SLEMAN – Pemkab Sleman mengadakan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar pada Jumat (1/5) pagi, di lapangan Denggung, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Forkopimda Sleman, sejumlah kepala OPD terkait, perwakilan Serikat Pekerja, serta pimpinan berbagai perusahaan di wilayah Sleman.
Meski sempat diguyur hujan, seluruh peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyebut peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Sleman tidak hanya sebatas ajang seremonial, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan yang merefleksikan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para pekerja.
Lebih lanjut Bupati Sleman menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pekerja di Kabupaten Sleman yang telah mengikuti dan menyukseskan kegiatan peringatan Hari Buruh Internasional di kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menghadapi tantangan ekonomi global.
“Saya berharap momentum ini menjadi penguat komitmen semua pihak dalam mewujudkan hak-hak buruh dan meningkatkan daya saing daerah,” ujarnya.
Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan tema peringatan hari Buruh Internasional kali ini yaitu “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”. Disebutkan bahwa hubungan industrial dan pekerja yang harmonis akan meningkatkan tumbuhnya kepercayaan para investor, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Sleman.
Ketua Panitia Hari Buruh Internasional Kabupaten Sleman, Hendrik Hellis Wuryatno, melaporkan kegiatan ini diikuti sebanyak 3.500 peserta. Peringatan May Day Kabupaten Sleman diisi dengan berbagai kegiatan, diawali dengan senam bersama dan jalan santai. Kemudian dilanjutkan dengan periksa kesehatan gratis dan donor darah, pelayanan adminduk online, cukur gratis, doa bersama yang dipimpin ustad Dr. Deni, dan pembagian doorprize.
“Selain itu juga diadakan aksi sosial berupa penyerahan 100 paket sembako untuk keluarga pekerja kurang mampu, 30 beasiswa anak SD dan 20 anak SMP dari pekerja yang berprestasi, serta penyerahan simbolis kepada 8 orang penerima klaim BPJS Ketenagakerjaan bagi korban JKK dan ahli waris JKM,” terangnya. ** ( Suarspb/E, Widiati )


