Berita terkini Budaya Daerah Jawa Tengah Kesehatan Kriminal Nasional News Populer Olaraga Opini Peristiwa PMI Politik Polri Populer Sosial

Babinsa Jajaran Kodim 0713 Brebes Serentak Monitoring Kegiatan PIN Polio

Brebes – KABAR EKSPRES II Kodm 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Salah satu diantara Babinsa jajaran di 17 Koramil, seperti Koptu Kardiyono, Babinsa Koramil 17 Songgom melaksanakan kegiatan pendampingan kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio dalam rangka menguatkan imunitas anak pada upaya menekan dan mencegah resiko penularan virus polio hingga dewasa bertempat di Posyandu Abimanyu 4 Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Senin (15/01/2024).

Koptu Kardiyono menyebutkan, pemberian imunisasi polio ini dilakukan dengan cara ditetes.

“Setiap anak mendapatkan dua tetes vaksin polio dan tidak ada efek samping pemberian vaksin tersebut,” terang Koptu Kardiyono.

Bidan Desa Songgom Sri M., A.Md. Keb. mengatakan, bahwa imunisasi akan dilakukan dengan mendatangi setiap sekolah dan pesantren, dan sebagai aparat teritorial akan terus mendukung kegiatan Imunisasi yang di Canangkan oleh Pemerintah.

Babinsa Jajaran Kodim 0713 Brebes Serentak Monitoring Kegiatan PIN Polio

“Kita akan memonitoring dan mendukung imunisasi polio, dengan mendatangkan posko atau memberikan Himbauan agar anak-anak di Desa Songgom bisa ikut serta mendapatkan kekebalan tubuh, dikarenakan penyakit polio ini sangat bahaya dan belum ada obat dan hanya dapat dicegah dengan imunisasi,” katanya.

Ia berharap imunisasi polio pada anak dilakukan secara lengkap sebanyak empat kali dalam periode usia nol sampai empat bulan baik secara oral atau tetes maupun suntik. Karena jika anak sudah terkena polio akan mengalami lumpuh layu lemas dan sifatnya akan permanen dan tidak kembali semula selama seumur hidup.

“Jadi tidak cukup satu kali, harus lengkap empat kali dengan periode usia satu sampai empat bulan dan satu kali dengan polio suntik pada usia empat bulan pada saat memberikan pola tetes, kita butuh kekebalan komunitas,” ucap BIdan Desa.

Kegiatan pendampingan ini sebagai bentuk partisipasi untuk susksesnya kegiatan Pekan Imunisasi Nasional kepada masyarakat dan sekaligus memberikan betapa pentingnya imunisasi ini diberikan kepada anak usia Balita. (Pen0713)

Red

Anda mungkin juga suka...

Berita terkini Daerah DIY Yogyakarta

KPK Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta, Cegah Celah Korupsi Sejak Dini YOGYAKARTA Kabarekpres.co.id/Pemerintah terus mematangkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Namun, di balik misi mulia meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut, terdapat potensi risiko besar terkait tata kelola dan integritas,tutur KRISNA TRIWANTO S.H., Ketua Panitia Diskusi Publik Nasional,juga selaku Ketua DPW ARIES DIY,yang akan diselenggarakan Sabtu,7 Februari 2026 sampe j 14.00 wib,digedung DPRD DIY. Menyikapi hal ini, sebuah forum diskusi publik bertajuk “Sosialisasi, Edukasi, dan Diskusi Publik: Tantangan serta Pencegahan Korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis” digelar di Yogyakarta pada Sabtu (7/2/2026). Hadir sebagai narasumber utama, Jhonson Widwan Ginting, S.T., M.M., perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI,dan narasumber lainya,keterangan Ketum ALIANSI RAKYAT INDONESIA EMA ( ARIES) Identifikasi Hambatan dan Gangguan Dalam paparannya, Jhonson Ridwan Ginting menyoroti bahwa proyek berskala nasional dengan anggaran besar selalu menjadi magnet bagi praktik maladminstrasi maupun korupsi. Ia memetakan empat klaster masalah yang harus diwaspadai: Hambatan Logistik: Distribusi pangan di wilayah geografis yang sulit yang berpotensi menyebabkan pembengkakan biaya tak terduga. Gangguan Data: Akurasi data penerima manfaat (siswa) yang seringkali tumpang tindih atau tidak diperbarui (update). Tantangan Kualitas: Standar gizi yang tidak seragam akibat permainan dalam pemilihan vendor atau penyedia jasa boga. Ancaman Korupsi: Adanya potensi kickback (setoran) dalam penunjukan vendor lokal serta pemotongan jatah volume makanan di lapangan. “Program ini adalah investasi masa depan bangsa. Jangan sampai anggaran yang seharusnya lari ke piring anak sekolah, justru belok ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Jhonson di hadapan para peserta diskusi. Strategi Pencegahan dan Solusi KPK menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan ekosistem pengawasan yang ketat. Beberapa solusi strategis yang ditawarkan dalam diskusi tersebut meliputi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *