CILACAP Kabarekspres.co.id— Polresta Cilacap menggelar pemeriksaan urine terhadap seluruh personel Polresta Cilacap yang dipimpin langsung Kapolresta Cilacap Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H., langkah ini sebagai pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Polresta Cilacap. Kegiatan berlangsung di Aula Patriatama Polresta Cilacap, Senin pagi (23/2/2026)

Kapolresta menegaskan tes urine merupakan pengawasan internal untuk memastikan seluruh personil bersih dari narkoba sekaligus menjaga disiplin serta integritas. “Pemeriksaan ini adalah bentuk pengawasan langsung kepada personel. Kami tidak ingin ada personel yang terlibat narkotika, karena anggota Polri harus menjadi contoh ketaatan hukum bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan sebagai deteksi dini guna mencegah keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Jika ditemukan hasil positif, personel akan diproses sesuai ketentuan disiplin dan kode etik, bahkan dapat dikenakan sanksi pidana bila terbukti melakukan tindak pidana narkotika, selain pembinaan atau rehabilitasi sesuai hasil pemeriksaan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan program transformasi Polri Presisi yang menitikberatkan pada profesionalisme dan kesiapan anggota dalam menjalankan tugas. Personel yang sehat jasmani dan rohani dinilai penting untuk mencegah kesalahan tindakan saat bertugas serta menjaga kepercayaan publik.

Kapolresta menambahkan kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkala sebagai komitmen pengawasan berkelanjutan di Cilacap. “Kami pastikan pengawasan internal berjalan konsisten. Dari hasil pemeriksaan hari ini, seluruh personel dinyatakan negatif narkoba, tidak ada yang positif,” tegasnya.

Redd//

Pasar Bangsari Diserbu Warga, Tradisi Ngabuburit dan Berburu Kuliner Lumpuhkan Jalan Utama

Cilacap, Kabarekpres.co.id/Memasuki hari kedua Ramadan 1447 H yang jatuh pada Jumat, 20 Februari 2026, antusiasme masyarakat Desa Bulaksari dan sekitarnya di Kecamatan Bantarsari, Cilacap, terlihat sangat tinggi. Sejak pukul 16.00 WIB, kawasan Pasar Bangsari mulai dipadati warga yang hendak berburu takjil dan kuliner buka puasa.

Lautan Manusia di Jalur Utama

Fenomena “pasar tiban” atau kuliner dadakan ini menyebabkan arus lalu lintas di jalan utama Desa Bulaksari mengalami kepadatan yang signifikan.

Ribuan warga, baik yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua, tampak menyemut memenuhi sisi jalan.

Banyaknya pedagang musiman yang menjajakan berbagai menu khas Ramadan mulai dari mendoan hangat, kolak, hingga minuman segar menjadi daya tarik utama yang membuat warga rela berdesakan.

Tradisi Ngabuburit yang Dinanti

Bagi warga setempat, momen ini bukan sekadar urusan perut, melainkan tradisi ngabuburit yang sudah mendarah daging. Menunggu waktu berbuka puasa (Maghrib) terasa lebih singkat saat dilakukan sambil memilah-milah hidangan di tengah keramaian pasar.

“Hari kedua ini justru lebih ramai dari hari pertama. Mungkin karena cuaca mendukung, jadi semua orang keluar rumah untuk cari suasana baru sambil nunggu buka,” ujar salah satu pengunjung di lokasi.

Dampak Ekonomi Lokal

Kepadatan ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil dan UMKM di wilayah Bantarsari. Meski kondisi jalanan padat merayap, perputaran ekonomi di Pasar Bangsari meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa. Petugas setempat dan warga sekitar pun tampak sibuk mengatur lalu lintas agar kendaraan tetap bisa melintas meski dengan kecepatan sangat rendah.

Kemeriahan di hari kedua Ramadan ini menjadi bukti kuatnya tali silaturahmi warga Bulaksari. Meski harus berdesakan, keceriaan terpancar dari wajah para pemburu kuliner yang bersiap menyambut azan Maghrib bersama keluarga di rumah.pewarta:(ibin)

Wujud Kepedulian Sambut Ramadan, MTsN 3 Cilacap Bagikan Jadwal Imsakiyah kepada Masyarakat.

CILACAP –Kabarekpres.co.id/Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, MTsN 3 Cilacap menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap persiapan ibadah umat Muslim. Pada Rabu, 17 Februari 2026, pihak madrasah secara resmi merilis dan mendistribusikan jadwal puasa serta imsakiyah bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan moral sekaligus fasilitas praktis agar masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih awal dalam menyambut bulan penuh berkah.

