Camat Patimuan Buka Resmi BBGRM 2025

Camat Patimuan Buka Resmi BBGRM 2025, Kuatkan Kesiapsiagaan Bencana Sekaligus Serahkan Bantuan

Patimuan, 28 November 2025 – Semangat kolaborasi dan kewaspadaan bencana membahana di Kecamatan Patimuan.

Hari ini, Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Apel Kesiapsiagaan Bencana Tingkat Kecamatan secara resmi dicanangkan.

Acara yang berlangsung khidmat di Halaman Pendopo Kecamatan Patimuan ini dibuka langsung oleh Camat Patimuan, yang sekaligus menyampaikan sambutan pencanangan.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh elemen penting di wilayah tersebut, menunjukkan komitmen kolektif yang kuat dari:

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam): Termasuk Kapolsek dan Danramil Patimuan.

Pemerintah Desa: Kepala Desa dan Kepala Dusun (Kadus) se-Kecamatan Patimuan.

Komponen Masyarakat dan Instansi: Organisasi Masyarakat (Ormas) Banser, Paguyuban Guru, PKK Kecamatan Patimuan, DWP Kecamatan Patimuan, Palang Merah Kecamatan Patimuan, UPT Dinas, Instansi Dinas se-Kecamatan Patimuan, Relawan, dan komponen lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Patimuan menegaskan bahwa BBGRM merupakan momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Gotong Royong sebagai modal sosial utama dalam pembangunan dan penanganan masalah bersama, termasuk kesiapsiagaan bencana.

“Pencanangan hari ini adalah penegasan bahwa Patimuan siap siaga.

Kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab kita bersama, dan gotong royong adalah kuncinya,” ujar Camat.

Semangat Cilacap Bercahaya, Maju Besar harus kita wujudkan dengan kesiapsiagaan yang nyata.

Simbol Kesiapsiagaan: Pemukulan Kentongan Bersama
Acara mencapai puncaknya dengan momen simbolis pemukulan kentongan bersama.

Camat Patimuan didampingi oleh unsur Forkopimcam dan perwakilan Kepala Desa melakukan pemukulan kentongan secara serentak, menandai dimulainya gerakan kesiapsiagaan bencana tahun 2025.

Apel Ditutup dengan Penyerahan Bantuan Kemanusiaan Kolektif
Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata kepedulian.

Camat Patimuan bersama Forkopimcam secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada perwakilan dua desa yang baru-baru ini terdampak bencana.

Bantuan yang ditujukan untuk warga Desa Rawaapu dan Desa Sidamukti yang mengalami kerugian akibat tanggul longsor ini merupakan hasil donasi kolektif yang dikumpulkan dari berbagai pihak, termasuk:
PKK Kecamatan Patimuan.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Patimuan.

UPT Dinas dan Instansi Dinas se-Kecamatan Patimuan.
Paguyuban Guru se-Kecamatan Patimuan.

Paguyuban Kelompok Tani se-Kecamatan Patimuan.

Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kecamatan Patimuan.

Palang Merah Kecamatan Patimuan.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Penyerahan bantuan ini menegaskan bahwa BBGRM menjadi wadah bagi seluruh komponen masyarakat, mulai dari organisasi perempuan, lembaga pemerintah, hingga program sosial, untuk saling mengulurkan tangan dan meringankan beban warga yang terkena musibah, mewujudkan solidaritas sosial yang kuat di Patimuan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi, kecepatan respons, dan kesadaran kolektif masyarakat Patimuan terhadap risiko bencana, sekaligus memperkuat solidaritas dalam fase pemulihan.

Perkumpulan Padepokan Ronggo Lawe ( Ksatria Majapahit ) Bekerjasama dengan DPC PERADI Cilacap Salurkan bantuan

Perkumpulan Padepokan Ronggo Lawe ( Ksatria Majapahit ) dan DPC Peradi Cilacap Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Desa Cibeunying

Bencana longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, beberapa waktu lalu masih menyisakan duka mendalam bagi para korban dan keluarga yang terdampak. Simpati dan uluran tangan dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir, baik dalam bentuk dukungan moril maupun materil. Salah satu bentuk kepedulian tersebut datang dari Perkumpulan padepokan Ronggo Lawe ( Ksatria Majapahit ) yang bekerja sama dengan DPC Peradi Cilacap, yang bersama-sama menyalurkan bantuan kepada para korban longsor.

Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa Indonesia. Perkumpulan Padepokan Ronggolawe Ksatria Majapahit, sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya Majapahit, merasa terpanggil untuk meringankan beban penderitaan yang dialami oleh para korban longsor. Sementara itu, DPC Peradi Cilacap, sebagai organisasi advokat yang memiliki tanggung jawab sosial, turut serta memberikan dukungan agar bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti makanan,  Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung melalui pemerintah desa setempat, yang kemudian akan mendistribusikan kepada para korban yang membutuhkan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang berhak dan menghindari terjadinya penyimpangan.

Ketua umum DPP Perkumpulan Padepokan Ronggo Lawe ( Ksatria Majapahit ), yang selaku Advokat/ Pengacara “Andik Rahmana SH,MH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian dari seluruh anggota paguyuban terhadap sesama yang sedang mengalami musibah. Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban para korban dan memberikan semangat untuk bangkit kembali.

“Kami dari Paguyuban Ronggolawe Kesatria Majapahit merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah longsor di Desa Cibeunying. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kami, semoga dapat bermanfaat dan memberikan semangat bagi para korban,” ujar Andik Rahmana SH.MH

Sementara itu, Wakil Ketua 1 DPC Peradi Cilacap”  Edi Sarwono, S.H.,M.H. menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan sosial seperti ini dan berharap dapat terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Kami dari DPC Peradi Cilacap sangat mengapresiasi inisiatif dari Paguyuban Ronggolawe Kesatria Majapahit. Kami berharap, kerjasama seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan penyaluran bantuan ini mendapatkan sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Cibeunying menyampaikan ucapan terima kasih kepada Paguyuban Ronggolawe Kesatria Majapahit dan DPC Peradi Cilacap atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan. Ia berharap, bantuan ini dapat menjadi motivasi bagi para korban untuk segera bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Paguyuban Ronggolawe Kesatria Majapahit dan DPC Peradi Cilacap. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan akan kami salurkan kepada para korban yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas kebaikan Bapak/Ibu sekalian,” ungkap Kepala Desa Cibeunying.

Dengan adanya kegiatan penyaluran bantuan ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial. Bencana alam memang tidak dapat dihindari, namun dengan adanya kerjasama dan solidaritas dari berbagai pihak, dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dan para korban dapat segera bangkit kembali.

Rehabilitasi Kantor Desa Ajibarang Kulon

Rehabilitasi Kantor Desa Ajibarang Kulon Dimulai, Anggaran 100 Juta Rupiah Disiapkan


Ajibarang, Banyumas – Kabar gembira bagi warga Desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Pemerintah desa secara resmi memulai kegiatan rehabilitasi kantor desa pada hari Kamis, 27 November 2025. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 100.000.000 yang bersumber dari bantuan keuangan provinsi.

Kepala Desa Ajibarang Kulon, Solihin, menyatakan bahwa rehabilitasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kantor desa adalah pusat kegiatan administrasi dan pelayanan publik. Dengan kondisi kantor yang lebih baik, kami berharap pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi ini diperkirakan akan memakan waktu 90 hari kalender. PPKD H. Ojin bertanggung jawab penuh dalam mengawasi dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Dengan dimulainya rehabilitasi kantor desa ini, diharapkan Desa Ajibarang Kulon akan memiliki fasilitas yang lebih representatif dan fungsional, sehingga mampu mendukung berbagai kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat dengan lebih baik.(Mugi ir)

Menanti Langkah Nyata BBWS Citanduy

Cilacap Senin 24 November 2025,kabarekpres.co.id Masyarakat di sekitar hulu Sungai Ciaur tepatnya di desa Cikedondong kec Bantarsari kab Cilacap dan desa Kertajaya kec Gandrung mangu kab Cilacap,yang merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem sungai yang lebih besar di Wilayah Sungai Citanduy masarakat di sekitar telah lama hidup dalam bayang-bayang bencana alam.

Setiap musim hujan tiba, air bah dari Sungai Ciaur yang meluap menjadi ancaman nyata. Permukiman dan lahan pertanian acap kali terendam, menyebabkan kerugian materiil yang tidak sedikit dan mengganggu aktivitas ekonomi, terutama di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung penghidupan warga.

Permasalahan utamanya sudah jelas: pendangkalan dan penyempitan alur sungai di bagian hulu, diperparah oleh hulu bendungan yang terletak di desa Kamulyan kec bantarsari,mengalami pendangkalan sehingga memperlambat laju air,sehingga air meluap dan juga di akibatkan drenase dari beberapa tempat tidak berfungsi secara maksimal serta kemungkinan adanya alih fungsi lahan atau bangunan yang mengurangi daerah resapan dan memperlambat laju air. Ibin.

Banjir Landa Dusun Cikerang, Ketinggian Air Capai Paha Orang Dewasa!

Bantarsari, Cilacap – Dusun Cikerang, Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap dilanda banjir pada Senin, 24 November 2025. Banjir ini disebabkan oleh jebolnya tanggul Sungai Cimeneng. Akibatnya, enam RT terdampak dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

SD Negeri 8 Bantarsari menjadi salah satu lokasi terparah dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Kepala Desa Bantarsari, Ngato Urohman, langsung turun ke lokasi banjir menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang terdampak.

Untuk membantu korban banjir, dapur umum didirikan oleh Pemdes Bantarsari, BPBD, Dinsos, dan NU Peduli. Bantuan juga datang dari BBWS Citanduy dan Kecamatan Bantarsari yang dengan cepat mendatangkan ekskavator dan mesin sedot air.(Mugi ir)

Revitalisasi BUMDes Karya Guna Mandiri Cipari: Momentum Kebangkitan Ekonomi Desa

Cipari, Cilacap – Musyawarah Desa yang digelar pada Senin, 24 November 2025, di eks SMP Harapan Cipari, menjadi tonggak penting dalam revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Guna Mandiri Desa Cipari. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Kepala Desa Cipari H. Sumono, Ketua BPD Saefudin Zuhri, perwakilan Kecamatan Cipari Undang Pilih Hadi, SH, serta tokoh masyarakat dan perwakilan warga.

Musyawarah ini bertujuan untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban terkait program revitalisasi BUMDes Karya Guna Mandiri. Dalam sambutannya, Kepala Desa H. Sumono menekankan pentingnya BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa. “Revitalisasi ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal,” ujarnya.

Ketua BPD Saefudin Zuhri menambahkan bahwa dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk keberhasilan BUMDes. “Kami berharap BUMDes ini dapat menjadi wadah bagi inovasi dan kreativitas warga Cipari,” katanya.

Perwakilan Kecamatan Cipari, Undang Pilih Hadi, SH, mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Desa Cipari dalam merevitalisasi BUMDes. “Kami dari pihak kecamatan siap memberikan dukungan penuh agar BUMDes ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Dalam laporan pertanggungjawaban yang disampaikan, terungkap berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka revitalisasi BUMDes, termasuk peningkatan kapasitas pengelola, diversifikasi usaha, serta pengembangan jaringan pemasaran.

Musyawarah Desa ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi kebangkitan ekonomi Desa Cipari melalui BUMDes Karya Guna Mandiri yang lebih profesional dan berdaya saing.(Mugi ir)

Pembangunan Rabat Beton di Desa Karanganyar Tingkatkan Infrastruktur Dusun Pengampiran

Karanganyar, Cilacap – Pemerintah Desa Karanganyar, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa melalui pembangunan rabat beton di wilayah Dusun Pengampiran, RT 02/01. Proyek ini didanai dari anggaran Dana Desa tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp 26.491.500, yang mencakup biaya pajak, operasional, dan upah tenaga kerja (BOP dan HOK).

Pembangunan rabat beton ini memiliki volume 140 meter panjang, 1,5 meter lebar, dan 0,1 meter tebal. Lokasi strategis di Dusun Pengampiran dipilih karena merupakan jalur vital bagi aktivitas sehari-hari warga.

Teguh, selaku pelaksana dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), menyatakan bahwa proyek ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga, sehingga dapat mempermudah kegiatan ekonomi dan sosial. “Dengan jalan yang lebih baik, kami berharap aktivitas warga dapat berjalan lebih lancar dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Kepala Desa Karanganyar, Riskianasari, SE, menyampaikan bahwa pembangunan rabat beton ini adalah salah satu prioritas utama dalam penggunaan Dana Desa tahun 2025. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur desa demi kenyamanan dan kesejahteraan seluruh warga Karanganyar. Pembangunan ini adalah bukti nyata dari komitmen tersebut,” katanya.

Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi warga Dusun Pengampiran, serta menjadi contoh positif bagi pembangunan desa lainnya di Kabupaten Cilacap. Pemerintah Desa Karanganyar juga mengajak seluruh warga untuk turut serta mengawasi dan menjaga hasil pembangunan ini agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.(Mugi ir)

Wali Kota Yogyakarya Akan Perjuangkan Pengamen Malioboroa

Wali Kota Yogyakarya Akan Perjuangkan Pengamen Malioboroa akan dibuatkan Perwal untuk payung hukum Pengamen.

Wali Kota Yogyakarta, dr. Hasto, menerima audiensi Paguyuban Musisi Malioboro Yogyakarta (PMMY) pada Rabu, 1 7 November 2025 pukul 10.00 WIB di ruang kerja Wali Kota. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PMMY Agus Kopakafia, Sekretaris Boyni Kristian, Wasek Roni Kristanto, Bendahara Muh Amiin, serta sekitar 10 anggota lainnya. PMMY turut didampingi tim LBH RAJAWALI MAS yang diwakili Abdul Rahman, S.H.

Dalam audiensi tersebut, PMMY menyampaikan lima poin tuntutan terkait aktivitas pengamen di kawasan Malioboro, yaitu:

1. Memperbolehkan pengamen kembali mengamen secara keliling di kawasan Malioboro.

2. Pendataan pengamen difokuskan pada mereka yang rutin tampil di Malioboro, minimal sejak tahun 2020–2025.

3. Pengamen diberikan payung hukum sebagai pekerja seni di kawasan Malioboro.

4. Tidak mendatangkan pengamen baru sebelum pendataan dan pembinaan selesai.

5. Hasil audiensi dikomunikasikan secara resmi kepada dinas terkait, serta menolak pendataan oleh Dinas Kebudayaan yang dianggap kurang transparan dan memunculkan nama-nama baru.

Wali Kota dr.Hasto Wardoyo,menyambut baik seluruh masukan dari PMMY. Ia menyayangkan pernyataan pejabat Dinas Kebudayaan sebelumnya yang menyebut “alat gitar sampah”, dan menegaskan bahwa hal tersebut tidak sepantasnya diucapkan. dr.Hasto panggil akrabnya,menegaskan komitmennya untuk tetap berpihak kepada wong cilik, sejalan dengan garis perjuangan partainya, PDI Perjuangan.Bahwa Walikota akan membuatkan payung hukum khusus pengamen malioboro,melalui Perwal kedepannya untuk melindungi hak – hak dan kewajiban pengamen dimalioboro.

Dalam audiensi itu, dr. Hasto juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Pemkot Yogyakarta akan mengupayakan anggaran khusus bagi para pengamen melalui program kebudayaan kota. Anggaran ini diharapkan dapat menambah pendapatan para musisi jalanan serta memperkuat posisi mereka sebagai bagian dari ekosistem seni Kota Yogyakarta.

Terkait permintaan pengamen untuk tetap bisa tampil secara keliling, dr. Hasto menyatakan bahwa hal ini akan dipertimbangkan lebih lanjut. Ia menggambarkan proses komunikasi antara PMMY dan Pemkot sebagai “seperti orang pacaran”, yang harus saling menyesuaikan untuk mencapai kesepahaman.

Dari pihak pendamping, Abdul Rahman menyoroti masalah pendataan yang dinilai tidak terbuka. Menurutnya, dari 116 nama yang muncul dalam pendataan, tidak semuanya merupakan pengamen yang benar-benar rutin tampil di Malioboro. Ia menegaskan bahwa pendataan seharusnya memprioritaskan pengamen lama yang konsisten tampil sejak 2020 hingga 2025, termasuk pengamen tuna netra dan kelompok girli.

