Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten Brebes Baru Selesai 9 Kecamatan. Meski Ada Protes, Kondisi Berjalan Kondusif

BREBES, – KABAR EKSPRES II Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kabupaten Brebes, yang diselanggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, di Grand Dian Hotel Brebes, baru menyelesaikan hasil 9 dari 17 kecamatan.

Dalam proses rekapitulasi yang berlangsung sejak Jumat 1 Maret hingga sekarang Minggu 3 Maret 2024 (hari ketiga-red), terdapat protes dari beberapa saksi partai politik, sehingga cenderung berjalan lamban.

Meskipun demikian, pihak KPU kabupaten telah mengambil langkah-langkah untuk menanggapi protes tersebut dengan serius. Mereka membuka ruang untuk klarifikasi dengan para pihak terkait guna mendengarkan aspirasi dan memastikan proses rekapitulasi berjalan secara transparan dan adil.

Selama proses tersebut, kondisi di lapangan tetap berjalan kondusif dan terkendali. Pihak keamanan dan tim medis setempat turut melakukan pengawasan dan pemantauan untuk memastikan situasi tetap aman dan terjaga.

Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten Brebes Baru Selesai 9 Kecamatan. Meski Ada Protes, Kondisi Berjalan Kondusif

Adapun, kecamatan yang sudah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara menurut Ketua KPU Kabupaten Brebes, Manja Lestari Damanik, sudah ada 9 kecamatan.

“Baru 9 kecamatan yang sudah selesai rekapitulasi penghitungan suara. Di antaranya, Kecamatan Paguyangan, Sirampog, Tonjong, Salem, Kersana, Tanjung, Wanasari, Losari, dan Ketanggungan,” kata Manja, ketika dikonfirmasi, saat tengah istirahat rekapitulasi penghitungan suara, Minggu 3 Maret 2024, pukul 12: 55 WIB.

Setelah 9 kecamatan ini, lanjut Manja, dilanjutkan rekapitulasi penghitungan suara untuk Kecamatan Larangan.

Adapun kecamatan lainnya, seperti Brebes, Bulakamba, Banjarharjo, Jatibarang, Songgom, Bantarkawung dan Bumiayu menunggu giliran.

Reporter: Casroni

Giat Bakti Sosial DPC LSM BPPI Kecamatan Tanjung Brebes, Bedah Rumah di Desa Luwunggede

Brebes, – KABAR EKSPRES II Ibu Kasyati, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ada di Desa Luwunggede Kecamatan Tanjung, mendapatkan Perhatian dari DPC LSM BPPI Tanjung Brebes. Minggu, (3/3/2024).

Pemilik RTLH itu adalah Ibu Kasyati warga RT: 06/RW: 02 Desa Luwunggede. Kondisi Rumah ibu Kasyati yang memprihatinkan pihak LSM BPPI DPC Tanjung melalui Ketuanya Edi Sucipto bersama Anggotanya yang tentunya telah berkoordinasi dengan pihak pihak terkait melakukan Bedah Rumah, dari pembongkaran rumah karna yang dikhawatirkan akan berisiko kepada penghuninya.

Agung Herlyanto selaku Sekretaris DPC LSM BPPI Kecamatan Tanjung, Menuturkan, Kegiatan Pembongkaran Rumah yang dibantu warga setempat dan dilakukan pada hari ini Minggu, 03 Maret 2024 juga disaksikan oleh warga setempat dan tokoh masyarakat,

Dan Kami bersama Ketua Dpc Tanjung juga berusaha semaksimal dengan mencari donatur donatur juga berkoordinasi dengan Pemdes maupun Dinas Terkait.Agar Rumah Baru Ibu Kasyati cepat direalisasikan.”Tandasnya

Giat Bakti Sosial DPC LSM BPPI Kecamatan Tanjung Brebes, Bedah Rumah di Desa Luwunggede

“juga menambahkan”Selain pembongkaran rumah ini nantinya kami juga akan membangun kembali sehingga Ibu Kasyati bisa memiliki Rumah yang layak untuk di huni.”Imbuh Agung

Edi Sucipto selaku Ketua DPC Tanjung LSM BPPI pada saat di temui awak media, “beliau menuturkan, giat ini kami sudah Kordinasi ke Cang Anto Ketua DPD LSM BPPI Kabupaten Brebes, juga kami sudah Ijin sama pihak Kepala Desa dan Warga Lingkungan Setempat.”Ucap Edi

Sementara itu menurut penuturan Edi Sucipto selaku Ketua DPC LSM BPPI Kecamatan Tanjung kabupaten brebes “Gerakan Bedah Rumah ini adalah bentuk rasa Peduli kami terhadap Ibu Kasyati yang sungguh sangat memprihatinkan”Sambung, Edi Sucipto.

 

Reporter: Casroni

 

Koperasi Produsen DAKU Dampingi Pengrajinan Sapu Ijuk Untuk Tetap Eksis

Cilacap, – KABAR EKSPRES II Salah Satu kampung yang berada di Kabupaten Cilacap, terdapat pengrajin sapu ijuk di Dusun Ciupas Desa Madusari Kecamatan Wanareja yang mulai menggeliat, dan sebenarnya usaha tersebut cukup berpotensi dan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat.

Ini terbukti, berkat campur tangan Koperasi Produsen DAKU usaha ini mampu menyerap tanaga kerja serta menyediakan lapangan kerja bagi warga masyarakat, namun demikian, usaha ini masih pribadi maupun dibawah naungan serta bermitra dengan Koperasi sehingga keberadaanya dibutuhkan perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Cilacap agar dapat bertahan dan berkembang, Sabtu (02-03-2024).

Anto warga Dusun Ciupas Desa Madusari Kecamatan Wanareja menyampaikan dirinya sudah menjalankan usaha seperti ini mencapai 5 tahun lamanya.

Koperasi Produsen DAKU Dampingi Pengrajinan Sapu Ijuk Untuk Tetap Eksis

Menurutnya, usaha yang dia rintis tersebut kini telah bermitra dengan Koperasi Produsen Duta Amanah Karya Usaha yang memang tempat kami bernaung dan juga untuk dapat terus berkembang nantinya terutama untuk mendukung sarana maupun permodalan hingga ke pemasaran ucapnya.

Selanjutnya dijelaskan bahan sapu ijuk yang menyerupai rambut, berasal dari tapes yang menempel pada pohon aren yang berwarna hitam. Mereka mendatangkannya dari hutan-hutan yang terdapat pohon Aren dan untuk memperolehnya didapat melalui warga maupun tetangga yang memang bisa dan suka mengambilnya serta untuk harga pun sangat variatif tandasnya.

Untuk saat ini dirinya dalam membuat sapu ijuk ditemani istri maupun orang tua kadang juga keluarga dan tetangga, sehari bisa menghasilkan antara 50 sampai 60 sapu yang sudah jadi dijepit tanpa gagangnya.

Mereka menyampaikan 1 sapu ijuk tanpa gagang seharga Rp 4000,00 diterima ke tengkulak dan menuturkan bahwa usahanya itu kadang tekor, terutama kalau para penjual ijuknya tidak jujur.

“Selain itu, resiko usaha sapu ijuk ini adalah karena kadar air yang terlalu tinggi di ijuk sapu disaat membeli dari warga dan kadang lidi nya pun dibawa pula dan ditimbang,” terangnya

Endang Supriyatna selaku Pengurus Koperasi Produsen DAKU menjelaskan untuk sapu ijuk memang kami selaku Koperasi Produsen akan terus ditumbuh kembangkan agar mampu menyerap tenaga kerja dilingkungan kami ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Endang setelah nanti Rapat Akhir Tahun yang akan digelar pada tanggal 03 Maret 2024, kita akan fasilitasi sarana dan prasarana yang lebih komplit lagi sehingga selain bisa menampung lebih banyak pekerja juga diharapkan hasilnya pun akan semakin meningkat pula terangnya.

