CILACAP, kabarekpres.co.id/20 Oktober 2026 – Dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kini berada dalam kondisi yang kian memprihatinkan. Salah satu wilayah yang mengalami krisis air bersih paling parah adalah Desa Kertajaya, Kecamatan Gandrungmangu.
Kemarau berkepanjangan yang tak kunjung usai menyebabkan Sungai Cihaur,sungai vital yang membentang luas dari Kecamatan Karangpucung hingga kawasan Kampung Laut,kini mengering total. Aliran air yang biasanya melimpah kini berganti menjadi hamparan dasar sungai yang kering kerontang dan retak-retak.
Perjuangan Warga Berburu Air Bersih
Mengeringnya Sungai Cihaur memaksa warga Desa Kertajaya memutar otak untuk memenuhi kebutuhan harian seperti memasak, minum, dan mencuci. Karena sumber air bersih utama dan sumur-sumur warga di pemukiman sudah tak lagi mengeluarkan air, warga terpaksa menggali dasar sungai yang mengering.
Mereka membuat belik atau sumur-sumur resapan berupa lubang-lubang kecil di area dasar Sungai Cihaur. Dari lubang-lubang galian sederhana inilah, warga secara sabar menunggu rembesan air terkumpul sedikit demi sedikit.
“Sumur di rumah sudah mati total. Mau tidak mau kami turun ke dasar Sungai Cihaur, bikin lubang galian supaya ada air rembesan yang bisa diambil. Meski harus menunggu lama dan airnya terbatas, cuma ini harapan kami untuk menyambung hidup sehari-hari,” ujar salah satu warga lokal.
Harapan Bantuan Mengalir
Kondisi krisis air bersih di Desa Kertajaya Gandrungmangu ini membutuhkan perhatian dan penanganan cepat dari pemerintah daerah maupun pihak-pihak terkait. Warga sangat berharap adanya bantuan distribusi air bersih secara berkala untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kemarau panjang ini.(red.)


