Berita terkini Daerah Jawa Tengah

Wujud Nyata Kepedulian BBWS: Menurunkan Alat Berat demi Normalisasi

Wujud Nyata Kepedulian BBWS: Menurunkan Alat Berat demi Normalisasi Sungai Jakadenda di Tengah Keterbatasan Anggaran.

CILACAP –kabarekpres.co.id/ Komitmen Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam mendukung sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan kembali dibuktikan secara nyata. Meski saat ini tengah menghadapi tantangan keterbatasan anggaran, BBWS tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan merespons cepat keluhan para petani di Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui menurunkan satu unit alat berat jenis ekskavator kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bulaksari melalui Kelompok Tani setempat. Alat berat ini dikerahkan khusus untuk melakukan normalisasi Sungai Jakadenda yang kondisinya kian memprihatinkan akibat pendangkalan.

Solusi Strategis di Tengah Kemitraan

Normalisasi ini menjadi mendesak mengingat Sungai Jakadenda merupakan urat nadi pengairan bagi lahan pertanian di wilayah tersebut. Selama ini, debit air sungai kerap meluap setiap kali hujan deras turun. Pendangkalan yang terjadi bertahun-tahun menyebabkan sungai tidak lagi mampu menampung volume air, sehingga kerap merendam areal persawahan warga dan mengancam produktivitas panen.

Pihak BBWS memahami bahwa kebutuhan petani tidak bisa ditunda, meskipun secara administratif anggaran pemeliharaan rutin untuk periode bulan ini sedang mengalami keterbatasan. Oleh karena itu, skema peminjaman alat berat menjadi solusi “jalan tengah” yang sangat membantu masyarakat.

“Ini adalah bentuk diskresi dan rasa kepedulian kami terhadap nasib para petani. Kami sadar bahwa sektor pertanian di Bulaksari sangat bergantung pada kelancaran aliran Sungai Jakadenda. Jika menunggu anggaran turun, dikhawatirkan dampak luapan air akan semakin merugikan warga,” ujar perwakilan dari pihak terkait.

Sinergi Pemdes dan Kelompok Tani

Pemerintah Desa Bulaksari bersama kelompok tani menyambut baik dan mengapresiasi tinggi kebijakan BBWS tersebut. Dengan adanya bantuan ekskavator ini, pengerjaan pengerukan sedimen atau normalisasi dapat segera dilaksanakan secara efektif.

Ketua kelompok tani setempat menyatakan bahwa bantuan ini adalah bukti bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap kendala di lapangan.

“Kami sangat berterima kasih. Meluapnya Sungai Jakadenda adalah masalah tahunan yang kami hadapi karena pendangkalan. Dengan di turunkannya ekskavator ini, kami bisa melakukan normalisasi secara maksimal agar air tetap berada di jalurnya dan tidak lagi merusak sawah kami,” ungkapnya.

Dampak Jangka Panjang

Melalui normalisasi ini, diharapkan fungsi Sungai Jakadenda dapat kembali optimal, baik sebagai drainase saat musim penghujan maupun sebagai sumber irigasi saat musim tanam. Sinergi antara BBWS, Pemdes, dan para petani ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang baik dalam menjaga infrastruktur sumber daya air di wilayah Cilacap, khususnya di Kecamatan Bantarsari.

Kini, warga Desa Bulaksari dapat sedikit bernapas lega. Harapan akan masa panen yang lebih aman dari ancaman banjir mulai tampak nyata seiring dengan bekerjanya alat berat di sepanjang aliran Sungai Jakadenda.

Editor: Redaksi Kabarekspres.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *