercaya sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 1983-1986, Ketua Umum AMPI periode 1984-1989, Sekretaris Jenderal PPK Kosgoro tahun 1990-1995 dan di tahun 2000 menjadi Ketua Umum PPK Kosgoro.
“Kiprah sebagai anggota legislatif mulai digeluti ketika Agung Laksono terpilih sebagai anggota DPR/MPR RI periode 1987-1992. Pada Pemilu selanjutnya, Agung terpilih kembali untuk duduk sebagai anggota DPR/MPR RI periode 1992-1997. Usia Agung Laksono ketika pertama kali duduk di kursi dewan baru berumur 38 tahun,” kata Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menuturkan, di tahun 1997 Presiden Soeharto meminta Agung Laksono menjadi Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) di Kabinet Pembangunan VII. Saat Presiden Soeharto lengser di bulan Mei 1998, Agung Laksono tetep dipercaya sebagai Menpora oleh Presiden Habibie hingga tahun 1999.
Hadiri Perayaan Ulangtahun Agung Laksono ke-75, Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Kiprah Politik-Bisnis Tokoh Senior Golkar dan Watimpres ini
Usai pemerintah Presiden Habibie berakhir di tahun 1999, Agung Laksono kembali masuk ke lembaga legislatif sebagai anggota DPR/MPR RI periode 1999-2004. Puncak karir Agung Laksono di ‘Senayan’, saat ia dipercaya memimpin DPR sebagai Ketua DPR RI periode 2004-2009.
“Pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode 2009-2014, Agung Laksono ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra). Presiden SBY juga pernah mempercayakan Agung Laksono menjadi pelaksana tugas (Plt) Menpora menggantikan Andi Mallarangeng yang tersangkut kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain, menjadi Plt Menteri Agama menggantikan Suryadharma Ali yang dijerat KPK terkait kasus suap,” urai Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, usai duduk di pemerintahan, Agung Laksono kembali fokus ke Partai Golkar. Terjadi dualisme kepemimpinan Partai Golkar saat Munas Golkar tahun 2014. Agung Laksono terpilih sebagai Ketua Umum Golkar periode 2014-2019 versi Munas Ancol dan Aburizal Bakrie terpilih sebagai Ketua Umum Golkar periode 2014-2019 versi Munas Bali. Perpecahan di kubu Golkar ini bisa terselesaikan melalui Munas Partai Golkar di Bali tahun 2016 yang menetapkan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
“Dalam dunia bisnis Agung Laksono sempat memegang sejumlah posisi penting. Antara lain Wakil Komisaris Utama PT. Spinindo Mitradaya/PT. East Jakarta Industrial Park (EJIP) tahun 1996–1998, Pimpinan Umum Majalah Info Bisnis tahun 1994-1998, Direktur Utama PT. Cakrawala Andalas Televisi (AN-TEVE) tahun 1993-1998 serta Komisaris Utama PT. Mapalus Makawanua Charcoal Industry (PMDN) di Bitung, Sulawesi Utara periode tahun 1987 –1998,” pungkas Bamsoet.
Jateng, – KABAR EKSPRES IIGuna meringankan beban masyarakat korban banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Polri mengirimkan tim dukungan psikososial dan trauma healing ke Jawa Tengah sebagai bagian dari misi kemanusiaan.
Tim dipimpin oleh As SDM Kapolri Irjen Prof. Dr. Dedy Prasetyo, M.Hum., M.Si.,MM, dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Polda Jateng, dan konselor dari Polres Demak.
Kegiatan yang bertajuk “Misi Kemanusiaan Polri Untuk Bencana Hydrometeorology di Wilayah Propinsi Jawa Tengah” dilaksanakan di Posko Pengungsian SDN 3 Ngaluran Kec. Karanganyar, Kab. Demak pada hari Sabtu, (23/3/2024).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadiv Humas Polri, Kapusdokkes Polri, beberapa pejabat Mabes Polri, Kapolda Jateng dan sejumlah PJU Polda Jateng.
Tim tersebut memberikan layanan kesehatan mental kepada warga yang terdampak banjir melalui berbagai metode yaitu : mengidentifikasi keluhan warga, membangun hubungan baik melalui interaksi, permainan sederhana untuk memperbaiki suasana, serta memberikan motivasi dan semangat.