Pemberian jadwal imsakiyah ini bukan sekadar rutinitas administratif. Pihak sekolah menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan simbol “ketukan pintu” untuk mengingatkan kembali pentingnya persiapan spiritual dan fisik sebelum memasuki bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada akhir Februari tahun ini.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh keluarga besar MTsN 3 Cilacap tepatnya di desa kawunganten lor kec Kawunganten kab Cilacap,dan warga sekitar tidak hanya siap secara batin, tetapi juga terbantu secara teknis dalam mengatur waktu ibadah mereka,” ujar perwakilan pihak madrasah.

Respons Positif dari Wali Murid dan Warga

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah ini mendapat apresiasi hangat. Pembagian jadwal dilakukan secara tertib dan dibarengi dengan edukasi singkat mengenai pentingnya manajemen waktu selama berpuasa.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam jadwal tersebut meliputi:

Ketepatan Waktu Imsak: Sebagai pengingat batas akhir sahur.

Waktu Berbuka: Sebagai momen yang dinantikan untuk membatalkan puasa.

Jadwal Shalat Lima Waktu: Untuk menjaga kedisiplinan ibadah di bulan suci.

Membangun Karakter Religius

Selain bagi masyarakat umum, pembagian jadwal ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Madrasah berharap siswa dapat belajar menghargai waktu dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kewajiban agamanya sejak dini.

Dengan adanya jadwal resmi ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan di tengah masyarakat mengenai ketetapan waktu ibadah harian selama satu bulan penuh ke depan. MTsN 3 Cilacap terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak syiar Islam yang bermanfaat.pewarta:(ibin)

Nathania Raih Juara Dalam acara Sambut Valentine, Ex Moro Purwokerto Gelar Casual dan Pesta

Cilacap – Dalam rangka menyemarakkan hari kasih sayang atau Valentine Day, yang jatuh pada tanggal 14 Februari, ex moro Purwokerto Minggu 15 Februari 2026. bekerjasama dengan Moonshine menggelar acara Fashion. Acara diselenggarakan di Area ex moro purwokerto mulai pukul 13.00 wib. Adapun event ini digelar salah satu nya mengajak putra-putri kita untuk beraktifitas mengembangkan bakat kreatifitas di bidang fashion.

Alangkah baiknya putra-putri kita mengisi waktu dengan kegiatan yang positif seperti pengembangan bakat dan keberanian mental anak di bidang fashion, ” Ucap salah satu Owner moonshine Management, minggu (15/2/26)

bahwa Event yang digelar di ex moro Purwokerto kali ini di ikuti peserta dari berbagai daerah seperti Cilacap, Purwokerto, kebumen dan Brebes. “Katanya.

Di jelaskan Dalam event fashion Casual dan pesta kali ini memperebutkan beberapa kategori mulai dari lomba nyanyi dan lomba fashion show. Adapun lomba fashion show mulai yang meliputi kategori A, kategori B dan Kategori remaja. Dari mulai juara harapan 1 sampai juara harapan 3 terus juara 1 sampai juara 3.

” Event ini bisa dikatakan sebagai ajang mencari bakat anak di bidang non akademik di dunia pendidikan dan sekaligus mengasah keberanian anak tampil diatas panggung,” terangnya

” Kami berharap dengan event fashion show sambut Valentine penuh ceria ini moonshine Management bisa lebih di kenal masyarakat luas dan tentunya mendapat kepercayaan para orang tua untuk mengembangkan bakat anaknya di bidang fashion.

Sementara itu Nathania Faida Azmi Fatchurohman (8tahun) salah satu peserta fashion show asal Cilacap merasa bangga ikut event kali ini, dan meraih/menyabet juara 1 kembali, karena selain bisa menampilkan bakatnya di bidang Fashion , Ia juga bisa mengisi kegiatan yang positif ini” ungkap nya.

Ia juga berpesan agar generasi muda (anak anak seusianya) berani menampilkan kreativitas dan bakatnya, terutama di bidang fashion. “Kalau punya bakat jangan disimpan. Harus berani tampil. Tapi yang paling penting adalah dukungan orang tua, karena semangat anak lahir dari orang tua yang antusias,” jelasnya. Menurutnya, dunia fashion bisa menjadi wadah positif untuk mengisi waktu luang sekaligus membangun rasa percaya diri.

