Kado Akhir Tahun Luar Biasa! Poktan Mekar Jaya Terima 12 Ekor Sapi,

Kado Akhir Tahun Luar Biasa! Poktan Mekar Jaya Terima 12 Ekor Sapi, Daryono: “Ini Harapan Baru Bagi Kami”

[Desa Bantar kecamatan Wanareja]29 Desember 2025 – Menjelang pergantian tahun, rona bahagia terpancar dari wajah para anggota Kelompok Tani (Poktan) Mekar Jaya. Bukan tanpa alasan, harapan mereka untuk memiliki usaha peternakan yang mandiri akhirnya terwujud melalui bantuan 12 ekor sapi dari Dinas Pertanian yang tuntas disalurkan dalam dua gelombang pada 23 dan 26 Desember 2025.

Momen Haru dan Transparansi di Lapangan

Penyaluran bantuan ini mendadak jadi perbincangan hangat karena komitmen Dinas Pertanian yang terjun langsung ke lapangan dengan tim lengkap.

Di tengah guyuran semangat akhir tahun, Ibu Mia dari Dinas Pertanian memastikan setiap proses administrasi berjalan transparan.

Tak main-main, aspek kesehatan ternak menjadi prioritas utama. Dua “benteng” kesehatan hewan, drh. Rudi dan Pak Nanang, turun tangan langsung mengecek lubang hidung hingga kuku sapi untuk memastikan tidak ada satu pun ternak yang sakit.

Kehadiran Bapak Yugo dari Dinas Pertanian Kecamatan juga menambah kepercayaan masyarakat bahwa program ini benar-benar dikawal ketat dari tingkat kabupaten hingga kecamatan.

“Ini Lebih Dari Sekadar Bantuan”

Ketua Poktan Mekar Jaya, Daryono, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menerima sapi-sapi tersebut. Baginya, bantuan ini adalah amanah besar sekaligus “kado” akhir tahun bagi seluruh anggotanya.

“Kami sangat berterima kasih. Ini bukan sekadar bantuan sapi, tapi ini adalah nyawa baru bagi ekonomi anggota kami. Disaksikan langsung oleh Ibu Mia, drh. Rudi, Pak Nanang, dan Pak Yugo, kami merasa sangat diperhatikan oleh pemerintah,” ungkap Daryono dengan nada bergetar.

Viral Karena Kualitas dan Pengawasan

Berbeda dengan penyerahan bantuan pada umumnya, distribusi tahap kedua pada Jumat (26/12) menjadi bukti nyata bahwa pemerintah ingin memastikan transisi pakan dan kandang berjalan mulus.

Sapi-sapi yang dikirim pun merupakan bibit unggul yang sudah siap dikembangkan.

Ibu Mia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah awal dari perjuangan. “Kami ingin Poktan Mekar Jaya menjadi percontohan. Kami bawa dokter hewan langsung ke sini agar kelompok bisa langsung berkonsultasi,” tegasnya.

Kini, 12 ekor sapi tersebut telah menempati rumah barunya di kandang Poktan Mekar Jaya, menjadi simbol kemandirian pangan yang siap tumbuh di tahun 2026.

Dilantik Secara Resmi! Dua Perangkat Desa Jambu

Dilantik Secara Resmi! Dua Perangkat Desa Jambu Berdasarkan SK Nomor 16 Tahun 2025 dan Rekomendasi Bupati

Desa Jambu, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas – 31 Desember 2025 – Pemerintah Desa Jambu melaksanakan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bagi dua perangkat desa baru, yang sah berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Nomor 16 Tahun 2025 dan didukung Rekomendasi Bupati Banyumas Nomor 400 10.2/5925/2025 tentang Pengangkatan Perangkat Desa Jambu. Acara yang digelar pada akhir tahun ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah dan desa dalam memperkuat sistem pemerintahan tingkat bawah.

Upacara dimulai dengan penghormatan kepada negara melalui penyanyian Indonesia Raya dan Bagimu Negri, diikuti doa pemimpin yang dipimpin oleh Ikhwan Nur Sandi, sebagai bentuk permohonan berkah untuk pelaksanaan tugas kedepan.

Para perangkat desa yang resmi menjabat adalah:

1. Saudari Putri Lyandini, S.Hubungan Internasional – sebagai Kasi Pelayanan

2. Saudari Pamungkas Jalu Bawono, S.E – sebagai Kepala Kadus III

Proses pelantikan di saksi oleh tiga tokoh masyarakat terpercaya: Basuki, Akhmad Mudakir S.Pd, dan Rokhaniawan Wasingun, yang menjadi bukti transparansi dan pengakuan masyarakat terhadap pengangkatan ini.

Kepala Desa Jambu Nasrun dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengangkatan ini melalui tahapan yang sesuai peraturan, dengan dukungan dari pemerintah kabupaten. Ia berharap kedua perangkat baru dapat mengoptimalkan kompetensinya untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendorong kemajuan berbagai sektor di Desa Jambu.

Selanjutnya, Camat Wangon Dwiyono S.E., M.Si menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan acara yang tertib dan sesuai prosedur. Ia juga mengingatkan bahwa perangkat desa memiliki peran krusial dalam mewujudkan pembangunan yang merata, serta mendorong kolaborasi erat dengan semua elemen masyarakat seperti Forkopincam, TPPKK, Karang Taruna, BPD, RT/RW, Babinsa, dan Babinkantibnas yang hadir dalam acara ini.

Undangan juga diberikan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Satlinmas sebagai bagian dari upaya melibatkan seluruh komponen dalam membangun desa yang lebih baik.(Mugi ir)

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Dusun

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Dusun Karangkemiri dan Tembelang Berlangsung Lancar

Cilacap – 31 DESEMBER 2025 – Dalam rangka melengkapi struktur organisasi perangkat desa, dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Dusun Karangkemiri dan Kepala Dusun Tembelang di Pendopo Kantor Desa Karangkemiri pada hari Rabu (31/12/2025).

Acara yang dihadiri oleh Forkopincam, Kepala Desa se-Kecamatan Jeruklegi, perangkat desa, Babin, Babinkantibnas, BPD, Bidan Desa, tokoh masyarakat/agama, Karang Taruna, TPPKK, Satlinmas, panitia serta RT/RW, diadakan berdasarkan Keputusan Kepala Desa Karangkemiri Nomor 76 Tahun 2025 dan Surat Persetujuan Bupati Cilacap Nomor 400.10.2/11237/26 tanggal 17 Desember 2025.

Rangkaian acara dimulai dengan penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti dengan pemimpin doa yang dipimpin oleh Kuswanto. Selanjutnya disampaikan sambutan dari Kepala Desa Karangkemiri Kuswadi Purwojatmiko, yang juga bertindak sebagai pihak yang mengambil sumpah. Kemudian sambutan dari Camat Jeruklegi Agus Firmanudin, S.Sos., M.Si, serta sambutan dari para yang terlantik.

Dua jabatan yang dilantik adalah:

1. Andri Abas Rohman sebagai Kepala Dusun Karangkemiri
2. Rulli Fadilah sebagai Kepala Dusun Tembelang

Proses pengambilan sumpah di saksi oleh Budiman, SE dan Heri Suyono, S.Pd. Acara berjalan dengan khidmat dan penuh semangat untuk membangun Desa Karangkemiri yang lebih baik.(Mugi ir)

DESA KARANGJATI LAKSANAKAN KEGIATAN REHABILITASI JALAN PUTERAN DUSUN TRITIH

Selasa, 30 Desember 2025 – Desa Karangjati, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, secara resmi melaksanakan kegiatan rehabilitasi, peningkatan, dan pengerasan jalan puteran di Dusun Tritih. Kegiatan yang dikelola oleh Tim TPK Bilung ini ditujukan untuk meningkatkan akses transportasi dan kenyamanan warga sehari-hari.

 

Menurut Kepala Desa Karangjati, Suratno, kegiatan ini merupakan wujud komitmen pemerintah desa untuk meningkatkan infrastruktur daerah. “Jalan puteran di Tritih sering mengalami kerusakan akibat aktivitas sehari-hari dan cuaca. Dengan rehabilitasi ini, kami harap akses warga menjadi lebih lancar, terutama untuk angkutan barang dan layanan kesehatan,” ungkap Suratno.

