Lagi DPC Harimau Berbagi Takjil Bersama PAC Kawunganten

Kabarekspres.co.id_Lagi DPC Harimau Kabupaten Cilacap Bersama PAC Harimau Kawunganten Hiasi Bulan Suci Ramadhan 1447 H Melalui Kegiatan Berbagi takjil

Bulan suci Ramadhan 1447 H semakin terasa hangat dengan berbagai kegiatan kebaikan yang digelar oleh berbagai elemen masyarakat.

Salah satunya adalah aksi berbagi takjil yang dilakukan oleh PAC Kawunganten beserta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Harimau Kabupaten Cilacap, selain berbagi takjil, seluruh pengurus dan jajaran LSM Harimau menutup kegiatan dengan melaksanakan berbuka puasa bersama untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota

Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kebaikan bagi pengguna jalan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari masyarakat, dimana ratusan paket takjil langsung diserbu warga yang bertebaran di lokasi kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC Harimau Kabupaten Cilacap, Antonius Rawa Kristanto.A.Md, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dalam bulan suci, tetapi juga telah menjadi agenda rutin yang akan terus dilakukan setiap tahunnya pada momen Ramadhan. “Kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan apalagi momen ini sebagai kegiatan rutin bagi kami di saat bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Tindakan berbagi takjil ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa makanan dan minuman untuk berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menunjukkan bahwa semangat gotong-royong serta kepedulian masih kental hidup di tengah masyarakat Kabupaten Cilacap. Melalui gerakan kecil namun bermakna ini, DPC dan PAC Harimau juga ingin menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut berperan dalam menyebarkan kebaikan selama bulan suci Ramadhan.

Pada kegiatan berbagi takjil Roso” Ketua PAC LSM Harimau Kawunganten juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama semua pihak sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar, Lebih lanjut ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus kami pertahankan dan akan menjadi agenda tahunan bagi PAC Harimau Kawunganten, ungkapnya.

#edi

Berbagi Takjil Ramadhan, Wujud Nyata Kepedulian dan Kedekatan Polsek Sidareja dengan Masyarakat Serta Sinergi Kemanusiaan di Bulan Ramadhan

 

Sidareja- Cilacap, Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadhan 1447 H, personel Polsek Sidareja, Polresta Cilacap yang berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau, melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas di perempatan terminal sidareja, Sabtu (28/2/2026) sekira pukul 17.30 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan disambut antusias oleh warga yang melintas di lokasi tersebut.

Sejak sore hari, personel telah bersiap di depan mako dengan membawa paket-paket takjil yang telah dipersiapkan sebelumnya. Satu per satu pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang melintas diberhentikan secara humanis untuk menerima takjil sebagai bekal berbuka puasa. Tidak hanya sekadar membagikan makanan ringan dan minuman, personel juga menyempatkan diri menyapa masyarakat dengan ramah, menciptakan suasana akrab yang mencerminkan kedekatan antara Polri dan warga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Presisi Polri untuk Masyarakat, yang menekankan pada pelayanan yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Dalam momentum Ramadhan, nilai-nilai kepedulian sosial semakin diperkuat melalui aksi nyata di lapangan, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H., S.I.K.,melalui Kapolsek Sidareja AKP Amin Antalsa Subbiki, menyampaikan bahwa kegiatan pembagian takjil ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bentuk komitmen Polri dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Menurutnya, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran anggota di tengah masyarakat dalam suasana santai seperti ini diharapkan mampu membangun citra positif Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta kegiatan ini menjadi simbol harmonisasi antara aparat penegak hukum dan elemen sipil. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung, termasuk himbauan tertib berlalu lintas serta ajakan menjaga keamanan lingkungan selama bulan Ramadhan.

kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial. “Di hari Sabtu ini, kami ingin mempererat simpul silaturahmi antara Polri, elemen LSM, dan masyarakat. Sinergi bersama LSM Harimau ini adalah manifestasi nyata dari semangat gotong royong dalam menjemput keberkahan Ramadan,” ungkap AKP Amin di sela-sela kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC Kabupaten Cilacap LSM Harimau Sdr. Antonius rawa kristianto A.Md menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni musiman. Ia menekankan komitmen lembaga untuk terus konsisten melakukan pengabdian masyarakat serta ikut mendukung kamtibmas secara berkelanjutan. “Kami ingin menanamkan nilai bahwa perubahan positif berawal dari aksi kecil yang konsisten. Kehadiran kami di jalanan hari ini adalah bentuk pengabdian sosial yang kami rencanakan akan terus bergulir sepanjang momentum besar keagamaan,” jelasnya.

Masyarakat yang menerima takjil tampak mengapresiasi kegiatan tersebut. Banyak di antara mereka yang menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti.

Sekira pukul 18.00 WIB, kegiatan pembagian takjil selesai dilaksanakan, dan dilanjutkan dengan Buka puasa bersama di Mapolsek Sidareja. Meskipun sederhana, kegiatan ini memberikan makna mendalam sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Polsek Sidareja berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang membawa manfaat, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan.

Sumber : Humas Polsek Sidareja

Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Bantarsari Disorot, Limbah Minyak Cemari Parit Warga.

CILACAP Kabarekpres.co.id/Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Bantarsari yang dikelola oleh Yayasan Darur Rochim (Emilio) kini tengah menjadi buah bibir masyarakat. Bukan karena prestasi distribusinya, melainkan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat ketiadaan sistem pengolahan limbah yang memadai.

Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama lima bulan di wilayah Desa Bulaksari dan Bantarsari ini diduga kuat telah mencemari saluran air (got) milik warga setempat. Berdasarkan pantauan di lapangan, limbah sisa produksi dapur mengalir langsung ke parit warga, menyebabkan endapan minyak dan aroma tidak sedap yang menyengat.

Fakta di Lapangan

Dapur SPPG Emilio saat ini melayani kebutuhan gizi untuk sekitar 3.000 kuota yang tersebar di 24 sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, MI, hingga SMA. Namun, operasional skala besar ini ternyata tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur sanitasi.

Saat dilakukan kroscek di lokasi dapur, ditemukan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ternyata masih dalam tahap pembangunan. Hal ini kontras dengan aktivitas dapur yang sudah berjalan hampir setengah tahun.

Keluhan Warga, Bau dan Minyak

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengelola. Menurutnya, sejak dapur tersebut beroperasi, kenyamanan warga terganggu.

“Semenjak ada dapur MBG ini, timbul bau yang tidak sedap. Saluran air di depan rumah jadi tergenang minyak limbah dari dapur mereka. Kami khawatir ini berdampak pada kesehatan,” ujarnya kepada awak media.

Klarifikasi Pihak Yayasan

Menanggapi polemik tersebut, Santi, selaku mitra dari Yayasan Darur Rochim, mengakui adanya keterlambatan dalam pembangunan sistem pembuangan limbah. Ia berdalih bahwa kendala utama terletak pada masalah finansial.

“Pembuatan IPAL memang menunggu anggaran. Berhubung anggaran belum terkumpul, pembuatannya sempat tertunda. Namun, dari pihak yayasan saat ini sudah bekerja sama dengan pihak LMBH untuk penanganannya, di samping itu dapur MBG ini pun sudah di kunjungi oleh wakil bupati kabupaten Cilacap, jelas Santi saat memberikan keterangan.

Urgensi Standar Higienitas dan Lingkungan

Ironisnya, program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak sekolah ini justru menyisakan persoalan sanitasi di lingkungan sekitarnya. Warga berharap pihak Badan Gizi Nasional dan instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan bahwa setiap satuan pelayanan (SPPG) memenuhi standar AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) sebelum beroperasi secara penuh.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah nyata dari pengelola yayasan untuk membersihkan saluran air yang tercemar agar aktivitas warga tidak lagi terganggu oleh aroma busuk limbah dapur.

( Ibin )

Momen Bulan Suci Ramadhan 1447 H, LSM Harimau Berbagi Takjil

Di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, semangat berbagi PAC LSM Harimau Patimuan, Cilacap menggelar kegiatan berbagi takjil untuk mempererat tali silaturahmi dan kekompakan antar anggota.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran adalah pengguna jalan yang melintas, di Jalan Lintas Selatan, Kecamatan Patimuan, Cilacap.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi yang menerima, tetapi juga menjadi momen untuk meningkatkan iman dan takwa bagi anggota LSM itu sendiri.

Dalam keterangannya, Ketua DPC LSM Harimau Kabupaten Cilacap, Rowo, menyampaikan bahwa organisasi mereka akan terus berada di tengah masyarakat untuk membantu dan berbagi, sesuai dengan tujuan sosial kemasyarakatan yang diemban. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait untuk memanfaatkan momen bulan suci ini dengan mengisi berbagai kegiatan positif yang bermanfaat bagi banyak orang.

CILACAP Kabarekspres.co.id— Polresta Cilacap menggelar pemeriksaan urine terhadap seluruh personel Polresta Cilacap yang dipimpin langsung Kapolresta Cilacap Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H., langkah ini sebagai pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Polresta Cilacap. Kegiatan berlangsung di Aula Patriatama Polresta Cilacap, Senin pagi (23/2/2026)

Kapolresta menegaskan tes urine merupakan pengawasan internal untuk memastikan seluruh personil bersih dari narkoba sekaligus menjaga disiplin serta integritas. “Pemeriksaan ini adalah bentuk pengawasan langsung kepada personel. Kami tidak ingin ada personel yang terlibat narkotika, karena anggota Polri harus menjadi contoh ketaatan hukum bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemeriksaan dilakukan sebagai deteksi dini guna mencegah keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Jika ditemukan hasil positif, personel akan diproses sesuai ketentuan disiplin dan kode etik, bahkan dapat dikenakan sanksi pidana bila terbukti melakukan tindak pidana narkotika, selain pembinaan atau rehabilitasi sesuai hasil pemeriksaan.

Langkah tersebut juga sejalan dengan program transformasi Polri Presisi yang menitikberatkan pada profesionalisme dan kesiapan anggota dalam menjalankan tugas. Personel yang sehat jasmani dan rohani dinilai penting untuk mencegah kesalahan tindakan saat bertugas serta menjaga kepercayaan publik.

Kapolresta menambahkan kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkala sebagai komitmen pengawasan berkelanjutan di Cilacap. “Kami pastikan pengawasan internal berjalan konsisten. Dari hasil pemeriksaan hari ini, seluruh personel dinyatakan negatif narkoba, tidak ada yang positif,” tegasnya.

Redd//

Pasar Bangsari Diserbu Warga, Tradisi Ngabuburit dan Berburu Kuliner Lumpuhkan Jalan Utama

Cilacap, Kabarekpres.co.id/Memasuki hari kedua Ramadan 1447 H yang jatuh pada Jumat, 20 Februari 2026, antusiasme masyarakat Desa Bulaksari dan sekitarnya di Kecamatan Bantarsari, Cilacap, terlihat sangat tinggi. Sejak pukul 16.00 WIB, kawasan Pasar Bangsari mulai dipadati warga yang hendak berburu takjil dan kuliner buka puasa.

Lautan Manusia di Jalur Utama

Fenomena “pasar tiban” atau kuliner dadakan ini menyebabkan arus lalu lintas di jalan utama Desa Bulaksari mengalami kepadatan yang signifikan.

Ribuan warga, baik yang berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua, tampak menyemut memenuhi sisi jalan.

Banyaknya pedagang musiman yang menjajakan berbagai menu khas Ramadan mulai dari mendoan hangat, kolak, hingga minuman segar menjadi daya tarik utama yang membuat warga rela berdesakan.

Tradisi Ngabuburit yang Dinanti

Bagi warga setempat, momen ini bukan sekadar urusan perut, melainkan tradisi ngabuburit yang sudah mendarah daging. Menunggu waktu berbuka puasa (Maghrib) terasa lebih singkat saat dilakukan sambil memilah-milah hidangan di tengah keramaian pasar.

“Hari kedua ini justru lebih ramai dari hari pertama. Mungkin karena cuaca mendukung, jadi semua orang keluar rumah untuk cari suasana baru sambil nunggu buka,” ujar salah satu pengunjung di lokasi.

Dampak Ekonomi Lokal

Kepadatan ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kecil dan UMKM di wilayah Bantarsari. Meski kondisi jalanan padat merayap, perputaran ekonomi di Pasar Bangsari meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa. Petugas setempat dan warga sekitar pun tampak sibuk mengatur lalu lintas agar kendaraan tetap bisa melintas meski dengan kecepatan sangat rendah.

Kemeriahan di hari kedua Ramadan ini menjadi bukti kuatnya tali silaturahmi warga Bulaksari. Meski harus berdesakan, keceriaan terpancar dari wajah para pemburu kuliner yang bersiap menyambut azan Maghrib bersama keluarga di rumah.pewarta:(ibin)

Wujud Kepedulian Sambut Ramadan, MTsN 3 Cilacap Bagikan Jadwal Imsakiyah kepada Masyarakat.

CILACAP –Kabarekpres.co.id/Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, MTsN 3 Cilacap menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap persiapan ibadah umat Muslim. Pada Rabu, 17 Februari 2026, pihak madrasah secara resmi merilis dan mendistribusikan jadwal puasa serta imsakiyah bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan moral sekaligus fasilitas praktis agar masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih awal dalam menyambut bulan penuh berkah.

Pemberian jadwal imsakiyah ini bukan sekadar rutinitas administratif. Pihak sekolah menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan simbol “ketukan pintu” untuk mengingatkan kembali pentingnya persiapan spiritual dan fisik sebelum memasuki bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada akhir Februari tahun ini.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh keluarga besar MTsN 3 Cilacap tepatnya di desa kawunganten lor kec Kawunganten kab Cilacap,dan warga sekitar tidak hanya siap secara batin, tetapi juga terbantu secara teknis dalam mengatur waktu ibadah mereka,” ujar perwakilan pihak madrasah.

Respons Positif dari Wali Murid dan Warga

Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah ini mendapat apresiasi hangat. Pembagian jadwal dilakukan secara tertib dan dibarengi dengan edukasi singkat mengenai pentingnya manajemen waktu selama berpuasa.

Beberapa poin utama yang ditekankan dalam jadwal tersebut meliputi:

Ketepatan Waktu Imsak: Sebagai pengingat batas akhir sahur.

Waktu Berbuka: Sebagai momen yang dinantikan untuk membatalkan puasa.

Jadwal Shalat Lima Waktu: Untuk menjaga kedisiplinan ibadah di bulan suci.

Membangun Karakter Religius

Selain bagi masyarakat umum, pembagian jadwal ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Madrasah berharap siswa dapat belajar menghargai waktu dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap kewajiban agamanya sejak dini.

Dengan adanya jadwal resmi ini, diharapkan tidak ada lagi keraguan di tengah masyarakat mengenai ketetapan waktu ibadah harian selama satu bulan penuh ke depan. MTsN 3 Cilacap terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak syiar Islam yang bermanfaat.pewarta:(ibin)

Nathania Raih Juara Dalam acara Sambut Valentine, Ex Moro Purwokerto Gelar Casual dan Pesta

Cilacap – Dalam rangka menyemarakkan hari kasih sayang atau Valentine Day, yang jatuh pada tanggal 14 Februari, ex moro Purwokerto Minggu 15 Februari 2026. bekerjasama dengan Moonshine menggelar acara Fashion. Acara diselenggarakan di Area ex moro purwokerto mulai pukul 13.00 wib. Adapun event ini digelar salah satu nya mengajak putra-putri kita untuk beraktifitas mengembangkan bakat kreatifitas di bidang fashion.

