CILACAP, Kabarekspres.co.id || Pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi Kedungsalam yang masuk wilayah Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.
Proyek yang bersumber dari anggaran negara melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy ini menjadi harapan besar bagi masyarakat petani setempat. Pasalnya, saluran irigasi Kedungsalam merupakan jalur utama yang mengalirkan air ke ratusan hektare lahan pertanian di wilayah Desa Sidamukti dan sekitarnya.
Dengan direhabilitasinya saluran tersebut, diharapkan distribusi air ke lahan petani menjadi lebih lancar, tidak banyak yang terbuang, dan musim tanam ke depan bisa berjalan lebih optimal.
Pantauan wartawan di lokasi pada Minggu (8/11/2026), sejumlah pekerja tampak sibuk melakukan pekerjaan lining saluran. Ada yang mengaduk adukan, ada yang meratakan permukaan dinding saluran, dan ada pula yang melakukan finishing pada bagian-bagian yang sudah selesai dicor.
Meski cuaca cukup terik, para pekerja tetap semangat menyelesaikan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab.
Saat dikonfirmasi oleh wartawan di lokasi, Misdi Kusno selaku kepala tukang menyampaikan bahwa pihaknya bekerja sesuai dengan arahan dari pengawas.
Menurut Misdi, semua tahapan pekerjaan, mulai dari kualitas adukan, hingga teknik pengerjaan, selalu mengikuti instruksi dan arahan dari pengawas lapangan.
“Kami bekerja sesuai arahan dari pengawas, mulai dari kualitas dan semua teknisnya. Kami tidak berani bekerja di luar arahan, karena ini pekerjaan negara, harus dipertanggungjawabkan,” ujar Misdi Kusno kepada wartawan.
Misdi menegaskan, pihaknya selalu berupaya untuk mengikuti rencana teknis yang telah ditetapkan. Setiap ada kendala di lapangan, ia langsung berkoordinasi dengan pengawas agar pekerjaan tidak menyimpang dari rencana.
Komitmen tersebut, kata Misdi, dilakukan agar hasil pekerjaan benar-benar maksimal dan dapat bertahan lama, sehingga tidak mengecewakan masyarakat petani yang menjadi penerima manfaat utama.
Selain dengan pengawas, Misdi Kusno juga menyampaikan bahwa pihaknya selalu berkomunikasi dengan PPA – Petugas Pintu Air dari UPI Unit Pengelola Pintu Air Irigasi.
Menurut Misdi, komunikasi dengan PPA ini sangat penting karena PPA lah yang paling memahami kondisi aliran air dan operasional pintu air di wilayah Sidamukti setiap harinya.
“Iya, kami juga selalu komunikasi dengan PPA petugas pintu air dari UPI. Setiap mau kerja, kami koordinasi dulu soal air, soal pintu, biar tidak mengganggu petani,” ujar Misdi Kusno.
Misdi menjelaskan, melalui komunikasi yang baik dengan PPA, pekerjaan bisa berjalan lebih tertib. Jadwal penutupan dan pembukaan air bisa diatur bersama, sehingga petani tidak terganggu dan pekerjaan juga bisa berjalan lancar.
Lebih lanjut, Misdi menyampaikan bahwa petugas PPA juga selalu mengambil dokumentasi setiap tahapan pelaksanaan pekerjaan.
“Petugas PPA juga selalu mengambil dokumentasi setiap tahapan pelaksanaannya. Dari mulai awal, proses, sampai hasil akhirnya didokumentasikan. Jadi semua ada buktinya, transparan,” kata Misdi.
Dokumentasi yang dilakukan oleh PPA tersebut, menurut Misdi, menjadi bukti bahwa pekerjaan dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika sewaktu-waktu ada yang mempertanyakan, dokumentasi tersebut bisa menjadi bukti tahapan-tahapan yang telah dilalui.
Kehadiran PPA yang aktif mendokumentasikan pekerjaan ini juga dinilai Misdi sebagai bentuk pengawasan tambahan di lapangan, sehingga pekerja semakin berhati-hati dan teliti dalam bekerja.
Hal menarik lainnya dari pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi Kedungsalam ini adalah keterlibatan tenaga kerja lokal.