“Kita sudah sediakan sarana ataupun bangunan baru yang baru selesai untuk nanti digunakan dalam memproses pembuatan sapu dari tahap awal hingga selesai bisa dijual”. Tandasnya

Selain itu selaku pengurus Koperasi Produsen DAKU dengan adanya kami mampu bermanfaat dan yang paling utama bisa membuat lapangan pekerjaan bagi warga pungkasnya.

Reporter: Dani

Pemdes Cipelem Menyebut Akan Melanjutkan Pembangunan Talud JUT di RT 01 RW 02

BREBES, – KABAR EKSPRES II Pemerintah Desa (Pemdes) Cipelem, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes mengaku akan melanjutkan pembangunan talud Jalan Usaha Tani (JUT) yang ada di lingkungan RT 01 RW 02.

Kesanggupan untuk melanjutkan pembangunan talud JUT tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Desa Cipelem Tomy Santoso, Minggu 3 Maret 2024. Kepada awak media, Tomi menyebut kalau berdasarkan hasil perhitungan ulang dari konsultan teknis, memang ada kekurangan volume pekerjaan talud JUT di RT 01 RW 02 sepanjang 60 meter.

Dimana, kalau diuangkan proyek tersebut hanya menyisakan anggaran sekitar Rp.15 juta. “Kita sebelumnya juga sudah mengundang Bapak Nurfaidin,ST sebagai konsultan teknis. Dan dari hasil penghitungan beliau, hanya menyisakan volume pekerjaan 60 meter saja. Dan dari sisa volume tersebut, kami pun siap dan berkomitmen untuk menyelesaikannya,”ujar Tomi.

Kepada wartawan, Tomi juga menceritakan tentang kronologis diberhentikannya semetara proyek talud JUT di RT 01 RW 02. Dimana saat itu terjadi proyek warga/petani yang tengah melakukan masa tanam padi.

Pemdes Cipelem Menyebut Akan Melanjutkan Pembangunan Talud JUT di RT 01 RW 02
Pemdes Cipelem Menyebut Akan Melanjutkan Pembangunan Talud JUT di RT 01 RW 02

Dan untuk mendukung kelancaran warga dalam bertani, maka semua pihak sepakat untuk pembangunan talud JUT diberhentikan sementara lantaran dianggap mengganggu kegiatan tanam.

Disisi lain, tambah dia, bertepatan dengan itu juga sedang ada kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang dilaksanakan oleh pihak kecamatan untuk seluruh pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023.

Dan dari hasil monev tersebut, tim lapangan menemukan adanya kelebihan pekerjaan yang sama di titik lain, tepatnya di RW 06. Atas kelebihan pekerjaan itu, tim Monev kemudian merekomendasikan agar pekerjaan sementara dihentikan.

Reporter: Casroni

Polsek Bobotsari Luncurkan Program Gas Pol Bos

Purbalingga, – KABAR EKSPRES II Polsek Bobotsari Polres Purbalingga meluncurkan program sosial bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan. Program tersebut bernama Gas Pol Bos yang merupakan akronim dari Gerakan Amal Sedekah Polsek Bobotsari.

Program Gas Pol Bos pertama kali dilaksanakan pada Jumat (1/3/2024). Dimana Polsek Bobotsari memberikan bantuan sosial kepada dua warga kurang mampu di Desa Palumbungan Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

Bantuan diserahkan kepada Mutiarto (70) dan Sairah (65) keduanya warga Desa Palumbungan RT 3 RW 1. Mutiarto merupakan difabel yang mengalami kelumpuhan setelah jatuh dari pohon kelapa. Sedangkan Sairah merupakan warga kurang mampu yang mengalami sakit menahun.

Kapolsek Bobotsari AKP Sarno Ujianto mengatakan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama kami meluncurkan program Gas Pol Bos. Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu termasuk kepada difabel.

Polsek Bobotsari Luncurkan Program Gas Pol Bos

“Program ini diluncurkan dengan tujuan bahwa tugas Polri selain melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat juga harus peduli terhadap sesama manusia. Khususnya kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial,” ucap, Sabtu (2/3/2024).

Disampaikan bahwa dengan program ini, kami juga menanamkan kesadaran bagi anggota bahwa seluruh harta yang dimiliki ada sebagian yang menjadi hak mereka yang sangat membutuhkan. Sehingga menumbuhkan sikap keikhlasan dan rasa sosial yang kuat kepada anggota untuk mau berbagi.

“Alhamdulilah anggota Polsek Bobotsari seluruhnya mendukung program ini. Mereka menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga program ini bisa memberikan manfaat,” ucapnya.

Kapolsek menambahkan program ini akan terus dilaksanakan oleh Polsek Bobotsari setiap hari Jumat. Tidak hanya masyarakat di satu desa namun harapannya bisa menjangkau seluruh Kecamatan Bobotsari.

Respon positif disampaikan warga penerima bantuan program Gas Pol Bos. Salah satunya Mutiarto yang mengaku senang diberikan bantuan berupa sembako dari Polsek Bobotsari. Menurutnya bantuan tersebut sangat bermanfaat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Bobotsari yang telah memberikan bantuan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya,” ucapnya.

Reporter: Imam jateng

Dandim Brebes Percepat Buka Jalan Pengubung Antar Desa Citimbang – Gunung Sugih Yang Terputus

Brebes, – KABAR EKSPRES II Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Forkopimca Salem serta relawan kembali mengecek titik lokasi longsor di Desa Citimbang, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (01/03/2024).

Jalan penghubung antara Desa Citimbang dan Desa Gunung Sugih longsor tergerus air hujan, hujan dengan intensitas tinggi dari pukul 21.00 hingga pagi hari. Jalan sepanjang 80 meter dengan lebar 4 meter terputus dan longsor kebawah sekitar 50 meter.

Menurut Kepala Desa Citimbang Idi Sutiono mengatakan bahwa 667 KK dari 1.971 Jiwa didesanya kini terisolir akibat jalan aspal tersebut putus. Dari jumlah jiwa yang nyata, ada 1.850 jiwa yang terisolir di Desa Citimbang.

“Alhamdulillah Pak Dandim bersama Forkopimca Salem hadir dilokasi dan melihat secara langsung desa kami, berkat kehadiran beliau, sudah turun 1 unit excavator yang langsung bekerja membuka jalan tersebut”. tutur Idi Setiono.

Dandim Brebes Percepat Buka Jalan Pengubung Antar Desa Citimbang – Gunung Sugih Yang Terputus

Selain Desa Citimbang, juga dampak yang sama dirasakan oleh Desa Gunung Sugih yang bersebelahan dengan Desa Citimbang.

Kepala Desa Gunung Sugih Durottun Nasihin mengungkapkan keluhannya kepada Dandim 0713 Brebes bahwa putusnya jalan penghubung Citimbang-Gunung Sugih sangatlah vital, sebab perekonomian warga tersendat.

“Ada 4 titik irigasi tersier yang rusak akibat longsoran, dan warga harus mengeluarkan biaya transportasi lebih, sebab harus memiliki 2 unit kendaraan roda dua, satu ditaruh diujung desa Citimbang, dan yang satunya diseberang Desa Gunung Sugih”. papar Kades Gunung Sugih.

“Alhamdulillah, kehadiran Pak Dandim Brebes bersama rombongan sudah mengupayakan alat berat untuk membuka jalan, yah sebelumnya hanya bisa dilewati pejalan kaki saja”. imbuhnya.

Dandim 0713 Brebes menghimbau kepada seluruh warga Citimbang dan Gunung Sugih untuk bersabar dan berhati-hati dalam beraktivitas, secepatnya Kodim dan Polres Brebes bersama Pemerintah Daerah segera menyelesaikan permasalahan pasca bencana Banjir dan Longsor di Kecamatan Salem, diantaranya Desa Ciputih, Desa Gandoang dan Kadungmanis serta Desa Citimbang dan Gunung Sugih.

“Saat ini Babinsa, Babhinkamtibmas dan relawan dari BGS, Bangbara, Nalaktat, KTM dan Batara membawa obat-obatan menggunakan motor trail ke tiga desa untuk dibagikan warga yang membutuhkan”. ungkap Dandim.

“Kebutuhan mendesak dilokasi longsor diantaranya Lampu Cell Solar Otomatis, Pempes, Obat-obatan, sembako dan susu untuk bayi dan anak-anak”. imbuh Letkol Sapto Broto.

Sampai dengan saat ini, ada 2 excavator membuka jalan agar kendaraan roda dua bisa melintas guna percepatan pengiriman obat-obatan dan logistik. (Pen0713)

Red

Polres Batang Bekuk Pelaku Pencurian Barang Elektronik di 11 Sekolah

BATANG, – KABAR EKSPRES II Kepolisian Resor (Polres) Batang berhasil membekuk pelaku pencurian alat elektronik di 11 Sekolah Dasar (SD) Negeri di empat kecamatan, yaitu Blado, Bawang, Reban, dan Tersono. Diduga pelaku berinisial S (31), warga Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang itu dibekuk di rumahnya.

“Tersangka jumlahnya tiga orang, satu sudah kita amankan berinisial S alamat Pecalungan Batang, kemudian dua lainnya masih dalam pengejaran, selanjutnya menjadi target kita,” kata Kapolres Batang AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo saat konferensi pers di lobi Mapolres Batang, Jumat (1/3/2024).

Perbuatan pelaku dilakukan dalam kurun Januari 2024 hingga Februari 2024. Mereka melakukan aksinya dengan motif ekonomi, mengincar barang-barang berharga di sekolah-sekolah dasar yang minim pengamanan.

“Sejumlah barang bukti berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, termasuk sepeda motor, laptop, tablet, seperangkat komputer, speaker aktif berbagai ukuran, dan mesin ketik,“ terang Kapolres.

Polres Batang Bekuk Pelaku Pencurian Barang Elektronik di 11 Sekolah

Kasus ini terungkap awalnya dari laporan kasus pencurian di sekolah di wilayah Kecamatan Blado pada 8 Februari 2024. Lalu, pihak kepolisian melakukan penyelidikan, dari hasil penyelidikan didapatkan informasi dan fakta bahwa terhadap kejadian diduga dilakukan oleh resedivis, sehingga kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka berikut barang bukti.

“Dari hasil pengembangan, terdapat 10 TKP lainnya, jadi terungkap 11 TKP. Pasal yang disangkakan terhadap para pelaku adalah Pasal 363 ayat 1 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” tandas Kapolres.

Kepala SDN Tambakboyo 1, Ida, mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh anggota Polres Batang sehingga seluruh peralatan administrasi sekolah dapat ditemukan dan dikembalikan dengan cepat.
“Yang hilang termasuk tablet dan laptop, hal ini tentu mengganggu kegiatan administrasi sekolah karena di dalamnya terdapat data siswa,” ungkapnya

Reporter: Casroni

Polisi Akan Menindak Tegas, Para Pelaku Tindak Kejahatan di Kota Tegal

Kota Tegal, – KABAR EKSPRES II Sebuah video konvoi anak-anak remaja membawa senjata tajam viral di media sosial (Medsos) facebook. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik itu, terlihat para pelaku konvoi menenteng celurit, parang dan senjata tajam lainnya.

Menyikapi video viral tersebut, jajaran Polres Tegal Kota tidak tinggal diam. Sebab, pihak kepolisian langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan terhadap para pelakunya.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rully Thomas mengatakan, pihaknya sudah menurunkan anggota untuk mengusut siapa para pelaku dalam video viral tersebut. Selain itu juga sudah meningkatkan kegiatan-kegiatan Kepolisian berupa patroli untuk mencegah kejadian serupa.

“Terimakasih kepada masyarakat Kota Tegal, atas informasi dan kepeduliannya tentang perkembangan situasi di Kota Tegal. Dan terkait video yang sempat viral, kita sudah melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa saja para pelakunya,” ungkap Kapolres kepada awak media saat konferensi pers, Jum’at (1/3/2024).

Kapolres menjelaskan, kejadian video tersebut sebenarnya sudah agak lama. Namun baru viral kemarin pada Kamis (29/2) di sebuah media sosial. Dan dengan berbekal informasi serta data-data yang diperoleh dalam video tersebut, pihaknya langsung bergerak mencari para pelakunya.

Polisi Akan Menindak Tegas, Para Pelaku Tindak Kejahatan di Kota Tegal

“Dengan berbekal informasi yang ada, kami berhasil mengamankan sejumlah pelakunya. Mereka kita amankan berikut barang buktinya di wilayah Kabupaten Tegal,” terangnya.

Dan saat ini, lanjut Kapolres, pelaku sudah kita tahan guna penyidikan lebih lanjut. Dan untuk mengembangkan para pelaku lainya serta menggali motif dari perbuatan ini,” imbuhnya.

Kapolres juga menegaskan, dalam upaya menciptakan kamtibmas yang kondusif pihaknya akan bertindak tegas. Polres Tegal Kota tidak akan memberikan ruang gerak sedikitpun kepada para pelaku pelanggar hukum.

“Perlu kami sampaikan, Polres Tegal Kota akan menindak tegas kepada para pelaku kejahatan. Kami tidak akan memberikan ruang gerak sekecil apapun kepada para pelanggar hukum, untuk melakukan aksinya di Kota Tegal,” tegas nya.

Hal ini kita lakukan, demi terwujudnya Kota Tegal yang aman dan kondusif paska tahap pemungutan suara Pemilu dan menjelang datangnya bulan Ramadhan 1445 H.

“Sebentar lagi kita memasuki bulan Suci Ramadhan 1445 H. Untuk itu kami berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Karena dengan situasi yang kondusif maka masyarakat khususnya umat muslim dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan baik,” tuturnya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak merasa cemas atau resah. Karena pihaknya sudah melakukan kegiatan-kegiatan Kepolisian untuk mewujudkan Kota Tegal yang kondusif.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak resah. Karena kami sudah melakukan upaya-upaya dalam mewujudkan situasi yang kondusif. Dan berharap peran aktif masyarakat dalam mewujudkan semua itu. Karena tanpa kerjasama yang baik antara Kepolisian dengan masyarakat, apa yang kita lakukan hasilnya tidak akan maksimal,” harap Kapolres.

Reporter: Casroni

Antisipasi Kejahatan, Piket Mako Polsek Patean Rutin Laksanakan Patroli BLP

KENDAL, – KANAR EKSPRES II Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Piket Mako Polsek Patean melaksanakan Blue Light Patrol (BLP) seputaran Kecamatan Patean, Jumat (01/3/2024).

Dalam kegiatan Blue Light Patrol (BLP) tersebut, petugas menyasar obyek obyek Vital dan tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerawanan gangguan kamtibmas seperti Perbankan, Pertokoan, SPBU dan pemukiman penduduk.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga masyarakat yang dijumpai dalam rangka bersama-sama mencegah tindak kriminal dan tindak kejahatan lainya.

Antisipasi Kejahatan, Piket Mako Polsek Patean Rutin Laksanakan Patroli BLP

Saat dikonfirmasi Kapolsek Patean AKP Toyib Suharnomo mengatakan bahwa, “Saya selalu menekankan kepada seluruh anggota terutama untuk selalu memantau kegiatan masyarakat yang ada di wilayah hukum Polsek Patean. Begitu juga saat sambang dan patroli selalu sampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat agar tercipta Kamtibmas tetap aman dan Kondusif,” ucap Kapolsek.

AKP Toyib Suharnomo menambahkan, dengan kehadiran Polri di tengah tengah masyarakat ini mampu mencegah terjadinya tindak kejahatan 3C yakni Curat, Curas dan Curanmor.

“Kegiatan patroli dialogis ini juga dulakukan sebagai salah satu cara untuk menciptakan situasi yang kondusif baik unyuk mencegah gangguan Kamtibmas ataupun untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan masyarakat,” pungkasnya.

Red

Dibangun Dengan Danais DIY tahun 2021 Senilai Rp 35,9 Miliar, Baru Tiga Tahun Jalan dan Bahu Jalan Ada Yang Rusak

Gunungkidul, DIY. – KABAR EKSPRES II Dibangun Dengan Dana Keistimewaan (Danais) DIY tahun 2021 Senilai kurang lebih Rp 35,9 Miliar, mengalami kerusakan di beberapa titik. Ruas jalan Tawang-Ngalang di kabupaten Gunungkidul ni direncanakan akan tembus ke wilayah kabupaten Sleman.

Ketika awak media kamis 29/02/2024 ke lokasi melihat adanya kerusakan di beberapa titik jalan dan bahu jalan,rata-rata kerusakan jalan bergelombang tidak rata dan ada yang udah berlobang.Di sisi timur jembatan sudah terlihat penurunan dan retak cor bahu jalannya,serta kondisi aspal jalan sudah retak 2cm.

Eko Londo Koordinator wilayah Jateng-DIY LSM WGAB saat ditemui di kantornya juga menjelaskan ada beberapa aspek yang bisa menyebabkan masalah kerusakan jalan. Di antaranya karena kualitas pekerjaannya, kualitas materialnya dan juga karena beban. Tapi, katanya, kalau suatu jalan itu rusak karena beban, itu biasanya terjadinya tidak segera.

Dibangun Dengan Danais DIY tahun 2021 Senilai Rp 35,9 Miliar, Baru Tiga Tahun Jalan dan Bahu Jalan Ada Yang Rusak

“Jadi, misalnya jalan yang baru saja diperbaiki kemudian dalam waktu 2-3 bulan sudah rusak, itu hampir dipastikan bukan karena beban. Itu hampir dipastikan karena kualitas pekerjaan atau juga penggunaan material yang buruk, atau dua-duanya. Sudah materialnya buruk, kualitas pekerjaannya juga jelek,” katanya.

Tapi, untuk masyarakat awam,mereka tidak memahami bahwa jalan-jalan berlubang itu bukan otomatis karena beban yang berlebih tapi juga bisa karena kualitas pekerjaan dan material yang digunakan. Dia mengatakan bahwa hampir semua jalan-jalan yang ada di daerah-daerah itu rusak bukan karena beban tapi karena kualitasnya yang buruk. “Nah, hampir semua jalan-jalan daerah itu rusaknya bukan karena beban, tapi terutama karena kualitas pekerjaan dan juga materialnya yang jelek,” ungkapnya.

Dia mencontohkan soal penggunaan spesifikasi batu pecah dalam pembangunan jalan misalnya. Menurutnya, bisa terjadi spesifikasi yang seharusnya digunakan itu adalah yang kelas A karena banyak kendaraan berat yang melaluinya, itu diganti dengan batu pecah kualitas B.

“Ini bisa terjadi karena pengawasannya yang rendah atau memang kontraktornya yang pintar sehingga bisa lolos dari pengawasan. Itu salah satu penyebab materialnya jelek dan jalannya akan cepat rusak,” ucapnya.

Aspal kalau dalam jalan itu fungsinya sebagai perekat batuan dan pengisi rongga untuk membuat jalan menjadi stabil, aspal itu bisa bekerja efektif kalau dihamparkan pada suhu di atas 100 derajat Celsius. Tapi sering dalam pengerjaannya aspal itu dipanaskan di suhu 60 derajat,tambahnya.

Sudah jelas pengerasannya akan jelek,Belum lagi kalau misalnya aspal itu dioplos dengan oli bekas oleh kontraktornya yang nakal. Nah, yang kayak gitu banyak terjadi di daerah sehingga jalan menjadi cepat rusak.

Begitu juga tentang timbunan, itu juga ada spesifikasinya agar tanahnya stabil sehingga tidak terjadi amblas dan retak. Dia mengatakan terkadang harus dipadatkan terlebih dulu.

“Jadi, sebenarnya kalau misalnya ditanya kesimpulannya, hampir sebagian besar kerusakan jalan di Indonesia itu karena kualitas pekerjaan dan kualitas materialnya yang jelek dan bukan karena faktor tanah bergerak,faktor beban,karena sebelumnya pasti sudah ada perencanaan serta studi lapangan,” tutupnya.

Red