Alangkah baiknya putra-putri kita mengisi waktu dengan kegiatan yang positif seperti pengembangan bakat dan keberanian mental anak di bidang fashion, ” Ucap salah satu Owner moonshine Management, minggu (15/2/26)

bahwa Event yang digelar di ex moro Purwokerto kali ini di ikuti peserta dari berbagai daerah seperti Cilacap, Purwokerto, kebumen dan Brebes. “Katanya.

Di jelaskan Dalam event fashion Casual dan pesta kali ini memperebutkan beberapa kategori mulai dari lomba nyanyi dan lomba fashion show. Adapun lomba fashion show mulai yang meliputi kategori A, kategori B dan Kategori remaja. Dari mulai juara harapan 1 sampai juara harapan 3 terus juara 1 sampai juara 3.

” Event ini bisa dikatakan sebagai ajang mencari bakat anak di bidang non akademik di dunia pendidikan dan sekaligus mengasah keberanian anak tampil diatas panggung,” terangnya

” Kami berharap dengan event fashion show sambut Valentine penuh ceria ini moonshine Management bisa lebih di kenal masyarakat luas dan tentunya mendapat kepercayaan para orang tua untuk mengembangkan bakat anaknya di bidang fashion.

Sementara itu Nathania Faida Azmi Fatchurohman (8tahun) salah satu peserta fashion show asal Cilacap merasa bangga ikut event kali ini, dan meraih/menyabet juara 1 kembali, karena selain bisa menampilkan bakatnya di bidang Fashion , Ia juga bisa mengisi kegiatan yang positif ini” ungkap nya.

Ia juga berpesan agar generasi muda (anak anak seusianya) berani menampilkan kreativitas dan bakatnya, terutama di bidang fashion. “Kalau punya bakat jangan disimpan. Harus berani tampil. Tapi yang paling penting adalah dukungan orang tua, karena semangat anak lahir dari orang tua yang antusias,” jelasnya. Menurutnya, dunia fashion bisa menjadi wadah positif untuk mengisi waktu luang sekaligus membangun rasa percaya diri.

Harapan saya, anak-anak agar lebih diperhatikan, kita ketahui bersama banyak sekali permasalahan anak dalam kasus tindak pidana saat ini dan saya berharap Pagelaran ini menjadi bukti bahwa kreativitas anak-anak layak mendapat ruang dan dukungan bersama agar anak-anak tidak menjadi korban hal hal yang negatif yang saat ini sedang marak, serta dukungan dan pengawasan dari orang tua juga sangat perlu dan penting.” Tutup Nathania.

Red//

Sabar “Supri” Siap Pimpin Jatisari: Harapan Baru di Tengah Badai Ketidakpastian.

JATISARI, CILACAP ,Kabarekpres.co.id/ Senin, 16 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungreja. Di tengah kekosongan kepemimpinan yang ditinggalkan oleh kepala desa sebelumnya, muncul sosok putra daerah yang siap membawa angin segar: Sabar, atau yang akrab disapa Supri.

Melalui mekanisme Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) tahun ini, Supri secara resmi menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi.

Membawa semangat ketulusan, ia mengusung slogan yang sangat merakyat:

“Men wong arep ngomong apa, sing penting apik.” > (Biarlah orang mau bicara apa, yang penting hasilnya baik.)

Solusi Nyata: Mobil siaga Desa Standby 24 Jam

Salah satu program unggulan yang paling disorot adalah penyediaan mobil operasional desa yang akan terparkir di kantor desa. Supri menegaskan bahwa kendaraan ini bukan sekadar pajangan, melainkan fasilitas gratis yang siap sedia untuk kebutuhan darurat masyarakat, seperti layanan kesehatan atau keperluan sosial lainnya.