Polri Kirim Paket Bantuan dan Turunkan Tim Trauma Healing untuk Korban Banjir di Demak
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membantu korban banjir untuk tetap sehat dan mampu mengelola stres serta kecemasan yang mereka alami.
“Alhamdulillah berkat sinergitas TNI Polri, Pemda dan seluruh relawan, para pengungsi dapat ditangani dengan baik. Kita juga berikan trauma healing untuk anak-anak. Dapur umum juga berfungsi dengan baik,” ujar Irjen Dedy Prasetyo usai meninjau dan berinteraksi dengan para pengungsi di posko pengungsian.
Dirinya berharap, melalui sinergi dan kerja keras yang telah dilakukan berbagai pihak dalam upaya mitigasi bencana, banjir di Kab. Demak dapat segera tertangani.
Selain kegiatan Psikososial dan Trauma Healing, turut diberikan bantuan kepada para pengungsi berupa ribuan paket bahan kebutuhan pokok baik makanan dan minuman, pakaian serta obat-obatan.
Di kesempatan yang sama, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebut bahwa wilayah yang terdampak banjir di Jateng kini tersisa 3 kabupaten yaitu Pati, Kudus, dan Demak.
“Di tiga kabupaten ini jumlah pengungsi 29 ribu yang tersebar di 31 titik pengungsian. Meski situasi banjir sudah berangsur pulih, tapi penanganan pasca bencana berupa recovery bagi para penduduk, perbaikan tempat tinggal dan sarana prasarana lainnya perlu dilakukan,” terang Kapolda.
Ditegaskan bahwa Polda Jateng bekerja sama dengan BNPB akan terus mengakselerasi upaya recovery tersebut sebagai bagian dari upaya pemulihan bencana banjir di Jawa Tengah.
Usai kegiatan, Kabidhumas Polda Jateng, Kombespol Satake Bayu, menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam memberikan bantuan psikologis kepada korban banjir merupakan wujud dari komitmen mereka dalam mengatasi dampak bencana secara menyeluruh.
Dengan demikian, Polri tidak hanya fokus pada evakuasi dan logistik, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental korban untuk membantu mereka pulih dari traumanya.
“Semoga bantuan yang kita berikan dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” tandasnya.
Usai kegiatan, rombongan melanjutkan perjalanan mengecek perbaikan tanggul sungai di Tanggulangin, Kabupaten Demak.
Kendal, – KABAR EKSPRES IISatgas Operasi Pekat Candi 2024 Polsek Limbangan Polres Kendal telah berhasil ungkap tindak pidana tanpa hak membawa menjual dan mengedarkan miras, pelaku seorang wanita berinisial CE (25) warga Desa Serang RT 03 RW 03 Desa Tambaksari Kecamatan Limbangan Kendal, Minggu (24/3/2024).
Operasi Pekat Candi ini memang dalam rangka menyikapi banyaknya warung dan tempat yang digunakan untuk mabuk-mabukan. Selain itu juga Polsek Limbangan sedang menjalankan agenda Kabupaten Kendal yang bersih dari penyakit masyarakat. Salah satunya adalah minuman keras.
Hasil dari kegiatan Operasi Pekat Candi 2024, Kapolsek Limbangan AKP Rasban dalam releasenya, Minggu (24/3/2024) menyampaikan, bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan salah seorang wanita berinisial CE yang diduga memperjual belikan minuman keras (miras).
Polsek Limbangan Amankan Seorang Wanita Penjual Miras
Menindak lanjuti laporan dari masyarakat, kita dan personil Polsek Limbangan mendatangi rumah pelaku dan tim berhasil menyita beberapa botol minuman keras untuk sementara barang yang kita sita sudah kita amankan di Polsek,” ucap AKP Rasban.
Dari tempat pelaku petugas berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sepuluh botol minuman keras cap tiga orang dan tiga botol merk kawa kawa anggur hijau serta pelaku kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selanjutnya Kapolsek Limbangan menambahkan bahwa tujuan digelarnya Operasi Pekat Candi 2024 untuk memberantas penyakit masyarakat di bulan ramadhan baik itu miras, petasan maupun prostitusi.
“Tujuan Operasi Pekat Candi tidak lain untuk menekan terjadinya gangguan Kamtibmas, Selain itu guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif pada bulan suci ramadhan khususnya di wilayah hukum Polsek Limbangan,” pungkasnya.
JAKARTA, – KABAR EKSPRES IIUsai menempuh perjalanan panjang lintas medan (Limed), Siswa Pendidikan Komando (Dikko) Angkatan 173 Marinir akhirnya tiba di Pantai Baruna, Malang Selatan dan melaksanakan Upacara Pembaretan yang dipimpin oleh Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi, Jumat (22/03/2024) kemarin.
Latihan Praktek (Lattek) Dikko yang bertujuan mendidik dan membekali para prajurit siswa Korps Marinir TNI Angkatan Laut (TNI AL) agar memiliki keterampilan untuk melaksanakan tugas sebagai Prajurit Komando ini terdiri dari 58 Taruna AAL Angkatan 71, 100 Siswa Dikmaba 43/1 dan 343 Siswa Dikmata 43/1 TA 2024.
Dankormar dalam amanatnya menyampaikan bahwa, upacara pembaretan merupakan momen penting dalam perjalanan karier bagi setiap Prajurit Petarung Korps Marinir sebagai upaya memberikan kebanggaan dan rasa percaya diri, serta menanamkan nilai-nilai luhur guna membangun karakter yang kuat, menumbuhkan disiplin, loyalitas, jiwa korsa dan kehormatan sebagai Prajurit Petarung Korps Marinir yang selalu siap sedia saat kapanpun negara memanggil.
Sukses Lalui Pendidikan Komando Marinir Angkatan 173, Ratusan Siswa Resmi Jadi Prajurit Petarung
Lebih lanjut, Dankormar menjelaskan keberhasilan bukan diperoleh dengan kemudahan tetapi dengan kerja keras dan motivasi yang tinggi dari setiap prajurit baret ungu dalam menjaga nama besar Korps Marinir TNI AL, mengingat sejarah panjang, perjuangan Korps Marinir sampai dengan hari ini, para senior dan pendahulu telah berhasil mengukir prestasi disetiap penugasan untuk menjaga keutuhan wilayah dan menegakkan kedaulatan NKRI.
“Banggalah menjadi Prajurit Korps Marinir, tumbuhkan semangat dan bangun kesadaran diri bahwa kita adalah Prajurit Jalasena yang profesional, modern dan tangguh serta sebagai pasukan pendarat yang berkarakter militan dan dicintai rakyat. Selalu tanamkan dalam diri bahwa setiap tugas adalah suatu kepercayaan dan kehormatan, serta merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara dan Allah SWT”, pesan Dankormar.
Sebelum Upacara Pembaretan, pada Kamis, 14 Maret 2024 lalu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali berkesempatan melepas para Siswa Marinir melaksanakan Lintas Medan (Limed) Pendidikan Komando dengan berjalan kaki yang menggunakan pakaian tempur di Lautan Pasir Bromo, dengan rute Bromo (Probolinggo) – Wonorejo – Gondang Legi – Srigonco – Finish di Pantai Baruna untuk melaksanakan pembaretan Siswa Dikko Marinir.
Pelaksanaan kegiatan Pendidikan Komando Marinir selaras dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yaitu menempatkan sumber daya manusia (SDM) TNI AL sebagai prioritas utama dengan melaksanakan latihan yang dapat menunjang profesionalitas guna mewujudkan prajurit yang profesional, modern, dan tangguh.
Manokwari, – KABAR EKSPRES IIWakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo resmi melantik empat anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat di Hotel Aston Niu Manokwari, Papua Barat, Sabtu (23/3/2024).
Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 100.2.2.2-826 Tahun 2024 tentang Pengesahan Pengangkatan Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Sisa Masa Jabatan Tahun 2023-2028.
Adapun 3 dari 4 orang yang dilantik kali ini merupakan perwakilan dari unsur adat, sementara 1 orang sisanya adalah perwakilan dari unsur agama. Dengan pelantikan ini, maka keanggotaan MRP Provinsi Papua Barat telah lengkap berjumlah 33 orang.
Dalam sambutannya, Wempi mengingatkan beberapa tugas penting yang akan menjadi tanggung jawab anggota MRP yang baru dilantik. Pertama, kata Wempi, anggota MRP harus dapat memberikan pertimbangan kepada gubernur terkait penetapan daerah pengangkatan dan alokasi kursi per daerah pengangkatan untuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) yang diangkat.
Lantik 4 Anggota MRP Provinsi Papua Barat, Wamendagri Ingatkan Sejumlah Tugas Penting
“Pertimbangan yang disampaikan paling lama 30 hari sejak menerima permintaan dari Gubernur,” kata Wempi.
