Berita terkini Daerah Jawa Tengah

Perangi Stunting, Kades Sudagaran Pimpin Sosialisasi MBG Berbasis Data Presisi “By Name By Address”

SUDAGARAN, 5 FEBRUARI 2026 – Pemerintah Desa Sudagaran mengambil langkah proaktif dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bertempat di Aula Balai Desa Sudagaran, Kamis (5/2), sosialisasi ini secara khusus menyasar kelompok prioritas, yakni balita dan ibu menyusui.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sudagaran, Bapak Supriyadi, dengan didampingi Sekretaris Desa (Sekdes) serta dihadiri oleh jajaran Pengurus MBG Tingkat Kecamatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan sinergi kuat dalam memastikan program nasional tersebut terealisasi secara maksimal di tingkat desa.

Fokus pada Akurasi Data

Dalam sambutannya, Bapak Supriyadi menekankan bahwa kunci keberhasilan program MBG bukan hanya pada distribusi makanan, melainkan pada output data yang akurat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran desa untuk menerapkan sistem By Name By Address (berdasarkan nama dan alamat) dalam penyaluran bantuan.

“Kami tidak ingin program ini salah sasaran. Dengan basis data by name by address, kita memastikan setiap paket gizi sampai ke tangan ibu menyusui dan balita yang memang sudah terverifikasi. Data presisi ini juga memudahkan kita memantau perkembangan kesehatan mereka secara personal,” tegas Supriyadi.

Sinergi Lintas Sektoral

Senada dengan hal tersebut, Pengurus MBG Kecamatan yang hadir memberikan arahan mengenai standar nutrisi yang harus dipenuhi. Program ini dirancang untuk memberikan asupan protein hewani dan mikronutrien penting yang sering kali terabaikan dalam pola makan harian.

Sekretaris Desa Sudagaran menambahkan bahwa nantinya data penerima ini akan diintegrasikan dengan laporan bulanan Posyandu. Dengan demikian, pemerintah desa dapat melihat korelasi langsung antara pemberian makanan bergizi dengan peningkatan berat badan balita serta kualitas kesehatan ibu menyusui di wilayah Sudagaran.

Implementasi Lapangan

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama kader kesehatan dan warga. Pemerintah Desa berharap, melalui validasi data yang ketat dan pengawasan dari kecamatan, Desa Sudagaran dapat menjadi percontohan dalam penurunan angka stunting melalui program MBG yang transparan dan akuntabel.

“Target kami jelas: nol kasus gizi buruk di Sudagaran. Dimulai dari data yang benar, berakhir pada warga yang sehat,” tutup Supriyadi.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *