Reses Persidangan II 2026 dr. Henry Christianto:

KABUPATEN BANYUMAS, 06/01/2026 – Anggota DPRD Kabupaten Banyumas dr. Henry Christianto menggelar kegiatan reses masa Persidangan II tahun 2026 di Gedung Aula Desa Kemudug Kidul, Kecamatan Baturaden. Acara yang dihadiri oleh rombongan Ketua PAC Kecamatan Baturaden, Ketua Ranting beserta jajarannya, dan Kepala Desa Kemudug Kidul Kardi S.H., menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan terkait pembangunan daerah.

 

Acara dibuka dengan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, yang mengingatkan pada nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam sambutannya, Ketua PAC Baturaden Wahyu menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Selanjutnya, Kepala Desa Kardi S.H. menyampaikan pesan tentang tata cara berpolitik yang benar, menegaskan bahwa “Berpolitik itu harus bisa menghidupkan dan memajukan partai tersebut, bukan hanya berkutat pada urusan uang sesaat.” Acara sambutan diakhiri dengan teriakan “Merdeka” yang menggema di ruang aula.

 

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas, dr. Henry menjelaskan bahwa komisinya membidangi tiga bidang utama yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, yaitu kesehatan, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan masyarakat.

 

Sekitar 150 warga dari berbagai desa di Kecamatan Baturaden hadir dengan antusias untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Selain pembangunan umum seperti jalan dan fasilitas umum, banyak masukan terkait kebutuhan di bidang kesejahteraan sosial dan kesehatan. Masyarakat menekankan bahwa fasilitas kesehatan perlu menjadi prioritas utama selain pemenuhan kebutuhan dasar.

 

Merespons aspirasi tersebut, dr. Henry memberikan komitmen untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam memenuhi kebutuhan warga. “Kami akan dorong Pemkab Banyumas untuk tetap konsisten dalam menfasilitasi warganya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Pemkab Banyumas telah melakukan upaya konkrit untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan sarana prasarana dan akses pelayanan ke daerah terpencil.

 

“Pemerintah Daerah menyelenggarakan pelayanan perlindungan dan pemenuhan hak warga berdasarkan hasil penilaian kebutuhan, dengan tujuan memastikan bantuan dan dukungan diberikan tepat sasaran sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau kelalaian,” pungkas dr. Henry.(Mugi ir)

Kondisi Pasar Hewan Desa Sidaraja Memprihatinkan:

SIDARAJA kabarekpres.co.id/ Pemandangan kontras terlihat di Pasar Hewan Desa Sidaraja pada Juma,at (6/2/2026). Di tengah perputaran ekonomi dari aktivitas jual beli hewan ternak yang rutin berlangsung setiap minggu, kondisi fasilitas publik ini justru tampak terbengkalai dan jauh dari kata layak.

Fakta di Lapangan

Berdasarkan pantauan di lokasi, tumpukan sampah plastik bercampur dengan kotoran sapi yang berserakan menjadi pemandangan utama.

 

Bau menyengat yang menusuk hidung tidak hanya mengganggu para pedagang dan pembeli, tetapi juga mulai dikeluhkan oleh warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas.

Sangat ironis mengingat pasar ini merupakan pusat niaga penting bagi peternak lokal. Namun, aspek sanitasi dan pemeliharaan infrastruktur seolah terabaikan begitu saja.

 

Analisis Tanggung Jawab

Kondisi ini memicu pertanyaan besar mengenai siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas pengelolaan pasar tersebut. Secara struktural, tanggung jawab biasanya terbagi ke dalam beberapa lini:

Pengelola Pasar/Pemerintah Desa: Sebagai pemangku wilayah dan penyedia tempat, pihak pengelola memiliki kewajiban untuk memastikan adanya sistem pembuangan limbah dan jadwal pembersihan rutin pasca-hari pasar.

 

Dinas Kebersihan dan Pasar (Pemerintah Daerah): Jika pasar ini berstatus pasar daerah, maka instansi terkait wajib menyediakan sarana pengangkut sampah dan petugas kebersihan yang memadai.

Kesadaran Kolektif Pengguna Pasar: Para pedagang dan pengunjung juga memegang peran dalam menjaga kebersihan dasar, meski hal ini tetap harus didukung oleh fasilitas tempat sampah yang tersedia.

 

Dampak yang Mengancam

Jika dibiarkan terus berlanjut, kondisi ini bukan sekadar masalah estetika. Penumpukan kotoran dan sampah berisiko:

Menjadi Sarang Penyakit: Menurunkan standar kesehatan hewan ternak yang dijual.