Kedua, anggota MRP harus mengusulkan tiga nama yang merupakan keterwakilan masyarakat adat untuk menjadi calon anggota Panitia Seleksi (Pansel) provinsi dan calon anggota Pansel masing-masing kabupaten yang ditunjuk oleh MRP berdasarkan Keputusan MRP.
Kemudian, guna menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada akhir tahun mendatang, ia pun meminta dukungan dari seluruh stakeholder di wilayah setempat, mulai dari Penjabat (Pj.) Gubernur Papua Barat, Panglima Daerah Militer (Pangdam) Kasuari, hingga Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat.
“Mohon dukungan dari Bapak Kapolda, Pangdam, Bapak Pj. Gubernur dan jajaran untuk mendukung pelaksanaan pilkada yang akan datang dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Jakarta Barat, – KABAR EKSPRES IIPemuda Gempal berperawakan bak algojo dengan badan bertato tak berkutik saat diringkus personel Polsek Tambora Jakarta Barat
Pemuda berinisial ATJ (33) Residivis berbagai kasus itu ditangkap usai melancarkan aksinya melakukan pencurian dengan kekerasan mengambil handphone milik korban Hirgal S di di Jln Sawah Lio Jembatan Lima Kec. Tambora Jakarta Barat
setelah korban membuat laporan polisi. Penyidik kemudian menelusuri melalui cctv yang ada hingga akhirnya pelaku ditangkap.
Kapolsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat Kompol Donny Agung Harvida didampingi Kanit reskrim Akp Rahmat Wibowo mengatakan modus pencurian pelaku yakni memposting barang melalui facebook.
Konsumen yang tertarik kemudian diajak untuk Cash On Delivery (COD)
“Saat COD itu pelaku melakukan ancaman kepada korban dengan menggunakan senjata tajam,” katanya saat press confrence di Mapolsek, Sabtu (23/3/2024).
Pemuda Gempal Bertato, Residivis Berbagai Kasus Beraksi Kembali Curas Modus COD Diringkus Polsek Tambora
Menurut Donny, pelaku biasanya beraksi dengan mengajak dua temannya agar aksinya mulus dan cepat.
Saat ini teman pelaku berinisial M dan A masih dalam pengejaran (DPO).
“Pelaku yang kita tangkap ini pentolannya dari kawanan Curas ini,” ungkap Donny.
Lebih lanjut, Donny menceritakan aksi curas yang terakhir dilakukan pada Senin, 4 Maret 2024 lalu.
Saat itu pelaku akan melakukan COD dengan calon korbannya yang ingin membeli Hp.
Tiba di lokasi, pelaku yang sudah bertemu korbannya di tempat sepi itu tanpa basa basi langsung melakukan pengancaman kepada korban dengan menggunakan senjata tajam.
“Pelaku sempat mengancam korban agar jangan berteriak, jika bahkan diancam dibunuh jika berteriak,” tukasnya.
Pelaku diketahui sudah berurusan dengan polisi sebanyak lima kali dengan berbagai kasus.
Pelaku ATJ (33) merupakan residivis dengan berbagai kasus, diwilayah Jakarta Barat terdapat 5 kasus yakni Polsek Tambora pasal 351 pada tahun 2012 divonis 5 bulan, kedua Polsek Tambora pasal 365 pada tahun 2016 divonis 8 bulan, ketiga di Polsek Tambora kasus Narkoba pada tahun 2017 divonis 4 tahun kemudian di polsek metro Taman sari pasal 378 pada tahun 2020 pelaku divonis 8 Bulan dan terakhir di polsek metro Taman Sari kasus pasal 368 pada tahun 2021 dan pelaku di vonis 3 Tahun penjara
Duda beranak satu ini nekat kembali berulah untuk memenuhi hasrat dan kebutuhan ekonomi.
“Uang hasil kejahatan untuk kebutuhan sehari-hari. Pelaku juga menggunakan uang itu salah satunya untul beli narkoba jenis sabu,” tuturnya.
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 9 tahun penjara
JAKARTA, – KABAR EKSPRES II Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo menuturkan secara rasio saat ini diperkirakan jumlah penduduk di perkotaan lebih banyak jika dibandingkan jumlah penduduk yang tinggal di pedesaan, atau sekitar 52 persen penduduk tinggal diperkotaan. Kondisi ini salah satunya disebabkan masih belum seimbangnya pembangunan di pedesaan.