 

Paket kegiatan yang dijalankan memiliki volume pengerjaan sebesar 315 M2 dengan anggaran total Rp 36.023.000. Sumber dana berasal dari Bagi Hasil Pajak Tahun 2025 yang ditetapkan dalam APBDes Desa Karangjati.

 

Tim TPK Bilung yang menangani pelaksanaan telah memastikan bahwa pengerjaan akan dilakukan sesuai standar dan jadwal yang ditetapkan, serta memprioritaskan keamanan dan kualitas hasil pekerjaan. Kegiatan ini diharapkan selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga Dusun Tritih dan sekitarnya.(Mugi ir)

234 KPM di Desa Jatisari Terima Bantuan KESRA Triwulan Terakhir 2025

Probolinggo, Jawa Timur – Sebanyak 234 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Jatisari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, menerima Bantuan Kesejahteraan Rakyat (KESRA) untuk bulan Oktober, November, dan Desember tahun 2025. Penyaluran bantuan sebesar Rp900.000,- per KPM ini dilaksanakan di balai desa setempat pada hari ini, Selasa, 30 Desember 2025.

Sekretaris Desa Jatisari, Arif Darmawan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan (KESRA) ini merupakan wujud komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ( KESRA ) ini merupakan bagian dari program yang berkelanjutan. Pemerintah Desa Jatisari secara rutin menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan sumber dana yang berasal dari Dinas Sosial ( DINSOS ) Kabupaten Cilacap.

Salah seorang penerima manfaat, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Desa Jatisari atas bantuan yang diterimanya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Bisa untuk membeli beras, minyak, dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Proses penyaluran bantuan (KESRA) ini berjalan dengan lancar dan tertib. Para penerima manfaat tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari verifikasi data hingga pencairan dana. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari instansi terkait.

Dengan adanya bantuan (KESRA) ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat Desa Jatisari semakin meningkat. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat.

 

#edi

Guru Ngaji di Desa Wringinharjo Terima Insentif dari Pemerintah Desa

Penerimaan Insentif Guru ngaji, Desa Wringinharjo

Wringinharjo – Rasa bangga dan bahagia datang bagi para guru ngaji di Desa Wringinharjo, baik yang mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) maupun Madrasah Diniyah (Madin). Pada hari Selasa, 30 Desember 2025, sejumlah guru ngaji menerima insentif dari pemerintah desa sebagai bentuk perhatian dan dukungan terhadap peran penting mereka dalam pendidikan agama.

Pemberian insentif ini merupakan inisiatif pemerintah Desa Wringinharjo untuk meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji.

Selama ini, para guru ngaji telah berdedikasi dalam membimbing anak-anak desa untuk mempelajari Al-Qur’an dan ilmu agama lainnya.

Dengan adanya insentif ini, diharapkan para guru ngaji semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan agama di desa.

Sekretaris Desa Wringinharjo Imam Maruf menyampaikan harapannya agar pemberian honor ini dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan guru ngaji dan kualitas pendidikan agama di desa. “Kami berharap dengan adanya insentif ini, para guru ngaji dapat lebih fokus dalam mendidik anak-anak kita. Selain itu, kami juga berharap kualitas pendidikan agama di desa Wringinharjo semakin meningkat,” ujarnya.

Pemberian insentif kepada guru ngaji ini merupakan langkah yang patut diapresiasi. Semoga inisiatif ini dapat diikuti oleh desa-desa lain, sehingga kesejahteraan guru ngaji semakin diperhatikan dan kualitas pendidikan agama di Indonesia semakin meningkat.

#Edis

Dua Pejabat Baru Jabatan Kepala Seksi Dilantik

Pelantikan Perangkat Desa Jeruklegi Wetan, Cilacap: Dua Pejabat Baru Jabatan Kepala Seksi Dilantik, Siap Dorong Pelayanan Masyarakat

CILACAP, 30 Desember 2025 – Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, menyelenggarakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan perangkat desa formasi kepala seksi hari ini, 30 Desember 2025, di Pendopo Kator Desa. Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat ini menandai penugasan baru dua pejabat yang akan mengembangkan pelayanan desa dan mewujudkan program kerja kepala desa periode saat ini.