 

Pencemaran Lingkungan:

Limpasan air hujan yang membawa kotoran dapat mencemari sumber air warga sekitar.

Menurunkan Daya Jual: Pembeli dari luar daerah mungkin akan enggan datang karena merasa tidak nyaman dengan lingkungan yang kotor.

Masyarakat kini menanti tindakan nyata dari otoritas terkait. Jangan sampai pasar yang menjadi tumpuan ekonomi desa ini justru berubah menjadi sumber masalah kesehatan bagi warga Sidaraja.pewarta:(ibin)

Perangi Stunting, Kades Sudagaran Pimpin Sosialisasi MBG Berbasis Data Presisi “By Name By Address”

SUDAGARAN, 5 FEBRUARI 2026 – Pemerintah Desa Sudagaran mengambil langkah proaktif dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bertempat di Aula Balai Desa Sudagaran, Kamis (5/2), sosialisasi ini secara khusus menyasar kelompok prioritas, yakni balita dan ibu menyusui.

Acara ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sudagaran, Bapak Supriyadi, dengan didampingi Sekretaris Desa (Sekdes) serta dihadiri oleh jajaran Pengurus MBG Tingkat Kecamatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan sinergi kuat dalam memastikan program nasional tersebut terealisasi secara maksimal di tingkat desa.

Fokus pada Akurasi Data

Dalam sambutannya, Bapak Supriyadi menekankan bahwa kunci keberhasilan program MBG bukan hanya pada distribusi makanan, melainkan pada output data yang akurat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran desa untuk menerapkan sistem By Name By Address (berdasarkan nama dan alamat) dalam penyaluran bantuan.

“Kami tidak ingin program ini salah sasaran. Dengan basis data by name by address, kita memastikan setiap paket gizi sampai ke tangan ibu menyusui dan balita yang memang sudah terverifikasi. Data presisi ini juga memudahkan kita memantau perkembangan kesehatan mereka secara personal,” tegas Supriyadi.

Sinergi Lintas Sektoral

Senada dengan hal tersebut, Pengurus MBG Kecamatan yang hadir memberikan arahan mengenai standar nutrisi yang harus dipenuhi. Program ini dirancang untuk memberikan asupan protein hewani dan mikronutrien penting yang sering kali terabaikan dalam pola makan harian.

Sekretaris Desa Sudagaran menambahkan bahwa nantinya data penerima ini akan diintegrasikan dengan laporan bulanan Posyandu. Dengan demikian, pemerintah desa dapat melihat korelasi langsung antara pemberian makanan bergizi dengan peningkatan berat badan balita serta kualitas kesehatan ibu menyusui di wilayah Sudagaran.

Implementasi Lapangan

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama kader kesehatan dan warga. Pemerintah Desa berharap, melalui validasi data yang ketat dan pengawasan dari kecamatan, Desa Sudagaran dapat menjadi percontohan dalam penurunan angka stunting melalui program MBG yang transparan dan akuntabel.

“Target kami jelas: nol kasus gizi buruk di Sudagaran. Dimulai dari data yang benar, berakhir pada warga yang sehat,” tutup Supriyadi.

BUMDes Simas Sidareja Gebrak Ekonomi Desa Lewat Program Penggemukan Kambing Skala Besar.

SIDAREJA, CILACAP – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Simas Desa Sidareja, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, resmi memulai langkah strategis dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Pada Kamis (5/2/2026), jajaran pengurus BUMDes menyepakati komitmen besar untuk meluncurkan program kerja baru di sektor peternakan, yakni pembangunan kandang kambing modern dengan kapasitas mencapai 94 ekor.

Program ini dicanangkan sebagai upaya optimalisasi aset desa sekaligus menciptakan unit usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat Sidareja.

Optimisme di Balik Kapasitas 94 Ekor

Ketua BUMDes Simas, Surhenda, SE, menegaskan bahwa pemilihan sektor peternakan kambing bukan tanpa alasan. Melalui perhitungan bisnis yang matang dan analisis pasar yang dilakukan timnya, ia merasa sangat optimis bahwa program ini akan membawa keuntungan bagi pendapatan asli desa (PADes).

“Kami tidak hanya sekadar membangun kandang, tapi membangun sistem. Dengan kapasitas 94 ekor, ini merupakan skala yang cukup serius untuk ukuran usaha desa. Saya yakin dan optimis program ini akan berhasil melihat tingginya permintaan pasar dan kesiapan SDM yang kami miliki,” ujar Surhenda dengan penuh keyakinan.

Rencana dan Strategi Pengelolaan

Program kerja ini mencakup beberapa poin utama dalam pelaksanaannya:

Pembangunan Infrastruktur: Pembangunan kandang yang higienis dan efisien untuk menampung populasi kambing dalam jumlah besar.

Ketahanan Pangan Ternak: Memanfaatkan potensi lahan desa untuk penyediaan pakan berkualitas.

Manajemen Profesional: Di bawah kepemimpinan Surhenda, SE, BUMDes akan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat mulai dari perawatan kesehatan ternak hingga sistem pemasaran.

Dampak Bagi Masyarakat

Selain berorientasi pada profit, proyek ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran (edukasi) bagi peternak lokal di Desa Sidareja. Dengan adanya kandang komunal berskala besar, akses terhadap teknologi peternakan dan jaringan pasar akan semakin terbuka lebar bagi warga sekitar.

Langkah berani BUMDes Simas ini menjadi bukti nyata bahwa desa mampu mandiri secara ekonomi melalui inovasi dan manajemen yang profesional. Masyarakat kini menanti realisasi dari “Kandang 94” yang diprediksi akan menjadi ikon baru produktivitas Desa Sidareja di tahun 2026.pewarta:(ibin)

BUMDESMA JERUKLEGI GELAR ACARA TUTUP BUKU 2025, SERTA MERAYAKAN ULANG TAHUN KE-3 DENGAN GEBYAR HADIAH BERKELAS

CILACAP, 05 FEBRUARI 2026 – Badan Usaha Milik Desa (BUMDESMA) Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap akan menyelenggarakan acara besar bertajuk “Mad Tutup Buku Tahun 2025, Gebyar Hadiah Tahunan, dan Ulang Tahun BUMDESMA Bina Usaha Masyarakat LKD yang Ke-3”. Acara yang akan digelar di Pendopo Tunggul Wulung Tritih Lor pada Kamis (05/02/2026) ini mengundang sekitar 300 peserta, di antaranya seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Jeruklegi, pemerintah daerah, pengurus BUMDESMA, anggota masyarakat, dan mitra kerja.

Acara ini dirancang untuk merangkum prestasi kerja BUMDESMA sepanjang tahun 2025, yang mencatatkan capaian signifikan: modal awal Rp14.603.580.485 dengan perguliran dana mencapai Rp23.064.000.000 untuk 286 kelompok dan 3.621 anggota, pendapatan usaha total Rp3.400.267.339, serta surplus usaha Rp1.742.560.428. Surplus tersebut dialokasikan untuk tambah modal 52% dan bagi hasil bagi desa-desa serta pengembangan kapasitas dan dana sosial masyarakat. Kontribusi BUMDESMA juga terasa pada berbagai kegiatan sosial, mulai dari pembagian sembako gratis, pasar murah, hingga perbaikan sarana ibadah dan pendidikan.

Rangkaian acara akan dibuka oleh MC Romelah, diikuti dengan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh Sumami Septi Aryanti dan doa yang dipimpin oleh Kholil Firdaus, S.Ag. Selanjutnya akan disampaikan laporan penyelenggaraan oleh Susanto (Kasi PM Kecamatan Jeruklegi), serta sambutan dari Yunaedi, A.md (Ketua DP Dewan Penasehat), Irawan Arianto, S.STP, M.Si (Camat Jeruklegi), dan Heru Kurniawan, S.STP, MM (Kepala Dispermades Kab. Cilacap). Laporan kegiatan dan pengawasan BUMDESMA akan disampaikan oleh Direktur Sudiman, SE, dan Manager Dewan Pengawas Fathudin, SE, diikuti sesi tanya jawab untuk mendengar masukan terkait perkembangan ke depannya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para pendukung dan peserta aktif, gebyar hadiah tahunan akan menghadirkan berbagai hadiah menarik, di antaranya 5 unit sepeda listrik sebagai hadiah utama, ditambah dengan TV, kipas angin, dan berbagai barang bermanfaat lainnya.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi dan perayaan, tetapi juga wadah untuk mempererat sinergi antara pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.(Mugi ir)

PEMERINTAH DESA WRINGINHARJO GELAR MUSYAWARAH UNTUK OPTIMALISASI ANGGARAN KESEJAHTERAAN, TETAPKAN KPM BLT-DD

Sekretaris Desa Wringinharjo, Imam Maruf, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan paparan terkait program Kesejahteraan bagi Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) yang akan dijalankan tahun ini. Selain itu, ia menekankan pentingnya ketelitian dalam penentuan penerima bantuan. “Setiap warga penerima BLT-DD diharapkan benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu, supaya kedepan tidak menjadi polemik di kalangan masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Wringinharjo menyampaikan bahwa meskipun terjadi pengurangan anggaran Dana Desa tahun ini, program BLT-DD tetap akan disalurkan. Meskipun jumlah penerima akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.