Sehingga kota masih menjadi magnet yang penuh daya tarik mendorong laju urbanisasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pada tahun 2035, jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan akan meningkat menjadi 66,6 persen. Bahkan menurut proyeksi Bank Dunia, jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan akan mencapai 70 persen pada tahun 2045.
“Jika tidak diantisipasi maka daya tahan kota akan semakin melemah, sehingga tidak mampu lagi untuk menopang perkembangan populasi yang bertumbuh menurut deret ukur. Sementara di sisi lain, kehidupan desa akan semakin tertinggal dalam laju peradaban karena tidak tersentuh oleh pembangunan,” ujar Bamsoet dalam Kongres Desa Indonesia 2024 di Jakarta, Sabtu (23/3/2024).
Hadir antara lain Koordinator Nasional Desa Bersatu M. Asri Anas, Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Surta Wijaya, Ketua Umum DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional Indra Utama, Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia Irawadi, Ketua Umum DPP Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia Ferry Radiansyah, Ketua Umum Persatuan Perangkat Desa Indonesia Moh. Tahrir, Ketua Umum DPN Persatuan Perangkat Desa Indonesia Widhi Hartono, Ketua Umum DPN Persatuan Rakyat Desa Nusantara Arya Jaya Wardana dan Ketua Umum DPP Komunitas Purna Bakti Kepala Desa dan Lurah Seluruh Indonesia Dadang Holilluddin
Hadiri Kongres Desa Indonesia 2024, Ketua MPR RI Bamsoet Dorong Peningkatan Pembangunan Desa
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, realita tersebut harus menjadi pijakan berfikir mengenai urgensi memprioritaskan pembangunan desa. Percepatan pembangunan desa yang menurut BPS tahun 2022 jumlahnya mencapai 83.794 desa, adalah sebuah keniscayaan. Mengingat potensi desa sebagai lumbung pangan yang memiliki kontribusi penting dalam mengatasi kerawanan pangan. Indonesia adalah negara agraris, di mana lahan pertanian hanya dapat ditemukan di daerah pedesaan.
“Kita boleh sedikit merasa lega karena berdasarkan data Badan Pangan dan Pertanian (FAO), Indonesia memiliki skor indeks ketahanan pangan 60,2 dan menempati rangking 63 dari 113 negara. Kondisi ini relatif aman. Namun kita tidak boleh melupakan bahwa ketahanan pangan di tahun 2024 akan menghadapi tantangan besar di tengah kondisi ketidakpastian global. Disamping dampak perubahan iklim yang ekstrim, serta lonjakan harga energi dan pangan dunia,” kata Bamsoet.
Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menegaskan penting disadari bahwa pembangunan desa haruslah bersifat holistik. Tanpa menegasikan pentingnya pembangunan fisik material, pembangunan desa juga tidak boleh melupakan aspek non-fisik. Seperti nilai-nilai kearifan lokal dan wawasan kebangsaan.
“Selain kontribusinya dalam menopang ketahanan pangan, desa adalah sumber peradaban yang kaya akan beragam kearifan lokal. Nilai-nilai gotong royong, kerjasama dan saling tolong menolong, adab sopan santun serta penghormatan terhadap norma sosial, adalah nilai-nilai jati diri ke-Indonesiaan yang sudah tergerus di kehidupan perkotaan. Namun, masih tumbuh dan berkembang di pedesaan,” urai Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, dari desa nilai-nilai luhur Pancasila dapat ditemukan rujukan nyatanya. Kehidupan masyarakat desa yang lekat dengan kehidupan ilahiah, menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan, guyub rukun dalam kebersamaan, penuh toleransi dan tepa selira, adalah kristalisasi nilai-nilai luhur kearifan lokal yang menjadi inspirasi rumusan sila-sila Pancasila. Dari kehidupan di pedesaan juga dapat diambil pembelajaran untuk hidup bersama dalam keberagaman, dimana nilai-nilai sosial telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan keseharian masyarakat desa.
“Ketahanan sosial dalam kehidupan masyarakat desa inilah yang menjadi cikal bakal dan simpul penguat ketahanan nasional. Dimana desa-desa menjadi himpunan unit pemerintahan terkecil yang akan menjadi perangkai keutuhan NKRI, sekaligus ujung tombak dalam mencegah dan menangkal paham yang menggerus nilai-nilai nasionalisme,” pungkas Bamsoet.