
Kabarekspres.co.id/ Sidareja_Pojok alun-alun Sidareja, yang terletak tepat di depan Kantor Kecamatan Sidareja, kini menjadi sorotan karena kondisi yang semakin tidak menguntungkan. Menurut Vino, salah satu warga yang tinggal di Komplek Alun-Alun Sidareja, tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah dua minggu tidak diangkut oleh petugas kebersihan terkait. Kondisi ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran serius bagi kesehatan masyarakat.
Bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah telah mengganggu aktivitas sehari-hari warga sekitar. Selain itu, akumulasi sampah yang tidak terkelola dengan baik menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, lalat, dan hewan pengganggu lainnya. Hal ini berpotensi menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, demam tifoid, atau infeksi saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah.
Keberadaan tumpukan sampah di tengah kota, apalagi di depan kantor pemerintahan kecamatan, juga memberikan citra negatif terhadap pengelolaan kebersihan daerah. Sebagai ruang publik yang seharusnya menjadi pusat aktivitas masyarakat dan tempat yang nyaman untuk dikunjungi, alun-alun kini justru menjadi sumber masalah yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan.
Warga berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk mengangkut sampah tersebut dan menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur. Selain itu, diperlukan juga upaya pencegahan agar masalah serupa tidak terulang kembali, seperti peningkatan frekuensi pengangkutan sampah dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Dari antauan awak media yang mengecek secara langsung kondisi tempat tumpukan sampah berada tepat di bawah togor PLN yang secara langsung digunakan sebagai jaringan listrik oleh pedagang, tentu hal ini juga menghawatirkan apabila sampah terbakar secara otomatis akan merambat ke togor PLN dan bisa membahayakan warga sekitar.
Red//