Meriah! Pesta Siaga Kwarran Cipari 2026: Cetak Generasi “Cilacap Maju Besar”

CIPARI, CILACAP Kabarekpres.co.id/ Suasana Alun-alun Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari, mendadak penuh warna dan sorak-sorai pada Rabu, 4 Februari 2026. Ratusan anggota Pramuka Siaga berkumpul untuk mengikuti perhelatan tahunan Pesta Siaga Tingkat Kwartir Ranting 11.01.21 Cipari.

 

Kegiatan yang menjadi ajang pertemuan besar bagi pramuka golongan siaga di wilayah Korwil Bidik Kecamatan Cipari ini berlangsung sangat meriah dengan partisipasi total 86 barung (regu), yang terdiri dari:

41 Barung Siaga Putra

45 Barung Siaga Putri

Semangat “Cilacap Maju Besar”

 

Mengusung tema “Siaga Cilacap Maju Besar”, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ibu Camat Cipari selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Ibu Ratna. Dalam sambutannya saat membuka acara, Bunda Ratna menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini melalui gerakan pramuka.

“Momentum Pesta Siaga ini adalah catatan sejarah bagi anak-anakku semua. Ini bukan sekadar perlombaan, melainkan persiapan dini untuk membentuk pribadi yang disiplin, berani, dan berakhlak mulia demi masa depan Cilacap yang lebih hebat,” ujar Ibu Ratna di hadapan para peserta.

 

Keseruan Jalur Luar Ruang dan Permainan

Kemeriahan semakin memuncak saat para peserta mulai mengikuti rute jalan yang telah ditetapkan oleh panitia. Sepanjang jalur, para siswa-siswi tidak hanya berjalan santai, tetapi juga diuji melalui berbagai pos permainan edukatif.

Ketangkasan & Kerjasama:

Berbagai permainan tradisional dan modern dirancang untuk memupuk kekompakan tim. Rute yang diatur panitia memberikan pengalaman pengenalan lingkungan sekitar Desa Mekarsari.

Meski berkompetisi, semangat persahabatan antar pangkalan (sekolah) sangat kental terasa di lapangan.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan tunas-tunas muda yang siap menjaga keberlanjutan estafet kepemimpinan di wilayah Kabupaten Cilacap, khususnya Kecamatan Cipari.pewarta:(ibin)

Harga Tak Stabil, Industri Penyulingan Kayu Putih di Cisumur “Mati Suri”

CILACAP Kabarekpres .co.id / Industri Kecil Menengah (IKM) penyulingan minyak kayu putih di Desa Cisumur, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, kini tengah menghadapi masa sulit. Meski ketersediaan bahan baku melimpah, aktivitas produksi justru terhenti total atau “mati suri” akibat fluktuasi harga pasar yang tidak menentu.

 

Ketidakseimbangan Biaya Produksi

Salah satu pengrajin penyulingan setempat, ZN, mengungkapkan bahwa berhentinya operasional ini bukan disebabkan oleh kelangkaan daun kayu putih, melainkan faktor ekonomi yang tidak sinkron. Menurutnya, biaya operasional dan produksi saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual yang diterima di pasaran.

 

“Kami berhenti produksi bukan karena tidak ada bahan baku, tapi karena tidak seimbang antara biaya produksi dengan pendapatan. Kalau dipaksakan jalan, kami justru merugi,” ujar ZN saat ditemui di Desa Cisumur, Selasa (3/2/2026).

 

Menanti Uluran Tangan Investor dan Pemerintah

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan keberlangsungan ekonomi lokal di wilayah Gandrungmangu. Para pengrajin berharap adanya intervensi dari pihak eksternal untuk menyelamatkan sektor UMKM ini. Ada dua poin utama yang diharapkan oleh para pelaku usaha:

 

Kehadiran Investor:

Diharapkan ada mitra investor yang mampu membantu menstabilkan harga serapan minyak kayu putih agar pengrajin mendapatkan margin keuntungan yang layak.

 

Peran Dinas UMKM:

Para pengrajin mendesak Dinas UMKM Kabupaten Cilacap untuk turun tangan memberikan pembinaan, proteksi harga, atau solusi pemasaran guna mempertahankan usaha yang menjadi sandaran hidup warga tersebut.

 

Tanpa adanya langkah nyata untuk menstabilkan harga, dikhawatirkan peralatan penyulingan warga akan terbengkalai dan menjadi besi tua, sementara potensi alam yang ada di wilayah Cilacap tidak dapat ter optimalkan secara ekonomi.pewarta :(ibin)

POLISI SELIDIKI TEMUAN MAYAT BOCAH PEREMPUAN 4 TAHUN 10 BULAN DALAM KARUNG DI CILACAP

Cilacap, 30 Januari 2026 – Polisi Kabupaten Cilacap sedang menyelidiki kasus penemuan mayat seorang anak perempuan berusia 4 tahun 10 bulan yang ditemukan di dalam karung di Jalan Dr Rajiman, Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah. Jenazah korban ditemukan pada Jumat (30/1) pagi sekitar pukul 06.30 WIB setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (29/1).

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono menyampaikan, korban terakhir terlihat bermain di sekitar rumahnya pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah bermain, korban pulang bertemu kakeknya Tasikun, kemudian berpamitan untuk membeli es dan kembali bermain dengan teman-temannya. Namun korban tidak kembali hingga sore hari, sehingga keluarga melakukan pencarian dan melaporkan ke Polsek Cilacap Tengah ketika upaya pencarian tidak berhasil.

Pencarian bersama warga dilakukan hingga malam hari Kamis, namun korban belum ditemukan. Keesokan harinya, seorang warga melaporkan temuan mencurigakan ke Polsek dan layanan 110. Lokasi penemuan berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban.

Setelah pengecekan oleh Satreskrim Polresta Cilacap, ditemukan mayat anak perempuan di dalam karung. Polisi melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal, kemudian berkoordinasi dengan dokter Puskesmas sebelum jenazah dievakuasi ke RSUD Dr Margono Soekarjo Banyumas untuk visum dan autopsi.

Saat ini, penyidik telah memeriksa empat saksi, yaitu kakek korban dan tiga warga sekitar lokasi penemuan. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

Kapolresta mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, agar tidak mengganggu proses penyelidikan dan menimbulkan keresahan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan perkara kepada kepolisian, serta melakukan klarifikasi melalui sumber resmi jika memperoleh informasi terkait kasus.(Mugi ir)

7 Penjabat Kepala desa resmi dilantik Bupati Cilacap

CILACAP, 29 Januari 2026 – Kekosongan jabatan Kepala Desa di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, telah terisi dengan pelantikan tujuh Penjabat (Pj) Kepala Desa dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pelantikan dilakukan oleh Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada Kamis (29/1) di Pendopo Wijayakusuma Cakti, Cilacap.

Kekosongan jabatan Kades terjadi akibat berbagai alasan, mulai dari kepala desa meninggal dunia hingga tersandung kasus hukum. Para Pj Kades yang berasal dari berbagai kecamatan ditunjuk untuk mengisi kekosongan tersebut sekaligus mendapatkan tugas tambahan untuk menjalankan pemerintahan desa.

Dalam pidatonya, Bupati Syamsul menekankan agar para Pj Kades menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi. “Banyak tantangan yang harus diselesaikan, antara lain penata kelolaan keuangan desa, persiapan pemilihan kepala desa serentak, serta pelunasan PBB-P2,” ujarnya.

Selain itu, para terlantik juga diminta untuk berinovasi guna mendukung visi “Cilacap Bercahaya dan Maju Besar” serta menyukseskan Program Strategis Nasional Koperasi Desa Merah Putih di masing-masing desa. “Silakan berkreasi dan berinovasi, misalnya untuk pelunasan PBB bisa dengan cara yang kreatif seperti bobok bumbung, namun jangan sampai membebani masyarakat,” jelas Bupati.

Bupati juga berharap para Pj Kades mampu membangun kerja tim, memperkuat komunikasi dengan tokoh agama, adat, dan masyarakat, serta menjaga kondusivitas wilayah dengan merangkul seluruh elemen masyarakat.

Adapun nama dan wilayah tugas para Pj Kades yang dilantik adalah sebagai berikut:

– Grady Grifandi Delevi (Pj Kades Binangun, Kecamatan Binangun)
– Farid Masruri (Pj Kades Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur)
– Apriyadi (Pj Kades Hanum, Kecamatan Dayeuhluhur)
– Suherman (Pj Kades Tritih Wetan, Kecamatan Jeruklegi)
– Tofik Wahyu Hidayah (Pj Kades Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten)
– Widhie Astoyo (Pj Kades Slarang, Kecamatan Kesugihan)
– Tri Ana Febiana (Pj Kades Purwasari, Kecamatan Wanareja)
(Mugi ir)