Harapan saya, anak-anak agar lebih diperhatikan, kita ketahui bersama banyak sekali permasalahan anak dalam kasus tindak pidana saat ini dan saya berharap Pagelaran ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak-anak layak mendapat ruang dan dukungan bersama agar anak-anak tidak menjadi korban hal hal yang negatif yang saat ini sedang marak, serta dukungan dan pengawasan dari orang tua juga sangat perlu dan penting.” Tutup Nathania.

Red//

Sabar “Supri” Siap Pimpin Jatisari: Harapan Baru di Tengah Badai Ketidakpastian.

JATISARI, CILACAP ,Kabarekpres.co.id/ Senin, 16 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungreja. Di tengah kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkan oleh kepala desa sebelumnya, muncul sosok putra daerah yang siap membawa angin segar: Sabar, atau yang akrab disapa Supri.

Melalui mekanisme Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) tahun ini, Supri secara resmi menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi.

Membawa semangat ketulusan, ia mengusung slogan yang sangat merakyat:

“Men wong arep ngomong apa, sing penting apik.” > (Biarlah orang mau bicara apa, yang penting hasilnya baik.)

Solusi Nyata: Mobil siaga Desa Standby 24 Jam

Salah satu program unggulan yang paling disorot adalah penyediaan mobil operasional desa yang akan terparkir di kantor desa. Supri menegaskan bahwa kendaraan ini bukan sekadar pajangan, melainkan fasilitas gratis yang siap sedia untuk kebutuhan darurat masyarakat, seperti layanan kesehatan atau keperluan sosial lainnya.

Transparansi dan Revitalisasi Industri

Sadar akan kondisi Jatisari yang dikenal sebagai sentra industri, Supri berkomitmen untuk:

Pemerintahan Transparan: Memulihkan kepercayaan publik melalui pengelolaan anggaran desa yang terbuka dan akuntabel guna menghindari masalah hukum yang dialami kepemimpinan sebelumnya.

Pemberdayaan Sentra Industri: Memajukan potensi ekonomi lokal agar Jatisari tidak hanya sekadar nama, tapi benar-benar menjadi pusat kesejahteraan warga.

Mengisi Kekosongan dengan Prestasi

Kehadiran Supri dianggap sebagai jawaban atas kekecewaan warga terhadap kades lama yang meninggalkan tugas di tengah berbagai kemelut. Dengan visi “Mensejahterakan Warga Jatisari”, ia optimis bisa memperbaiki tata kelola pemerintahan desa dalam waktu singkat melalui program PAW.

“Niat saya hanya satu, mengabdi. Kita benahi yang rusak, kita lanjutkan yang baik, dan kita layani warga dengan hati,” pungkas Supri di hadapan para pendukungnya.

Langkah Supri kini dinanti oleh masyarakat Jatisari sebagai babak baru menuju desa yang lebih mandiri dan bermartabat.pewarta:(ibin)

Festifal Kambing Ramaikan Gebyar Seni Dan UMKM Kecamatan Lumbir

Festifal Kambing Ramaikan Gebyar Seni Dan UMKM Kecamatan Lumbir 2026 Dilaksanakan, Bupati Banyumas Harapkan Lumbir Jadi Sentra Peternakan Nasional

Kabarekpres.co.id-Lumbir, Banyumas (16/02/2026) – Acara Festival Kambing, Gebyar Seni dan UMKM Kecamatan Lumbir Tahun 2026 telah sukses diselenggarakan pada hari Senin, 16 Februari 2026 pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Lapangan Lembah Sengkala Desa Kedunggede. Acara yang dihadiri sekitar 50 tamu undangan ini bertujuan untuk meriahkan HUT Kabupaten Banyumas ke-455 sekaligus sebagai sarana edukasi potensi peternakan kambing dan UMKM lokal.

Penanggungjawab kegiatan, Camat Lumbir Wardoyo, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat menggali potensi yang ada di Kecamatan Lumbir serta memberikan motivasi bagi seluruh pihak untuk mengembangkan sektor peternakan dan UMKM. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua sponsor dan pihak yang mendukung pelaksanaan acara.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Banyumas. Joko Pramono, S.E., serta sejumlah anggota DPRD, perwakilan Baznas, aparatur pemerintah daerah, kepala desa se-Kecamatan Lumbir, dan perwakilan lembaga keuangan serta usaha lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan festival ini dan menyatakan bahwa Lumbir berperan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di sektor peternakan. Ia menyarankan agar acara ini disosialisasikan lebih awal melalui media sosial agar peserta dapat datang dari seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.

“Harapan saya, kebutuhan kambing di Kabupaten Banyumas dapat terpenuhi dari Kecamatan Lumbir, bahkan kelak Lumbir menjadi sentra peternak kambing untuk tingkat nasional,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa festival ini bukan hanya ajang pameran, melainkan bukti kemajuan peternak lokal. Ia mendorong para peternak untuk saling berbagi ilmu pemeliharaan, meningkatkan kualitas ternak, serta menjajaki potensi pengolahan produk turunan seperti susu dan pupuk organik.

Jalannya acara diawali dengan sambutan, pembukaan dengan pemukulan gong oleh Bupati Banyumas, pengecekan peserta lomba kambing dan booth UMKM, serta dilanjutkan dengan proses penilaian oleh tim juri.(Mugi ir)

Ya urg bsa membedakan Berti dirimu, UMKM

Kabarekpres.co.id-Banyumas – 14 Februari 2026

Penjual durian masyarakat yang dikenal dengan Kadus Barokah kini kembali menghadirkan pilihan buah durian berkualitas tinggi untuk masyarakat sekitar Kabupaten Banyumas dan wilayah sekitarnya. Dengan menyajikan beragam jenis durian unggulan, ia berkomitmen untuk memberikan pengalaman menikmati durian yang lezat dan memuaskan.

Berbagai varietas durian unggulan yang ditawarkan meliputi:

– Durian Montong: Dikenal dengan daging buah yang tebal, tekstur lembut, dan rasa manis yang khas.

– Durian Bawor: Varietas lokal yang memiliki aroma khas dan rasa yang seimbang antara manis dan sedikit pahit.

– Durian Chani: Daging buah berwarna kuning keemasan dengan rasa manis yang kuat dan aroma yang khas.

– Durian Musangking: Disebut sebagai “raja durian” dengan rasa sangat manis, tekstur lembut seperti krim, dan aroma yang khas.

– Durian Hitam: Memiliki kulit yang gelap dan daging buah yang kaya rasa dengan kombinasi manis dan sedikit pahit yang unik.

Menurut tokoh masyarakat Kadus Barokah, setiap durian yang dijual melalui proses pemilihan yang cermat untuk memastikan kualitas terbaik dan kematangan yang pas. Produk durian ini dapat dibeli langsung di titik penjualan yang berada di Desa Alasmalang, atau melalui pemesanan secara langsung kepada penjual.

“Kami berharap dengan menghadirkan berbagai jenis durian unggulan ini, dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang menyukai buah durian sekaligus mendukung ekonomi lokal,” ucapnya.(Mugi ir)

Sukses : Desa Gentasari Selesaikan Peningkatan Jalan Mahkota Dewa, Nilai Investasi Rp 32,75 Juta

Cilacap – Sabtu (14/02/2026) – Pemerintah Desa Gentasari telah menyelesaikan kegiatan peningkatan infrastruktur jalan yang berlokasi di Jalan Mahkota Dewa, Dusun Gunung Nangka. Proyek yang memiliki volume panjang 54 meter dan lebar 4 meter ini telah rampung setelah waktu pelaksanaan selama 14 hari pada tahun 2025.

Biaya yang dikeluarkan untuk peningkatan jalan ini mencapai Rp 32.750.000, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Perubahan Tahun 2025. Pelaksanaan proyek ini ditangani langsung oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang dipimpin oleh Kadus Ato, dengan pengawasan langsung dari Kepala Desa Budi Harsono.

Peningkatan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pergerakan masyarakat dan mempermudah distribusi barang serta jasa di wilayah Dusun Gunung Nangka, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal desa Gentasari.(Mugi ir)

Edukasi dini Sanggar Tari Mulai diminati

Minimnya perhatian dari dinas terkait, secara sederhana sanggar tari asal kecamatan Sidareja, Cilacap ini, rela melaksanakan kegiatan pelatihannya walau di Pendopo kecamatan.

Pelatihan tari yang di ikuti oleh anak anak setingkat TK , Paud hingga SLTP dan SMA tidak mengurangi rasa semangat untuk melatih tari kepada anak anak pada setiap minggunya, walaupun belum memiliki sanggar tari secara pribadi.