Untuk memaksimalkan hasil pekerjaan, Misdi Kusno mengaku sengaja memperkerjakan tenaga lokal yang berdomisili dekat dengan lokasi pekerjaan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, dengan mempekerjakan warga sekitar, para pekerja akan lebih memahami kondisi lapangan, lebih peduli terhadap hasil pekerjaan, karena saluran tersebut juga akan mereka manfaatkan sendiri sebagai petani.
Selain itu, keterlibatan warga lokal juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.
“Kami perkerjakan tenaga lokal yang dekat dengan lokasi. Selain untuk memaksimalkan hasil, juga agar warga sini ikut merasakan manfaat dari adanya proyek ini, baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi hasil bangunannya nanti,” jelas Misdi.
Tidak hanya mengandalkan tenaga lokal, Misdi Kusno juga mengaku selalu berkoordinasi dengan warga dalam setiap tahapan pengerjaannya.
Koordinasi ini dilakukan agar pekerjaan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Misalnya, terkait jadwal pengaliran air, penutupan sementara saluran saat pekerjaan berlangsung.
“Dalam setiap mengerjakannya, kami selalu berkoordinasi dengan warga. Karena mereka yang paling tahu kondisi saluran ini sehari-hari”.
Dengan pola koordinasi yang baik tersebut, Misdi berharap tidak ada miskomunikasi antara pekerja , warga atau petani. Petani merasa dilibatkan, pekerja juga merasa terbantu karena mendapatkan masukan langsung dari pengguna saluran.
Hubungan yang harmonis antara semua pihak ini menjadi salah satu kunci agar pekerjaan rehabilitasi ini berjalan lancar dan hasilnya bisa diterima oleh semua pihak.
Misdi menegaskan, tujuan utama dari pekerjaan ini adalah agar bisa bermanfaat, khususnya untuk warga dan petani di wilayah Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan.
Ia menyadari betul bahwa saluran irigasi Kedungsalam ini merupakan urat nadi pertanian di wilayah tersebut. Jika salurannya bagus, maka air akan lancar, tanaman padi akan tumbuh subur, dan hasil panen pun akan meningkat.
Sebaliknya, jika salurannya rusak dan banyak kebocoran, maka air tidak akan sampai ke lahan petani, terutama di lahan-lahan yang berada di ujung saluran.
“Harapan kami, pekerjaan ini bisa bermanfaat khususnya untuk masyarakat petani di wilayah Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan. Biar mereka bisa bertani dengan tenang, airnya lancar, tidak khawatir lagi saluran jebol,” ujar Misdi penuh harap.
Saat ditanya wartawan mengenai siapa pihak pelaksana pekerjaan, Misdi Kusno menjawab bahwa pelaksana pekerjaan tersebut bernama Pak Dika.
Namun, kata Misdi, pada hari ini Pak Dika sedang berhalangan sehingga tidak dapat hadir ke lapangan.
“Pak Dika yang jadi pelaksananya. Hari ini beliau sedang berhalangan, jadi tidak bisa ke lapangan,” ujar Misdi.
Misdi menambahkan, biasanya Pak Dika selalu datang ke lokasi untuk memantau langsung jalannya pekerjaan. Ia tidak hanya sekadar memantau, tetapi juga memberikan instruksi langsung kepada para pekerja sesuai dengan rencana teknis.
Kehadiran Pak Dika di lapangan, menurut Misdi, sangat membantu kelancaran pekerjaan. Karena setiap ada hal yang kurang sesuai, Pak Dika langsung memberikan arahan perbaikan di tempat, sehingga tidak menumpuk menjadi masalah besar di kemudian hari.
“Biasanya beliau ke lokasi untuk memantau jalannya pekerjaan hingga memberikan instruksi sesuai rencana teknis. Jadi kami merasa ada yang mengarahkan langsung,” tambah Misdi.
Di tengah jalannya pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi Kedungsalam ini, masyarakat yang dikonfirmasi oleh wartawan juga memberikan apresiasi kepada pihak pekerja yang mengerjakan dengan baik.
Menurut warga, para pekerja dinilai bekerja dengan sungguh-sungguh, rapi, dan penuh tanggung jawab. Mereka tidak asal-asalan dalam bekerja, melainkan selalu memperhatikan proses pekerjaan agar bisa bermanfaat dalam jangka panjang.
“Kami lihat pekerja-pekerjanya bagus, kerjanya rapi dan serius. Hasilnya juga kelihatan bagus, tidak asal jadi,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.