Transparansi dan Revitalisasi Industri

Sadar akan kondisi Jatisari yang dikenal sebagai sentra industri, Supri berkomitmen untuk:

Pemerintahan Transparan: Memulihkan kepercayaan publik melalui pengelolaan anggaran desa yang terbuka dan akuntabel guna menghindari masalah hukum yang dialami kepemimpinan sebelumnya.

Pemberdayaan Sentra Industri: Memajukan potensi ekonomi lokal agar Jatisari tidak hanya sekadar nama, tapi benar-benar menjadi pusat kesejahteraan warga.

Mengisi Kekosongan dengan Prestasi

Kehadiran Supri dianggap sebagai jawaban atas kekecewaan warga terhadap kades lama yang meninggalkan tugas di tengah berbagai kemelut. Dengan visi “Mensejahterakan Warga Jatisari”, ia optimis bisa memperbaiki tata kelola pemerintahan desa dalam waktu singkat melalui program PAW.

“Niat saya hanya satu, mengabdi. Kita benahi yang rusak, kita lanjutkan yang baik, dan kita layani warga dengan hati,” pungkas Supri di hadapan para pendukungnya.

Langkah Supri kini dinanti oleh masyarakat Jatisari sebagai babak baru menuju desa yang lebih mandiri dan bermartabat.pewarta:(ibin)

Festifal Kambing Ramaikan Gebyar Seni Dan UMKM Kecamatan Lumbir

Festifal Kambing Ramaikan Gebyar Seni Dan UMKM Kecamatan Lumbir 2026 Dilaksanakan, Bupati Banyumas Harapkan Lumbir Jadi Sentra Peternakan Nasional

Kabarekpres.co.id-Lumbir, Banyumas (16/02/2026) – Acara Festival Kambing, Gebyar Seni dan UMKM Kecamatan Lumbir Tahun 2026 telah sukses diselenggarakan pada hari Senin, 16 Februari 2026 pukul 09.00 hingga 16.00 WIB di Lapangan Lembah Sengkala Desa Kedunggede. Acara yang dihadiri sekitar 50 tamu undangan ini bertujuan untuk meriahkan HUT Kabupaten Banyumas ke-455 sekaligus sebagai sarana edukasi potensi peternakan kambing dan UMKM lokal.

Penanggungjawab kegiatan, Camat Lumbir Wardoyo, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat menggali potensi yang ada di Kecamatan Lumbir serta memberikan motivasi bagi seluruh pihak untuk mengembangkan sektor peternakan dan UMKM. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua sponsor dan pihak yang mendukung pelaksanaan acara.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Bupati Banyumas Drs. Sadewo Tri Lastiono, M.M., Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Banyumas. Joko Pramono, S.E., serta sejumlah anggota DPRD, perwakilan Baznas, aparatur pemerintah daerah, kepala desa se-Kecamatan Lumbir, dan perwakilan lembaga keuangan serta usaha lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan festival ini dan menyatakan bahwa Lumbir berperan sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di sektor peternakan. Ia menyarankan agar acara ini disosialisasikan lebih awal melalui media sosial agar peserta dapat datang dari seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.

“Harapan saya, kebutuhan kambing di Kabupaten Banyumas dapat terpenuhi dari Kecamatan Lumbir, bahkan kelak Lumbir menjadi sentra peternak kambing untuk tingkat nasional,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa festival ini bukan hanya ajang pameran, melainkan bukti kemajuan peternak lokal. Ia mendorong para peternak untuk saling berbagi ilmu pemeliharaan, meningkatkan kualitas ternak, serta menjajaki potensi pengolahan produk turunan seperti susu dan pupuk organik.

Jalannya acara diawali dengan sambutan, pembukaan dengan pemukulan gong oleh Bupati Banyumas, pengecekan peserta lomba kambing dan booth UMKM, serta dilanjutkan dengan proses penilaian oleh tim juri.(Mugi ir)