Antusias anak anak pada saat mengikuti seni tari berjalan dengan penuh rasa ceria, meski minimnya sarana dan prasarana , baik tempat istirahat, maupun tempat duduk bagi orngtua yang mendampingi anak anak mereka.

Tesa seorang Pelatih tari mengungkapkan, dengan Melalui tari, seseorang dapat menyampaikan perasaan, cerita, dan ide-ide tanpa menggunakan kata-kata. Pelatihan seni tari mengajarkan cara mengolah gerakan menjadi bentuk ekspresi yang bermakna, sehingga mengasah kreativitas dan kemampuan untuk mengkomunikasikan diri dengan lebih efektif. Peserta juga diajak untuk mengeksplorasi gaya dan interpretasi pribadi dalam setiap gerakan.

Tesa juga berharap ada perhatian dari pemerintah guna mewujudkan sanggar tari yang lebih memadai, disisi lain dengan memiliki sanggar tari dapat mempertahankan budaya Jawa yang mulai tergerus kemajuan zaman.

 

Orangtua dari salah satu anak didik sanggar tari juga menginginkan anaknya lebih mendapatkan pelatihan yang memadai, walau dengan keterbatasan tempat pelatihan kami sangat bangga , semoga dengan adanya kegiatan seni tari ini, kami mendapat perhatian dari semua pihak, untuk turut serta mempertahankan budaya Jawa serta memajukan seni tari di kabupaten Cilacap.

//Edis

Polresta Cilacap Bangun Jembatan Merah Putih Presisi, Permudah Mobilitas dan Pendidikan Masyarakat

Cilacap – Polresta Cilacap membangun jembatan Merah Putih Presisi di Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu, ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai solusi konkret bagi kebutuhan akses masyarakat pedesaan yang selama ini terkendala sarana penghubung. Jum’at (13/02/2026).

Jembatan ini menghubungkan dua dusun, yakni Dusun Ciloning dan Dusun Pengampiran, yang selama ini mengalami kendala akses akibat kondisi jembatan lama yang tidak memadai. Memang terdapat jalur alternatif, namun warga harus menempuh jarak memutar cukup jauh sampai 6 km. Pembangunan jembatan ditargetkan selesai sebelum Lebaran guna membantu kelancaran mobilitas masyarakat.

Kondisi sebelumnya dinilai memprihatinkan karena masyarakat terpaksa menggunakan talang air sebagai jembatan penghubung. Situasi itu tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menghambat aktivitas harian masyarakat. Karena itu, pembangunan jembatan Merah Putih Presisi menjadi solusi agar mobilitas warga berlangsung aman dan lancar.

Sedikitnya 278 kepala keluarga atau lebih dari 1.200 jiwa di lima RT dari dua dusun akan merasakan dampak langsung pembangunan itu, terutama untuk mobilitas menuju lahan pertanian, kebun, serta akses pendidikan ke SD Negeri Karanganyar 05. Infrastruktur ini dinilai vital karena menjadi jalur utama aktivitas ekonomi dan pendidikan warga.

Kapolresta menegaskan pembangunan merupakan bentuk kepedulian nyata Polri terhadap kebutuhan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan wujud kepedulain dari Institusi Polri, Khususnya Polresta Cilacap. Kami ingin membantu masyarakat agar memiliki akses mobilitas yang mudah sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat,” Tegasnya.

Ia menambahkan pembangunan ini membutuhkan dukungan warga. “Kami mengajak masyarakat bergotong royong dalam proses pembangunan. Setelah selesai, jembatan ini harus dimanfaatkan dan dijaga bersama karena yang merawat adalah kita semua,” ujarnya

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya koordinasi lintas pihak guna menjaga keberlanjutan fungsi jembatan tersebut. Jika di kemudian hari terjadi kendala atau kerusakan, masyarakat diimbau segera berkoordinasi melalui Polsek, pihak kecamatan, maupun pemerintah desa agar dapat segera ditindaklanjuti dan diperbaiki.

Camat Gandrungmangu menyampaikan apresiasi atas pembangunan tersebut. “Kami berterima kasih atas program ini. Ini bukti perhatian Polri yang hadir di tengah masyarakat serta sinergi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan infrastruktur desa,” katanya.

Groundbreaking ini menjadi bukti bahwa peran Polri tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga hadir membantu kebutuhan masyarakat. Acara dihadiri pejabat utama Polresta, Camat Gandrungmangu Fathan Adhy Candra, Danramil, Kepala Desa Karanganyar, serta tokoh masyarakat setempat.