Selain kepada pekerja, warga juga memberikan apresiasi kepada pihak pelaksana pekerjaan yang dinilai selalu memantau jalannya pekerjaan di lapangan.
Warga menilai, kehadiran pelaksana yang datang ke lokasi menjadi bukti keseriusan pihak pelaksana dalam menjaga kualitas pekerjaan. Setiap ada pekerjaan yang dirasa kurang pas, pelaksana langsung memberikan arahan dan perbaikan di tempat.
Apresiasi ini menjadi bukti bahwa terjalin hubungan yang baik antara pekerja, pelaksana, dan warga. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga merasa dilibatkan dan dihargai dalam proses pembangunan.
Dengan adanya apresiasi dari masyarakat ini, diharapkan semangat para pekerja semakin meningkat untuk menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi Kedungsalam ini dengan hasil yang maksimal dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh petani di wilayah Desa Sidamukti, Kecamatan Patimuan.
Selain memberikan apresiasi, warga juga berharap agar rehabilitasi ini bisa menyeluruh di sepanjang saluran kedepannya.
Menurut warga, saat ini memang sudah ada beberapa titik yang diperbaiki, namun masih banyak ruas saluran lainnya yang juga kondisinya sudah rusak, retak, dan bocor. Jika hanya diperbaiki sebagian, dikhawatirkan kerusakan di titik lain akan semakin parah dan mengganggu aliran air ke lahan petani.
“Kami berharap ke depannya rehabilitasi ini bisa menyeluruh di sepanjang saluran, jangan hanya sebagian saja. Biar semuanya bagus, airnya lancar sampai ke ujung,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.
Harapan tersebut sangat beralasan. Pasalnya, saluran irigasi Kedungsalam ini membentang cukup panjang dan melayani banyak lahan pertanian. Jika perbaikannya dilakukan secara menyeluruh, maka manfaatnya akan dirasakan secara merata oleh seluruh petani, tidak hanya petani yang lahannya berada di dekat titik yang diperbaiki saja.
Masyarakat juga berharap, pemerintah melalui BBWS Citanduy dapat terus memperhatikan kondisi saluran irigasi di wilayah Sidamukti dan Patimuan ini secara berkelanjutan. Jangan hanya diperbaiki sekali lalu dibiarkan rusak lagi, tetapi ada pemeliharaan rutin agar saluran tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.
“Kalau bisa, secepatnya dilanjutkan lagi sampai semua saluran bagus semua. Kami sebagai petani siap mendukung dan ikut menjaga,” tambah warga lainnya.
Dengan adanya rehabilitasi yang menyeluruh di sepanjang saluran, masyarakat yakin hasil pertanian di wilayah Desa Sidamukti akan semakin meningkat, kesejahteraan petani semakin membaik, dan ketahanan pangan di Kecamatan Patimuan akan semakin kuat.
Sementara itu, petani di wilayah Sidamukti menyambut baik adanya rehabilitasi saluran irigasi Kedungsalam ini. Mereka berharap pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu dan dengan kualitas yang baik.
Salah seorang petani yang ditemui di sekitar lokasi mengaku sudah lama menantikan perbaikan saluran ini. Menurutnya, selama ini banyak bagian saluran yang sudah rusak, retak, dan bocor, sehingga air sering tidak sampai ke sawahnya dengan maksimal.
“Alhamdulillah sekarang sudah diperbaiki. Kami berharap hasilnya bagus dan awet, supaya kami bisa tanam dengan tenang. Kami juga berterima kasih kepada BBWS Citanduy dan semua pihak yang sudah peduli dengan petani di sini,” ujarnya.
Para petani juga berharap, setelah rehabilitasi ini selesai, tidak ada lagi keluhan soal kekurangan air di musim tanam, terutama pada saat musim kemarau.
Perlu diketahui, pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi Kedungsalam ini dibiayai dari anggaran negara melalui BBWS Citanduy. Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dituntut untuk bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Masyarakat juga diharapkan turut serta mengawasi jalannya pekerjaan ini, agar anggaran negara yang digunakan benar-benar tepat sasaran dan menghasilkan bangunan yang berkualitas.
Dengan adanya pengawasan dari masyarakat, pengawas, PPA, dan media, diharapkan pekerjaan rehabilitasi ini bisa menjadi contoh pembangunan infrastruktur pertanian yang baik di Kabupaten Cilacap.
Siswanto & TIM