Acara dibuka dengan penyanyian lagu Indonesia Raya yang disuarakan bersama oleh semua hadirin, diikuti dengan pimpinan doa oleh Saein yang mengusai doa agama Islam. Undangan hadir kepada Forkopincam, perangkat desa penuh, tokoh masyarakat dan agama dari berbagai keyakinan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), bidan desa, pengurus Karang Taruna, Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Komunitas (TPPKK), Satuan Linmas Desa, serta Ketua RT/RW se-desanya. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan keputusan resmi Kepala Desa Jeruklegi Wetan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Dua pejabat yang dilantik adalah:

1. Elisa Haryanti, S.M sebagai Kepala Seksi Pelayanan, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 141/37/Tahun 2025 – yang akan bertanggung jawab mengkoordinasikan semua program pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti administrasi kependudukan, bantuan sosial, dan layanan publik.

2. Nurul Indah Safitri, A.Md sebagai Kepala Seksi Tata Usaha dan Umum, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 141/38/Tahun 2025 (terdapat kesalahan penulisan nomor pada data awal) – yang akan mengelola urusan tata usaha, keuangan, dan administrasi internal perangkat desa.

Pengambilan sumpah jabatan disaksikan oleh dua tokoh masyarakat terpercaya, yaitu Prihati Puji Rahayu dan Teguh Pranoto, S.Pd. Acara juga diisi dengan sambutan dari Kepala Desa Evy Sulistyawan, SE, yang mengungkapkan harapan agar pejabat baru dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, sinergi, dan transparansi untuk kemajuan desa. Selanjutnya, Camat Agus Firmanudin,S.Sos.M,Si memberikan arahan dan dukungan kepada perangkat desa baru, menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan daerah.

Akhirnya, kedua pejabat yang terlantik menyampaikan sambutan dan komitmen khusus: Elisa Haryanti menjanjikan akan mempercepat proses layanan agar lebih mudah diakses masyarakat, sedangkan Nurul Indah Safitri berjanji akan mengelola administrasi desa dengan lebih terstruktur dan akuntabel. Acara ditutup dengan foto bersama semua hadirin sebagai tanda kesatuan dan semangat baru dalam membangun desa.(Mugi ir)

Pemerintah Desa Serukan Perayaan Tahun Baru 2026 yang Humanis dan Taat Aturan

[Mekarsari], 29 Desember 2025 – Menjelang pergantian tahun, Kepala Desa, Ibu Entin, secara resmi mengeluarkan himbauan strategis bagi seluruh masyarakat. Beliau menekankan agar perayaan menyambut tahun 2026 dilaksanakan dengan penuh kesederhanaan, kepatuhan terhadap aturan pemerintah, dan rasa empati yang tinggi.

Mengutamakan Empati dan Kesederhanaan

Sejalan dengan arahan pemerintah pusat, Ibu Kades Entin menegaskan larangan penggunaan kembang api dan petasan di wilayah desanya.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan.

“Tahun baru kali ini adalah momentum kita untuk berbagi rasa. Di saat saudara-saudara kita di beberapa daerah sedang berjuang melawan dampak bencana alam, alangkah baiknya jika kita merayakan dengan penuh empati dan doa bersama,” ujar Ibu Entin dalam keterangannya.

Ketertiban Umum Menjadi Prioritas

Pemerintah desa juga bekerja sama dengan aparat keamanan setempat untuk memantau ketertiban di titik-titik keramaian. Warga dihimbau untuk:

Menghindari Konvoi: Tidak melakukan arak-arakan kendaraan bermotor yang memicu kemacetan.

Knalpot Standar: Dilarang menggunakan knalpot bising yang dapat mengganggu kenyamanan warga lain.

Waspada Cuaca: Mengingat prediksi cuaca ekstrem di akhir tahun, warga diminta tetap waspada dan tidak memaksakan kegiatan di luar ruangan jika kondisi tidak memungkinkan.

Kembali Bekerja pada 2 Januari

Ibu Kades juga mengingatkan bahwa tanggal 2 Januari 2026 (Jumat) tetap merupakan hari kerja normal.

“Mari kita rayakan secukupnya di lingkungan rumah masing-masing agar tubuh tetap bugar saat kembali menjalankan aktivitas pelayanan publik dan sekolah di hari berikutnya,” tambahnya.

Harapan untuk Desa yang Lebih Maju

Menutup himbauannya, Ibu Entin menyampaikan visi besarnya untuk tahun depan. Beliau berkomitmen untuk terus meningkatkan transparansi, mempercepat digitalisasi layanan desa, dan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM lokal.

Dengan ketaatan warga terhadap aturan pemerintah ini, diharapkan perayaan Tahun Baru 2026 di desa dapat berjalan dengan aman, damai, dan menjadi awal yang baik untuk kemajuan bersama.

Sambut Tahun Baru, Kades Sudagaran Tekankan Program Tepat Sasaran dan Ajak Warga Bijak Bermedia Sosial.

SUDAGARAN 29 Desember 2025– Kepala Desa Sudagaran, Bapak Supriyadi, secara resmi menyampaikan arah kebijakan desa serta pesan penting kepada masyarakat dalam menyongsong tahun baru.

Fokus utama kepemimpinan beliau di tahun mendatang adalah memastikan efektivitas program kerja serta menjaga stabilitas keamanan dan informasi di tingkat desa.
Komitmen Program Kerja yang Presisi
Bapak Supriyadi menegaskan bahwa mulai tahun depan, transparansi dan akurasi data menjadi harga mati.

Beliau menginginkan setiap program pembangunan, baik infrastruktur maupun pemberdayaan, harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Visi saya di tahun depan adalah memastikan tidak ada program yang meleset. Semua harus tepat sasaran. Setiap anggaran yang dikelola desa harus menjadi solusi nyata bagi permasalahan warga, bukan sekadar serapan anggaran,” tegas Bapak Supriyadi saat memberikan keterangan di Kantor Desa.

Himbauan Menjelang Pergantian Tahun
Menjelang perayaan tahun baru, Bapak Supriyadi meminta masyarakat untuk tetap mematuhi aturan dan arahan dari pemerintah pusat yang telah disosialisasikan. Hal ini mencakup aspek keamanan, ketertiban umum, maupun protokol kesehatan jika diperlukan.

Beliau juga memberikan catatan khusus terkait maraknya informasi palsu atau hoaks yang sering beredar di momen-momen tertentu.
“Saya meminta warga Sudagaran untuk tidak mudah terombang-ambing oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Jangan mudah mengikuti ajakan atau isu yang tidak resmi. Mari kita saring setiap informasi dan selalu merujuk pada arahan pihak berwenang agar kondusivitas desa tetap terjaga,” imbuhnya.

Ajakan Gotong Royong
Menutup keterangannya, Bapak Supriyadi berharap sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat semakin kuat di tahun yang baru. Kepatuhan warga terhadap arahan pusat serta kecerdasan dalam memilah informasi dianggap sebagai modal sosial utama untuk membangun Sudagaran yang lebih maju.

“Selamat menyongsong tahun baru. Mari kita jaga kerukunan, ikuti aturan yang ada, dan bersama-sama mengawal pembangunan desa agar tepat sasaran demi kesejahteraan kita bersama,” pungkasnya.

Dari Kudatuli ke Sunyi yang Terencana: Sejarah Panjang Massa Pro Mega dan Generasi yang Terpinggirkan

Jakarta — Sejarah lahirnya massa Pro Megawati Soekarnoputri tidak dapat dilepaskan dari konflik politik terbuka yang terjadi pada pertengahan 1990-an. Bagi sebagian besar pendukungnya, kesetiaan politik itu tidak lahir dari kemenangan elektoral, melainkan dari pengalaman perampasan hak politik, represi negara, dan rasa ketidakadilan yang terakumulasi sejak Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli.

Peristiwa penyerbuan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, menjadi titik balik penting. Konflik internal partai yang berpuncak pada Kongres Medan 1996—yang menggantikan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri dengan dukungan kekuasaan negara—melahirkan basis massa yang bersifat organik dan ideologis. Mereka berasal dari berbagai lapisan masyarakat: buruh, aktivis, seniman, mahasiswa, hingga warga kampung, yang melihat Megawati sebagai simbol perlawanan terhadap otoritarianisme.

Menurut pengamat dan pelaku sejarah internal PDI Perjuangan, Antonius Fokki Ardiyanto, kelompok inilah yang kemudian dikenal sebagai massa Pro Mega generasi pertama. “Mereka adalah pelaku langsung sejarah. Loyalitas mereka lahir dari risiko, bukan dari kenyamanan politik,” tulis Antonius dalam analisisnya.

Konsolidasi Pasca-Reformasi

Setelah tumbangnya Orde Baru pada 1998 dan berdirinya PDI Perjuangan, massa Pro Mega tidak melebur begitu saja ke dalam struktur formal partai. Sebaliknya, mereka menjadi tulang punggung konsolidasi akar rumput. Kemenangan PDI Perjuangan pada Pemilu 1999, menurut banyak catatan, lebih merupakan akumulasi memori kolektif atas ketidakadilan dan perlawanan dibandingkan hasil kerja mesin politik modern.

Dalam fase inilah muncul generasi kedua massa Pro Mega. Mereka adalah aktivis muda akhir 1990-an hingga awal 2000-an, sebagian mengalami langsung Kudatuli dan Mei 1998, sebagian lainnya tumbuh dari narasi dan luka sejarah tersebut. Generasi ini mengisi kerja-kerja lapangan: pengorganisasian basis, penjagaan suara, kerja relawan, hingga kaderisasi informal yang tidak tercatat dalam laporan resmi partai.

“Mereka mewarisi api perjuangan, tetapi tidak mewarisi posisi aman,” tulis Antonius. Berbeda dengan generasi pertama yang telah menjadi simbol sejarah, generasi kedua tetap aktif dan memiliki jaringan sosial yang luas di tingkat akar rumput.

Perubahan Orientasi Politik

Seiring semakin mapannya kekuasaan dan meningkatnya biaya politik, orientasi partai dinilai mengalami pergeseran. Logika ideologis perlahan digantikan oleh logika pengelolaan dan elektabilitas. Modal ekonomi dan jaringan elite semakin menentukan arah kebijakan dan rekrutmen politik.

Dalam konteks ini, posisi massa Pro Mega—khususnya generasi kedua—mengalami perubahan signifikan. Dari aset politik, mereka perlahan dipersepsikan sebagai risiko. Generasi pertama tetap dihormati sebagai monumen sejarah, sementara generasi kedua dinilai masih terlalu aktif, kritis, dan memiliki daya pengaruh yang sulit dikendalikan.

Proses marginalisasi, menurut Antonius, tidak dilakukan secara terbuka. Tidak ada konflik frontal atau pembersihan struktural. Yang terjadi justru mekanisme administratif yang rapi: keterlibatan tetap diminta, tetapi akses pengambilan keputusan dipersempit; loyalitas dipuji, tetapi distribusi kekuasaan tertutup.

“Struktur masih ada, tetapi fungsinya dikosongkan. Kaderisasi menyempit, kerja ideologis dianggap tidak efisien, dan militansi dipandang naif,” tulisnya.

Penghabisan yang Sunyi

Fenomena ini digambarkan sebagai bentuk penghabisan politik yang baru: bukan melalui represi, melainkan pengabaian sistematis. Generasi kedua tidak diusir, tetapi dibuat lelah. Tidak dimusuhi, tetapi dibuat tidak relevan.

Ironisnya, kelompok ini justru menjadi yang paling lama bertahan karena rasa memiliki dan keyakinan ideologis terhadap partai. Namun, sejarah politik kerap mencatat bahwa generasi perantara—yang berada di antara simbol sejarah dan pragmatisme kekuasaan—sering menjadi pihak yang paling rentan terpinggirkan.

Antonius mengingatkan, setiap kekuatan politik yang memutus dirinya dari akar ideologis yang melahirkannya berisiko menghadapi krisis legitimasi di masa depan. “Ia mungkin tampak kokoh sesaat, tetapi sesungguhnya berdiri di atas tanah yang mulai retak,” tulisnya.

Ketika generasi yang dilupakan berhenti berharap, sejarah, menurutnya, kerap bergerak ke arah yang tidak lagi mudah dikendalikan.

repoter : nita