Sementara itu, Roni Kristanto meminta agar wilayah mengamen dibagi menjadi zona khusus. Menurutnya, dari kawasan Titik Nol hingga Hotel Garuda seharusnya hanya diisi sekitar 50 pengamen, sementara area Tugu hingga Jalan Mangkubumi dapat dibuat zona tersendiri. “Bukan berarti kami menolak titik-titik yang sudah disediakan, tetapi harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, Krisna Triwanto, Ketua Yayasan YPK Rajawali Mas dan advokat LBH RAJAWALI MAS, mengapresiasi sikap Wali Kota Hasto yang dinilai berpihak pada kaum kecil. Ia menegaskan bahwa profesi pengamen adalah pekerjaan ad hoc yang perlu dibina sebelum dikurasi. “Pembinaan harus diutamakan terlebih dahulu, tidak langsung dilakukan kurasi profesional,” ujarnya.

Audiensi ini menjadi langkah awal dalam upaya menata kembali keberadaan pengamen di Malioboro agar tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Yogyakarta sekaligus terlindungi secara hukum dan sosial.

repoter : nita

Peduli Korban Longsor Cibeunying Majenang, DPW PPP Jawa Tengah Salurkan Bantuan

Cilacap – 17 November 2025. Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak bencana alam, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan  Pembangunan (DPW PPP) Jawa Tengah, menyalurkan bantuan langsung pasca bencana terjadi, bagi korban longsor di Cibeunying, Majenang.

oppo_1024

Penyaluran bantuan dilakukan bersama jajaran DPC PPP Cilacap melalui Posko Bencana Alam Longsor yang berlokasi seperti  di  Kantor Desa Cibeunying,  Pondok Pesantren MTS Pembangunan, Dapur umum Cibeunying dan Desa Bener, Kecmatan Majenang, Cilacap.

Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, kebutuhan harian, serta bantuan lainnya yang dibutuhkan para pengungsi.

Tim relawan PPP turut berkoordinasi dengan pihak posko untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga yang terdampak.

Dalam penyaluran bantuan DPW PPP Jawatengah juga mengunjungi Posko pengungsian di dua desa yaitu, desa Cibeunying dan Desa Bener, Kecamatan Majenang sembari mendengarkan kelu kesah para pengungsi.

Ketua DPW P3 Jawa Tengah melalui Wakil Ketua pemenangan DPW PPP” Ina Hadianala.,SE yang didampingi Didampingi secara langsung oleh Muhmmad Naryoko dan Afif Effendi wakil ketua DPW PPP mengungkapkan, “Kami hadir untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban, dan kami berharap proses pemulihan dapat berlangsung dengan cepat.”

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen PPP Jawa Tengah dalam memberikan respon cepat terhadap berbagai kejadian bencana alam di wilayah Jawa Tengah, sekaligus memperkuat sinergi antar DPC dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

 

Musibah tanah longsor besar melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum,

Pandanarum, Banjarnegara – Musibah tanah longsor besar melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, pada hari Minggu sore, 16 November 2025. Bencana ini menyebabkan kepanikan hebat di kalangan warga setempat.
Rekaman video dari lokasi kejadian menunjukkan detik-detik mencekam saat material tanah dalam volume besar meluncur dengan cepat, menimbun permukiman warga.

Suara teriakan dan tangisan warga yang panik terdengar keras, menggambarkan kekhawatiran mereka terhadap keselamatan diri dan keluarga. Warga terlihat berhamburan lari menyelamatkan diri dari pergerakan tanah yang dahsyat.
Sejumlah rumah warga terlihat mengalami kerusakan parah, bahkan beberapa dilaporkan rata dengan tanah akibat terjangan longsor.

Status Korban dan Kerusakan dalam Verifikasi
Merespons bencana ini, warga setempat kini bergegas mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari potensi bahaya lanjutan. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara telah tiba di lokasi.

Hingga saat ini, jumlah pasti korban luka maupun korban jiwa belum diketahui dan masih dalam proses verifikasi oleh tim penyelamat. Demikian pula dengan total keseluruhan kerusakan rumah warga, yang masih dihitung dan didata oleh petugas di lapangan.

Pihak berwenang mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada dan menjauhi area yang masih dianggap rawan pergerakan tanah.(Mugi ir)